
"Umurku baru 21 tahun, masih banyak hal yang harus ku lakukan. Aku tidak mau menikah muda."
"Lakukan saja bersamaku! Aku tidak akan mengekangmu. Kamu bebas lakuin apa saja. Kinan aku hanya tak ingin kehilanganmu."
Kinan tersenyum lebar, "Bukankah kamu pernah bilang kalau aku ini tulang rusukmu? Berarti kita jodohkan. Kenapa kamu harus takut kehilanganku? Kemanapun kita pergi Tuhan pasti mempertemukan kita." Mereka terlihat tertawa bersama.
"Aku nanti tidur di bawah saja ya, kamar ini terlalu menyengat, bau parfum yang kamu pakai membuatku susah untuk tidur," ucap Kinan.
"Ya terserah kamu lah, kita boleh tidak tidur bersama tapi kita harus mimpi bersama ya. Ha, ha, ha." Kinan hanya tersenyum lebar menanggapinya dan segera turun untuk tidur.
...****************...
Pagi pun tiba, Kevin dan Kinan terlihat sedang sarapan berdua dilayani satu asisten rumah tangganya. Terdengar hari ini Kevin ingin mengajak Kinan jalan-jalan di salah satu mall.
Sesampainya di mall. Mereka terlihat sangat bahagia seperti sedang dimabuk cinta, bercanda tawa bersama, Kevin menggandeng tangan Kinan dengan erat. Kinan mulai sedikit demi sedikit membuka hati untuk Kevin.
"Kinan bagaimana apa aku masih begitu menyeramkan bagimu?" Kinan hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Mereka melanjutkan lagi berkeliling mall itu.
Di depan mereka terlihat Rey dengan seorang wanita. Wanita itu bernama Selena, ternyata Rey sudah berbaikan dengan pacarnya.
"Woi Rey!" teriak Kevin. Rey dan Selena menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Mereka berbincang-bincang sebentar dan memperkenalkan Kinan pada Selena.
"Oh jadi ini yang namanya Kinan?" tanya Selena matanya melihat dari ujung rambut sampai ujung kaki Kinan dengan tatapan sinis.
"Maaf ya kemarin kamu dan Rey ...."
"Sudah, sudah tidak usah dibahas," Selena langsung memotong ucapan Kinan. "Sayang ayo kita pergi. Vin kita jalan dulu ya!" ucap Selena menarik tangan Rey dan pergi menjauhi mereka berdua.
"Apa dia tidak menyukaiku Vin?" tanya Kinan.
__ADS_1
"Sudahlah biarkan saja, Selena sifatnya memang seperti itu."
"Kamu mengenal dekat dengannya?"
"Ya dulu kita satu kampus. Kita ke atas ya makan saja! Lupakan saja dia itu mak lampir!" ajak Kevin.
Dari arah berlawanan terlihat dua perempuan cantik, berkulit putih, memakai baju ketat seatas lutut seolah-olah memperlihatkan seluruh lekuk tubuhnya.
Mata dua wanita itu sama-sama melebar dan berteriak, "Kevin," mereka berlari ke arah Kevin dan memeluknya.
Melihat dua wanita itu memeluk Kevin, seperti tamparan keras baginya. Kinan melepaskan tangannya dari tangan Kevin, dan mundur dua langkah darinya.
"Kevin, kamu kemana saja? Kayak sudah seabad saja ngilangnya. Kita lama tidak bersenang-senang. Kamu tidak kangen gitu sama aku?" Salah satu wanita itu menggoda dan berusaha merayu-rayu Kevin. Berputar-putar memperlihatkan lekuk tubuhnya di depannya.
Pandangan Kevin kebelakang dan melihat wajah Kinan yang tertunduk dengan mata yang sepertinya sudah tidak bisa menampung air matanya yang semakin lama semakin banyak keluar. Kinan mencoba menghapus dengan tangan kanannya dan berlari cepat menjauhi mereka bertiga.
"Kinan, Kinan tunggu!" Kevin seketika melepaskan pelukan para wanita yang menggodanya itu dan berlari mengejar Kinan ke arah pintu mall. Matanya berkeliling mencari Kinan tapi tidak ada hasil. Dia mencoba berlari lagi ke jalanan berputar-putar melihat kiri kanan juga tidak bertemu.
