
Beberapa hari setelah kejadian itu.Hubungan Nayla dan Zain mengalami sedikit kemajuan.Tak ada lagi kecanggungan seperti hari-hari sebelumnya.Terlebih sikap Zain yang tak sedingin dulu.Membuat Nayla merasa bahwa menikah dengan Zain tak seburuk bayangannya.
Hari-hari Nayla berjalan normal seperti biasa.Ia masih menggunakan motor untuk pergi ke kampus.Meskipun awalnya keinginan tersebut di tentang oleh sang mertua.Namun,bukan Nayla namanya jika tak bisa membujuk Santi.Dengan seribu satu alasan di otaknya serta jurus wajah memelas ampuh sakti mandra guna Nayla.Tentu saja mampu meluluhkan hati sang mertua.
Kini Nayla sedang bersama Rita di kantin.Terlihat mereka sedang asik mengupas kuaci dan memakannya.Sesekali mereka juga terlihat tengah bercanda dan tertawa riang.
"Eh…Nay lo penasaran gak sih?"
"Kenapa pak Zain bisa jadi dosen di sini"
"Ya…Secarakan lo tau sendiri pak Zain itu aslinya CEO"tanya Rita kepada Nayla.Terlihat Nayla hanya mengedikkan bahunya tak tahu.
"Eh…Omong-omong soal Pak Zain nih"
"Gimana hubungan lo sama dia?"
"Udah ada kemajuan belom"Rita menatap Nayla dengan ekspresi ingin tahu.
"Mm…Lumayan ada kemajuan sih"ucap Nayla.Mendengar itu wajah Rita nampak berbinar.Terlihat ia memasang senyum penuh arti ke arah Nayla.Nayla yang di tatap seperti itu oleh Rita,merasakan bulu kuduknya merinding seketika.
"Hehe…Udah maju sampai mana Nay?"
"Udah pada indehoy belom?"
Uhuk uhuk
Nayla tersedak seketika.Benar dugaannya.Rita pasti akan menanyai hal seperti itu.Sedangkan Rita nampak tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Nayla yang tidak karuan itu.
"Apaan sih Rit ada-ada aja deh pertanyaan lo"
"Ya jelaslah hubungan gue belom ampe sana"
"Ya kali gue begituan ama dia"Nayla terlihat bergidik ngeri.
"Ah masa sih lo kalian belom begituan"
"Lo tidur sekamar kan sama pak Zain?"tanya Rita,kali ini dengan ekspresi wajah yang serius.
"Iya"jawab Nayla enteng sembari memakan kuaci yang sudah ia kupas sebelumnya.
Rita menggelengkan kepalanya.
"Ini udah lebih dari seminggu lo Nay"
"Masa iya sih kalian belom pada buka segel"
"Ya emang gitu kenyataannya"
"Pak Zain gak pernah nyentuh gue tuh"
"Jangankan nyentuh gue,ngelirik aja paling lama mentoknya gak sampe satu menit"jawab Nayla acuh tak acuh.
__ADS_1
"Ck ck ck…Kayaknya ada yang salah deh sama Pak Zain"ujar Rita sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Maksud lo"tanya Nayla tidak mengerti.Ia memiringkan wajahnya ke arah Rita dengan ekspresi bingung.
"Ya lo pikir aja Nay,mana ada cowok normal bisa tahan satu kamar sama cewek"
"Apalagi kalo udah berlebel halal"
"Mana mungkin tahan,iya kan"ujar Rita kepada Nayla.
"Jadi maksud lo Pak Zain gak normal gitu"hanya terdengar seperti bisikan namun ada aura tak suka dari nada bicaranya.Meskipun Nayla belum mencintai Zain tetap saja ia tak terima jika suaminya di katai seperti itu.
"Cuma ada tiga kemungkinan"
"Pertama lo itu gak menarik buat dia"
"Kedua dia itu impo"
"Dan yang ketiga dia itu belok"ujar Rita dengan santai.
Pakk
"Aw…Sakit tau Nay"Rita mengelus kepalanya yang di pukul oleh Nayla.
"Lo itu ada-ada aja ya…"
"Mana mungkin pak Zain itu impo, apalagi belok"ujar Nayla dengan nada tak terima.
Rita mengerucutkan bibirnya.
"Coba lo pikir sendiri mana ada cowok normal yang bisa tahan selama itu"
"Gini ya…Sebaik-baiknya seorang cowo tetap aja dia punya *****"
"Apalagi lo sama pak Zain udah nikah"
"Pasti ada lah yang namanya khilaf biarpun gak sampe ke arah ranjang bergoyang"Nayla nampak berpikir setelah mendengar perkataan Rita.Jika di pikir-pikir lagi yang di katakan Rita ada benarnya juga.Nayla lalu melirik tubuhnya sendiri.Apa iya dia tidak terlihat menarik bagi Zain.Meskipun badannya pendek,tapi Nayla memiliki body yang cukup oke.Di tambah wajahnya itu sangat cantik untuk ukuran seorang perempuan tulen.Hanya perlu sedikit menambah tinggi badan dan polesan make up.Maka ia sudah sangat cocok menjadi seorang model.
