
"Apa kamu pikir semua wanita seperti itu?" tanya Kinan.
"Kamu juga berpikir semua laki-laki seperti mantanmu."
"Ha, ha, aku tidak berpikir seperti itu lagi?"
Mata Kevin melebar, "Benarkah berarti kamu mau menikah denganku?"
"Ya saat kamu sudah menemukan Tanteku,"
"Oh iya masuklah, nanti kamu bisa memberitahuku lebih jelas didalam."
Setibanya di depan pintu, Kevin melihat Kinan yang tak segera mengikutinya dari belakang, "Kinan ayo masuklah, kenapa berdiri saja di situ!
Kinan membelalakkan matanya, hanya berdiri terdiam di depan pintu itu. Ada butiran-butiran air bening yang mengalir di matanya.
Dia melihat jelas Adik dari Ibunya yang merawatnya dulu berada di depannya. Sedang membantu keponakan Kevin mempersiapkan kue ulang tahun yang dibawanya. "Tante," ucapnya lirih.
Tante Ina menghentikan aktivitasnya dan melihat ke arah suara yang sangat dia kenal walaupun terdengar lirih, air mata pun tumpah seketika, "Ki-Kinan."
Kinan berlari memeluk Tante yang selama ini di carinya. Memeluk erat semakin erat seolah-olah takut terpisah lagi. Tante Ina mengelus-elus kepala, menciumi keningnya. Dan menyapu air mata di pipi Kinan.
"Kamu kemana saja Nak? Tante mencarimu kemana-mana. Betapa besarnya kesalahan Tante pada Ibumu karena selama ini tidak bisa merawatmu."
"Tante Kinan minta maaf telah membuat Tante khawatir. Banyak kejadian yang Kinan alami selama ini. Kinan juga selama ini mencari Tante." Dia menangis di pelukan Tantenya.
"Tunggu," ucap Kevin kebingungan.
Kinan langsung melepaskan pelukannya dari Tantenya dan berlari ke arah Kevin menangis dan memeluknya erat tubuhnya, "Kevin terimakasih banyak, tanpamu aku tidak bisa menemukan Tanteku. Terimakasih kamu selalu menolongku."
Tante Ina keheranan melihat tingkah Kinan yang memeluk dengan tiba-tiba majikannya itu, "Kinan, kamu jangan memeluk sembarangan seperti itu pada Pak Kevin!"
__ADS_1
"Tidak apa-apa Bu Ina. Saya mengenal Kinan kok. Dia ...." Kevin menundukan kepalanya, kemudian mengangkatnya kembali. "Dia teman Saya." ucapnya sambil tersenyum ke arah Tante Ina.
"Jadi selama ini kamu mengenal Tanteku?" Kinan melepaskan pelukannya dari Kevin.
"Iya tentu saja, setelah Tante diusir dari rumah oleh mantan suami Tante, Pak Kevin yang memberikan pekerjaan dan tempat tinggal untuk Tante. Tante menjadi pengasuhnya Els. Iya kan sayang." Els memeluk Tante Ina.
Kinan terlihat tersenyum bahagia dengan air matanya yang belum mengering di pipinya, menatap lembut ke arah mata Kevin. Seolah-olah bangga sekali dengan semua kebaikan yang dia berikan padanya.
Kevin memiringkan kepalanya dan memberikan senyuman balik padanya. Sorot mata kebahagiaan nampak jelas dimatanya.
Pipi Kinan memerah melihat reaksi Kevin, dia berjalan ke arah Tante Ina memeluknya kembali seakan belum puas melepaskan kerinduan bertahun-tahun tidak bertemu.
"Kinan kamu belum menjawab pertanyaan Tante, darimana saja kamu selama ini? Kenapa kamu meninggalkan Tante?" tanya Tante Ina dengan wajah yang berubah menjadi tegang.
Kevin langsung menggendong Els keluar rumah. Dan mempersilakan Kinan dan Tantenya untuk berbicara berdua.
Kinan mengajak Tantenya duduk di salah satu kursi meja tamu itu. Dia memegang erat tangan Tantenya, dan sesekali menyapu air matanya yang terus berjatuhan di pipinya.
