
Zain terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Tanpa memperdulikan rengekan Nayla yang terus memintanya untuk memperlambat laju kendaraan.
Waktu telah menunjukkan pukul 6 petang.Zain menepikan mobilnya di pinggir jalan yang terlihat sepi.Hanya terlihat lahan kosong yang di tumbuhi ilalang setinggi satu meter.
Nayla menelan salivanya kasar.Terbesit berbagai pikiran buruk dalam benaknya.Entah apa yang akan dilakukan Zain kepadanya.Ia bahkan tidak berani menoleh ke arah Zain yang terlihat menatapnya dengan tatapan setajam elang.
Keringat mengucur deras di wajah Nayla.Suasana yang gelap dan juga sepi menambah kesan seram.Belum lagi Zain yang terus menatapnya seperti ingin menelannya bulat-bulat.Membuat nyali Nayla semakin menciut sekecil-kecilnya.
Zain mendekati wajah Nayla yang terlihat ketakutan.Tatapan tajam serta aura dingin Zain membuat tubuh Nayla seakan membeku.Bahkan tatapannya mampu membuat Nayla diam tak berkutik.
Ingin rasanya Nayla berteriak.Namun suaranya seperti tercekat untuk keluar dari mulutnya.
Tubuh Nayla tersudut ke pintu mobil karena di tekan oleh Zain.Jarak antara wajah mereka pun hanya tinggal beberapa senti.
Deg deg deg deg…
Jantung Nayla berpacu dengan cepat antara gugup sekaligus takut.Gugup karena baru pertama kali ia sedekat ini dengan seorang pria.Serta takut jika Zain macam-macam kepadanya.
Hembusan nafas Zain yang teratur di wajahnya.Membuat tubuh Nayla meremang.Bahkan kini wajahnya terlihat merah bak kepiting rebus.Nayla menutup matanya pasrah,dengan apa yang akan dilakukan Zain kepadanya.
Zain yang melihat Nayla menutup matanya mengulas senyum di bibirnya.Tatapan yang semulanya tajam kini melembut.Ia menatap wajah Nayla dengan intens.Tangannya terulur menyentuh pipi Nayla yang chubby itu dan…
"Aaaa……"Nayla menjerik kesakitan.Tanpa ia duga Zain ternyata mencubit pipinya.
"Huhuhu…Kenapa bapak nyubit pipi saya"
"Sakit tau pak"Nayla mengelus pipinya yang terlihat memerah.
"Itu hukuman buat kamu karena sudah berani meledek saya"jawab Zain tanpa menoleh ke arah Nayla.Terlihat wajah Nayla yang berubah cemberut.Ia menatap Zain dengan pandangan kesal.
"Kalau cuma mau begitu kenapa harus di tempat kek gini sih"
"Kan saya jadi mikir yang nggak-nggak"
"Bapak gak tau apa dari tadi saya udah ketakutan setengah mati" kesal Nayla .Ia memukul Zain bertubi-tubi.Zain hanya diam membiarkan Nayla memukulinya.
"Sengaja saya bawa kamu kesini, biar nanti gak ada yang denger kamu teriak"
"Lagian kamu pikir saya mau ngapain"
"Nyentuh kamu gituh"
"Maaf saya gak tertarik sama badan kamu yang rata itu"ucapan Zain membuat Nayla semakin emosi.
"Iihh…Dasar nyebeliinn"Nayla memalingkan wajahnya karena malu.Ia ternyata salah paham.
Zain menatap wajah Nayla yang terlihat cemberut.Ia sengaja membuat Nayla seperti itu.Menurutnya Nayla akan terlihat lebih menggemaskan ketika sedang marah.Jujur saja Zain pun juga merasa gugup ketika wajahnya berdekatan dengan wajah Nayla.Bahkan jantungnya berdegup sangat kencang.Namun semua itu mampu ia tutupi dengan wajah datarnya.
Keheningan menyelimuti mereka berdua.Hanya suara jangkrik yang terdengar saling bersahutan.Tak ada satupun dari mereka yang berniat untuk membuka suara.Mereka berdua seakan larut dalam pikiran masing-masing.
__ADS_1
Hingga sebuah ketukan dari luar mobil,membuyarkan lamunan mereka.
Beberapa saat yang lalu.…
Terlihat beberapa orang pria sedang berjalan ber iringan.Ada sekitar 5 orang yang terdiri dari 2 pemuda dan 3 paruh baya.Mereka terlihat menggunakan sarung serta baju koko berwarna putih.Ada yang memakai peci,ada juga yang menggunakan songkok di kepalanya.Mereka semua baru saja selesai sholat magrib berjamaah di masjid terdekat dan sedang menuju perjalanan pulang.
Dua di antara mereka memegang alat penerangan berupa senter.Sesekali mereka terlihat saling berbincang-bincang.Hingga salah satu dari mereka melihat mobil Zain yang terparkir di pinggir jalan.Mereka menatap curiga ke arah mobil Zain.Dan salah seorang dari mereka mengusulkan untuk memeriksa mobil tersebut.
Zain dan Nayla segera menoleh ke arah sumber ketukan.Terlihat seorang bapak paruh baya dan empat orang lainnya yang berada di belakang bapak tersebut.Zain dan Nayla saling melempar tatapan bingung.Zain lalu membuka jendela mobilnya.
