Bukan Wanita Sempurna

Bukan Wanita Sempurna
episode 33


__ADS_3

"Kinan Kamu kenapa balik lagi?" bisik Wina di dekat telinganya.


"Aku tidak enak sama Bu Stela dan karyawan lain. Masak pulang duluan terus," ucap Kinan lirih dengan melirik ke arah Stela. Tangan mereka dengan sigap menyelesaikan semua pesanan Kevin.


Stela mengizinkan semua untuk pulang lebih awal lagi. Entah mengapa Stela masih melihat Kinan dengan wajahnya yang cemberut. Kinan hanya mengangguk melihatnya. Kali ini Stela bersikap tidak seperti biasanya terhadap Kinan. Semua karyawannya satu persatu pamit untuk pulang, tak terkecuali Wina dan Kinan.


Untuk menghemat pengeluaran Wina dan Kinan berangkat dan pulang kerja hanya jalan kaki. Matahari saat itu tepat di atas kepala mereka berdua.


"Duh Kinan, diajak jalan pangeran pakai mobil mewah malah milih jalan kaki kepanasan kayak gini. Eh cowok tadi ngomong-ngomong siapa namanya? Ganteng juga dia. Kamu sama Kevin, aku sama dia ya? Hi, hi, hi." ucap Wina tersenyum cengingisan.


"Namanya Rey, dia sama seperti Kevin buaya juga. Sudahlah jangan bahas mereka. Kalau mau ambil saja! Tidak perlu minta izin padaku karena aku bukan Ibu mereka," jawab Kinan dengan muka datar.


"Ya aku mau saja, masalahnya Rey mau tidak sama Aku? Yang pasti 100% tidak mau."


"Itu tau. Ha, ha, ha." Kinan tertawa lebar mendengarnya.


Tak lama kemudian ada sebuah mobil berhenti mendadak di depan Kinan dan Wina. Terlihat jelas matanya melebar, tangannya menggenggam erat tangan Wina seolah-olah takut salah satu akan terlepas. Dan benar saja Dua orang laki-laki tidak dikenalnya memaksa Kinan untuk masuk ke dalam mobil itu dan meninggalkan Wina seorang diri.


Wina berusaha melepaskan tangan dua laki-laki itu sambil berteriak meminta tolong. Tapi saat itu jalanan sangat sepi. Dua laki-laki itu mendorong Wina yang berusaha menolong Kinan. Dan Kinan pun dibawa pergi oleh dua laki-laki itu.


Tangan dan kaki Kinan gemetar, wajahnya tambah memucat, jantungnya berdetak lebih cepat, nafasnya terengah-engah kejadian ini benar-benar mengingatkannya pada pemerkosaan itu. Tiba-tiba Kinan pingsan di mobil itu.


"Bangun-bangun! Hei dia pingsan bagaimana ini?" salah satu dari dua orang laki-laki itu kebingungan.


"Sudah biarkan saja malah kita lebih mudah untuk membawanya," jawab temannya dengan santai.


Mereka berjalan menuju sebuah rumah tua. Mengikat Kinan yang pingsan seorang diri di kursi. Suasana rumah yang gelap dan sepi menambah kesan menakutkan pada Kinan yang sedikit-demi sedikit mulai tersadar dan membuka matanya.


Tak lama kemudian ada seorang wanita yang menyiramnya dengan air ke wajahnya. Kinan yang kaget mengibaskan sisa percikan air di wajahnya. Dan perlahan-lahan membuka matanya kembali.


"Siapa Kamu?" teriak Kinan. Dia mencoba melebarkan matanya tapi suasana rumah gelap tanpa pencahayaan sama sekali tetap membuatnya kesulitan untuk mengetahui siapa sosok di depannya.


"Ha, ha, ha."

__ADS_1


"Hei Siapa kamu?" teriak Kinan lagi.


Klik


Wanita itu menyalakan salah satu lampu yang ada


"Bu Stela," matanya melebar.


"Kenapa?" wajah Stela terlihat sangat berapi-api.


"Apa salahku Bu?"


"Apa salahmu? Masih berani bertanya? Karena Kamu wanita serakah, bisa-bisa tiga laki-laki tampan mengejar wanita miskin sepertimu."


"Maksudnya siapa? Aku tidak mempunyai hubungan apa-apa dengan Kevin dan Rey." bantah Kinan.


Tiba-tiba ada mobil berhenti di depan rumah tua itu. Terdengar suara sepatu dari kaki yang berlari dan memanggil-manggil nama Stela.


