Bukan Wanita Bodoh

Bukan Wanita Bodoh
Bab 20.


__ADS_3

"Itu, itu apa sih, Areta?" Tanya Raisya yang sibuk dengan gawai di tangannya karena sedang memesan taksi online.


"Itu kamu lihat di sana!" Balas Areta mengarahkan jari telunjuknya ke arah dua manusia yang sedang asyik bercengkerama di resto seberang, secara reflek mata Raisya mengikuti kemana arah jari telunjuk sahabatnya.


"What? Apa mataku nggak salah lihat, itu kan pak Rivan dan adik iparmu. Iya, itu Zevanya kan? Mana ini masih jam sekolah, dan pakaiannya itu lho. Seksi banget buat ukuran anak SMA." Cerocos Raisya saat melihat pamandangan di hadapannya.


"Iya tapi gimana bisa? Zevanya sama pak Rivan, jangan-jangan yang nelepon dia tadi si Vanya. Dan ini artinya anak itu bolos sekolah donk." Oceh Areta yang masih mengamati gerak-gerik adik ipar dan mantan bosnya itu.


"Aku jadi penasaran, emang sih pak Rivan itu masih single dan ganteng paripurna. Tapi masa iya dia pacaran sama anak SMA, secara usia dia sekarang udah tiga puluhan lho. Atau jangan-jangan adik iparmu itu jual diri lagi ke pak Rivan. Kan sekarangvjatah dari Andrias udah menipis." Opini Raisya membuat mata sahabatnya membola.


"Hish... Ngawur aja, udah ah. Pulang yuk, nanti kanjeng ratu bisa marah kalau kamu telat mulangin aku." Ajak Areta, melenggang sembari mendorong stroler babby Bian.


"Nggak bakalan dia marah, kalaupun marah pasti langsung diem pas lihat iga bakar ini." Ucapan Raisya membuat tawa mereka pecah. Kedua sahabat itu melangkahkan kaki menuju ke lobby dimana seorang driver taksi online telah menunggu di sana.


...****************...


Sementara di sebuah restoran jepang, Zevanya masih bergelayut manja di lengan kekar seorang Rivan Narendra Bumi.


"Vanya, kenapa kamu bolos sekolah hari ini?" Tanya Rivan mengecup puncak kepala gadis remaja itu tanpa peduli pada pandangan orang sekitar yang menatap miring ke arah mereka berdua.


Apa yang dipikirkan orang-orang itu tidaklah salah, Vanya memang hanya pemuas nafsu bagi Rivan. Sedangkan Vanya rela melakukannya demi uang yang tak lagi ia dapatkan dari Andrias.


"Aku kangen kamu, Mas. Dan aku juga kaget karena ternyata dulu kamu bosnya mbak Areta." Balas Vanya dengan gaya manja, Rivan sedikit salah tingkah saat mendengar nama Areta disebut oleh gadisnya itu.


"Vanya, aku harap Areta jangan sampai tahu soal hubungan kita." Ujar Rivan pelan namun dengan nada yang ditekan.


"Iya, Mas. Lagian kalau sampai mbak Reta tahu dan ngadu ke mas Andrias bisa kacau semuanya." Balas Zevanya dengan santainya.

__ADS_1


"Bagus kalau gitu, aku masih ada urusan lain. Kamu pulang dulu ya, lagian ini juga udah jam pulang sekolah. Ini buat jajan kamu." Ujar Rivan sembari menyerahkan sebuah amplop coklat berisi sejumlah uang.


"Makasi banget, Mas. Aku pulang dulu ya." Balas Zevanya kemudian mengecup pipi Rivan sekilas dan berlalu pergi. Sebelum pulang ke rumahnya, gadis itu tak lupa untuk berganti baju dengan seragam sekolahnya di toilet umum.


Areta dan Raisya baru saja turun dari taksi online, keduanya segera masuk ke dalam rumah. Dan ternyata di ruang tamu nampak bu Lastri tengah menunggu mereka sembari menonton drama ikan terbang di televisi.


"Kalian kok lama banget, habis keluyuran kemana aja sih." Ketus wanita paruh baya itu menatap sinis ke arah Areta dan Raisya.


"Cuma jalan-jalan aja kog, Tan. Oh iya, ini iga bakar pesanan Tante. Raisya beliin capjay juga." Jawab Raisya menyerahkan sebuah kantong kresek berisi kotak makanan pada bu Lastri.


