
Ke esokan harinya.
Terlihat seorang gadis yang sedang tertidur nyenyak di sebuah ranjang kingsize.Sinar mentari pagi menyeruak masuk melalui celah jendela kamar, dan mengenai tepat di wajah gadis itu.Tidurnya sedikit terusik oleh cahaya tersebut.
Nayla mengerjapkan matanya berkali-kali sambil menatap sekelilingnya.Keningnya tampak berkerut ketika melihat dekorasi kamarnya yang berubah.
Entah karena efek terlalu kelelahan serta nyawanya yang belum terkumpul sempurna.Membuat otak Nayla seakan lambat untuk menyadari bahwa ia sedang tidak berada di kamarnya.
Dengan santai Nayla turun dari ranjang tersebut.Dan pergi menuju kamar mandi.
Nayla memutar handdle pintu kamar mandi yang ternyata tidak di kunci.Membuat Nayla bisa masuk dengan mudah.
Nayla menguap beberapa kali.Matanya terlihat masih sangat mengantuk.Ia bahkan tidak menyadari bahwa ada orang lain yang juga berada di dalam sana.
Nayla membasuh wajahnya di wastafel.Air yang dingin membuat Nayla merasa lebih segar.Ia menatap wajahnya di depan cermin kamar mandi.
'Kayaknya ada yang aneh deh'
Satu detik dua detik…
Deg
Nayla menutup mulutnya.Ia baru sadar bahwa dirinya sekarang sedang tidak berada di rumahnya.
Tiba-tiba terdengar suara gemerincik air dari arah belakang hingga membuat Nayla spontan menoleh dan…
"Kyaaahhh…"Nayla berteriak histeris sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Sedang apa kamu disini"tanya Zain dengan ekspresi terkejut.Ia lalu menutup tubuhnya menggunakan handuk.
"Ma…Maaf Pak…Saya kira gak ada orang di dalam…"Nayla terlihat berjongkok sambil terus menutup matanya.
"Keluar…"ucap Zain dingin kepada Nayla.Mendengar itu Nayla langsung bangkit dan keluar dari kamar mandi dengan tergesa-gesa.
"Ya ampun…Malunya gue…"
"Bisa-bisanya gue lupa lagi ada di mana"Nayla terlihat menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut.
"Mau di taroh kemana muka gue nanti"
"Ya Allah…Gini amat sih nasib gue…"
"Ini juga,punya otak lambat banget sih koneknya"Nayla memukul kepalanya berkali-kali.
Tok tok tok
__ADS_1
Terdengar seseorang sedang mengetuk pintu.Nayla bangkit dari ranjang lalu berjalan menuju pintu.
Ceklek
Nayla hanya menyembulkan kepalanya.Terlihat seorang pelayan wanita sedang tersenyum ke arahnya.
"Ada apa ya"tanyanya pada pelayan tersebut.
"Begini nyonya muda"
"Nyonya besar menyuruh saya untuk mengantar barang-barang ini kemari"ujar pelayan tersebut dengan sopan.
"Ohh iya…Taroh aja di sini"
"Nanti biar saya bawa sendiri ke dalam"ujar Nayla kepada pelayan tersebut.Pelayan itu terlihat mengangguk.Ia lalu membungkukkan badannya ke arah Nayla kemudian berjalan pergi.
Nayla menghela nafas lega.Ia menyeret kopernya masuk dan menutup pintu.
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka.Terlihat Zain yang baru selesai mandi.Tanpa menoleh ke arah Nayla,Zain langsung masuk ke ruang ganti.Sedangkan Nayla ia masih menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut.Ia malu untuk bertemu dengan Zain.
10 menit kemudian
Zain keluar dari ruang ganti,dengan penampilannya sudah sangat rapi.Ia menoleh ke arah kamar mandi.Terdengar suara gemerincik air dari dalam sana.Zain mengusap wajahnya kasar.Bukan hanya Nayla yang merasa malu tapi ia juga.Untunglah tadi ia masih menggunakan celana boxer.Kalau tidak mungkin Nayla akan melihat benda pusakanya yang sedang tegak berdiri.
