
Pernikahan mereka berdua kini sudah tiga bulan. Kasih sayang yang tulus dari Kevin telah membuat Kinan mampu melupakan masa lalunya yang kelam.
Ting tong
Suara bel rumahnya, dengan semangat Kevin membukanya sendiri.
Kleeek
"Rey, kali ini kamu datang di waktu yang tepat," ucap Kevin dengan wajah berseri-seri.
"Memang ada apa?" tanya Rey dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Aku akan jadi seorang Ayah Rey." Ucapan Kevin kali ini membuatnya diam terpaku. Matanya terlihat berkaca-kaca. Kevin yang kegirangan tanpa berpikir-pikir lama langsung memeluk sahabatnya itu.
Rey menepuk-nepuk punggung Kevin, "Kamu akan jadi seorang Ayah?" dia bertanya kembali, meyakinkan sahabatnya ini sedang tidak berbohong. Kevin menganggukan kepalanya. Rey sudah tidak bisa menampung air matanya dan meneteskannya di punggung Kevin. Dengan cepat dia menghapusnya.
"Kamu hebat Vin, aku bangga padamu," ucap Rey yang seketika melepaskan pelukannya.
"Rey kamu harus segera menyusul! Mau nikah diusia berapa kamu? Asal jangan menikah dengan Selena saja. Aku tidak akan merestuimu," ancam Kevin. Rey tersenyum kecil mendengarnya. Mereka melanjutkan pembicaraannya di dalam rumah.
Kehidupan berjalan seperti biasanya. Kevin semakin hari semakin sangat menyayangi Kinan. Ditambah lagi Kinan sekarang sedang mengandung buah cinta mereka.
"Sayang kamu tidak boleh terlalu capek ya! Toko kuemu biar Wina yang mengatasinya. Nanti Tante Ina juga akan seringkali kesini bersama Els agar kamu tidak merasa bosan saat aku tinggal kerja." ucap Kevin yang selalu dan selalu saja khawatir berlebihan pada istrinya.
"Iya," jawab Kinan dengan memeluk suaminya itu.
__ADS_1
"Aku sangat bahagia bisa menjadi suamimu? Apakah kamu juga seperti itu?" tanya Kevin yang masih memeluknya dan mengelus-elus kepala Kinan.
"Tentu aku sangat bahagia, kamu seperti malaikat penyelamatku sayang," ucap Kinan yang tidak kuat meneteskan air mata jika mengingat semua.
"Mungkin aku harus bertemu Risa, dan berterima kasih padanya. Karena dia sudah mempertemukan Kita." Mata Kinan membulat mendengar ucapan suaminya. Dia melepaskan pelukannya itu. Dan mencubit keras perutnya.
"Aaaahhhkk, sakit," teriak Kevin.
"Aku tidak suka kamu menyebut-nyebut namanya!" ancam Kinan
"Kamu cemburu?" Kevin mendekati wajahnya.
"Aku cuma takut kamu akan mengembalikanku padanya." Mereka tertawa lepas. "Sayang aku jadi ingat sesuatu, aku belum membayar hutangku padamu," ucap Kinan.
Kevin menarik hidung Kinan, "Oke kalau itu mau mu, nanti malam aku akan menagihnya." Kinan mencubit lagi perut suaminya.
TAMAT
❤
❤
❤
❤
__ADS_1
Maaf novel ini Aku tamat in sampai disini dulu, Gak tau kenapa otakku seperti sudah gak bisa berpikir lebih panjang lagi disini. Yang penting happy ending ya!😁
Sebenarnya ada kelanjutannya, mampir saja ke novel Aku yang kedua yang berjudul PESAN TERAKHIRMU.
"Mu siapa Thor?"
😭😭😭😭😭😭😭😭 Gak bisa jawab.
"Kenapa gak dilanjutkan disini saja Thor?"
😭😭😭 Gak tau pokoknya Aku pengen mereka jangan disatukan saja.
Ini karyaku yang pertama. Semoga kedepan lebih baik lagi. Maaf jika ada salah kata atau alur yang melenceng dari perkiraan kalian, aku cuma manusia biasa. Yang kadang suka nahan kantuk saat menulisnya. Maaf juga kalau ada tekhnik penulisan yang salah belum sempat aku revisi.
Jangan lupa mampir ya di novel kedua ku PESAN TERAKHIRMU ya!
Yang bilang visual Rey lebih tampan dari semuanya, ya emang iya. Klik profilku lanjut disana aku akan bahas perasaan Rey.
Aku mencintaimu tapi aku bisa apa?
Mengerti kamu sudah bersanding dengan sahabatku..
Aku masih terima walaupun hati sakit rasanya..
Semua ini sudah jalan takdir authornya 🤣🤣
__ADS_1
#Reyhanwinata