
Kediaman Robert
Keesokan harinya…
Tok tok tok
"Zain bangun…Udah pagi…Kamu bilang hari ini mau jemput Nayla…"Santi terus mengetuk kamar Zain.
Pintu pun terbuka.Terlihat Zain yang baru bangun tidur.Matanya terlihat masih mengantuk.
"Ada apa sih Ma…"Terlihat Zain yang menguap.
"Kamu cepet siap-siap"
"Katanya mau jemput Nayla"
"Ayo buruan,Mama udah siap nih"ujar Santi dengan semangat.
"Ya ampun Ma…"
"Ini masih jam 4 pagi"Zain menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sang mama yang begitu semangat untuk menjemput Nayla.
Kemarin malam Zain telah menceritakan semua kejadian yang terjadi padanya dan juga Nayla.Awalnya Zain mengira Mamanya akan marah saat tahu ia menikahi Nayla tanpa meminta izin darinya.Tapi reaksi sang mama justru sebaliknya.Santi malah terlihat sangat gembira.Seperti sekarang ini ia sangat bersemangat untuk menjemput menantunya tersebut.
"Ya minimal kamu siapa-siap dulu"
"Ayo cepetan keburu menantu Mama pergi lagi"Santi mendorong Zain ke kamar mandi.
"Emang tuh curut mau kemana pagi-pagi gini"
"Paling jam segini dia masih molor ma"Zain memutar bola matanya malas.Santi melotot mendengar ucapan Zain.
"Kamu bilang apa tadi,curut"
"Berani-beraninya kamu nyebut menantu mama curut"Santi menjewer telinga Zain.
"Aduh…Aduh…Ampun…Ma…Ampun"Zain meringis kesakitan.Santi melepaskan jewerannya.Matanya masih terlihat melotot.Zain mengusap telinganya yang terlihat memerah.
"Mama tega banget sih sama Zain"
"Nanti Kalau…"
"Kalau apa…"ucapan Zain terpotong.
"Kamu tuh ya,istri sendiri di bilang curut"
"Kalau Nayla curut terus kamu apa…"
"Tikus got"ujar Santi sambil berkacak pinggang.Zain hanya diam melihat Santi yang sedang dalam mode on itu.Lebih baik dia cari aman daripada harus melihat barang-barang rumah yang tiba-tiba melayang.
"Udah sana buruan siap-siap"
"Mama tunggu di bawah"Santi melengos begitu saja.Meninggalkan Zain yang terlihat menggerutu.
Setelah selesai bersiap-siap.Zain dan Santi langsung pergi menuju kediaman Adinata.Sepanjang perjalanan Santi tak henti-hentinya berbicara tentang rencana-rencana yang akan ia lakukan bersama Nayla.Sedangkan Zain ia hanya memandang jengah ke arah sang mama.
Sementara itu…
Setelah mendengar cerita Nayla tentang pernikahan mendadak yang di alami oleh sang sahabat.Membuat Rita tidak henti-hentinya menggoda Nayla.
"Selamat pagi nyonya Robert,lagi ngapain nih"Rita mengedipkan sebelah matanya ke arah Nayla.
"Apaan sih lo,pagi-pagi dah gangguin orang aja"
"Huuss…Pergi sana"Nayla terlihat salah tingkah mendengar panggilan Rita kepadanya.Dan hal itu membuat Rita semakin senang menggodanya.
"Wuuihh harum banget,pasti rasanya enak"terlihat Nayla yang sedang membuat sarapan berupa nasi goreng.Entah kenapa hari ini Nayla sangat ingin memasak.
"Iya dong,kalo Nayla yang bikin pasti enak"ujar Nayla dengan bangga.Ia terlihat membusungkan dadanya.
"Tapi…Kok tumben sih lo yang masak"
"Biasanya kan bi sumi"
"Ohh gue tau,pasti lo lagi latihan buat jadi istri yang baikkan"
"Ciee…Nayla…"
"Uhuuyy…"Rita semakin gencar menggoda Nayla.
"Ihh…Apaan sih…"
"Gak ada ya yang namanya latihan…"
__ADS_1
"Orang gue cuma lagi ke pengen masak aja kok"ucapan Rita membuat Nayla semakin salah tingkah.
"Udah lah Nay…"
"Ngaku aja…"
"Gak usah gengsi segala…"
"Bikin suami seneng kan bisa nambah pahala"
"Kalo suami dah seneng pasti bakal tambah sayang"
"Udah di sayang suami dapat pahala lagi"
"Apalagi kalo suaminya ganteng kayak pak Zain"
"Aduhayy…Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan"ujar Rita sambil tertawa.
"Cih…Gaya lo"
"Dah lah mending lo bantuin gue,dari tadi ngemeng aja kerjaan"
"Nih bawa,awas jangan ampe jatoh"
"Itu udah gue bikin dengan sepenuh hati"Nayla menyerahkan Nasi goreng yang ia buat tadi kepada Rita.
Nayla dan Rita terlihat sedang menata makanan.
Ting nong…
"Siapa tuh yang datang"
"Lo aja deh yang buka"
"Gue mau panggil bang Nathan dulu"ujar Nayla kepada Rita.Rita mengangguk.Lalu ia pergi membuka pintu.
"Iya…Ada yang bisa ban…"
"Ehh…Bapak…Tante…"
"Ayo silahkan masuk"ujar Rita sambil tersenyum ramah.Ternyata yang datang adalah Zain dan juga Santi.
"Iya makasih nak…Naylanya ada"tanya Santi to the point.
"Kalian udah sarapan belom"
"Hari ini yang masak Nayla loh tante"ujar Rita kepada Santi.