"Wah... Aromanya wangi banget ini. Tapi Tante udah makan, nanti malam aja biar Tante panasin. Makasih ya Raisya." Ujar bu Lastri lembut.


"Sama-sama, Tante. Kalau gitu Raisya pulang dulu ya. Nitip Areta sama babby Bian." Balas Raisya tersenyum penuh arti, bu Lastri hanya mengangguk kecil kemudian tersenyum. Raisya segera pamit dan menuju taksi online yang masih menunggu di halaman rumah Areta.


"Raisya, makasih ya buat hari." Ucap Areta sebelum sahabatnya masuk ke dalam mobil.


"Enak ya, habis jalan-jalan sama shopping. Habisin uang suami doank bisanya." Ucapan pedas bu Lastri langsung terdengar saat Areta kembali masuk ke dalam rumah


"Aku nggak habisin uang mas Adrias kok, Bu. Semuanya Raisya yang bayarin." Balas Areta segera membawa babby Bian untuk masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat, meninggalkan bu Lastri yang masih mengomel sendirian.


...****************...


Menjelang sore, Areta memandikan babby Bian dan menyusuinya. Tak lupa membersihkan dirinya sendiri, dan mengganti daster lusuhnya dengan baju pemberian dari raisya. Sedang wajah ayunya ia poles dengan make up tipis agar terlihat lebih segar.


Setelah selesai dengan ritual sorenya, wanita itu duduk di teras bersama bayinya untuk menunggu kepulangan Andrias. Seperti tebakannya, tak lama kemudian nampak sepeda motor sang suami memasuki halaman rumahnya bebarengan dengan datangnya Zevanya. Alis Andrias saling bertaut melihat penampilan istrinya yang lebih rapi dari biasanya.


"Areta, tumben kamu udah dandan cantik begitu." Puji Andrias yang baru saja turun dari sepeda motornya, sedangkan Zevanya langsung masuk rumah tanpa menyapa Areta.

__ADS_1


"Iya donk, biar nggak dikatain berantakan lagi." Sindir Areta tersenyum sinis pada suaminya.


"Ayo masuk, hari ini aku gajian lho." Ajak Andrias pada sang istri yang hanya menurut untuk mengekor di belakang sang suami.


"Eh, Andrias kamu udah pulang. Ayo makan, Ibu udah siapin makanan enak tuh. Ada iga bakar sama capjay kesukaan kamu."Sambut bu Lastri.


"Ibu masak iga bakar?" Tanya Andrias dengan senyum mengembang.


"Bukan, tadi dibeliin sama Raisya!" Sahut Areta sebelum bu Lastri menjawab.


"Eh, iya. Tadi istri kamu diajak jalan-jalan keluar sama temennya itu. Lumayan lama lho." Adu bu Lastri membuat Andrias menatap tajam ke arah istrinya itu.


"Bener, Areta? Terus Bian gimana?" Tanya Andrias.


"Ya bener, Mas. Bian aku ajak kok, ibu mana mau dititipin Bian. Lagian juga cuma ke mall nyari makan sama Raisya beliin kado buat aku dan Bian."Ketus Areta menanggapi pertanyaan sang suami.


"Yaudah, aku mandi dulu terus kita makan sama-sama." Lelaki itu segera melenggang ke kamarnya kemudian kembali dengan penampilan yang lebih segar.


"Ayo makan!" Ajak Andrias, Areta mengangguk kemudian meletakkan babby Bian ke box bayi dan bergabung bersama yang lainnya di meja makan.


"Areta, itu Ibu masakin tempe bakar sama tumis bayam." Ujar bu Lastri saat Areta mengambil nasi untuk dirinya sendiri.


"Buat ibu aja, iga bakar ini nggak pedes kog. Aku juga perlu makanan bergizi biar ASIku juga ada gizinya." Balas Areta datar kemudian mengambil beberapa potong iga bakar dan capjay.


"Areta, kenapa kamu nggak makan apa yang udah dimasakin sama ibu." Ketus Andrias pada istrinya.


"Kalau aku ikutin kata ibu, ASIku nggak ada gizinya, Bian rewel dan kamu akan keganggu terus marah-marah tanpa mau bantuin aku begadang ngurusin dia." Balas Areta telak membuat bibir suaminya mengatup rapat kemudian melanjutkan makan malam mereka

__ADS_1


"Aku mau bicara penting sama kalian semua!" Ucap Andrias setelah mereka selesai dengan makan masing-masing.


__ADS_2