
Nayla terus berlari menyusuri koridor sambil menjerit ketakutan.Saking takutnya Nayla bahkan tidak peduli tatapan aneh orang-orang kepadanya.
Nayla berhenti sejenak sambil mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.
"Ya Allah capek banget…"
"Tuh setan ngapain juga nongol siang-siang begini"
"Mana pake nakutin gue segala lagi"
"Emang setan tuh setan…"Nayla mengelap keringatnya yang bercururan.
Puk…
"Akhhh…"
"Ampun tan…Ampun…"
"Jangan apa-apain gue…:
"Gue masih pengen idup…"
"Pengen ngerasain yang namanya surga dunia…"Nayla terus berkomat-kamit ketakutan.Ia tidak berani menengok kebelakang.
"Woyy…Nayla…"
"Ini gue…Rita…Bukan setan…"Nayla menoleh lalu menghela nafas lega.
"Ya Allah Rita…"
"Bisa gak sih kalo mau nongol itu bilang-bilang"
"Lama-lama udah kek jelangkung aja lo"Nayla menatap tajam ke arah Rita.
"Sembarangan aja kalo ngomong"
"Cantik-cantik gini di samain ama jelangkung"
"Emang lo darimana sih"
"Lari-lari gak jelas kek tadi"
"Gak malu apa diliatin ama satu kampus"Rita menatap jengah ke arah Nayla.
"Udah ah gak usah dibahas"
"Serem mah kalo gue ceritain"
"Mending kita kekelas"
"Lama-lama disini bisa bikin sawan tau gak"Nayla bergidik ngeri sambil menoleh ke arah gudang yang ada di samping mereka.
"Ck…Jadi orang kok penakut banget"
"Sama hantu doang takut lo…"Nayla memanyunkan bibirnya mendengar cibiran Rita.
"Emang kalo lo yang di gangguin ama setan"
"Lo berani gitu"Nayla berkacak pinggang ke arah Rita.
"Ya jelas…Nggak lah…"
"Gue mana berani…"
"Yuk ah kita pergi aja…"
"Lama-lama merinding juga gue disini"Rita menyentuh tengkuknya yang terasa meremang.Ia lalu menarik Nayla pergi dari sana.
Sepulang dari kampus.Nayla dan Rita langsung pergi ke kediaman Adinata untuk mengambil motor Nayla.Sebelumnya Nayla sudah meminta ijin terlebih dulu kepada Santi bahwa ia akan pulang agak terlambat.
"Eh…Nay gimana hari pertama lo jadi menantu di sana"
"Ada kejadian langka gak"tanya Rita dengan wajah berbinar.
"Gak ada sih,kemarin gue cuma di ajak ngemall seharian sama mertua gue"jawab Nayla tanpa menoleh ke arah Rita.
__ADS_1
"Masa sih"
"Terus tadi malem lo tidur dimana"
"Lo sekamar sama pak Zain kan?"Nayla hanya mengangguk, ia nampak fokus menatap layar ponselnya.Melihat reaksi Nayla yang seperti itu membuat Rita semakin kepo saja.
"Terus tadi malem ada tragedi pembobolan gawang gak"
"Gimana rasanya Nay…"
"Ceritain dong"Rita nampak bersemangat.Berbeda dengan Nayla.Ia mengkerutkan keningnya mendengar pertanyaan dari Rita.
"Lah mana gue tau"
"Orang tadi malem gue kagak nonton bola"
"Lagian gue juga kagak suka nonton yang begituan"
"Mending gue ngedrakor"Nayla hanya menjawab acuh tak acuh.Sedangkan Rita terlihat menepuk dahinya mendengar jawaban Nayla.Ternyata Nayla salah mengartikan pertanyaannya.
"Bukan bola yang itu ogeb…"
"Lah…Terus…"Nayla menaikan sebelah alisnya.Rita membisikkan sesuatu pada Nayla.Seketika wajah Nayla berubah merah layaknya tomat.
"Astagfirullah Rita…"
"Bisa-bisanya lo ngomong begituan…"Nayla memukul tangan Rita.
"Adaaww"
"Ehehe…Habisnya lo polos banget sih Nay…"
"Di kasih kode malah gak ngerti…"Rita nampak tertawa melihat ekspresi Nayla.Entah kenapa akhir-akhir ini ia sangat suka menggoda Nayla.
"Gimana Nay…"tanya Rita lagi.
"Gak ada"jawab Nayla cepat.Wajahnya terlihat memerah.
"Masa?"Rita terus-terusan menggoda Nayla yang nampak semakin salah tingkah saja.
"Beneran gak ada kok…"pertanyaan Rita yang ambigu membuat Nayla gugup.Meskipun memang tidak terjadi apapun antara dirinya dan Zain.Namun tetap saja,pertanyaan Rita membuat ia teringat kejadian tadi pagi.
"Masa sih?"
"Kalo emang gak ada apa-apa,kenapa gugup gitu"
"Hayo ngaku…"
"Habis berapa ronde tadi malem"Rita tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Nayla yang semakin gelagapan itu.
