Bukan Wanita Sempurna

Bukan Wanita Sempurna
episode 29


__ADS_3

Enam bulan kemudian Kevin dinyatakan sudah sembuh dari sakitnya. Dia bisa berjalan tanpa bantuan alat apapun. Patah tulang kakinya akibat kecelakaan itu selama ini membuatnya sangat tersiksa. Anjuran dokter untuk makan-makanan sehat, menghindari merokok, minum-minuman beralkohol dan tidak melakukan pekerjaan berat membuat kebiasaan hidupnya berubah saat itu juga.


Hari-harinya dilalui dengan bercanda tawa dengan keponakan lucunya Els. Kinan yang selalu di hubunginya juga hanya membalas pesan darinya seperlunya. Tidak banyak yang berubah dari hidup Kinan. Dia masih bekerja di toko kue itu.


Rivan dia masih mengamati Kinan dari jauh karena harus lanjut meneruskan kuliahnya yang sebentar lagi usai. Selama ini dia mencoba mencari tau bagaimana keadaan Kinan dari pemilik toko kue itu. Rivan berada di kota ini saat itu hanya berlibur di rumah Neneknya. Dan dia berjanji pada dirinya akan kembali lagi.


"Ma aku ingin tinggal di rumah Nenek saja setelah wisuda ini." Rivan berbicara dengan Mamanya.


"Kamu itu bagaimana Van? Dulu bilang tidak mau meninggalkan kota ini sekarang kamu malah ingin tinggal di rumah Nenek. Bagaimana dengan perusahaan kita jika kamu tinggal disana?" Mamanya terlihat kesal dengan keputusan Rivan.


"Aku akan tanggung jawab Ma. Aku akan sering pulang. Lagi pula Papa kan masih aktif," jawab Rivan.


"Tapi kamu kan bisa belajar dengan Papa. Lalu bagaimana dengan Clara? Kasian dia pasti mencari kamu terus."


"Ma sudah aku bilang, aku tidak menyukainya," jawabnya dengan tegas.


"Kurang apa Clara itu? Dia sudah lama menyukaimu, cantik, pintar, sopan."


"Sudahlah Ma, Rivan capek tidak ingin berdebat lama-lama dengan Mama. Rivan ke kamar dulu dan besok Rivan akan ke rumah Nenek."


...****************...


Keesokan harinya Kinan dan semua karyawan di toko itu sibuk mempersiapkan semua kue-kue untuk dipajang. Wina nama teman Kinan yang paling dekat dengannya saat ini. Dia terlihat sering berbicara dan bersenda gurau bersama Kinan selama ini.


Stela dia adalah pemilik dari toko kue itu. Sebenarnya dia orangnya cantik tapi galak dan pelit terhadap karyawan-karyawan yang bekerja dengannya. Hanya Kinan yang diperlakukan berbeda dengan yang lain.


Disela-sela kesibukan mereka menata kue-kue itu Kinan bertanya pada Wina, "Win kamu tau tempat kos yang dekat-dekat sini tidak? Atau di tempatmu barang kali ada yang kosong?"


"Buat apa cari tempat kos? Kan enak kamu tinggal di kamar belakang." Wina bicara dengan berbisik-bisik.

__ADS_1


"Aku tidak enak sama Bu Stela menumpang disini terus," bisik Kinan.


"Sebenarnya ada kamar kosong disebelah kamarku. Ya sudah setelah pulang kerja nanti aku tanyakan ke Ibu kos ku." jawab Wina. Mereka melanjutkan kembali pekerjaannya.


Tak lama kemudian Stela pemilik toko kue itu datang dia terlihat sangat gembira, bernyanyi-nyanyi dan tersenyum-senyum sendiri. Tidak seperti biasanya selalu marah-marah jika ada sedikit masalah atau penjualan sepi. Entah apa yang membuatnya seperti itu.


Waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB. Terlihat ada mobil sedan hitam mewah mengkilat berhenti di depan toko kue tempat Kinan bekerja. Dibukalah pintu mobil itu keluar seorang laki-laki tampan, tinggi, dengan baju dan celana panjang hitam yang rapi, lengkap dengan sepatu pantofel hitam yang menyilaukan mata.


Dia masuk ke dalam toko kue itu. Semua mata tertuju padanya bahkan saat dia keluar dari mobil mewahnya. Bola matanya melihat-lihat seluruh sudut dari ruangan toko itu seperti sedang mencari sesuatu.


