Bule Ganteng Suamiku

Bule Ganteng Suamiku
Kencan ala Zain


__ADS_3

"Kita mau kemana Pak"tanya Nayla kepada Zain yang sedari tadi hanya diam.


"Nganter kamu pulang"jawab Zain datar.Nayla hanya ber oh ria.Lalu suasana kembali sunyi.Tidak ada yang mau memulai obrolan.Nayla yang merasa bosan hanya memainkan ponselnya.Zain sempat menoleh sekilas ke arah Nayla dengan tatapan yang sulit di artikan.Lalu kembali fokus menatap ke depan.


Zain menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah restoran seefood.


"Loh kita ngapain berenti disini pak,katanya mau anterin saya pulang"tanya Nayla kepada Zain.


"Saya laper mau makan,emang kamu gak"tanya Zain sambil mematikan mesin mobilnya.


"Nggak…Saya gak laper"jawab Nayla cepat.


Kruyuukkk…


"Cih…Perut kamu lebih jujur daripada mulut"ujar Zain sambil tersenyum sinis.Lalu ia keluar dari mobil meninggalkan Nayla yang terlihat malu.


Zain memasuki restoran di ikuti oleh Nayla di belakang.Kedatangan Zain menjadi sorotan orang-orang yang berada di dalam restoran itu terutama para kaum hawa.


Wajahnya yang terlihat datar menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang melihatnya.Zain hanya diam mendengar suara-suara wanita yang memuji-muji ketampanannya.Sedangkan Nayla hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah para wanita itu.


Zain berjalan menuju salah satu meja yang terlihat kosong.Ia menarik salah satu kursi lalu duduk dengan tenang.Nayla melakukan hal yang sama,mereka duduk dengan posisi saling berhadapan.Seorang pelayan wanita mendatangi meja mereka untuk mencatat pesanan.


"Selamat datang di restoran kami"


"Mau pesan apa"tanya pelayan itu dengan sopan sambil tersenyum kepada mereka berdua.Tidak.Lebih tepat hanya kepada Zain.


Zain membolak-balik buku menu tersebut.


"Saya pesan lobster goreng,cumi lada hitam dan satu porsi nasi"


"Untuk minumannya saya pesan jus jeruk nipis dengan madu"ujar Zain kepada pelayan tersebut.


"Baik"


"Kalo mbaknya mau pesan apa"tanya pelayan itu kepada Nayla yang terlihat bingung.


"Ada apa"tanya Zain kepada Nayla.

__ADS_1


"Saya bingung mau pesan apa,semuanya kelihatan enak"jawab Nayla kepada Zain.


"Pesan apa aja yang kamu mau,saya yang bayar"ujar Zain kepada Nayla.Mendengar itu Nayla merasa sangat senang.Walaupun sebenarnya Nayla mampu untuk membayar makanan yang ia pesan.Tapi siapa yang tidak suka sesuatu yang berbau gratis.Terlebih jika itu adalah makanan.Tentu saja Nayla dengan senang hati menerimanya.


"Okeyy…Kalau gitu saya pesen"


"Cumi lada hitam,kepiting goreng bumbu pedas,kerapu bakar,udang asam manis,gurita tusuk sama lobster gorengnya masing-masing satu porsi"


"Minumnya saya pesen jus jeruk sama stroberry satu"


"Ohh iya lava cakenya satu"


"Terus nasinya dua porsi"


"Udah itu aja"ujar Nayla sembari meletakkan buku menu.Pelayan yang mencatat pesanannya pun sempat terbengong mendengar pesanan Nayla yang sangat banyak.Begitu juga dengan Zain.


"Baik"


"Apa ada yang mau di pesan lagi"tanya pelayan itu.


"Udah itu aja dulu,nanti kalo kurang saya pesen lagi"jawab Nayla sambil tersenyum.Pelayan itu menggangguk lalu pergi menuju dapur.


"Kenapa emangnya"


"Uang bapak gak cukup ya"bukannya menjawab pertanyaan Zain.Nayla justru balik bertanya.


"Bukan gitu,maksud saya apa kamu sanggup ngehabisin semua makanan itu"ujar Zain kepada Nayla.