Zain terbangun dari tidurnya ketika merasakan sesuatu sedang menggeliat di badannya.Terlihat Nayla yang tertidur pulas sambil memeluk dirinya
Zain tertegun sejenak.Ia menatap wajah cantik Nayla dengan senyum tipis di bibirnya.Tanpa sadar Zain mengelus pipi Nayla yang chubby itu.Dalam keadaan masih tertidur.Nayla menggaruk pipinya karena merasa gatal.Sedangkan Zain masih terus mengelus-ngelus pipi Nayla.
Karena merasa terganggu.Nayla lalu mengubah posisi tubuhnya menjadi terlentang.Hingga membuat selimut yang sempat menutupi tubuhnya tersentak kesamping.
Glek…
Zain menelan salivanya kasar ketika melihat tubuh Nayla yang hanya berbalut sebuah lingerie sexy berwarna hitam.Di tambah Nayla yang tak memakai cd dan bh membuat penampilannya semakin panas saja.
Zain menggeleng-gelengkan kepalanya berkali-kali.Dengan pelan Zain menyelimuti kembali tubuh Nayla menggunakan selimut.Kemudian beranjak dari ranjang dan pergi menuju kamar mandi untuk menuntaskan sesuatu.
Di ruang makan….
Suasana canggung begitu terasa bagi Zain dan Nayla.Mereka terlihat menunduk sedari tadi tanpa mau menoleh.Santi yang merasakan keanehan pada anak dan menantunya tersebut mengernyitkan keningnya bingung.Namun itu tak bertahan lama.Santi tersenyum seketika saat ia baru menyadari sesuatu.
"Nayla sayang…"
"Gimana tidur kamu tadi malam…"
__ADS_1
"Nyenyak gak…"tanya Santi kepada Nayla sambil tersenyum penuh arti.
"Iya Ma…Nyenyak kok"jawab Nayla sambil tersenyum kaku ke arah Santi.Nayla sengaja berbohong.Tidak mungkin ia mengatakan hal yang sebenarnya.Santi terlihat hanya manggut-manggut mendengarnya.
"Ohh iya…Baju yang semalam Mama kasih kamu pake kan"
Uhuk uhuk
Zain tersedak mendengar perkataan Santi.Nayla yang berada di sampingnya spontan menyerahkan segelas air kepada Zain.Dugaan Zain ternyata benar,Santilah yang sudah menyuruh Nayla untuk memakai baju kurang bahan itu.
"Makanya kalo makan itu baca doa dulu"ujar Santi kepada Zain.Zain hanya mendengus mendengarnya.
"Gimana sayang…Kamu pake kan…"tanya Santi lagi.
"Ehh iya Ma…Nayla pake kok"jawab Nayla dengan senyum kaku.
"Bagus deh kalo gitu…"
"Kamu suka gak…Kalo suka nanti Mama beliin lagi"tawar Santi.
"Ehh…Gak usah Ma…"
"Itu aja udah cukup kok"tolak Nayla cepat.Sedangkan Zain terlihat menghela nafas lega.Ia tidak bisa membayangkan jika setiap malam harus melihat Nayla memakai baju laknat itu.Zain takut ia tidak bisa menahan hasratnya untuk tidak menyentuh Nayla.
"Zain hari ini kamu ada jadwal ngajar gak"Santi beralih menatap Zain yang terlihat mengangguk.
"Baguslah…Berarti Nayla bisa berangkat bareng sama kamu"
Uhuk uhuk
Kali ini Nayla yang tersedak.
"Pelan-pelan dong sayang"Santi mengelus pundak Nayla sambil menyerahkan segelas air.
"Makasih Ma…"Nayla menerima air itu dan meminumnya sampai tandas.
"Ayo"ajak Zain sambil beranjak dari duduknya.Nayla menoleh ke arah Zain yang terlihat berjalan pergi.
"Nayla berangkat dulu ya Ma…"
"Assalamualaikum"Nayla mencium punggung tangan Santi lalu bergegas pergi menyusul Zain.
"Waalaikumsalam"
"Hati-hati sayang…"Santi menatap kepergian Nayla dan Zain dengan senyum di bibirnya.
__ADS_1
...Sampai disini dulu ya…...
...Babay🤗...