Bule Ganteng Suamiku

Bule Ganteng Suamiku
Pulang bareng


__ADS_3

Setelah selesai meluapkan kekesalannya.Rita mengajak Nayla ke kantin untuk kembali mengisi tenaga yang sempat terkuras akibat aksi saling kejar-kejaran.


"Nih minuman lo"ujar Rita seraya menyerahkan sebotol air mineral kepada Nayla"


"Thank's Rit"ucap Nayla sembari mengatur nafasnya yang masih ngos-ngosan akibat di gelitiki oleh Rita


Rita menenggak minumannya dengan sedikit terburu-buru.


"Pelan-pelan Rit,nanti keselek lagi"tegur Nayla kepada Rita.


"Haus banget gue,ngejar-ngejar lo dari tadi"jawab Rita sambil menenggak kembali minumannya.


"Siapa suruh lo ngejar-ngejar gue"ujar Nayla memutar bola matanya malas.


"Habisnya lo nyebelin banget"


"Gue pengen nyium bang Nathan malah lo halangin"


"Sekali-kali napa Nay bikin temen sendiri seneng"ujar Rita memanyunkan bibir.


"Gue gak masalah ya kalo lo mau nyium siapa pun,asal jangan abang gue"


"Mentang-mentang udah di anggap adik sama bang Nathan lo bisa seenaknya modusin dia"


"Abang gue itu masih polos"


"Jangan sampe kepolosan abang gue terkontaminasi sama otak mesum lo itu"


"Lagian ya Rit,bagaimanapun juga kalian itu bukan muhrim"Ujar Nayla menasehati Rita.


"Iya deh… Ibu ustadzah…"jawab Rita mengalah.Ia lebih baik mengiyakan semua perkataan Nayla


,daripada harus mendengarkan ceramah panjang sahabatnya yang sudah seperti Mamah Dede itu.


"Ehh…Btw lo tadi sembunyi dimana sih Nay"


"Gue cariin kemana-mana tapi gak ketemu"tanya Rita kepada Nayla.Ia lalu menenggak kembali minumannya.


"Gue tadi sembunyi di ruangan dosen"jawab Nayla enteng.


"Uhuk…Uhuk…"Rita terbatuk mendengar jawaban Nayla.


"Serius lo sembunyi disana"tanya Rita memastikan.Nayla hanya mengangguk.


"Astaga Nayla…"


"Terus lo gak di tegur ama dosen apa, lo masuk kesana"


"Btw di sana ada pak Zain gak"tanya Rita kepo.Nayla hanya diam tidak menjawab pertanyaan Rita.Ia terlihat asyik memakan kuaci.


"Jawab napa Nay"ujar Rita sambil memukul tangan Nayla.


"Pertanyaan lo gak penting,males gue jawabnya"ucap Nayla kepada Rita yang terlihat cemberut.


Lalu Nayla menoleh ke arah pintu kantin.Terlihat bu Devi memasuki kantin dengan wajah yang kesal.Melihat itu Nayla tidak bisa tidak tertawa.Ia kembali teringat kejadian yang terjadi di ruang dosen sebelumnya.Rita yang melihat Nayla yang tiba-tiba tertawa,mengernyitkan dahinya.


"Kenapa lo,ketawa-ketawa sendiri"


"Kesambet ya lo"tanya Rita heran.


"Ehh…Coba lo liat itu"ujar Nayla sambil menunjuk ke arah Bu Devi.Rita mengikuti arah yang di tunjuk Nayla.Terlihat bu Devi yang sedang marah-marah kepada salah satu mahasiswi entah apa sebabnya.


"Bu Devi pagi-pagi dah marah-marah aja"


"Kita pergi aja yuk Nay,dari pada kita kena sembur juga"ajak Rita sambil bergidik ngeri.Ia sangat kenal seperti apa tempramental bu Devi itu.Suka marah-marah hanya karena masalah sepele.


"Eh…Lo mau tau gak kenapa bu Devi kek gitu"ujar Nayla kenapa Rita.


"Emang habis kenapa dia Nay"tanya Rita kepo.Lalu Nayla menceritakan kejadian di ruang dosen.

__ADS_1


"Pffft…Keganjenan sih jadi cewek"ujar Rita mencoba menahan tawanya.


"Iya…Semua cowok dari yang dosen sampe mahasiswa di godain sama dia"


"Gak habis pikir gue,kok bisa ya dosen kek gitu di terima di kampus ini"


"Udah galak,sombong,ganjen lagi"ujar Nayla sambil bergidik.


"Iya…Mana dandanannya menor banget lagi"


"Lebih mirip tante girang yang ada di pengkolan sana tuh dari pada dosen"


"Gue gak bisa bayangin perasaan cowok-cowok yang suka dia godain"


"Pasti mati-matian nahan mual sama muntah"ujar Rita sambil tertawa begitu juga dengan Nayla.


"Iya…Pak Zain aja sampe nyemprotin setengah botol handsanitizer ketangannya"


"Gara-gara di sentuh sama bu Devi"ujar Nayla terkekeh geli.


"Woahh…Gilaa seehh…Ampe segitunya…Haha…"ujar Rita sambil tertawa.