"Tenang aja,saya sanggup kok"jawab Nayla enteng.


Sekitar 10 menit makan mereka pun sudah tersedia.Nayla menatap hidangan yang ada di hadapannya dengan wajah berbinar.Tanpa menunggu di persilahkan Nayla langsung menyantap makanan tersebut dengan lahap.Ia bahkan tidak peduli pada tatapan orang-orang yang melihatnya dengan sinis.Mungkin mereka mengganggap bahwa Nayla adalah seorang gadis miskin yang kebetulan mendapat keberuntungan.Sedangkan Zain menatap Nayla dengan takjub.Ia mengulas senyum tipis di bibirnya.Menurutnya Nayla adalah gadis yang unik.


Seumur hidupnya ia belum pernah bertemu dengan gadis seperti Nayla, yang terlihat tidak jaim saat makan.Meskipun Zain belum pernah berkencan dengan wanita manapun.Tapi Zain sering bertemu dengan kolega-kolega bisnisnya yang merupakan seorang wanita.Kebanyakan dari mereka selalu memperhatikan tatakrama ketika makan.Dan biasanya mereka hanya akan makan beberapa suap.


Berbeda dengan Nayla,ia bahkan tidak segan makan dengan tangan kosong tanpa sendok ataupun garpu.Zain terus memperhatikan Nayla.Nayla yang merasa di perhatikan segera menatap ke sumbernya.


"Ada apa pak"tanya Nayla sambil mengkerutkan keningnya.Zain yang ditanya seperti itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Tidak ada,apa enak jika makan dengan cara seperti itu"tanya Zain kepada Nayla.


Nayla mengangguk.


"Iya…Bapak coba aja sendiri nih…"ujar Nayla spontan mengulurkan tangannya yang berisi udang yang sudah di kupas ke mulut Zain.Zain sempat tertegun namun dengan cepat ia membuka mulutnya dan menerima suapan dari Nayla.


"Gimana…Enakkan"tanya Nayla kepada Zain.


"Kamu benar,terasa lebih nikmat"ujar Zain kepada Nayla.


"Lain kali saya akan coba makan seperti itu"sambung Zain sambil menatap Nayla.Nayla hanya mrngangguk kemudian melanjutkan makannya.


Sekitar beberapa menit Nayla telah menghabiskan semua makanannya.


"Haahh…Kenyangnya…"ujar Nayla sembari mengelus perutnya yang sudah terisi penuh.


"Heeh…Gimana gak kenyang"


"Kamu makan sangat banyak,seperti orang yang belum makan selama berhari-hari"ujar Zain tersenyum sinis.


"Pantas aja kamu berat banget pas saya gendong,padahal badan kamu kecil"


"Ternyata makannya melebihi porsi seorang kuli"ujar Zain dengan senyum mengejek.Nayla yang mendengar itu menggembungkan pipinya.Ia kesal mendengar perkataan Zain yang mengatakan bahwa dirinya berat.


"Saya itu gak berat ya"


"Bapaknya aja yang lembek"jawab Nayla dengan nada yang sewot.


"Apa kamu bilang,saya lembek"ujar Zain melotot ke arah Nayla.


"Iya…Bapak itu LEMBEK"jawak Nayla dengan menekan kata lembek kepada Zain.Dan tentu saja perkataan Nayla membuat Zain sangat marah.


"Berani kamu bilang saya lembek"


"Okeyy…akan saya buktikan bahwa saya itu tidak lembek"ujar Zain sembari mengangkat tubuh Nayla seperti sedang mengangkat sekarung beras.


"Huaahh…Apa-apaan ini…Turunin saya…"teriak Nayla sambil meronta-ronta.Namun teriakan Nayla tidak di di dengarkan oleh Zain.Ia bahkan tidak peduli pada tatapan heran orang-orang yang berada di restoran tersebut.

__ADS_1


Setelah membayar.Zain keluar dari restoran tersebut dengan terus membopong tubuh Nayla yang terlihat masih meronta-ronta.Zain menghempas tubuh Nayla kedalam mobil dan mengunci pintunya.Ia lalu masuk dan mengemudikan mobilnya pergi meninggalkan restoran itu.


__ADS_2