"Maaf pak,ada yang bisa saya bantu"tanya Zain kepada bapak tersebut dengan nada sopan.
"Assalamualaikum"ucap bapak tersebut.
"Waalaikumsalam"jawab Zain dan Nayla hampir berbarengan.
"Maaf jika saya mengganggu,tapi kalau saya boleh tau sedang apa kalian ditempat gelap seperti ini"tanya bapak tersebut.
"Ehh…Anu pak…Kita lagi…"
"Aduuh…Apa ya…"Nayla bingung mau menjawab apa.Ia lalu menyenggol lengan Zain agar membantunya.
"Kita lagi istirahat sebentar pak,habis dari perjalanan jauh"jawab Zain kepada bapak tersebut.Ia terpaksa berbohong begitu.Tidak mungkin kan ia mengatakan alasan sebenarnya mereka berhenti di sana.Itu akan terdengar konyol.
"Ohh…Begitu…Bisa saya periksa ktp kalian"jawaban Zain tentu saja tidak membuat bapak itu percaya.Terlebih lagi ia sempat mendengar ucapan Nayla yang terdengar gugup.
"Untuk apa"tanya Zain terlihat bingung.
"Untuk memastikan sesuatu"ujar bapak tersebut sembari tersenyum.
"Kalau boleh sekalian buka bagasi mobil kalian"sambung bapak tersebut.
Tanpa pikir panjang Zain menyerahkan ktpnya begitu juga dengan Nayla.Ia juga membuka bagasi mobilnya.
Bapak itu terlihat sangat teliti membaca kartu identitas tersebut.Setelah selesai ia lalu menatap Zain dan Nayla dengan tatapan yang sulit di artikan.Bapak itu terlihat menghela nafasnya.Salah satu pemuda yang di suruh untuk memeriksa bagasi terlihat membisikkan sesuatu pada bapak tersebut.
"Katakan yang sejujurnya, sebenarnya sedang apa kalian disini"tanya bapak itu lagi.Terdengar dari nadanya ia sedang menahan kesal.Zain dan Nayla saling melempar tatapan bingung.
"Sudahlah kalian tidak perlu menjelaskannya"
"Saya tahu bahwa kalian berbohong"
"Dari alamat yang tertera di ktp kalian"
"Rumah kalian tidak terlalu jauh dari daerah ini"
"Dan jika kalian memang dari perjalanan jauh seharusnya kalian membawa barang bawaan seperti koper atau semacamnya"
"Sedangkan di bagasi kalian tidak terlihat barang apapun"
__ADS_1
"Status kalian juga belum menikah, dan dari rupa kalian tidak terlihat mirip,bisa dipastikan kalian bukan saudara"ujar bapak itu panjang lebar.Zain dan Nayla hanya diam tak menjawab.
Merasa tak ada jawaban sama sekali dari Zain dan juga Nayla bapak itu kembali berbicara.
"Apa kalian sedang berbuat tidak senonoh disini"tanya bapak itu.Ia menatap tajam ke arah Zain dan Nayla.
"Nggak"jawab Zain dan Nayla berbarengan.
"Sepasang pria dan wanita tanpa status yang jelas,berada di tempat gelap seperti ini,kalau bukan untuk berbuat mesum,lalu apa"ucap seorang yang lainnya.
"Iya betul tuh,pasti mereka mau macem-macem"sahut yang lainnya.
"Dasar anak jaman sekarang,pergaulan mereka semakin liar saja"ujar paruh baya satunya.
"Udah pak Haji kita seret aja mereka ke rumah pak kades"ujar seorang pemuda.
"Iya,betul itu…Kita bawa aja mereka kesana"sahut pemuda yang lainnya.
"Gimana nih pak,saya takut"Nayla bersembunyi di belakang Zain yang terlihat tenang.Entah kenapa tiba-tiba perasaannya jadi tidak enak.
"Udah kamu tenang aja,semua akan baik-baik saja"Zain mengelus kepala Nayla.
"Lebih baik kalian ikut kami untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan"ujar bapak tersebut.
Zain terlihat ragu.
"Tidak apa-apa,kalian akan baik-baik saja"
"Kami tidak bermaksud mencelakai kalian"
"Perkenalkan nama saya Salim,orang-orang selalu memanggil saya pak haji"
"Dan daerah ini bernama kampung **** "seakan paham dengan apa yang di khawatirkan oleh Zain bapak tersebut memperkenalkan dirinya.
Zain menghembuskan nafasnya perlahan.
"Baiklah kami akan ikut kalian"jawab Zain kepada bapak tersebut.
"Nggak…Saya gak mau"tolak Nayla.
"Pak mending kita pergi aja dari sini"bujuk Nayla setengah berbisik kepada Zain
"Udah…Kita ikuti saja keinginan mereka"
"Dari cara mereka berbicara tadi,bisa di pastikan kita tidak akan di lepaskan begitu saja"ucap Zain kepada Nayla.
"Tapi saya takut"Nayla merangkul tangan Zain dengan wajah yang ketakutan.
"Udah kamu tenang aja,ada saya yang bakal jaga kamu"perkataan Zain membuat Nayla sedikit tenang.Dan akhirnya mereka pun di bawa oleh rombongan tersebut.
__ADS_1