Bule Ganteng Suamiku

Bule Ganteng Suamiku
Baju Laknat


__ADS_3

Setelah kepergian dua orang itu.Nayla dan Santi nampak tertawa terbahak-bahak.


"Nayla…Kamu top banget sih…"


"Mama bangga sama kamu…"


"Akhirnya setelah sekian lama,ada juga yang bisa bikin si nenek sihir itu diam tak berkutik"ujar Santi sambil terus tertawa.


"Menantu siapa dulu dong…"


"Santi gitu loh…"sambung Santi dengan bangga.Mereka terlihat menyentak rambut mereka ke samping,lalu kembali tertawa.Sedangkan Zain hanya geleng-geleng kepala, melihat tingkah istri dan mamanya yang sangat mirip itu.


Setelah puas berbelanja.Santi pun mengajak mereka untuk pulang.


Malam hari…


Setelah selesai makan malam.Terlihat Nayla dan Santi tengah sibuk melihat barang belanjaan mereka.Santi tampak bersemangat membuka paperbag satu-persatu.Lain halnya dengan Nayla,ia terlihat kurang berselera.


"Nayla…Barang-barang kamu di letakin di sini dulu ya…"


"Soalnya ruang ganti di kamar Zain penuh"


"Mama lupa nyuruh pembantu buat beresin tadi"


"Kamu bawa satu baju dulu ya…"


"Buat baju ganti kamu nanti"ujar Santi sambil menyerahkan sebuah paperbag kepada Nayla.Nayla menerimanya tanpa melihat kembali isi di dalamnya.


"Yaudah kamu istirahat dulu ya…"


"Udah malem…Kamu pasti capekkan…"Nayla terlihat mengangguk.


"Kamu masih ingetkan jalan ke kamar Zain…"ujar Santi sambil tersenyum ke arah Nayla.


"I…Iya Ma,Nayla masih ingat kok"jawab Nayla sedikit gugup.Santi terkekeh melihat ekspresi Nayla yang gugup.


"Yaudah kamu cepetan kesana…"ujar Santi sambil mendorong tubuh Nayla ke arah kamar Zain.

__ADS_1


"Ohh iya…Bajunya jangan lupa di pake ya sayang"ujar Santi sambil tersenyum penuh arti.Nayla hanya mengangguk sambil membalas senyuman Santi tanpa curiga sama sekali.Ia lalu berjalan menuju kamar Zain.


Sesampainya di depan kamar Zain.Nayla nampak ragu untuk masuk ke dalam sana.Ia terlihat mematung di tempat.Berbagai pikiran jelek berkecamuk di otaknya.Ia takut Zain akan melakukan sesuatu yang tidak-tidak.


Cukup lama ia berdiri disana.Nayla akhirnya memutuskan untuk masuk.Dalam hati Ia berdoa semoga saja Zain tidak melakukan sesuatu kepadanya.Sedangkan di dalam kamar, Zain terlihat sedang sibuk mengotak-atik laptop yang ada di pangkuannya.


Tok tok tok


Mendengar ada yang mengetuk pintu.Zain menghentikan aktifitasnya.Ia membuka pintu.Terlihat Nayla sedang berdiri di depan kamarnya dengan wajah yang gugup.Zain menatap Nayla dengan kening yang mengkerut.


"Ada apa"tanya Zain dengan datar.


"Ehh…Anu…"Nayla bingung harus menjawab apa.Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Zain menaikan sebelah alisnya.Nampak berpikir sebentar. Lalu terlihat Zain memijat pelipisnya.Ia baru ingat bahwa sekarang ia sudah menikah dengan gadis yang ada di hadapannya ini.


"Masuk"ucapan Zain yang terkesan dingin membuat Nayla menelan salivanya susah payah.Sedangkan Zain terlihat kembali duduk di sofa sambil memangku kembali laptopnya.


Nayla tertegun sejenak.Ia lalu menilik sebentar ke dalam kamar.Sebuah kamar yang cukup besar.Perpaduan warna antara hitam dan abu-abu membuat kamar tersebut terlihat kalem dan elegan.Sangat cocok dengan sikap Zain yang terkesan dingin dan datar.


Setelah berada di dalam.Nayla tampak celingak-celinguk seperti sedang mencari sesuatu.


"Itu Pak…Kamar mandinya yang mana ya…"Nayla menggaruk-garuk kepalanya sambil menatap dua buah pintu yang ada di depannya.


"Yang kiri"jawab Zain tanpa menoleh ke arah Nayla.Mendengar itu Nayla nampak mengangguk.Ia lalu masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa paperbag yang di berikan oleh Santi tadi.


