Bukan Wanita Sempurna

Bukan Wanita Sempurna
episode 39


__ADS_3

Kevin berpikir tidak ada salahnya untuk memberitahu Els tentang Kinan. Dia mengambil hp di saku celananya dan mencari foto Kinan di hpnya sangatlah tidak sulit. Karena Kevin mengoleksi semua itu.


Kevin mencoba mengangkat tubuh Els dan memangkunya, memperlihatkan satu persatu foto Kinan padanya.


Mata Els melebar, "Wah cantik, sangat cantik Om."


"Kamu menyukainya?" tanya Kevin. Els mengganggukan kepalanya.


"Aku akan bantu Om untuk mencari Tante cantik itu."


"Oh iya." ucap Kevin mengerutkan dahinya dan memeluk Els dari belakang.


"Om Kevin jangan sedih lagi ya!"


"Iya."


...****************...


Bulan sudah berganti Kinan dan Wina semakin bersemangat untuk usaha kerasnya yang kali ini membuahkan hasil yang memuaskan.


Usaha Kinan meneruskan usaha Tantenya yang dulu belum terwujud sedikit banyak sudah merubah kehidupannya menjadi lebih baik. Kue-kue yang Kinan dan Wina buat banyak disukai oleh para pembeli. Pesanan pun semakin banyak dan mereka akhirnya tidak sanggup mengerjakan berdua. Kinan mencoba merangkul para tetangga untuk bekerja sama dengannya.


Lambat laun usaha Kinan semakin berkembang pesat. Dia sekarang mulai menyewa salah satu ruko kecil untuk usahanya agar lebih dikenal orang. Dari ruko kecil itu dia bisa mengembangkan usahanya menjadi lebih besar hingga akhirnya dia membuka cabang toko kue di daerahnya.


Kinan sudah bisa membeli rumah sendiri dari hasil kerja kerasnya. Kinan dan Wina sekarang sudah tidak menempati rumah Tante Omnya itu lagi. Dan pindah di rumah baru yang dibelinya.


Kinan juga merubah penampilannya menjadi sangat cantik. Tak khayal membuat banyak laki-laki yang mendekatinya. Namun trauma masa lalunya yang belum bisa hilang, membuatnya masih menutup hatinya rapat-rapat untuk laki-laki lain. Walaupun di dalam hati kecilnya ingin sekali bertemu Kevin, laki-laki yang membuat hatinya bercampur aduk.


"Win kalau aku buka cabang di kota itu gimana ya?" tanya Kinan.


"Ya bagus dong disana kan lebih rame, pembelinya yang pasti akan banyak juga. Sayang kan kalau kita hanya berkembang disini saja." jawab Wina.


"Ya sudah nanti kamu bantu aku untuk mengurus semua ya?"


"Oke, bilang saja mau ketemu Kevin."


"Eh," bantah Kinan dengan memasang muka cemberutnya.


"He, he, he. I-ya ya maaf." Wina memalingkan mukanya.


Kinan dan Wina kembali ke kota dan mencoba mencari informasi tempat yang bisa untuk mereka bisa membuka cabang toko kuenya di kota itu. Berkeliling-keliling mencari, dan mereka sudah bersepakat untuk membuka usahanya di dekat toko kue milik Stela.

__ADS_1


"Ini kok ya pas banget lokasinya dekat punya Stela ya Kin. Gimana kalau dia marah ya?"


"Ya mau gimana lagi Win, tempat yang kosong dan strategisnya disini. Aku sebenarnya juga tidak enak dengan Stela, tau sendiri orangnya kayak gimana," ucap Kinan.


"Ya sudah pasrah saja, yang penting kita tidak berniat menyaingi usahanya." Kinan hanya menganggukan kepalanya.


"Terus acara selanjutnya apa nih?"


"Ya kita cari beberapa karyawan untuk membantu usaha ini."


"Terus? Kamu tidak mencoba mencari Kevin gitu? Atau kita main ke rumahnya saja yuk!" ajak Wina.


"Ih males, kamu sendiri saja sana!"


"Kinan sampai kapan kamu jaga gengsi seperti ini. Ayolah jangan bohongi dirimu sendiri. Kamu masih menyimpan rasa kan?"


