
Aku menggandeng tangan Mas Ali menuju Pintu rumah.
Memeluknya dan menyalaminya.
Di Kecupnya lembut keningku dan bibirku.
"Semangat untuk hari ini ya Mas" kataku memberinya semangat sebelum berangkat ke perkebunan.
Dikecup nya lagi keningku.
" I love u sayang" katanya sambil menatapku dalam.
Aku tersenyum lalu mengangkat tumit kakiku agar bisa mencapai bibirnya.
Kamipun berciuman lagi.
" Hari ini ada rapat dengan ibu-ibu PKK, Ica izin kluar ya?" kataku lagi padanya.
Dia mengangguk.
Mengecup hidungku sebentar lalu turun menuju garasi bawah.
Kubuka jendela kamar setelah merapikan tempat tidur dan mengganti alas spreinya.
Kuihat di kejauhan Mas Ali sedang mengobrol dengan seorang perempuan cantik berambut panjang, terlihat jelas lekukan tubuhnya yang sintal berbalut kaos putih dan celana levis yang ketat.
"siapa perempuan itu?" tanyaku dalam hati.
Aku dan bik sumi, juga Yuli berjalan kaki menuju kantor desa tempat di adakannya rapat PKK.
Jarak antara rumah kami dan balai desa tidaklah terlalu jauh.
Lagi pula para warga disini memang lebih suka berjalan kaki dari pada menggunakan kendaraan.
Di kantor Desa sudah ada beberapa ibu-ibu yang hadir dan saling bercengkrama.
Kulihat wanita sexy tadi ada diantaranya.
__ADS_1
"perempuan cantik itu siapa?" tanyaku penasaran
"Oh itu anaknya Pak Kades Non, mantan tunangan nya Mas Ali. " jawab Yuli cepat.
" Dia baru datang kemarin dari kota, dan kabar nya dia dipulangkan suami nya karna mereka sudah resmi bercerai" kata Yuli lagi sambil berbisik padaku.
Mendengar itu bik Sumi langsung menutup mulut anaknya.
Akupun tersenyum tipis.
Lalu menyusul bik Sumi dan yang lain masuk kedalam ruang rapat.
Rapat selesai jam 11.45 siang.
Kami segera pulang untuk menyiapkan makan siang.
Sambil memasak Yuli memberi tahu ku kalau 4 hari lagi Mas Ali berulang tahun.
"Tuan memang tidak suka merayakan ultahnya" kata Yuli padaku.
"Pernah sekali saja dirayakan cukup besar, itu juga hadiah kejutan dari si mantan Yang tadi kita jumpa di kantor Desa" kata Yuli lagi menjelaskan.
Dia mengangguk dan tersenyum.
Mas Ali pulang dari Perkebunan tepat jam 13.00Wib.
Langsung menuju dapur memelukku dari belakang dan mencium keningku.
Dia sudah tidak malu-malu lagi meluapkan perasaan nya padaku meskipun ada Yuli dan bik Sumi di dekat kami.
"Masak Apa bik? " tanya nya pada bik Sumi yang sibuk menyajikan masakan di atas meja.
"Ada rendang daging kesukaan Tuan" jawab nya sambil tersenyum melihat tingkah mas Ali yang terus memelukku dari belakang dan mencium rambutku.
"Tuan gak bisa mesraan nya di kamar aja? " Tanya Yuli ketus pada Mas Ali yang sudah dianggap abang baginya.
Mas Ali ketawa.
__ADS_1
"Sirik aja" kata Mas Ali pula pada nya.
"Kamu tau, Aroma tubuh mbak Ica ini adalah moodbooster yang luar biasa. Badan Mas Ali langsung terasa segar dan kembali bersemangat setelah menghirup nya" kata Mas Ali lagi.
Aku tersenyum malu dibuatnya.
Hari berganti begitu cepat, malam ini aku sudah menyiapkan Surprise untuk kejutan ultah Mas Ali.
Tepat jam 11.30 Aku bangunkan Mas Ali pelan.
" Mas... Aku haus, tolong ambilkan Aku minum" bisikku pelan.
Dia Membuka matanya dengan malas.
"Lupa bawa air minum kedalam kamar" kataku lagi sedikit merengek.
Dia segera bangun lalu keluar menuju dapur.
Sementara aku bergegas meletakkan mini blackforest diatas tempat tidur lalu mengganti pakaianku dengan lingerie hitam yang transparan.
Kusemprotkan parfum disekujur tubuhku dan kemudian duduk diatas tempat tidur sambil memegang kue tadi.
Mas Ali masuk kedalam kamar dan kaget melihatku.
Dia kemudia tersenyum lalu mendekat kearahku.
"Happy birth day sayang.. " kataku sambil mencium bibirnya yang terus tersenyum.
Diambilnya sepotong blackforest lalu di suapkan nya padaku.
belum sempat aku mengunyahnya mulut Mas Ali dengan sigap merebutnya.
Aku membalas nya dengan menggigit pelan bibirnya.
Dibukanya kado kecil persegi yang berisi jam tangan kulit keluaran terbaru untuknya.
__ADS_1