
Esok hari di kampus....
Hari ini adalah jadwal Zain untuk mengajar di kelas Nayla.Setelah menyapa para siswa,Zain lalu mengabsen mereka seperti biasa.
Di saat nama Nayla di sebutkan tak terdengar sahutan sama sekali.Zain lalu menoleh ke arah tempat Nayla biasa duduk.Terlihat bahwa kursi itu kosong.
"Ada yang tau Nayla kemana?"tanya Zain kepada semua yang berada di kelas.
"Anu pak.Naylanya sakit.Tifusnya kambuh gara-gara kecapean kemarin"jawab Rita kepada Zain.
Zain mengerutkan keningnya.
'Gadis itu sakit?'
'Apa gara-gara hukuman kemarin?'tanya Zain dalam hati.
"Apa dia sudah membuat surat izin tidak masuk?"tanya Zain kemudian.
"Sudah pak.Suratnya ada di atas meja bapak"jawab Rita sambil tersenyum ke arah Zain.
"Baiklah,kalau begitu kita mulai pelajarannya sekarang"ujar Zain sambil duduk di kursinya.
"Baik pak"jawab mereka serentak.
Sedangkan di rumah sakit.
"Rita siaalaann..."
"Berani-beraninya lo ngibulin gue"
"Awas aja lo,gue bakal balas perbuatan lo ini"Ujar Nayla dengan mengamuk.Ia baru sadar bahwa ternyata ia di bohongi oleh Rita.
Flashback on
Ketika Nayla sudah siuman dari pingsannya.Ia mendapati Bi Sumi yang sedang duduk di sampingnya.Nayla pun langsung memeluk Bi sumi.
"Huaaa...Bi Sumi Nayla takut..."ujar Nayla sambil menangis.
"Ehh...Non kenapa nangis.Ada apa non?"tanya Bi Sumi khawatir.
"Ta-tadi a-da ha-hantu bi…Ha-hantunya me-megang pundak Na-Nayla bi...Huaa…Nayla takuuttt...."jawab Nayla dengan sesenggukan.
"Tenang non.Gak ada hantu.Yang megang pundak non tadi itu bibi non"ujar bi sumi menjelaskan kepada Nayla yang terlihat masih mengeratkan pelukannya pada Bi Sumi.
"Be-bener itu ta-tadi bibi, bu-bukan ha-hantu?"tanya Nayla memastikan disela-sela sesenggukannya.
"Bener non.Bibi kaget banget pas non teriak tadi.Bahkan Non sampai pingsan.Emang non habis nonton film horor ya jadi sampai ketakutan gitu"tanya bi sumi kepada Nayla.Sedangkan Nayla hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kata Rita,diruangan sebelah ada yang baru meninggal terus mayatnya belum di taroh ke kamar jenazah"jawab Nayla sambil mengendurkan pelukannya pada bi sumi.
"Ah masa sih non?"tanya Bi sumi lagi.Nayla hanya mengangguk tanda mengiyakan.
Tok tok tok
"Permisi.Saya mau periksa pasien dulu"Terlihat seorang suster berusia sekitar 25 tahun masuk membawa beberapa peralatan pemeriksaan.
"Iya sus silahkan"ujar bi sumi sambil bergeser memberi ruang kepada suster itu.
"Sus saya boleh nanya gak?"ucap Nayla kepada suster tersebut.
"Ohh…Iya boleh,adek mau nanya apa?"tanya suster itu kepada Nayla sambil tersenyum.Nayla tersenyum kecut mendengar sebutan suster itu kepadanya.Padahal usianya sudah 23 tahun namun karena tubuhnya yang pendek dan wajahnya yang sedikit chubby membuat ia terlihat lebih muda dari usia aslinya.
__ADS_1
"Anu Sus,apa bener di ruang sebelah ada orang yang baru meninggal?"tanya Nayla kepada suster itu.
"Gak ada kok dek,gak ada yang meninggal di kamar sebelah"jawab suster itu sambil memasang alat tensi darah kepada Nayla.
"Beneran Sus?"tanya Nayla memastikan.
"Iya"jawab suster itu sambil tersenyum.
"Tapi kata temen saya ada yang meninggal di kamar sebelah gara-gara kecelakaan"ujar Nayla kemudian.
"Gak ada yang meninggal dek.Bahkan setahu saya di kamar sebelah itu adanya cuma ibu-ibu yang baru aja lahiran"jawab suster itu kepada Nayla.