Kinan hanya melotot mendengar ucapan Wina. Dia berusaha tidak menanggapi ocehannya dan memalingkan mukanya dari Wina.


...****************...


Keadaan Kevin saat Kinan menghilang waktu dulu sangat terlihat tidak baik-baik saja. Hari-harinya dipenuhi dengan rasa bersalah. Melamun dan selalu melamun saat sendirian. Rey setiap hari yang mencoba menghiburnya pun seperti percuma.


Hari ini hari ulang tahun Els. Kevin ingin sekali memberikan kejutan untuknya. Kali ini dia tidak masuk ke kantor. Hanya di rumah menghabiskan waktu bersama Els.


"Els, kamu hari ini kan ulang tahun kamu mau minta hadiah apa?" Kevin bertanya dengan mensejajarkan badannya dengan Els.


"Apa ya? Em ... aku ingin Om Kevin nikah. Eh," Els menutup mulutnya. "Hi, hi, hi. Els bercanda Om."


Kevin terkekeh mendengar permintaan Els, "Nanti kalau sudah ketemu Tante yang baik hati pasti Om Kevin nikah. Jadi gimana? Minta hadiah apa?"


"Em, aku minta kue ulang tahun saja ya Om."


"Cuma itu saja?" Els hanya menganggukan kepalanya.


"Oke, ayo kita berangkat beli! Bu Ina di rumah istirahat saja tidak apa-apa. Hari ini biar aku ingin menghabiskan waktu berdua bersama Els."


"Baik Pak."


"Ayo sayang!" Kevin menggendong Els menuju mobilnya. Dan berkeliling mencari kue ulang tahun untuknya.


Terlihat ada satu toko kue yang besar dan mewah yang menghentikan laju mobilnya.

__ADS_1


"Els, kita beli disini saja ya kuenya."


"Iya Om."


Kevin memarkirkan mobilnya tidak jauh dari toko kue itu.


Kring kring


Tiba-tiba ada satu telepon masuk di ponselnya. Dia mengambil ponsel itu dari saku celananya.


"Halo Rey,"


"Wah Kuenya cantik-cantik. Aku masuk dulu ya Om!" Els merengek tidak sabar untuk memilihnya.


"Ya sudah hati-hati nanti Om nyusul!" Kevin melanjutkan pembicaraan diteleponnya dengan Rey.


Els langsung keluar dari mobil dan berlari menuju toko kue itu. Baru masuk di pintu dia disambut dengan harumnya aroma dari semua kue-kue itu. Rasa senang terlukis jelas diwajahnya. Matanya terus berkeliling melihat seluruh kue yang cantik-cantik di depan matanya itu. Dan berhenti di satu titik yang menarik perhatiannya.


"Wah cantik-cantik sekali. Wah ada gambar Elsa juga. Aku mau, aku mau." Els terlihat loncat-loncat dan tak sabar untuk memakannya.


Kehebohan Els menarik perhatian Kinan, dan dia menghampirinya.


"Halo adek cantik, mau beli kue ulang tahun?" sapa Kinan.


Els menoleh ke belakang asal dari sapaan lembut itu. Matanya melebar melihat sosok wanita yang berada di depannya.


"Hah, Calon Tanteku?"


Kinan menggeleng-gelengkan kepalanya dan tertawa mendengarnya, "Apa calon Tantemu?"


"I-ya Om kesayanganku sudah lama mencarimu Tante." Kinan semakin bingung dengan ucapan Anak kecil itu.


"Aku kasihan melihatnya, dia sangat kehilanganmu Tante cantik," ucap Els dengan wajah memelas.


"Oh iya? Mungkin kamu salah orang adek cantik. Tante tidak mengenal siapa Om kesayanganmu itu. Tante saja baru pindah disini. Toko ini juga baru buka."


"Tapi, di ponsel Om kesayanganku banyak sekali foto-fotomu Tante."


Tak selang beberapa lama, "Els, Els kamu dimana?" terdengar suara yang tidak asing ditelinga Kinan. Dia mencoba menoleh ke arah suara itu.


__ADS_1


__ADS_2