Langkahnya dilanjutkan ke arah wanita yang berpakaian berbeda dengan karyawan yang ada disana, siapa lagi kalau bukan Stela. Stela disana terlihat gugup, jantungnya berdetak kencang, matanya seperti tak mampu berkedip melihat seorang laki-laki tampan di depannya sedang menghampirinya.


"Bolehkah aku bertemu dengan pemilik toko kue ini?" tanya laki-laki itu pada Stela. Matanya terlihat masih mencari-cari sesuatu.


"Sa-ya sen-diri," ucap Stela gugup.


"Oh kebetulan kalau begitu, kalau aku memborong semua kue yang ada disini apa kamu akan membolehkan karyawan-karyawanmu pulang?" Laki-laki itu menatap tajam mata Stela.


"Ya tentu saja, nanti salah satu karyawanku akan mengambilnya tidak usah diantar. Bagaimana apa kamu mengizinkan semua karyawanmu pulang?"


"Ya jika semua kue sudah habis akan saya pulangkan semuanya."


"Oke kalau begitu bungkus semua kue disini dan total berapa jumlah uangnya!" Perintah laki-laki itu.


Semua karyawan sibuk membungkus semua kue yang ada. Tak terkecuali Stela dia juga sibuk menghitung total uang yang harus dibayar laki-laki itu. Laki-laki itu masih terlihat mencari sesuatu.


Tiba-tiba Wina mencari Kinan di dapur belakang, "Kinan, Kinan. Ada pangeran tampan turun dari mobil mewahnya sedang memborong semua kue-kue Kita. Huuufff, huuufff." napasnya terengah-engah saat memberi tahu Kinan.


"Pangeran? Ha, ha, ha. Kamu ada-ada saja."

__ADS_1


"Ya ampun Kinan ini tampan banget. Ayo kita disuruh cepat membungkus semua kue sebelum Bu Stela marah. Oh iya setelah ini kita boleh pulang semua karena kue sudah habis. Ah pangeran itu benar-benar berpihak pada kita," ucap Wina.


"Oh iya wah aku berarti bisa pergi langsung bertanya ke Ibu kosmu." Kinan terlihat bahagia.


"Iya, ayo cepat ke depan!" Wina menggandeng Kinan dan berlari kedepan.


Setelah sampai di depan. Kinan penasaran dengan laki-laki yang Wina ceritakan itu. Sayang sekali dia menghadapkan wajahnya ke arah luar. Kinan terlihat celingukan.


"Kinan ayo!" teriak Wina.


Laki-laki itu seketika berbalik badan. Menatap Kinan dengan penuh senyuman. Wajahnya terlihat sangat berseri-seri.


"Kevin?" teriak Kinan membuat semua orang yang ada disitu terheran-heran.


"Calon istriku?" Kevin memanggil Kinan seperti itu. Membuat Kinan malu dan menundukan pandangannya karena semua orang menatapnya tak terkecuali Stela.


"Kinan kamu mengenal Tuan ini?" tanya Stela.


"Ya dia temanku Bu," jawab Kinan malu-malu.


"Kinan kamu harus cerita padaku bagaimana bisa mengenal pangeran ini!" Wina berbisik di telinga Kinan sambil memberi senyum pada Kevin.


"Aku ingin mengajak Kinan keluar sekarang bolehkan Bu bos cantik?" tanya Kevin.


"Bo-boleh huuufff, huuufff." Napasnya terengah-engah karena pujian Kevin.


Kinan terlihat bergegas ke belakang mengganti pakaiannya. Riasan wajah seadanya dengan rambut dikepang dua dan baju berwarna putih yang membuat Kevin terpana melihatnya.


Mereka berjalan berdua menuju mobil Kevin. Tak lupa Kevin membukakan pintu mobilnya untuk Kinan. Di dalam toko hampir semua karyawan wanita menjerit melihatnya.

__ADS_1


"Kamu mau mengajakku kemana? Apa harus memborong semua kue? Berlebihan sekali," tanya Kinan.


"Aku ingin mengajakmu jalan-jalan, tapi Kita pulang ke rumah dulu ya. Aku mau ganti baju." jawab Kevin dengan senyum manisnya.


__ADS_2