"Baiklah,ini tekanan darah sama gulanya normal.Kalo kamu udah merasa gak pusing lagi.Mungkin besok kamu sudah boleh pulang.Jangan sampai kecapean lagi.Makannya juga jangan sampai telat"ujar suster itu mengingatkan.
"Baik sus"jawab Nayla.Setelah selesai memeriksa Nayla suster itu pun keluar dari ruangan tersebut.
Flashback off
Kampus
Kelas Nayla bubar sedikit lebih awal.Di karenakan dosen pembimbing mata kuliah selanjutnya sedang sakit.
Rita yang baru saja keluar dari kelas,segera berjalan ke arah parkiran.Ia ingin menjenguk sahabatnya Nayla.Di saat Rita mau masuk ke mobilnya tiba-tiba seseorang memanggil namanya.
"Prita Ayudia"panggil orang itu kepada Rita.
Mendengar namanya dipanggil Rita pun menoleh.Senyuman manis merekah di bibirnya ketika melihat sosok yang ada di depannya sekarang.
'Duh gantengnya pak Zain'ujar Rita dalam hati.
Rita begitu terpesona sampai tidak mendengar bahwa namanya sudah di panggil berkali-kali.
"Ekheemm...."
"Ehh...Iya pak.Ada yang bisa saya bantu"ujar Rita kepada Zain sambil tersenyum.
"Kamu temannya Nayla Shafira kan?"tanya Zain kepada Rita.
"Iya pak saya temennya"jawab Rita masih dengan senyum yang mengembang.
"Kalau begitu saya bisa minta alamat rumah sakit teman kamu itu"ujar Zain kepada Rita.
"Bisa pak.Bisa banget malahan.Kebetulan saya juga mau kerumah sakit.Kita bisa barengan kesananya"jawab Rita dengan senyum yang sumringah.
'Duh kapan lagi kan bisa satu mobil sama pak Zain'ujar Rita dalam hati.
"Baiklah kalau gitu kamu yang tuntun jalan dan saya bakal ngikutin kamu dari belakang"ujar Zain seraya meninggalkan Rita dan masuk ke dalam mobilnya.
"Yaahh...Kirain bakal satu mobil.Huuhh...Pupus harapan"ujar Rita dengan wajah cemberut lalu masuk ke dalam mobil dan menyalakannya.Sekitar 15 menit mereka pun sampai di rumah sakit tempat Nayla di rawat.
Sepanjang jalan menuju ruangan Nayla.Rita tidak henti-hentinya berbicara kepada Zain walau hanya dibalas dengan dehaman dan wajah yang sedingin es itu.Setelah sampai di ruangan itu,tanpa malu Rita berteriak memanggil nama Nayla.
"Naylaaa...i'm comiiing"ujar Rita dengan suara cemprengnya sambil memutar knop pintu ruangan tersebut.Sedangkan Zain hanya memandang datar kelakuan mahasiswinya itu.
Baru saja pintu ruangan itu terbuka ia sudah di sambut baik oleh sahabatnya itu.
syuutt...
Bugh...
Sebuah bantal melayang dan mendarat tepat di wajah Rita.
__ADS_1
"Adaaww"
"Ya Allah Nay,kalo temen datang itu harusnya disambut baik,di peluk kek, cipika-cipiki kek,ini malah di lempar bantal"ujar Rita dengan wajah cemberut.
"Masih untung lo gue lempar pake bantal bukan pake nih pisau"ujar Nayla sambil menunjuk Rita menggunakan pisau buah yang ada di tangannya.Matanya melotot kepada sahabatnya itu.Ia bahkan tidak menyadari seseorang tengah menatapnya dengan senyuman tipis di bibir.
'Gadis yang benar-benar unik'ujar Zain dalam hati.
"Astagfirullah Nay.Sadis amat lo.Tega bener ama temen sendiri"ujar Rita dengan wajah yang memelas.
"Lo tuh yang tega sama gue.Tau gak gara-gara ulah lo kemarin.Gua sampe pingsan gara-gara ketakutan setengah mati"ujar Nayla lalu menyerbu Rita yang masih berdiri di ambang pintu.
Bugh...Bugh...Pakk...pukk...Bugh....
"Aduduh…Ampun Nay…Ampun…Gue cuma becanda kemarin…Aw…"ujar Rita meringis kesakitan karena dipukuli oleh Nayla.
