
Mata itu perlahan-lahan terbuka. Tangannya meraba-raba disamping tempat tidurnya. Otaknya langsung berpikir keras, "Dimana Kinan?" dia langsung bangun dari tempat tidurnya, mengenakan celana pendeknya dan berjalan menuju kamar mandi.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu beberapa kali, "Sayang Kamu tidak apa-apa kan?" pikirannya kacau. Yang dia takutkan kejadian kemarin terulang lagi. Istrinya menangis kesakitan karena ulahnya.
Cekleek
Karena tidak ada sahutan dia membuka pintu kamar mandi itu. Tidak terlihat istrinya ada disana. Dia memegang dahinya dan mencoba turun dari anak tangga mencarinya di bawah.
Dilihatnya sosok wanita yang dia cari sedang sibuk di dapurnya. Dia berlari menghampirinya. "Kamu tidak apa-apa kan sayang? Apa aku semalam menyakitimu?" tangan sibuk memegang kedua pipi istrinya. Kinan hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Dia langsung memeluk istrinya, "Kamu sedang apa?Tidak perlu kamu seperti ini. Sebentar lagi akan ada orang yang menyiapkan sarapan dan membersihkan rumah ini."
"Tidak apa-apa, aku senang melakukannya untukmu." Kevin memeluknya erat.
Kinan membantu semua keperluan suaminya di kantor. Dia juga terlihat sedang sibuk memakaikan dasi suaminya. Setelah itu mereka sarapan bersama. Selesai sarapan Kevin mengantarkan Kinan ke toko kuenya. Dia berpamitan pada Wina untuk mengantar pesanan Kevin sendirian.
Kinan memilih mengantarkan sendiri ke kantor Kevin menggunakan taksi. Baru kali ini dia menginjakan kakinya di kantor suaminya itu.
__ADS_1
Dibukalah pintu itu. Terlihat meja panjang yang dua wanita cantik sebagai resepsionis. Dia berjalan ke arah sana dengan wajah berbinar.
"Permisi, mau mengantar kue pesanan Pak Kevin," ucap Kinan pada resepsionis itu.
"Oh iya, mohon ditunggu sebentar ya mbak!" seru salah satu dari dua wanita itu.
Tiba-tiba datang seorang wanita cantik, tinggi sekitar 170cm, berkulit putih bersih dengan rambut panjang terurai.
"Eh, Giska," salah satu resepsionis itu memanggilnya. Dan wanita itu tepat berdiri di depan Kinan.
"Ada apa?" tanya wanita cantik itu.
"Ya hari mungkin dia tidak memberitahuku. Dia datang marah-marah terus tuh. Sebel banget melihatnya. Kayaknya lagi ada masalah," Kinan mendengar jelas pembicaraan mereka bertiga.
"Kamu tau Pak Kevin kemarin tidak ke kantor kenapa? Dia nikah, mana nikahnya sama wanita biasa gitu bukan dari kalangan orang berada."
"Makanya nikahnya diam-diam tanpa ada pesta sekecil pun."
"Iya, dia nikah. Duh sebel banget rasanya. Kerja jadi sekertarisnya dia juga sudah tiga tahun tidak sedikit pun dia tertarik padaku apalagi melirikku, padahal sudah dandan seseksi ini," ucap wanita yang bekerja sebagai sekretaris suaminya itu.
__ADS_1
Rey tiba-tiba datang dan mengagetkan mereka, "Woi, kalian bicara apa?" wajahnya terlihat berapi-api. Dia melihat mata Kinan yang sepertinya sedang menahan rasa sakit hatinya.
"Pak Rey, ma-af," ucap sekertaris itu menunduk malu.
"Akan Ku laporkan omongan kalian pada Kevin, biar dipecat satu persatu." Rey mengerutkan wajahnya.
Kinan menghentikannya dan memegang tangan Rey, "Jangan Rey! Aku tidak apa-apa." Seketika Rey menahan emosinya. Dia memegang dahinya. Dan melihat ke arah Kinan.
"Apa-apaan ini?" Suara itu menggema diseluruh ruangan. Dia mendorong Kinan yang sedang membujuk Rey hingga jatuh ke lantai. "Dasar Kamu ya wanita penggoda. Sudah punya Kevin masih mau menggoda Rey? Apa belum puas Kamu?"
Dengan sigap Rey membantu Kinan bangun dari jatuhnya. "Kamu tidak apa-apa Kinan?" tanya Rey. Kinan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Selena langsung menarik tangan Rey dari Kinan. "Cukup ya Sel! Aku dan Kinan tidak punya hubungan apa-apa. Jangan pernah Kamu sakiti Kinan!" ancam Rey raut wajahnya benar-benar penuh amarah.
"Ada apa ini?" tanya Kevin dengan nada tinggi. Kevin mendengar keributan dan menghampiri mereka. Dia melihat ke arah Kinan, "Sayang Kamu kesini kenapa tidak bilang? Aku kan bisa menjemputmu." Seketika nada suaranya menjadi lembut. Kinan hanya menundukan kepalanya.
Kevin langsung menggandeng istrinya ke dalam ruangannya. Matanya membulat melihat Selena yang sepertinya sedang menahan amarah. "Apa? Kalau Kamu datang kesini ingin mengacaukan kantorku, keluar sekarang juga!"
"Bagaimana bisa Kamu punya pacar wanita seperti itu Rey?" tanya Kevin yang terus berjalan menjauh meninggalkan mereka.
__ADS_1
Dua resepsionis dan sekretarisnya benar-benar malu dengan pembicaraan mereka tadi. Mereka semua masih menundukan pandangannya. Rey pergi meninggalkan Selena begitu saja dan ikut masuk ke dalam ruangan Kevin.