"Eh…Tapi kok, lo bisa keluar dari sana"


"Emang gak di marahin sama pak Zain"tanya Rita kemudian.


"Ya pasti di marahin lah,mana tadi sempet di jewer lagi"


"Untuk gue cerdik jadi bisa keluar dari sana"ujar Nayla dengan bangga.


"Dihh…Gitu doang bangga lo"ujar Rita memutar bola matanya jengah.


"Ehh…Btw gimana rasanya di jewer sama tunangan sendiri"


"Pasti damagenya beda ya kan"ujar Rita sambil tertawa mengejek.


"Mau tau rasanya gak"


"Aw…Aw…Sakit Nay…"jerit Rita sambil memegang telinganya yang di jewer oleh Nayla.


"Rasain…Makanya jangan suka ngejek gue"


"Dah lah mending gue ke kelas"ujar Nayla seraya meninggalkan Rita yang terus mengumpatnya.


"Dasar temen gak ada akhlak"ujar Rita sambil mengelus-elus telinganya lalu menyusul langkah Nayla.


Sepulang kampus


"Aduuhh…Mana sih ojolnya"


"Kok lama banget sih nyampenya"


"Mana panas banget lagi"


"Lama-lama bisa item nih kulit"ujar Rita sembari mengipas-ngipas wajahnya menggunakan tangannya.


"Berisik banget sih lo"


"Paling bentar lagi nyampe"ujar Nayla kepada Rita.


"Kapan nyampenya Nay…"


"Udah 20 menit kita nunggu dari tadi"ujar Rita kesal.


"Udah sih jangan banyak ngeluh"


"Jadi orang itu harus sabar"


"Inget,orang sabar pant*tnya lebar"ujar Nayla sambil tertawa.

__ADS_1


"Dih…Najong…"


"Lo gak liat ****** gue udah segede gaban gini gara-gara kebanyakan sabar"ujar Rita sambil menatap kesal ke arah sahabatnya itu.


Tit tit


Terdengar bunyi klakson motor.


"Atas nama mbak Rita"ujar bapak ojol itu.


"Lama banget sih pak"


"Saya tungguin dari tadi juga"ujar Rita kepada ojol tersebut.


"Maaf neng tadi macet,ada yang kecelakaan makanya lama"ujar bapak itu menjelaskan.


"Udahlah Rit"


"Gih sana pulang"


"Bapak ojolnya udah datang tuh"ujar Nayla kepada Rita


"Gak papa nih gue duluan"tanya Rita kepada Nayla.


"Iyaahh…Gak papa"


"Daripada gue denger suara cempreng lo terus dari tadi"


"Mending lo pulang"jawab Nayla enteng.


"Sialan lo"


"Yaudah gue duluan ya"


"Kalo ada apa-apa telpon gue"ujar Rita sembari memakai helm.


"Siaapp…"jawab Nayla sambil mengacungkan jempolnya kearah Rita.


Sekitar sepuluh menit Nayla menunggu.Tapi belum juga ada tanda-tanda ojol yang menjemputnya.


"Duh…Kok belum dateng-dateng ya"


"Mana udah sore lagi"ujar Nayla sembari melihat arlojinya.


Triingg…


Ponsel Nayla berbunyi pertanda sebuah pesan masuk.


"Haah…Gak bisa jemput"ujar Nayla ketika membuka isi pesan yang terjadi di kirim oleh ojol yang sedari tadi ia tunggu.


"Ini gimana sih ojolnya"


"Bilang dari tadi kek"


"Kan gue gak harus nunggu lama kek gini"umpat Nayla kesal.


Lalu sebuah mobil mewah berhenti tepat di depan Nayla.Nayla mengerutkan dahinya bingung.Karena merasa tidak mengenali mobil itu.Nayla sedikit memundurkan langkahnya waspada.


Pintu mobil itu pun terbuka.Lalu nampaklah seorang pria tampan yang sangat Nayla kenali.


"Pak Zain"ucap Nayla setengah terkejut.


"Masuk"ucap Zain datar sambil membukakan pintu untuk Nayla.


"Saya gak mau"tolak Nayla.


"Masuk atau saya seret"ujar Zain dingin.


"Nggak…Saya gak mau"tolak Nayla lagi.Lebih baik ia menunggu ojol lain daripada harus satu mobil dengan dosen kulkas itu yang kini telah berstatus sebagai tunangannya.

__ADS_1


Mendengar penolakan dari Nayla.Zain akhirnya mendekati gadis itu dan menggendongnya ala bridal style.Nayla yang terkejut mendapat perlakuan seperti itu spontan memeluk leher Zain.Wajahnya memerah karena baru pertama kali di gendong oleh pria lain selain kakaknya.


Zain memasukan Nayla kedalam mobil dan menutup pintunya.Nayla yang telah sadar dari keterkejutannya.Mencoba membuka pintu mobil Zain.Namun tatapan Zain yang dingin kepadanya membuat nyali Nayla menciut.Ia duduk patuh sambil menundukkan pandangannya.Dalam hati terus mengumpat Zain.Sedangkan Zain terlihat santai mengemudikan mobilnya tanpa mempedulikan wajah Nayla yang cemberut.


__ADS_2