Bukan Wanita Sempurna

Bukan Wanita Sempurna
episode 48


__ADS_3

Kinan berusaha menghapus semua video di ponsel Kevin. Kevin masih berusaha merebutnya, menangkap tubuh Kinan dari belakang dan mengikat tangannya. Lalu menciumi pipinya yang seketika membuat Kinan menyerah dan melepaskan benda itu dari tangannya.


"Aku tidak suka kamu melihat video seperti itu ya Vin! Sejak kapan kamu melihat video seperti itu?" Kevin mengecek ponselnya lagi.


"Sejak dulu juga sering biasa lihat. Lihat kamu juga tidak boleh, mending lihat orang lain. Yang namanya nahan itu juga sakit."


Kinan seketika menundukan kepalanya, terlihat sedang memikirkan sesuatu hal. Dia akhirnya membaringkan tubuhnya di samping Kevin yang sibuk dengan ponselnya.


Kevin meliriknya, "tumben tidur tidak membelakangiku?" tanyanya.


"Kata Nenek dosa, tidak boleh tidur membelakangi suami," jawab Kinan dengan muka datar.


Kevin langsung tersenyum dan menaruh benda itu, "Apalagi menolak suami? Pasti lebih dosa lagi." Kinan hanya menganggukan kepalanya.


"Bagaimana Nenek bisa tau semuanya?" tanya Kevin penasaran.


"Nenek tau dari semua tingkahku padamu, bahkan Nenek memarahiku saat aku memanggilmu hanya dengan nama."

__ADS_1


Kevin mendekati wajahnya, "Lalu kamu mau memanggilku apa? Sayang? Baby? Abang? atau apa?" Kinan hanya menggelengkan kepalanya.


Kinan terdiam dan terlihat berpikir sejenak, "Ya sudah aku memanggilmu sayang saja," ucapnya.


"Sayang? Kamu memanggilku sayang?" Kinan menganggukan kepalanya.


"Sayang," ucap Kinan.


"Iya sayang, ada apa?" Kevin lebih mendekatkan lagi wajahnya. Dan tersenyum menggodanya.


"Lebay," Kinan mengerutkan dahinya dan menutupi wajah suaminya.


Cuuuuup


Ciuman itu mendarat di pipi suaminya. Kevin memegangi ciuman pertama dari istrinya itu. Dan membalas dengan ciuman yang berkali-kali dia berikan pada Kinan. "Jadi kamu kali ini tidak menolakku kan sayang?" Kinan menganggukan kepalanya.


Kevin tertawa penuh dengan kemenangan dan dia kembali menciumi bibir, pipi dan lehernya. Menindih tubuh istrinya dan perlahan-lahan membuka bajunya. Namun tiba-tiba gemuruh terdengar keras.

__ADS_1


Duuuuaaaar


Suara itu menghentikan Kevin sejenak. "Mau hujan? Ah tidak apa-apa itu akan menambah malam kita menjadi syahdu." Dia kembali menciumi pipi Kinan. Kinan hanya menahan tertawa dengan memalingkan mukanya.


Tes tes tes


Air tiba-tiba menetes ke kepala Kevin. Dia menghentikan ciumannya dan melihat ke arah atap. Bertambah lagi tetesan itu dan mengenai mukanya beberapa kali. "Aaaahhhkk apa-apaan ini?" teriaknya. Kinan tidak bisa menahan tawanya, dia menutupi wajahnya dengan tangannya lagi.


"Kamu senang ya?" tanya Kevin sambil menggelitiki perut Kinan.


Kinan tertawa geli, "Tidak, ya sudah aku ambil ember dulu." Dia merapikan bajunya yang setengah terbuka karena suaminya tadi. Dan berjalan keluar menuju dapur dan mengambil beberapa ember kecil.


"Banyak yang bocor," ucapnya lirih. Matanya melihat ke arah genteng yang pecah.


Kevin menyusul Kinan yang lama mengambil ember. "Mana embernya?" tanya Kevin.


"Habis embernya, disini banyak yang bocor juga." Kevin ikut melihat keatas juga.

__ADS_1


Nenek tiba-tiba keluar dari kamarnya. Dia memberi tahu pada Kevin dan Kinan jika rumahnya saat hujan memang banyak yang bocor. Apalagi kamar Kinan yang sudah menjadi langganan tetesan air hujan itu.


Kinan memutuskan untuk tidur bersama wanita tua itu dikamarnya. Dan Kevin tidur di kursi kayu tua yang digunakan sebagai kursi untuk tempat duduk tamu itu.


__ADS_2