
"Hei, ada masalah apa ini?" tanya Kevin yang terlihat kebingungan. Dia menatap Rivan dalam-dalam. Dan berusaha mengingatnya.
"Ri-Rivan, Kamu Rivan kan?" tangannya menunjuk ke arah Rivan. Kinan dan Rey tercengang mengetahui Kevin mengenal laki-laki yang memukulinya itu. Rivan juga terdiam melihat Kevin, orang yang ditabraknya saat di depan toko Stela.
"I-iya." jawab Rivan.
"Kevin Kamu kenal orang gila ini?" bentak Rey.
"Iya, Kita bertemu saat di toko kue Stela. Dia menabrakku dan hp Ku saat itu hancur. Memang kenapa?" Kevin masih kebingungan dengan tingkah mereka semua.
"Vin dia yang memukuliku." tegas Rey matanya melotot tajam ke arah Kevin.
"Hei, Kamu yang sudah selingkuh dari Kinan." jawab Rivan dengan nada tinggi yang membuat semua orang di restoran itu melihatnya.
"Selingkuh, selingkuh. Aku pukul juga nih kepalamu." Rey sudah bersiap dengan posisi tangan mengepalnya.
"Sudah cukup Rivan! Rey itu tidak pernah selingkuh dariku karena dia bukan pacarku. Dan Kamu jangan pernah usik kehidupanku lagi! Apa belum cukup semua yang Kamu lakukan padaku, belum cukup iya?" tak terasa sudut matanya meneteskan air mata.
"Kinan, Kinan Aku minta maaf! Aku hanya ingin Kamu bahagia." ucap Rivan memelas bersujud di kaki Kinan saat itu juga.
"Kinan, apa dia laki-laki itu?" tanya Kevin.
Kinan menatap Kevin dengan wajah sendu dan air mata yang sudah membanjiri pipinya. Wajah Kevin seketika berubah menjadi memerah. Tangannya menggenggam erat sudah tidak sabar untuk menghabisi laki-laki yang menabraknya waktu itu. Kevin menarik pundak Rivan.
Buuuk buuuuk buuuuk
Dia memukuli perut Rivan berkali-kali. Stela disitu hanya bisa diam dalam ketakutan. Rey dan Kinan masih tercengang dengan reaksi Kevin terhadap Rivan. Belum puas rasanya memukuli perutnya. Kevin menarik paksa kerah baju Rivan yang telah terbujur lemah dilantai dan memukulinya lagi di area wajahnya.
Braaakkk
__ADS_1
Tubuh Rivan terpental dimeja. Mata Kinan melebar seketika mulutnya ternganga melihat mereka berdua. Rey berusaha menahan Kevin dengan sekuat tenaganya.
"Vin, sudah Vin nanti dia bisa mati!" ucap Rey sambil memegang kuat tubuh Kevin dari belakang.
"Kamu masih bisa membelanya Rey?" Kevin berusaha keras melepaskan tangan Rey yang menghalanginya.
"Kevin cukup! Hiks, hiks, hiks." bentak Kinan.
"Rivan sebaiknya Kamu pergi dari sini! Jangan pernah muncul dihadapanku lagi! Aku sudah berusaha keras melupakanmu, melupakan semua perbuatanmu terhadapku."
"Ki-Kinan Aku tidak akan mengganggumu, Aku hanya ingin Kamu bahagia." jawab Rivan dengan lirik menahan sakit dari pukulan Kevin.
"Aku sudah bahagia, dia Kevin calon suamiku. Dan orang yang Kamu pukuli kemarin ini dia adalah sahabat dari calon suamiku. Aku harap Kamu tidak salah paham soal itu."
Semua terheran-heran mendengar ucapan yang keluar dari mulut Kinan. Tak terkecuali Kevin, dia masih belum menyangka Kinan menganggap seperti calon suaminya. Rivan saat itu hanya tertunduk menangis merasakan antara hati yang hancur mendengar Kinan akan menikah dan malu karena salah paham terhadap Rey.
Kinan menggandeng tangan Kevin pergi berjalan keluar restoran itu. Dan Rey menaruh sejumlah uang di meja makan yang telah mereka pesan lalu pergi mengikuti mereka berdua. Rivan menangisi semua perbuatannya. Stela hanya berdiri terdiam seperti tidak tau apa yang harus dia lakukan.