"Masa sih pak Zain gitu?"tanya Nayla.Rita hanya mengedikkan bahunya.
"Ya kemungkinan yang kedua dan ketiga kan cuma perkiraan gue aja"
"Siapa taukan ternyata kemungkian pertama yang jadi alasannya"jawab Rita sambil mengedikkan bahunya.
"Ish…Masa cewek secantik gue gak menarik sama sekali sih buat dia"
"Biar pun badan gue pendek"
"Tapi untuk ukuran body masih oke lah"ucap Nayla tidak terima.
"Ya itu kan tergantung selera Nay"
__ADS_1
"Biar lo secantik apa pun kalo emang bukan seleranya lo bisa apa"Nayla menggembungkan pipinya tak terima mendengar perkataan Rita.
"Udah deh gak usah di gituin juga kali tuh pipi"
"Kalo emang penasaran,kenapa gak di tes aja"
"Biar lo tau apa alasan pak Zain gak nyentuh lo selama ini"ujar Rita kepada Nayla.Nayla nampak mengetuk dagunya beberapa kali.
"Iya juga ya…"
"Tapi gimana cara ngetes nya"tanya Nayla.Rita lalu mendekat dan membisik sesuatu kepada Nayla.
"Ih…Ogah gue"
"Masa iya gue harus pake baju itu lagi"tolak Nayla cepat.
"Haah…Lo udah pernah pake itu?"
"Kapan?"Rita sedikit terkejut mendengar pengakuan Nayla.
"Eh…Emm…anu…"Nayla nampak salah tingkah.Ia merutuki mulutnya sendiri karena sudah keceplosan di hadapan Rita.Sedangkan Rita menatap serius ke arah Nayla.
"Gu-gue pernah make itu pas hari pertama pindah kesana"
"Tapi gue bukan sengaja pake itu"
"Gue kepaksa,soalnya cuma baju itu yang kebawa ke kamar"Nayla langsung menjelaskan alasannya takut kalau Rita salah paham.
"Terus gimana reaksi pak Zain pas liat lo pake baju itu"tanya Rita dengan semangat.
"Dia gak liat gue pake itu soalnya gue tutupin pake selimut"
"Eh…Tapi…"Nayla seperti mengingat sesuatu.Nayla mengetuk pipinya berkali-kali.Tiba-tiba terlintas kejadian waktu di kamar mandi.Dan hal itu membuat Nayla terkejut.Ia baru ingat bahwa ia masuk kesana dalam keadaan masih memakai baju laknat itu.Nayla menutup mulutnya tak percaya.Bisa-bisanya ia baru sadar sekarang.Jika di ingat lagi,sudah dipastikan Zain pasti melihat semuanya.Karena waktu itu posisi mereka memang saling berhadapan.Namun bukan itu poin pentingnya.Yang jadi masalahnya adalah ekspresi Zain.Bukannya tergoda justru ia terlihat sangat marah.
Nayla mengusap wajahnya kasar.Apa benar yang di katakan oleh Rita,bahwa Zain itu tidak normal.
Rita yang melihat ekspresi Nayla seperti itu terlihat mengerutkan keningnya.
"Kenapa muka lo kek gitu"
"Ada yang salah ya"tanya Rita sambil menggoncang tangan Nayla.Nayla yang di tanya seperti itu terlihat gelagapan.
"Eh…Enggak kok Rit"
"Gak ada yang salah kok hehe…"Nayla tertawa garing sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.Rita yang mendengar jawaban Nayla tentu tidak percaya begitu saja.Namun belum sempat ia bertanya lebih jauh.Bel pertanda masuk kelas pun berbunyi.Terlihat Nayla menghela nafas lega.
"Eh…Udah bel tuh yuk kita ke kelas"Nayla langsung ngacir seketika meninggalkan Rita yang terlihat mendengus.
Sebisa mungkin Nayla menghindar dari Rita.Bahkan ia sampai diam-diam bolos untuk menghindari pertanyaan sesat dari Rita.Ia tidak mau sampai keceplosan lagi dan ujung-ujungnya dia sendiri yang malu.
...^^^*Maaf ya karena author baru bisa update sekarang.Soalnya kemarin demam author tambah parah.Ini aja sebenarnya author masih rada gak enak badan.Tapi tetap author paksain buat nulis,takut readers pada nungguin.^^^...
__ADS_1
......Doain aja ya semoga author cepet sembuh biar bisa up kek biasanya.......
...Dan sekali lagi author minta maaf buat readers semua*…...