
Mendengar perkataan Santi Nathan langsung berdiri lalu menghampiri mertua dari adiknya itu.
"Beneran…Tante gak bohongkan?"tanya Nathan memastikan.Santi terlihat mengangguk.
"Tapi…Wanita itu di temukan dalam keadaan meninggal dunia"perkataan Santi membuat Nathan sangat terkejut.
"Haah…Bagaimana bisa?"
"Kenapa wanita itu bisa meninggal?"Santi terlihat menghela nafas sebelum mengatakan kalimat selanjutnya.
"Kata para polisi, jasad wanita itu di temukan di dalam mobilnya yang berada di sebuah jurang"
"Jasadnya terbakar hangus bersamaan dengan mobil yang ia tumpangi"
"Awalnya mereka tidak mengenali identitas dari jasad tersebut"
"Tapi setelah di periksa lebih lanjut ternyata itu adalah jasad wanita itu"
"Polisi menduga wanita itu mengalami kecelakaan akibat jalanan yang licin dan tidak bisa mengendalikan laju kendaraan"
"Hingga membuat mobilnya menghantam pembatas jalan kemudian jatuh ke jurang lalu terbakar"ucap Santi panjang lebar.
Nathan terlihat manggut-manggut mendengar penjelasan Santi.
"Dan…Kita di suruh ke kantor polisi sekarang juga"
"Walaupun sebenarnya itu hal yang tidak perlu karena si pelaku sudah di temukan meskipun dalam keadaan meninggal dunia"
"Tapi keluarga dari pelaku tidak terima"
"Mereka menuntut kita untuk bertanggung jawab"Nathan mengkerutkan keningnya.
"Bagaimana bisa mereka mau menuntut kita?"
"Memangnya apa salah kita?"pertanyaan dari Nathan hanya bisa di jawab Santi dengan gelengan kepala.
"Entahlah…Tante juga gak tau"
"Tapi…Lebih baik kita ke kantor polisi sekarang"ajak Santi kepada mereka berdua.Mereka hanya membalas ajakan Santi dengan anggukan tanda setuju.
Setelah mendapat kabar tersebut mereka bertiga memutuskan untuk pergi ke kantor polisi.Jika Santi Dan Nathan terlihat tegang maka berbeda halnya dengan Zain.Wajahnya terlihat sangat tenang seakan sudah tahu bahwa hal ini akan terjadi.Dan ketenangannya tersebut membuat Nathan sedikit curiga.Terlebih saat Nathan mendengar perkataan Zain sebelumnya.Itu semakin menambah dugaannya bahwa apa yang terjadi pada Devi ada hubungannya dengan Zain.
__ADS_1
Sedangkan di rumah sakit terlihat Nayla sedang melamunkan sesuatu.Entah apa yang sedang ia pikirkan.Bahkan kedatangan Rita pun tak di sadari oleh Nayla.
Jangan tanya mengapa Rita bisa tau keberadaan Nayla sekarang.Tentu saja ia mendengar itu dari Nathan.Ia juga di beri tau tentang keadaan Nayla yang mengalami amnesia hingga membuat Rita harus berhati-hati dalam berbicara atau kondisi Nayla akan semakin memburuk.
Rita berjalan mendekati Nayla lalu menyentuh pundak sahabatnya itu.
Merasa ada yang menyentuh pundaknya Nayla langsung menoleh.Terlihat Rita yang tersenyum ke arahnya.
"Rita…"Nayla langsung memeluk sahabatnya itu dengan sangat erat hingga membuat Rita kesulitan bernafas.
"Huh…Huh… Nay…Lo meluknya kekencengan"
"Gue gak bisa nafes"mendengar itu Nayla langsung melepaskan pelukannya.
"Eh…Sorry Rit gue gak sengaja"
"Ya Allah Nay…"
"Lo kalo mau meluk kira-kira dong…"
"Gue hampir mokad tau gak"ucap Rita sambil mengatur nafasnya.
"Cih…Lebay deh lo"
"Kecuali kalo lo di peluk ama gorila"ejek Nayla kepada Rita.
"Lah emang lo ama gorila ada bedanya ya"balas Rita tak kalah menyebalkan.
"Sue lo"
"Temen sendiri di katain gorila"ujar Nayla sambil memukul Rita yang terlihat tertawa.
"Hehe…Canda Nay"Nayla hanya mendengus.
"Eh gimana keadaan lo?"tanya Rita kemudian.
"Alhamdulillah gue baik-baik aja"
"Cuma pusing dikit tapi gakpapa kok"jawaban Nayla membuat Rita merasa lega.
"Syukur deh kalo gitu"ucap Rita sambil menghela nafas lega.
__ADS_1
"Eh…Kok lo bisa tau gue di rumah sakit sih"
"Ooh gue tau,pasti bang Nathan kan yang ngasih tau lo"Rita terlihat mengangguk.
"Iya bang Nathan yang kasih tau"
"Dia juga minta gue buat nemenin lo di sini"
"Soalnya dia ada urusan katanya"Nayla terlihat manggut-manggut mendengar penjelasan Rita.
"Tapi kenapa bukan bi Sumi aja yang nemenin gue"
"Bukannya gue gak suka di temenin sama lo ya"
"Tapi gue tau lo pasti sibukkan"ucap Nayla tak enak hati.
"Gak kok"
"Tenang aja,gue lagi free sekarang"
"Lagian bi Sumi lagi pulang kampung"
"Cucunya lagi sakit makanya bi Sumi harus pulang dan gak bisa nemenin lo"
"Kalo pun bi Sumi bisa"
"Gue bakal tetep kesini buat nemenin lo"
"Kita kan sahabat"perkataan Rita membuat Nayla terharu.
"Uuuhh…Co cwiitt banget sih…"
"Jadi tambah sayang deh…"ucap Nayla sambil mencoba memeluk dan mencium Rita.
"Idiih…Gelayy banget…"
"Jauh-jauh sana…"melihat perlakuan Nayla,Rita langsung mendorong bibir Nayla yang terlihat manyun itu kebelakang.Namun karena dorongan Rita terlalu kencang Nayla sampai terjungkang kebelakang lalu jatuh dari tempat tidur.Dan nahasnya kepala Nayla terbentur meja dan membuatnya pingsan seketika.
Rita yang melihat hal itu langsung panik.Ia lalu menekan tombol darurat yang ada di samping tempat tidur.
Tak berselang lama dokter pun datang bersama beberapa orang sunter.Mereka terlihat serius menangani Nayla yang tak sadarkan diri.
__ADS_1
Sedangkan Rita ia terlihat sangat khawatir.Ia bahkan sampai lupa mengabari yang lain tentang kondisi Nayla.
Terlihat Rita menoleh berkali-kali ke arah pintu ruang rawat Nayla.Ia sangat merutuki kecerobohannya karena sudah membuat Nayla pingsan.