"Rivaaaan, Aku disini bersama gadis miskin ini." teriak Stela dengan memberikan setengah senyumnya pada Kinan. Semakin terdengar keras suara sepatu dari kaki yang berlari itu.


Cekleek


Terlihat sosok laki-laki yang selama ini membuatnya hidup menderita. Sosok laki-laki yang hampir membuatnya gila. Sosok laki-laki yang ingin membunuhnya.


"Tidak, tidak Rivan?" mata Kinan terlihat semakin melebar, wajahnya berubah menjadi ketakutan. Tak terasa air mata membanjiri pipinya.


"Kinan, Kinan maafkan aku." Rivan berlari bersujud menangis di kaki Kinan.


"Cukup aku tidak mau melihat sandiwara kalian! Rivan sekarang kamu pilih, Wanita miskin ini mati atau kamu menjadi pacarku. Ha, ha, ha," ancam Stela, seperti baru bisa melepaskan semua perasaan yang dia pendam selama ini.


"Apa maksudnya?" Rasa takut tambah jelas terlukis diwajah Kinan.


"Oh iya kamu belum tau ya, jadi selama ini kamu kerja ditempatku itu Rivan yang menyuruhku dan dia pula menggajimu. Ha, ha, ha, kamu pikir aku akan suka rela juga gitu menyuruhmu tidur gratis di tokoku. Idih enak sekali." Stela membuang mukanya.

__ADS_1


Kinan semakin kebingungan dengan semua ini. Rivan dia ternyata sudah merencanakan ini semua.


"Kinan tenanglah kamu dengarkan penjelasanku dulu!" Kinan hanya menangis dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Lepaskan aku!" teriak Kinan.


"Stela lepaskan dia! Aku akan menuruti semua keinginanmu," ucap Rivan dengan geram.


"Oh iya, berarti kamu mau menjadi pacarku Rivan? Ha, ha, ha, akhirnya aku tidak jomblo lagi. Aku sudah punya pacar tampan. Ha, ha, ha." Stela berputar-putar, menari-nari dan tertawa lepas mendengar ucapan Rivan. Tak lama kemudian Stela melepaskan ikatan Kinan. Kinan yang saat itu sangat ketakutan mencoba segera berlari menjauhi mereka berdua.


Rivan mencoba mengejar Kinan, tapi terhalang oleh Stela. Dia mengancam akan melakukan perbuatan yang lebih berbahaya pada Kinan jika Rivan tidak menepati janjinya. Rivan hanya diam pasrah menerimanya. Usahanya selama ini tidak membuahkan hasil sama sekali dan malah membuatnya lebih jauh lagi dari Kinan.


Diluar rumah Kinan masih terus berlari, mencari tempat yang dirasanya sepi. Tangannya masih gemetar, air matanya pun belum kering, "Kevin, aku harus meneleponnya." Kinan mengambil ponsel disaku celananya.


"Kevin, Kevin tolong aku!" ujarnya sambil menahan tangis.


Kevin yang saat itu berada di kos Wina berlari menuju mobilnya. "Kinan tunggu aku disitu, carilah tempat yang aman aku akan segera kesana."


Dengan cepat Kevin mengendalikan mobilnya. Wina telah menceritakan semua kejadian siang tadi pada Kevin yang tiba-tiba datang ke tempat kos mereka.


Tak lama kemudian terlihat Kinan duduk dipinggir jalan dengan air mata yang membanjiri pipinya. Kevin turun membanting pintu mobilnya dan berlari menghampirinya.


"Kinan apa yang terjadi?" tanya Kevin sambil memegang wajah Kinan dan membenahi rambutnya yang tak beraturan.


"Laki-laki itu, laki-laki itu datang lagi di kehidupanku. Dia bekerja sama dengan Stela. Huuu, huuu, huuu." seketika Kinan memeluk Kevin, menangis sejadi-jadinya.


"Apa? Apa yang telah lakukan lagi padamu? Apa dia menyentuhmu lagi?" tanya Kevin. Dia mencari-cari bagian tubuh Kinan apakah ada yang terluka.


"Kinan maafkan aku, aku tidak bisa menjagamu. Aku janji aku akan membuat perhitungan dengan laki-laki itu. Akan ku suruh dia membayar semua penderitaanmu selama ini."


"Tenanglah Aku ada disini!" Kevin Melihat Kinan yang kedinginan mulai menyelimutinya dengan jaket yang dia kenakan itu dan kembali memeluknya lagi.


__ADS_1


__ADS_2