"Nayla…Nayla…"
"Bilangnya gak doyan tapi di tetep embat juga"
"Emang bener kata orang cinta sama benci itu beda tipis hahaha…"Rita memegang perutnya yang terasa geli.Sedangkan Nayla jangan tanya seperti apa wajahnya sekarang.Lebih merah bila dibandingkan dengan kepiting rebus.
Bugh…
"Adaaww…"Rita mengelus kepalanya.Nampak Nayla menatap tajam ke arahnya.
"Puas lo ngejek gue dari tadi"Nayla berkacak pinggang ke arah Rita dengan mata yang melotot.Sedangkan Rita hanya cengengesan ditatap seperti itu oleh Nayla.
"Ehehe…Peach Nay…"Rita mengacungkan dua jarinya hingga membentuk huruf V ke arah Nayla.
"Heuuh…"Nayla hanya mendengus ke arah sahabatnya itu.Ia lalu memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil.
"Hehe…Becanda Nay…Gitu aja ngambek"Rita mencolek dagu Nayla.
"Becandaan lo gak lucu tau"Nayla terlihat cemberut.
"Iya sorry deh kalo gitu…"ujar Rita tanpa menoleh ke arah Nayla.Nayla hanya berdeham.Tak ada percakapan lagi setelahnya.Suasana mobil kembali sunyi hingga mereka berdua sampai di kediaman Adinata.
Rita menghentikan mobilnya tepat di depan gerbang rumah.
"Gak mau mampir dulu nih"tanya Nayla kepada Rita.
__ADS_1
"Gak dulu deh…Habis ini gue mau ketemu sama bebeb gue hehe…"Rita nampak cengengesan.Nayla hanya memutar bola matanya malas.
"Dasar…"
"Yaudah,gue ke dalam dulu…Bye…"Nayla keluar dari mobil Rita.
"Okey…Bye…"
"Titip salam buat bang Nathan sama bi Sumi"teriak Rita dari dalam mobil.Nayla hanya mengacungkan jempolnya tanpa menoleh ke arah Rita.
Nayla memasuki kediaman orangtuanya.Ia mengkerutkan keningnya begitu melihat sebuah mobil yang nampak asing terparkir di depan halaman rumahnya.Namun ia mencoba tak peduli.Nayla membuka pintu rumah yang ternyata tidak di kunci.
Sesaat setelah ia masuk.Terdengar suara seperti orang berbincang-bincang dari ruang tamu.Nayla menilik sekilas.
Nampak kedua orangtuanya sedang berbincang dengan seorang wanita yang tak lain adalah Santi mertuanya.Nayla terlihat terkejut.Ia lalu mendekati mereka bertiga.
Melly yang melihat kedatangan putrinya.Langsung menarik Nayla untuk bergabung.
"Nayla sayang…"
"Kamu udah dateng…"
"Sini duduk samping Bunda"Melly meneluk sofa di sebelahnya.Nayla terlihat mengangguk lalu duduk di samping Melly.Ia lalu menoleh ke arah Santi yang terlihat tersenyum ke arahnya.
"Mama Santi kok bisa ada disini"tanya Nayla penasaran.Santi nampak terkekeh.
"Sebenarnya,sebelum kamu minta ijin tadi"
"Mama lagi disini"
"Buat ngebahas acara resepsi kamu sama Zain"ujar Santi kepada Nayla.
"Rencananya sih,acaranya mau kita adain bulan depan"sambung Santi.
"Haah…Bulan depan?"Nayla terkejut mendengar perkataan Santi.
"Kenapa sayang…Kelamaan ya?"
"Yaudah gimana kalo minggu depan?"usul Santi dengan wajah yang berbinar.Nayla menggeleng cepat.
"Bukan gitu Ma…"
"Tapi apa gak kecepetan kalo resepsinya di adain bulan depan"
"Kan banyak yang harus di siapin"sebisa mungkin Nayla mencari alasan untuk menunda resepsi tersebut.
"Udah…Kamu tenang aja…"
"Biar Mama yang urus itu"
"Kamu tinggal siapin diri kamu dan pilih dekorasi seperti apa yang kamu suka"Nayla hanya tersenyum kecut mendengarnya.Memang susah kalo punya mertua sebaik Santi.Ingin menolak tapi tidak enak.Pada akhirnya Nayla hanya bisa mengangguk setuju.
"Gimana Kak?"
"Nayla udah setuju tuh"Santi menatap ke arah Wira dengan wajah yang berbinar.
"Baiklah…Karena Nayla udah setuju…"
"Kita juga setuju"ujar Wira sambil menatap putrinya.
"Tapi…Gimana sama Zain?"
"Apa dia sudah setuju?"tanya Melly kepada Santi.
"Dia sudah setuju kok Kak"Melly hanya manggut-manggut mendengarnya.
"Yaudah kalo gitu,aku mau pulang dulu nih"
"Nayla mau pulang sekarang atau nanti aja"tanya Santi sambil menoleh ke arah Nayla.
"Nanti aja Ma…"jawab Nayla sambil tersenyum.
"Yaudah Mama duluanya ya sayang"Santi mencium pipi Nayla kiri dan kanan.
"Kak aku pulang dulu,nanti kita bahas lagi"Santi berpamitan kepada Wira dan Melly,mereka hanya mengangguk.
__ADS_1
...Sampai disini dulu ya…...
...Babay…...