Bukan Wanita Sempurna

Bukan Wanita Sempurna
episode 36


__ADS_3

"Kinan pelan-pelan kamu pasti bisa melupakan itu semua. Ingatlah selalu aku akan menunggumu! Ya sudah aku harus kembali lagi ke kantor. Kamu terlihat lelah sekali istirahatlah!" Kevin berdiri dan akan berjalan tapi Kinan memegangi tangannya.


"Aku nanti ingin pulang ke kos sebentar ingin bertemu Wina bolehkan? Aku bosan dirumah sendirian," pinta Kinan. Kevin tersenyum lebar melihat rengekan Kinan dan mencoba duduk kembali.


"Kinan kamu jangan keluar rumah dulu! Begini saja nanti aku akan menyuruh sopirku untuk menjemputnya." Kinan hanya menganggukan kepalanya dan memalingkan wajahnya.


Kevin mengelus-elus kepalanya dan dengan cepat mengambil kunci mobilnya berlari keluar. Kinan masih duduk termenung sendirian. Dia mencoba naik ke atas memejamkan matanya, merebahkan badannya di kamar Kevin. Tapi kejadian tadi membuatnya belum bisa tenang.


Sekitar setengah jam kemudian terdengar ketukan pintu. Dia bangun dan menuruni anak tangga untuk membuka pintu itu. Dia berpikir tidak mungkin Kevin sudah pulang kembali.


Cekleek


Dibukalah pintunya.


"Wina?" teriak Kinan wajahnya terlihat sangat bahagia.


"Kinan." Mereka saling berpelukan di pintu itu.


"Kinan aku khawatir banget dengan keadaanmu saat itu. Aku merindukanmu Kinan." mereka berpelukan kembali.


"Tapi Win, bukannya ini masih jam kerja?" tanya Kinan keheranan.


"Kevin memborong kue lagi jadi aku dibolehkan pulang. Dan dijemput sopir tampannya itu. Hi, hi, hi." ucap Wina menunjuk ke arah mobil Kevin. Kinan hanya tersenyum mendengar itu semua ternyata Kevin masih berlebihan untuk memenuhi permintaannya.


Mata Wina berkeliling melihat isi dalam rumah, "Ya ampun Kinan, ini rumah bagus banget. Dan kamu tinggal disini berdua dengan Kevin. Ngapain saja kalian?" Wina menggigit jarinya seperti sudah tidak sabar untuk mendengarnya.


"Menurutmu kita ngapain?"


"Aaaahhhkk pasti, ehm pasti, hi, hi, hi." Wina masih cengengesan.


"Pasti mikirnya kemana-mana, ya ampun Win aku itu kemarin di culik apa bisa aku ngapa-ngapain. Win kamu tidak yang menculik aku ternyata Stela."


"Apa? Bu Stela kok bisa? Bukankah dia sangat menyukaimu?" Wajah Wina berubah menjadi tegang.

__ADS_1


"Dia ternyata sangat membenciku, dia selama ini berbuat baik padaku, menerimaku kerja ditempatnya itu semata-mata hanya karena mantanku." ucap Kinan menghela napas dan menundukan pandangannya.


"Tunggu maksudmu pacar Bu Stela sekarang itu mantanmu. Oh iya aku ingat, dulu dia pernah bertanya lowongan kerja padaku. Lalu aku panggil saja Bu Stela. Sebenarnya Bu Stela bilang saat itu tidak ada lowongan ya kamu tau sendirikan toko sepi. Eh tidak lama kemudian kamu datang dan di terima begitu saja oleh Bu Stela."


"Benarkah? Berarti dia membuntutiku selama ini."


"Memang dia masih cinta kamu Kinan kok sampai segitunya? Tadi aku lihat Bu Stela sama mantan kamu itu lagi berantem hebat gitu, sepertinya mereka putus deh. Mana toko dari pagi sepi banget. Untung saja Kevin memborong lagi jadi dia tidak melampiaskan ke semua karyawan."


"Ya sudah tidak usah membahas dia lagi. Kita keliling-keliling rumah ini yuk!" ajak Kinan.


Mereka terlihat mulai mengelilingi halaman rumah Kevin yang lumayan luas dan Wina penasaran ingin bertanya pada Kinan, "Kinan seperti apa sebenarnya hubunganmu dengan Kevin? Sepertinya dia sangat mencintaimu, mengapa kamu tidak membuka hati untuknya?"


