Bukan Pengantin Pilihan

Bukan Pengantin Pilihan
Episode 24: Meminta Cerai


__ADS_3

Dua minggu sudah Aisyah di perkebunan ini. Hubungannya dengan Mas Ali semakin intens.


Mereka seringkali ngobrol berdua di ruang keluarga dan bahkan Mas Ali sudah tidak segan untuk mengajak Aisya keliling perkebunan menggunakan motornya.


Hatiku terasa begitu sakit melihat mereka.


Tapi Aku tidak bisa berbuat apapun.


Mungkin semua ini yang terbaik untuk kami.


Bulan depan Mas Ali berjanji akan membawaku beserta Aisyah kekota sembari meminta izin pada Ayah dan Ibu untuk menikahi Aisyah sesuai keinginanku.


Aku hancur sekali.


Hari ini adalah Hari pernikahan Yuli anaknya bik Sumi digelar.


Aku dan Aisyah serta warga sekitar datang memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.


Juga pada Bik Sumi dan Pak Asep atas terlaksananya hajatan pernikahan.


Kulihat Aisyah berjalan kearah Mas Ali dan membawakan Mas Ali segelas minuman dingin.


Hatiku kembali sakit melihat mereka saling membalas senyum layaknya orang pacaran.

__ADS_1


Aku bergegas pulang sendiri meninggalkan semuanya dengan hati yang sangat luka.


Aku menyalahkan diriku atas semua yang terjadi.


Keguguran yang mengakibatkan aku harus kehilangan calon anakku dan membuatku tidak bisa melahirkan lagi.


"Haruskah sekarang aku merelakan diriku untuk kehilangan suamiku tercinta?"


Aku menangis terisak di dalam kamar merenungi nasibku yang malang.


"Kenapa siang tadi kamu tiba-tiba menghilang dan pulang kerumah padahal pesta Yuli belum selesai?" tanya Mas Ali padaku yang bersiap-siap untuk tidur.


"Akhir-akhir ini juga sepertinya kamu selalu menghindar ketika melihatku bersama Aisyah. Kamu cemburu? bukankah ini semua keinginan mu? " tanya nya bertubi-tubi padaku.


"Smua yang kulakukan atas dasar keinginanmu. Kamu yang memintaku untuk dekat dengan adikmu dan menjadikannya istri keduaku. kamu lupa?? " Katanya dengan nada sedikit meninggi.


"Tidak. Aku tidak lupa sama sekali, memang aku yang memintanya. Apa lagi yang bisa Aku lakukan Mas? Aku marah, Aku cemburu tapi aku tak bisa berbuat apapun. keadaan ini memaksaku.! Aku harus menerima kenyataan bahwa Aku harus kehilangan Anakku dan kenyataan bahwa Aku tidak bisa melahirkan lagi.!!.Dan sekarang aku harus terima kenyataan bahwa sebentar lagi akupun akan kehilangan suamiku tercinta dan merelakannya memeluk adik kandungku sendiri.!! Sakit Mas... Teramat sakit!!. Aku fikir Aku akan sanggup menjalaninya, tapi ternyata tidak. Aku gak kuat.. Aku minta Cerai Mas, ceraikan saja Aku, Aku tidak ingin menjadi beban untukmu dan terus menyakiti diri sendiri berpura-pura kuat padahal aku hancur. Tolong ceraikan Aku Mas..!" kataku padanya dengan air mata yang tak terbendungkan lagi.


Dia kaget mendengar ucapanku.


"Bukankah sudah kukatakan padamu Aku bersedia menikahi Adikmu dengan syarat kamu tidak boleh menuntut cerai padaku. Jadi jelas Aku tidak akan pernah menceraikanmu sampai kapanpun. Jelass!!! " katanya sambil berteriak dan membanting pintu kamar lalu pergi.


Aku kaget melihat reaksinya lalu kembali menangis sejadi-jadi nya.

__ADS_1


Kami sampai di rumah Ayah jam 17.05 WIB.


Selesai shalat kami menuju ruang makan dan makan bersama. Kulihat lagi Aisyah yang melayani Mas Ali sambil tersenyum.


Hatiku benar-benar pedih.


Sejak pertengkaran kemarin hubunganku dengan Mas Ali tidak baik.


Kami berbicara seperlu nya saja.


Sampai saat inipun keadaan masih begitu. Kami memilih untuk saling diam.


Setelah makan malam Aku memilih masuk kedalam kamar dan mengurung diriku.


Kudengar samar-samar Mas Ali, Ibu, Ayah dan Aisyah berbincang sambil tertawa bersama. Hatiku perih sekali.


"Ada yang ingin Ali bicarakan pada Ayah dan Ibu. Tapi mungkin besok pagi saja setelah sarapan biar kita lengkap dengan Alisya juga, karna kalau sekarang Alisya Sepertinya sudah tidur kecapean. " kata Mas Ali menjelaskan.


Mendengar ucapan Mas Ali diluar, Aku benar-benar menjadi panik.


Aku yakin besok Mas Ali akan menyampaikan keinginan nya untuk menikahi Aisyah atas dasar permintaanku.


Apa yang harus Aku lakukan? Aku gak akan sanggup menghadapi ini semua.

__ADS_1


__ADS_2