"Bodo amat.Rasain nih pembalasan gue"ujar Nayla sambil menjambak rambut Rita.
"Astagfirullah…Ya ampun non Nayla…Non Rita…Berenti…Jangan berantem gini…Ya Allah…Sadar non…Nyebut…Nyebut…"ujar bi sumi yang baru saja keluar dari toilet.
Namun perkataan bi sumi tidak di indahkan oleh Nayla.Ia masih terus menjambaki rambut Rita.Sedangkan Rita hanya pasrah diperlakukan seperti itu oleh Nayla.Salah dia sendiri yang telah membangunkan macan yang tertidur.Dengan sekuat tenaga bi sumi mencoba memisahkan mereka berdua.Namun gagal.Hingga dehaman seseorang menghentikan pukulan Nayla pada Rita.
"Sudah selesai bertengkarnya"ujar Zain sambil menatap datar pada dua mahasiswinya itu.
"Hehe…Maaf pak.Saya lupa kalo ada bapak"ujar Rita dengan cengirannya.Sedangkan Nayla menatap kesal ke arah Zain.
"Ada urusan apa bapak kesini?"ujar Nayla tanpa basa-basi.Nada bicaranya terdengar ketus.
Zain memandang datar kearah Nayla.
"Saya datang kesini hanya ingin memastikan keadaan kamu.Saya dengar kamu sakit gara-gara kelelahan.Apa itu gara-gara hukuman kemarin"tanya Zain kepada Nayla.
"Heeh…Menurut lo…"ujar Nayla ketus tanpa menoleh ke arah Zain.Kedua tangannya ia sedekapkan ke dada.
"Huuss…Gak boleh gitu Nay.Dia itu dosen lo"ujar Rita sambil menyenggol lengan Nayla.
"Bodo amat"jawab Nayla sambil memutar bola matanya malas.
"Duh maafin Nayla ya pak.Dia emang gitu orangnya.Suka ceplas-ceplos kalo ngomong.Tapi aslinya dia baik kok pak"ujar Rita menjelaskan karena merasa tidak enak kepada Zain,karena ucapan Nayla yang tidak bersaring itu.
"Hmm...Saya bisa memaklumi sikapnya kepada saya.Tapi saya tidak akan meminta maaf karena hukuman kemarin.Bagaimana pun juga hukuman itu pantas kamu dapatkan karena sudah berbuat ulah.Saya harap hukuman kemarin menjadi yang terakhir untuk kamu NAYLA SHAFIRA ADINATA"ujar Zain dengan nada tegas.
"Dan saya sebagai dosen yang bertanggungjawab karena membuat kamu sakit.Maka saya akan membayar biaya perawatan kamu"ujar Zain menambahkan.
"Gak perlu.Bapak kira saya gak bisa bayar sendiri apa.Simpen aja duit bapak itu"jawab Nayla dengan nada marah.Ia memalingkan wajahnya dari Zain.
"Terserah…Maaf saya harus pergi sekarang.Jangan khawatir saya akan tetap bertanggung jawab"ujar Zain kepada Nayla yang masih terlihat memalingkan wajahnya.
"Mari bu…Rita.Saya permisi"ujar Zain berpamitan kepada Bi sumi dan Rita.
"Oh iya.Silahkan Den…"ujar bi sumi dengan senyum ramah.
"Mari pak saya antar"ujar Rita menawarkan diri.Namun belum sempat ia mendekati Zain.Tangannya sudah di tarik oleh.
"Mau kemana lo Markonah"ujar Nayla sambil melotot ke arah Rita.Sedangkan Rita hanya nyengir kuda.
"Hehe…Ampun Nay…Gak jadi"ujar Rita cengengesan.Sungguh menghadapi Nayla yang sedang mode on itu mengerikan.Lebih mengerikan daripada ibu kos-kosan yang nagih uang iuran bulanan.
"Tidak perlu saya bisa sendiri"ujar Zain kepada Rita.
"Tuh dengerin,gak usah keganjenan jadi cewek"ujar Nayla kepada Rita.Sedangkan Rita memanyunkan bibirnya mendengar ucapan sahabatnya itu.Ia lalu memandang punggung pak Zain yang berjalan keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
...Sampai sini dulu ya…Tangan author udah keriting kebanyakan ngetik😌Jangan lupa likenya…Biar author semangat buat update setiap harinya…Babay👋😘...