Bule Ganteng Suamiku

Bule Ganteng Suamiku
Eps 59


__ADS_3

Nayla pov


'Gelap…'


'Di sini sangat gelap'


Aku ingin keluar dari tempat ini.…


Di sini sangat gelap.…


Sangat sunyi.…


Aku bahkan bisa mendengar suara detak jantungku sendiri.…


Tapi sekeras apapun usaha ku untuk mencari jalan keluar, aku tak bisa menemukan apapun…


Seakan-akan aku ini sedang berada di sebuah dimensi tak berujung.…


Aku lelah berlari…


Aku sangat takut…


Siapa pun tolong keluarkan aku dari sini…


Aku meringkuk di dalam kegelapan.Sungguh…Aku sangat takut sekarang.


'Nayla…'


Samar-samar aku seperti mendengar seseorang memanggil nama ku.Suara itu terdengar tidak asing.Tapi…Aku tak bisa mengingat siapa pemilik suara itu.


"Nayla"suara itu semakin terdengar jelas di telingaku.Aku mengedarkan pandanganku kesekeliling tempat itu.Namun aku tak bisa melihat apapun.


"Hey…Siapa pun anda"


"Tolong keluarkan saya dari sini"ucap ku pasrah.Tak peduli siapa pun itu,aku hanya ingin cepat keluar dari tempat ini.


"Nayla…Saya di sini"Aku langsung menoleh ke arah suara tersebut.Terlihat seorang pria dengan tubuh tegap memandang ke arah ku.Dari ukuran tubuhnya,sepertinya dia adalah seorang pria dewasa yang mungkin seumuran dengan abangku Nathan.Namun sayang,aku tak bisa melihat wajahnya karena wajahnya seperti di tutupi sebuah cahaya.


"Ayo ikuti saya"


"Kita akan pulang"Dia mengulurkan tangannya ke arah ku.Aku langsung menyambutnya tanpa ragu sedikit pun.Karena aku sangat yakin bahwa dia akan membawa ku keluar dari tempat mengerikan ini.Aku juga tak peduli jika dia hantu atau malaikat maut sekalipun.Karena di saat aku menggenggam tangannya,aku merasa sangat aman.


Kami berdua terus berjalan menyusuri jalan yang gelap.Namun aku tak merasa takut sama sekali karena aku sudah tidak sendiri lagi.Terlebih cahaya di wajah pria ini membuat sekitar kami tak terlalu gelap seperti sebelumnya.Entah apa yang di pakai pria itu di wajahnya hingga bisa bercahaya seperti itu.Mungkin dia rajin melakukan perawatan hingga membuat wajahnya bersinar bak lampu neon.Jika benar begitu aku ingin meminta resepnya agar wajahku bisa bercahaya seperti itu.Hehe…


"Hey tuan malaikat"


"Apa tempatnya masih jauh?"tanya ku di sela-sela kesunyian kami sedari tadi.


"Saya bukan malaikat"ucapnya tanpa menoleh ke arah ku.


Aku memiringkan kepala ku dengan ekspresi bingung.


"Kalo bukan malaikat terus anda ini apa?"

__ADS_1


"Mmm…apa ya?"Pria itu terlihat mengetuk dagunya beberapa kali seperti sedang memikirkan sesuatu.Namun dari nada bicaranya dia seperti sedang mempermaikanku.


"Ck…Jangan bercanda"aku merasa sangat gemas melihat tingkahnya.


"Hehehe…Baiklah akan saya katakan"


"Saya ini adalah takdir kamu"ucapnya dengan nada yang sangat lembut.


"Haah…"


"Takdir?"


"Maksudnya takdir yang seperti apa?"tanya ku sedikit bingung.


"Kamu mau tau?"Tanyanya.Aku langsung mengangguk cepat.


Dia lalu melepaskan genggaman tangannya dari ku lalu berjalan kedepan dan kemudian berhenti sekitar dua meter dari tempat ku berdiri.Ia lalu menoleh ke arah ku sambil tersenyum.Walaupun senyumnya terlihat samar karena tertutupi oleh cahaya yang ada di wajahnya.


"Saya akan mengatakannya"


"Jika kamu bisa menangkap saya"ucapnya sambil tertawa.Ia lalu berlari meninggalkan ku yang terpaku begitu saja.