Kring kring
Terdengar suara telepon dari hp Kevin. Dia mengambil ponsel di saku celananya dan mengangkat telepon itu, "Els." ucap Kevin yang tidak sengaja di dengar Kinan dengan jelas.
"Halo sayang, ada apa?" tanya Kevin dengan lantang.
Ucapan ditelepon Kevin membuat air mata Kinan semakin banyak membanjiri pipinya. Dia menangis tersedu-sedu sambil memegangi mulutnya berusaha agar Kevin tidak mengetahui keberadaannya. Kevin yang saat itu ditelepon keponakannya langsung berlari mengambil mobilnya dan tidak mencari Kinan lagi.
Mengetahui Kevin pergi dari situ Kinan bergegas untuk kembali ke kosnya lagi. Di perjalanan Kevin menemui Els dia menelepon Rey untuk meminta bantuannya mencari Kinan.
Kevin : "Halo Rey, Kamu harus tolongin Aku. Tolong cari Kinan di kosnya! Aku harus menemui Els dia sakit lagi."
__ADS_1
Rey : "Aku masih sama Selena ini Vin. Memang kenapa lagi Kinan?"
Kevin : "Tadi tiba-tiba aku bertemu Cyntia dan Mita tau kan langganan Kita dulu. Mereka terus meluk-meluk dan menggodaku di depan Kinan. Rey tolong jelaskan ke Kinan itu semua hanya masa lalu burukku. Tolong Rey!"
Rey : "Tapi Aku tidak janji dia akan mau mendengarkanku Vin, tau sendiri kan Kinan itu keras kepala banget."
Kevin : "Oke yang penting kamu sudah berusaha. Terimakasih Rey nanti setelah Els baikan Aku akan menemui Kinan lagi."
Tut Tut Tut
Kevin menutup teleponnya.
Rey berusaha bicara pada Selena yang saat itu mendengar pembicaraan mereka, terlihat Selena membuang mukanya. Raut wajah kecewa nampak jelas di wajahnya. "Aku pergi cari Kinan dulu ya, kamu mau aku pesankan taksi?" tanya Rey.
"Tidak perlu, aku bisa pulang sendiri." Selena langsung berdiri dan pergi dari Rey. Rey hanya bisa terdiam melihat tingkah Selena. Sebenarnya dia tidak terlalu mencintai wanita itu. Dia kembali menjadi pacar Selena karena Selena sendiri yang ingin kembali.
Rey berlari menuju mobilnya dan segera menuju tempat kos Kinan. Kinan berlari menangis menuju kamarnya, Wina yang saat itu melihatnya kaget dan bertanya pada Kinan namun tidak dijawab.
"Kinan, Kinan kamu kenapa?" tanya Wina menyambut Kinan.
Mereka masuk ke dalam kamar dan Kinan menangis tersedu-sedu. "Win, huu, huuu, huuuu. A-aku sudah berusaha membuka hati untuknya. Ta-pi dia masih belum berubah. Di-a masih bermain-main dengan wanita lain. Huu, huu, huuuu."
"Ma-maksudmu Kevin?" tanya Wina yang saat itu memeluk Kinan.
"Ki-Kinan kamu tidak salah lihat kan? Tapi Kevin tidak mungkin seperti itu. Mungkin ini hanya salah paham." Wina berusaha menenangkan Kinan.
"Wina aku melihat dengan mata kepalaku sendiri dan aku juga mendengar sendiri dia memanggil wanita yang diteleponnya itu sayang. Win aku harus segera pergi dari sini, sebelum Kevin mencariku." Kinan menghapus air matanya dan mencari tasnya.
"Ta-pi kamu mau kemana?"
__ADS_1
"Aku akan pulang, aku harus menemui Tanteku. Sudah bertahun-tahun aku belum bisa menemuimunya. Gaji saat bekerja di toko kue Stela ini aku kumpulkan untuk itu," ucap Kinan sambil memasukkan semua bajunya di tas.
"Tunggu Kinan! Boleh aku ikut denganmu? Aku disini juga bingung mau ngapain. Hari ini Stela memecatku tiba-tiba cuma gara-gara aku tidak sengaja merusak peralatan dapurnya." Wina tertunduk lemas.