Setelah berada di dalam.Nayla menanggalkan semua pakaiannya,lalu mengguyur tubuhnya yang terasa lengket itu dengan shower.


Sekitar lima belas menit.Nayla telah menyelesaikan mandinya.Ia lalu mengambil paperbag yang ia bawa tadi.Namun isi di dalamnya membuat ia terkejut.


"Apaan nih…"Nayla meneteng sebuah baju yang terlihat sangat tipis.


"Masa gue harus pake beginian sih"


"Mama Santi ada-ada aja deh…"Nayla memasukan kembali baju tersebut.Ia lalu mencoba mengambil baju yang sebelumnya ia pakai.


"Yah basah lagi…"Nayla memandang lesu ke arah bajunya.Dengan terpaksa Nayla memakai baju yang di berikan oleh Santi.

__ADS_1


Nayla menatap tubuhnya di depan cermin kamar mandi.Seluruh lekuk tubuh Nayla terlihat sangat jelas.Di tambah ia tidak memakai cd dan juga bh membuat Nayla menelan salivanya kasar.Tidak mungkin ia keluar dengan penampilan seperti itu.


Sedangkan di luar.Zain terlihat bolak-balik di depan pintu kamar mandi.Ia sudah menunggu Nayla selama 30 menit.


Ceklek…


Pintu pun terbuka.Terlihat Nayla keluar sambil menggunakan jubah mandi.Zain yang melihat itu mengerutkan keningnya.Padahal sebelumnya ia sempat melihat Nayla membawa sebuah paperbag.Namun Zain tidak ambil pusing.Ia lalu masuk ke dalam kamar mandi tanpa berbicara sepatah kata pun.


Sekitar sepuluh menit.Zain keluar dari kamar mandi.Terlihat ia hanya menggunakan handuk.Hingga membuat tubuh bagian atasnya terekspos begitu saja.


Nayla yang sempat melirik ke arah Zain,langsung memalingkan wajahnya seketika.Pipinya nampak bersemu merah ketika ia melihat tubuh Zain yang terlihat sangat kencang dan berotot itu.Sungguh pemandangan yang begitu menguras iman bagi seorang wanita tak terkecuali Nayla.Ia bahkan sampai menggeleng-gelengkan kepalanya berkali-kali berharap bayangan tubuh Zain hilang dari otaknya.Sedangkan si pelaku Zain nampak tidak peduli sama sekali.Ia terlihat santai berjalan menuju ruang ganti.


Sekitar lima menit Zain keluar dari ruangan tersebut.Ia terlihat memakai celana serta baju tidur berlengan pendek.Zain menatap Nayla yang terlihat sedang tiduran di sofa sambil membungkus tubuhnya menggunakan selimut.Ia mengkerutkan keningnya.Apakah gadis itu sakit pikirnya.


Tanpa pikir panjang Zain langsung mengangkat tubuh Nayla.


"Kyaa…"


Nayla yang merasa seseorang mengangkat tubuhnya spontan berteriak.


"Berisik"ucapan Zain membuat Nayla terdiam.Zain meletakkan tubuh Nayla ke ranjang.Ia lalu mengambil sebuah guling dan meletakkannya di tengah-tengah sebagai pembatasnya.Zain cukup peka melihat tingkah Nayla yang seperti itu.Zain tahu Nayla takut ia menyentuhnya.Padahal ia tidak akan pernah melakukan itu tanpa ada cinta di antara mereka.


Nayla tertegun melihat apa yang di lakukan oleh Zain.


"Tidurlah"ucapan Zain membuat Nayla tersadar.Ia lalu menatap ke arah Zain yang terlihat merebahkan tubuhnya menghadap samping.


Nayla lalu merebahkan tubuhnya menghadap arah yang berlawanan dengan Zain.


Suasana kamar yang berbeda membuat Nayla tidak bisa tidur.Di tambah Zain yang berada di sampingnya.Membuat ia semakin sulit untuk memejamkan matanya.


Nayla terlihat membolak-balik tubuhnya berkali.Sudah satu jam lebih Nayla mencoba tidur.Namun matanya seakan tidak mau di ajak kompromi,padahal tubuhnya sudah sangat lelah dari tadi.


Nayla nampak menghela nafas panjang.Tubuhnya yang terbungkus selimut tebal.Membuat suhu di kamar tersebut terasa panas bagi Nayla.


Seandainya saja ia melihat lebih dulu isi dalam paperbag itu.Maka ia tidak akan memakai baju laknat, yang membuat ia harus berakhir seperti lontong kukus.


......sampai di sini dulu ya…......

__ADS_1


......Babay…......


__ADS_2