Bukan Pengantin Pilihan

Bukan Pengantin Pilihan
Episode 17: Surprise Untukku.


__ADS_3

Tidak terasa sudah hampir satu tahun aku menikah dengan Mas Ali.


Besok adalah hari ulangtahunku yang ke 29tahun.


Rasanya tidaklah perlu aku berharap Mas Ali memberikan kado untukku.


Lagi Pula Sebelumnya aku juga tidak pernah Merayakan nya.


Paling pergi makan dan nonton bersama Mia.


Selesai shalat isya Mas Ali izin pergi pengajian bulanan bapak-bapak yang diadakan tiap malam kamis di mesjid raya perkebunan.


Aku sendiri asik menelepon Ibu dan Ayah yang mengucapkan selamat ultah padaku melalui telepon genggam.


Mas Ali pulang sekitar jam 10 malam dan segera berganti baju lalu tidur disampingku.


"Mas.. Aisyah sudah pulang dirumah Ayah dan Ibu" kataku memecah keheningan.


"owhh.. " katanya tanpa ekspresi.


"Mas masih dendam padanya? " tanyaku lagi.


" Semua yang terjadi ada hikmahnya, yang telah lewat biarlah jadi masa lalu. Tak lah perlu menyimpan dendam. Bagi Mas dia sekarang hanyalah adik ipar alias saudara kandung dari istri yang paling Mas sayang" katanya sambil mengecup bibirku.


Paginya Mas Ali membangunkanku dengan bisikan lembut di telinga kananku.


"Happy birth day sayang, selamat ulang tahun..." bsiknya lembut.

__ADS_1


Aku bangun dan langsung memeluknya. "trimakasih Mas" jawabku padanya.


Disodorkan nya amplop kecil tipis padaku.


Kubuka pelan dan kaget ketika melihat isinya.


Dua buah tiket pesawat tujuan Malaka.


"Apa ini Mas? " tanyaku lagi.


" Mas gak tau mau kasih kado apa, berhubung kita belum pernah honeymoon jadi Mas fikir lebih baik memberimu tiket liburan keliling malaysia sekaligus mengunjungi Mama, Papa dan Oma disana". katanya.


Aku memeluknya dan kembali mengucapkan terimakasih sambil Menciumnya bertubi-tubi.


Setelah sarapan, seperti biasa aku mengantar Mas Ali menuju Pintu rumah dan menyalaminya sebelum dia berangkat kerja.


Aku mengangguk tanda mengerti.


Kami sampai di Aula sekitar jam 12.50 Wib. Ternyata disana sudah penuh dengan para pekerja Kebun.


Mereka semua sedang menanti kedatangan kami.


Ini untuk yang kedua kalinya aku jadi sorotan para pekerja.


Yang pertama adalah saat malam penyambutan pernikahan kami beberapa bulan lalu.


Mas Ali menggandengku dengan tenang sambil tersenyum.

__ADS_1


Riuh terdengar suara tepuk tangan dari semua pekerja yang hadir.


Aku Kaget ketika melihat spanduk besar di depan Aula yang bertuliskan


"Happy birth day Mrs Ali." aku menatap Mas a


Ali tidak percaya.


Mas Ali mengangguk membenarkan lalu membimbingku menuju meja depan yang terdapat Tumpeng besar beserta dua buah kue Tart ukuran besar juga.


Sebelum pemotongan kue dan tumpeng dilaksanakan, Mas ali memberi sedikit kata sambutan yang berisi ucapan terimakasih atas partisipasi semua pekerja terutama kepada Mas Jalal dan Istri serta Yuli dan calon suami nya juga untuk ibu-ibu PKK yang sudah menyiapkan kue dan tumpeng besar ini.


Kemudian Mas Ali mendampingiku untuk memotong tumpeng dan Kedua kue tart.


Lalu membagikannya kepada semua yang datang dengan dibantu mbak Asni dan Yuli .


Aku sendiri mengambil beberapa potong kue dan menyuapi suamiku tercinta.


Aku sangat bahagia hari ini!!


Untuk pertama kalinya ultahku di rayakan. d


Dan untuk pertama Kalinya pula Aku mendapat kejutan yang luar biasa.


"triamakasih Mas, I love u" bisikku ditelinga Mas Ali.


Mas Ali membalasku dengan ciuman hangat di keningku.

__ADS_1


__ADS_2