"Kami hanya sebatas teman Win, tapi dia tadi bilang ingin menikahiku."


"Apa?" Mata Wina terlihat berbinar. "Terus kapan kalian akan menikah?"


"Besok."


"Ha besok." Wina seperti tidak percaya, dia menepuk-nepuk pipinya. "Ya ampun Kinan beneran kamu besok menikah? Aaaahhhkk." teriak Wina.


Wina terlihat mencoba membujuk Kinan untuk mau menikah dengan Kevin. Tapi Kinan sepertinya menyudahinya omongannya dan mengganti dengan topik pembicaraan lain. Hari ini Kinan dan Wina menghabiskan waktu bersama, memasak, melihat televisi, bercanda tawa bersama.


Kevin pulang dan melihat mereka sedang makan malam bersama. Kinan terlihat sangat bahagia dengan kedatangan Wina. Sampai tidak tau jika Kevin berada di dekatnya. Dan mengagetkan mereka yang sedang makan.


"Rame banget lagi bahas apa nih?" Kevin menaruh tasnya di meja makan sembari membuka kancing kerah bajunya.


"Eh Kevin, maaf ya aku lancang di rumahmu ngomong keras banget." Wina menggaruk-garuk kepalanya.


"Tidak apa-apa kok Wina santai saja. Besok kalau perlu biar sopirku menjemputmu lagi kalau kalian masih ingin berdua. Atau kamu tidur disini saja Win?"


"Eh, eh jangan nanti ganggu kalian." Kevin terkekeh mendengarnya. Dia duduk di samping kursi Wina dan menyingsingkan lengan bajunya.


"Eh Vin aku pindah di kursi sana saja. Aku tidak bisa bernapas kalau deket cowok ganteng. Hi, hi, hi." Wina mengambil piring makannya dan duduk menjauh dari Kevin. Kevin yang saat itu mendengar ucapan Wina hanya tertawa lebar. Dan Kinan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah temannya itu.

__ADS_1


Setelah makan malam Kevin mengantar langsung Wina ke tempat kosnya. Kevin sengaja tidak menyuruh sopir karena ingin berbicara berdua dengan Wina soal Kinan.


Mereka masuk mobil berdua, Kevin melarang Kinan untuk ikut mengantar Wina. Dia hanya menunggu di rumah. Di mobil Wina sangat canggung diantar dan duduk dengan laki-laki seperti Kevin. Dia hanya diam dan malu-malu.


"Win kok diam saja?" tanya Kevin.


"He, he, he aku baru kali ini naik mobil mewah seperti ini jadi malu." Kevin tersenyum lebar mendengarnya.


"Ada-ada saja kamu Win. Win menurutmu bagaimana perasaan Kinan terhadapku?" tanya Kevin mulai berbicara serius.


"Em gimana ya Vin, aku juga bingung sama Kinan. Seperti ada yang dia sembunyikan gitu. Tapi sepertinya dia sangat bahagia denganmu ya walaupun agak jual mahal anaknya."


"Kalau aku menikahinya, apa kamu setuju Win?"


"Setuju dong." teriak Wina


Mereka tertawa lebar di sepanjang perjalanan. Kevin mengantarkannya sampai dikos dan langsung pulang karena tidak mau Kinan menunggu lama.


Tok tok tok


Kevin membuka sendiri pintunya karena Kinan belum membukanya daritadi. Dia mencari-cari Kinan di setiap ruangan tetapi tidak terlihat. Dia mencoba menaiki anak tangga dan membuka kamarnya.


Terlihat Kinan keluar dari kamar mandi dan sedang sibuk mengeringkan rambutnya yang basah. Melihatnya seperti itu membuat Kevin semakin tidak bisa menahan gejolak jiwanya.


"Cantik sekali," gumamnya dalam hati.


Kinan yang saat itu tidak mengetahui keberadaan Kevin di kamar sontak membuatnya kaget. "Kevin, sejak kapan kamu berada disitu? Apa kamu mengintipku?"


"Ha, ha, ha kalau aku mau mengintipmu akan pasang CCTV di setiap sudut ruangan bahkan dikamar mandi."


"Apa itu benar, kamu memasangnya?" bola mata Kinan berkeliling mencarinya.


"Apa sudah ketemu? Dibilangin kalau aku mau." Kevin menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Kinan.

__ADS_1


"Jadi bagaimana mau menikah denganku?"


__ADS_2