"Masa sih,pas banget…"
"Tadi Tante sama Zain belom sempet sarapan"
"Soalnya Tante udah gak sabar mau jemput Nayla"ujar Santi bersemangat
"Loh tapi kan tadi kita uda…"Santi membekap mulut Zain agar diam.
"Hehe…Tante udah gak sabar nih…"
"Ayo nak…Kita sarapan sekarang"ajak Santi kepada Rita.Ia lalu melepaskan bekapan tangannya pada mulut Zain.
"Okeyy…Tante"lalu mereka bertiga pun pergi menuju ruang makan.
Di ruang makan
Terlihat Nayla sedang menaruh nasi ke piring Nathan.Ia terlihat sangat telaten melayani sang kakak.Santi tersenyum melihat itu.Sungguh menantu idaman pikirnya.
"Siapa yang datang Rit"tanya Nayla tanpa menoleh ke arah Rita.Nathan yang mendengar itu langsung menoleh ke arah Rita.
"Uhuk uhuk"Nathan tersedak.Ia begitu terkejut begitu melihat siapa yang datang.
"Aduuhh…Abang…"
"Makanya…Kalo makan itu baca doa dulu"
"Jangan asal comot aja"
"Jadi gini kan akhirnya"Nayla mengusap-usap pundak Nathan yang masih tersedak.Sedangkan Rita terlihat menahan tawanya.
"Sembarangan aja"
"Abang keselek gini bukan karena belum baca doa"
"Tapi karena gara-gara itu tuh"tunjuk Nathan ke arah Zain dan Santi.Nayla pun ikut menoleh ke arah yang di tunjuk okeh abangnya.
__ADS_1
Deg
Nayla langsung membeku di tempat.
"Selamat pagi menantu Mama"sapa Santi sambil memeluk Nayla yang terlihat terkejut.
Nayla membalas pelukan tersebut dengan senyum canggung.
"Pa…pagi juga Tante"ucap Nayla sedikit tergagap.Santi melepas pelukannya lalu menatap Nayla.
"Mama sayang…Panggil MAMA"mendengar itu Nayla terlihat menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Eh…I…Iya Ma…"ucap Nayla ragu.Ia lalu menoleh ke arah Zain yang terlihat acuh.
"Gitu dong sayang…"Santi kembali memeluk Nayla.
"Ekheem…"deheman Nathan membuat mereka menoleh.
"Ehh…Iya Rita jadi lupa…"
"Ayo Tante…pak Zain"
"Kita sarapan sekarang"
"Mumpung masih anget"mereka terlihat mengangguk.Sedangkan Nayla menatap tajam ke arah Rita.Rita yang di tatap seperti itu oleh Nayla hanya menampilkan sederet giginya.
"Ayo Tante,duduk samping Rita"
"Kalau pak Zain,duduk samping Nayla ya…"Rita terlihat menarik tangan Santi agar mendekat padanya.Santi yang mengerti langsung duduk di samping Rita.
Zain hanya diam saja.Ia lalu duduk di samping Nayla.
"Nay…Lo layanin pak Zain…"
"Tante Santi biar Rita aja"Rita menyendokkan nasi goreng ke piring Santi.Santi menerimanya dengan senang hati.
"Makasih nak Rita…"ujar Santi sambil tersenyum.Ia lalu melirik ke arah Nayla yang terlihat menuduk.
"Ayo Nay buruan,kasian pak Zainnya nungguin loh…"ujar Rita kepada Nayla.Dengan terpaksa Nayla melayani Zain.
Mereka semua pun makan dengan tenang.
"Emm…Ini enak banget…"
"Siapa sih yang masak"ucap Santi pura-pura tidak tahu.Ia melirik Nayla yang terlihat diam saja.
"Yang masak Nayla tante"
"Uhuk uhuk…"ucapan Rita membuat Nayla tersedak.Zain yang melihat itu spontan menyerahkan segelas air kepada Nayla.Terlihat ia juga mengusap-usap pundak Nayla.Nayla langsung menerimanya tanpa menoleh ke arah Zain.
Santi yang melihat pemandangan itu terlihat mengulum senyumnya.Begitu
pun dengan Nathan dan Rita.
"Uhh…So sweetnya…"ucapan Rita membuat Nayla salah tingkah.Ia menundukkan wajahnya yang terlihat memerah karena malu.Sedangkan Zain,wajahnya terlihat datar seperti biasa.Ia terlihat santai sambil sesekali memasukkan makanan kemulutnya
Mungkin ekspresi Zain terlihat biasa-biasa saja.Tapi sebenarnya ia juga merasa malu.Terlihat dari telinganya yang berubah merah.Mungkin hal itu tidak di sadari oleh yang lain tapi tidak dengan Santi.Ia menatap sang putra dengan binar bahagia.
"Gimana Zain…"
"Rasanya enakkan…"ujar Santi kepada Zain.Zain terlihat mengangguk.
"Iya"jawab Zain jujur.
"Ya pasti enak dong Tante…"
"Kan Nayla yang masak"
"Apalagi tadi Nayla masaknya dengan sepenuh hati loh Tante…"
"Iyakan Nay"
"Uhuk uhuk"Kali ini bukan hanya Nayla yang tersedak tapi Zain juga.
"Ciee…Keselek aja barengan"
"Emang jodoh kalian tuh"Rita terus-terusan menggoda Zain dan juga Nayla.
"Rita…"
"Udah…Jangan godain mereka mulu"
"Cepet abisin sarapan kamu"ujar Nathan kepada Rita dan di hanya balas cengiran kuda oleh Rita.
__ADS_1
Akhirnya mereka pun meneruskan sarapan dengan tenang.