Tante Ina terlihat menangis tersedu-sedu dan memeluk Kinan, "Maafkan Tante sayang. Tante tidak bisa menjagamu." Tante Ina melepaskan pelukannya dan bertanya, "Lalu siapa yang menolongmu Nak?"
"Ada seorang wanita tua yang di kirimkan Tuhan untuk menolong Kinan Tante." Kinan menyapu air matanya lagi.
"Tante harus bertemu dengannya, antar Tante ke rumahnya! Tante harus berterimakasih padanya. Tapi Pak Kevin, bagaimana kamu bisa mengenal Pak Kevin?"
Kinan menelan salivanya, matanya melebar, rahangnya mengatup, mulutnya seperti tidak bisa membuka. Dia hanya terdiam menatap mata Tantenya.
Kevin dan Els masuk kembali ke rumah, Kevin yang tidak sengaja mendengar langsung memotong pembicaraan mereka "Oh kita hanya bertemu di jalan Bu Ina, Saya melihat Kinan yang kebingungan waktu itu. Lalu kita berkenalan. Iya kan Kinan?"
Kinan hanya menatap ke arah mata Kevin dan mengangguk. Kepalanya menunduk dengan penuh rasa bersalah karena harus berbohong dengan Tantenya.
"Ya sudah, Bu Ina dan Kinan bisa meneruskan nanti mengobrolnya. Ini Els sudah tidak sabar untuk memotong kue ulang tahunnya." Kevin berusaha mengalihkan pertanyaan Bu Ina.
__ADS_1
Mereka berempat merayakan ulang tahun Els tak lupa juga dengan semua asisten rumah tangga, satpam dan sopir yang bekerja di rumah itu ikut berkumpul. Kali ini ulang tahun Els dirayakan hanya sederhana tanpa mengundang semua teman-temannya.
Kinan terus menatap dengan senyuman manisnya ke arah Kevin yang memeluk erat-erat dan mengucapkan ulang tahun pada keponakan kecilnya itu. Terlihat begitu sangat sabar dan penyayang. Tidak seperti yang dia pikirkan selama ini.
Kevin yang sadar ada seseorang yang mengamatinya daritadi pun membalas dengan lirikan tajam dan senyum singkat ke arahnya. Kinan yang mengetahui reaksi Kevin langsung memalingkan mukanya yang sudah berubah merah muda sedari tadi.
"Om, Els ingin hadiah lagi!" tiba-tiba terdengar celotehan keponakannya.
"Apa?" Kevin mengusap lembut rambut Els.
"Om Kevin kan sudah menemukan calon istri, jadi Om Kevin harus segera menikah. Ayolah Om!" rengekan Els membuat orang seisi rumah kaget.
"Ha, Pak Kevin mau menikah?" tanya keheranan salah satu sopirnya. Dibalas pertanyaan dengan semua orang yang berada disitu tak terkecuali Tante Ina. "Memang siapa calon istri Pak Kevin?" Els menunjuk ke arah Kinan.
Kinan menundukan kepalanya, memejamkan matanya dan mengalihkan pandangannya.
"Kinan?" Tante Ina bertanya keheranan. "Ma-maaf Pak, kalau keponakan Saya sudah menyukai Pak Kevin. Saya akan menegurnya." Tante Ina menunduk dan menggandeng tangan Kinan keluar.
"Tunggu Bu Ina, Saya yang salah sudah mencintai keponakan Anda."
Langkah Tante Ina terhenti, "Apa Bapak mencintai keponakan Saya?" tanya Tante Ina seolah-olah tak percaya dengan semua ucapan Kevin.
"Ya Saya mencintainya dari awal bertemu dengannya." wajah Kinan memerah mendengar semua ucapan Kevin.
Tiba-tiba Wina menelepon Kinan untuk segera kembali ke tokonya karena keadaan toko kuenya berubah menjadi ramai pembeli.
"Tante Kinan harus kembali ke toko kue Kinan sebentar, nanti Kinan akan kesini lagi."
Mata Tantenya melebar, "Kamu mempunyai toko kue Nak?"
"Ya, kue ulang tahun Els juga buatan Kinan sendiri. Tante kan sudah mengajarkan Kinan semua." ucap Kinan. Tantenya terlihat sangat bahagia dan bangga dengan keponakannya itu.
__ADS_1