Aku yang baru tersadar dari lamunan ku langsung mengerjar pria itu.Jika di pikir-pikir kami terlihat seperti anak kecil yang sedang bermain kejar-kejaran.


Hap…


Cukup lama aku mengerjarnya dan akhirnya aku bisa menangkapnya.


"Dapat"aku langsung memeluk tubuhnya dengat sangat erat.Jika di pikir-pikir tadi itu sangat menyenangkan.


"Okey…Sesuai janji akan saya katakan"wajahnya ku langsung berbinar.


"Saya adalah…"


"Takdir…"Di tengah-tengah ucapannya,tiba-tiba saja muncul sebuah cahaya yang sangat terang hingga membuat ku spontan memejamkan mataku.


Nayla pov end…


~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~


Nayla langsung membuka matanya.Ia terlihat mengerjapkan matanya berkali-kali demi menyesuaikan cahaya di sekitarnya.Ia lalu menoleh ke samping karena mendengar suara seseorang sedang menangis.Terlihat Rita menunduk sambil menutup wajahnya menggunakan tangan.


"Rit…"panggil Nayla kepada Rita.Rita yang mendengar itu langsung menoleh ke arah Nayla.Wajahnya terlihat sangat berantakan.Bagaimana tidak.Wajah Rita di penuhi oleh bedak dan maskara yang sudah luntur karena air mata.Bukan hanya itu,Rita bahkan tidak mengelap ingus yang keluar dari hidungnya.Dan penampilan Rita yang seperti itu hampir membuat Nayla berteriak jika saja ia tak mendengar suara Rita.


"Hua…Nayla…"Rita ingin langsung memeluk sahabatnya itu namun di tahan oleh Nayla.


"Stop…"


"Jangan meluk gue"Nayla menahan tubuhnya Rita agar tak memeluknya.Namun yang Nayla lakukan justru membuat Rita salah paham.


"Huaa…"


"Nayla…Jangan-jangan lo juga lupa sama gue"

__ADS_1


"Gue Rita Nay…Sahabat lo"ucap Rita sambil terus menangis.


"Berisik "


"Emang siapa sih yang bisa lupain si Prita Ayudia anaknya Sayuti si juragan empang"ucap Nayla dengan nada meledek.


"Yee…Kampret lo…"


"Sejak kapan bokap gue ganti nama jadi Sayuti"


"Lagian Sayuti mah penjual tahu bulet di gang rumah gue"jawab Rita sambil memukul lengan Nayla dengan gemas.


"Adaaw…Hehe canda Rit"


"Lagian lo lebay banget deh"


"Nangis ampe ingus meler kemana-mana"


"Malu ama umur Rit"cibir Nayla kepada sahabatnya itu.


"Gue ginikan karena kuatir ama elo"


"Lo pingsan tiba-tiba kek gitu siapa yang gak khawatir coba"


"Emang selama apa sih gue pingsan"


"Ampe lo nangis kek orang di tinggal mati gitu"tanya Nayla dengan nada mencibir.


"Lo itu udah pingsan lima jam tau gak"


"Gimana gue gak khawatir coba"


"Lo itu sebenarnya pingsan apa tidur sih Nay"ucap Rita sedikit kesal kepada sahabatnya itu.


"Mmm…Kayaknya gue tidur deh"


"Soalnya gue tadi sempet mimpi"mengingat mimpi itu Nayla tanpa sadar langsung tersenyum.Rita yang melihat ekspresi Nayla yang tiba-tiba berubah menjadi kebingungan.


"Napa lo senyum-senyum gitu"


"Setres lo…"mendengar perkataan Rita membuat ekspresi wajah Nayla berubah jelek.


"Taek lo Rit"


"Ganggu gue ngayal aja"


"Daripada lo gangguin gue mending lo cuci tuh muka"


"Gak nyadar apa muke lo bentukannya udah kek waria kena gebuk satpol pp"ejek Nayla.


"Sue lo"


"Cantik-cantik gini di bilang kek waria"Rita lalu mengambil cermin rias yang ada di tasnya.

__ADS_1


"Aaa…Tidak…"Rita langsung berteriak begitu melihat wajahnya di cermin dan langsung berlari menuju kamar mandi.Sedangkan Nayla ia langsung tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Rita.


__ADS_2