Bukan Pengantin Pilihan

Bukan Pengantin Pilihan
Episode 16: Wanita Penggoda


__ADS_3

"Mas.. Aku gak suka Mas terlalu baik dan ramah sama perempuan genit itu" kataku pada Mas Ali yang duduk di tepi tempat tidur sambil bermain games di hp nya.


"Gak perlu cemburu sayang. Mas baik pada nya semata-mata karna menghargai nya sebagai anak kepala desa dipertanian ini. tidak lebih" jawab Mas Ali padaku sambil tetap sibuk dengan permainan games di hp nya.


"Ica ngerti mas. Tapi takutnya dia menyalah artikan kebaikan Mas pada nya. Ica takut dia berfikir kalau Mas Ali masih cinta sama dia. " Ujarku lagi.


Mas Ali mematikan HP nya lalu membalikkan Tubuhnya menghadap wajahku yang cemberut.


"mana mungkin mas kembali pada mantan tunangan yang kabur dengan lelaki lain 3 bulan sebelum pernikahan berlangsung. Mas gak gila sayang.. sekarang ada kamu yang jelas-jelas istri sah Mas, wanita yang bersedia tinggal di Perkebunan, wanita yang rela meninggalkan orangtua, keluarga, teman-teman dan pekerjaan nya demi Mas. Tidak ada yang lain sayang, kamu sudah lebih dari cukup untuk Mas" jelasnya pelan dan tegas.


Tanpa terasa mataku berkaca-kaca karna terharu mendengar penjelasannya.


Kuraih wajah tampan nya.


Kuhujani dengan ciuman bertubi-tubi.


Dia membalasku dengan lumatan yang sangat menggairahkan.


Lagi..


Kami hanyut dalam indah nya surga dunia.


"I love U Mas" ujarku padanya.


"I love u too sayang" balasnya.


Aku berjalan pulang kerumah dengan agak tergesa-gesa karna terik matahari yang cukup panas terasa membakar wajahku. kulihat dari kejauhan perempuan yang suka menggoda suamiku sedang berdiri di tepi jalan seperti sedang menungguku.

__ADS_1


"Hai" sapanya sambil mengikuti langkahku.


Aku cuma membalasnya dengan senyuman.


"Dari mana? " tanya nya lagi.


"dari warung di ujung jalan sana" jawabku dengan singkat.


"Aku tau mbak gak suka denganku" katanya lagi.


Aku terdiam dan seketika memberhentikan langkahku kemudia menatapnya.


"kamu ngomong apa sih? aku gak ngerti. " jawabku.


"Aku tau mbak takut kan kalau Mas Ali dekat denganku. Dan kurasa mbak juga tau kalau Mas Ali jelas masih mencintaiku. Dan sebenarnya Aku juga masih sangat mencintai nya Mbak" ujarnya lagi.


Dia tersenyum sangat dingin.


Aku yang merasa terancam diam-diam menghubungi Mas Ali dengan HPku yang ada di dalam kantong belanjaan.


Lalu kembali berjalan menjauhi perempuan gila itu.


"Aku mencintainya mbak, dan aku yakin dia masih mencintaiku. Aku ingin mbak segera bercerai dengan nya" katanya sambil menarik lengaku kemudian mendorong tubuhku hingga tersungkur kejalan.


"Kamu sudah gila ya? " kataku padanya.


"Yaa.. aku gila cinta dengan Mas Ali" jawabnya lagi sambil tertawa.

__ADS_1


"Aku gak perduli dia udah nikah atau belum yang penting Aku ingin dia kembali sama Aku. Dan kalau mbak memang tidak bersedia bercerai dengan nya maka mbak harus mau bermadu denganku. " katanya mengancam sembari menunjuk wajahku dengan jarinya.


Dia tepat berdiri diatasku yang duduk tersungkur. aku cuma bisa memejamkan mata ketika tangan nya ingin menampar wajahku.


Mas Ali datang tepat waktu.


Di dorong nya wanita gila itu hingga dia jatuh di pinggir jalan dan nyaris masuk kedalam selokan.


Kemudian dia menggendong ku masuk ke dalam mobil dan meninggalkan wanita gila itu sendirian.


Bik Sumi membantu memijit kakiku yang terkilir.


ssemetara Yuli membersihkan luka pada bagian telapak tanganku yang berdarah.


"Mas Ali kemana bik? " tanyaku pada bik Sumi.


"Tuan kerumah pak kades Non." jawab bik Sumi.


"Semoga semuanya baik-baik aja" bisikku dalam hati.


Mas Ali masuk kedalam kamar membawakan makan malam untuk ku.


Perlahan disuapkan nya nasi kedalam mulutku.


" maafkan Mas ya, Mas janji wanita ****** itu tidak akan berani lagi mengganggu mu" kata Mas Ali dengan raut muka penuh penyesalan.


" Aku gak papa Mas, sebentar lagi juga sembuh" jawabku menenangkan nya sembari berdoa dalam hati semoga wanita gila itu jera dan tidak berani lagi menggangguku dan Mas Ali. Aamiin.

__ADS_1


__ADS_2