"Rey berhenti!" perintah Kevin. Kevin keluar dari mobil dan masuk kembali duduk di samping Kinan dan memeluknya. Tangisan Kinan bertambah sejadi-jadinya di pelukan Kevin. Rey yang di depan hanya melihat mereka di kaca spionnya dalam mobilnya dengan muka datar.
"Menangislah! Setelah ini lupakan dia selamanya!" ucap Kevin yang masih memeluknya dan mengelus-elus kepala Kinan.
"Rey, Aku minta maaf gara-gara Aku sekarang Kamu putus dengan pacarmu. Apa biar Aku jelaskan ke pacarmu kesalahan pahaman ini?" tanya Kinan sambil mengusap air matanya dan melepaskan pelukan Kevin.
"Sudah tidak usah, tanpa masalah ini Rey itu biasa diputuskan cewek. Besok juga dapat yang baru lagi." ucap Kevin.
"Tidak Vin. Aku harus bicara dengan pacar Rey kasian kan dia, Rey juga. Rey maukah Kamu mengantarku ke pacarmu?"
"Mantan lebih tepatnya, orang dia sudah diputuskan." sahut Kevin.
__ADS_1
"Tidak usah Kinan, biar nanti Aku yang bicara sendiri saja. Dia agak keras kepala." ucap Rey menoleh dan tersenyum ke arah Kinan yang duduk di belakangnya.
"Lagian si Selena itu galak banget, bisa-bisa Kamu habis diterkam kuku tajamnya." ucap Kevin.
"Kamu juga Rey, cari pacar kok kayak Mak lampir."
"Kevin Kamu tidak boleh begitu, jika mereka saling mencintai ya pasti saling menerima."
"Tau tuh." jawab Rey dengan muka datar dan kembali fokus ke depan mempercepat laju mobilnya.
Setelah mereka sampai di rumah Kevin. Rey pamit untuk segera pulang. Wajah Kevin terlihat berseri-seri teringat jelas ucapan Kinan yang menganggap dia calon suaminya. Mereka berdua masuk rumah dan duduk di ruang tamu. Kevin pura-pura bertanya kembali untuk memastikan ucapan Kinan.
"Kinan Aku mau tanya, soal tadi Kamu," belum selesai berbicara Kinan seperti sudah mengerti maksud pertanyaan Kevin.
"Maaf ya Vin Aku sudah menyeretmu ke masalah ku. Soal calon suami tadi lupakan saja!"
"Calon suami? Tidak apa-apa kok Aku senang biar laki-laki itu tidak mengganggu lagi."
"Kinan maafkan Aku jika selama ini Kamu mungkin risih dengan semua tingkahku. Mungkin Aku laki-laki yang suka bergonta-ganti wanita, mesum, buaya atau apalah dipikiran Kamu. Tapi percayalah sejak pertama bertemu denganmu, Aku sudah menyukaimu. Aku tidak peduli tentang semua masa lalu mu, siapa Kamu, darimana asal-usulmu. Aku benar-benar mencintaimu. Aku tidak pernah seperti ini pada wanita cuma denganmu Kinan." Kevin memegangi kedua tangan dan berlutut di depan Kinan.
"Vin Kita ini belum lama kenal. Mungkin itu hanya rasa kasihan yang ada dalam dirimu untukku." Kinan memalingkan mukanya.
"Ssssstttt, Kinan Aku benar-benar serius. Kalaupun Kamu sekarang menyuruhku untuk menikahimu, Aku siap. Aku akan panggil penghulu sekarang juga."
Kinan tersenyum kecil pada Kevin. Dan menundukan kepalanya. Dia memainkan jari-jarinya. Seperti ada rahasia yang dia sembunyikan.
"Kinan Kamu kenapa? Maaf Aku tadi cuma bercanda, jangan Kamu terpaksa menikah denganku. Tenang saja Aku akan menunggumu"
"Kevin Kamu belum mengenalku, apalagi lebih dalam tentangku. Mungkin sekarang Aku terlihat baik-baik saja. Aku takut setelah Kita menikah Aku tidak bisa membahagiakanmu."
__ADS_1
"Trauma masa laluku tidak semudah itu untuk dilupakan Vin, Apa Kamu mau menikah dengan wanita sepertiku. Aku selalu terbayang-bayang dengan kejadian masa laluku. Aku juga selalu mimpi buruk tentang kejadian itu, Aku sudah berusaha menghindari dan melupakan semua itu tapi tidak bisa."