
Mata kuliah pertama telah usai.Rita bergegas keluar dari kelas,meninggal Nayla yang sedang tertidur pulas di mejanya.
Entah karena Nayla yang kurang tidur atau mata kuliah yang terasa membosankan,membuat Nayla mengantuk dan memilih tidur di sepanjang jam pelajaran pertama.
5 menit kemudian
Nayla terbangun dari tidurnya karena merasakan perutnya yang keroncongan.Nayla merentangkan tangannya sambil melirik sekeliling kelas yang terlihat sepi.
"Yang lain pada kemana nih,kok udah sepi aja"
"Jangan-jangan udah pada pulang lagi"Nayla melirik arlojinya,terlihat ia menghela nafas lega.
"Masih jam istirahat ternyata"Nayla menenteng tasnya lalu keluar dari kelas.
"Si Rita kemana sih…"
"Temen ketiduran bukannya di bangunin malah di tinggal"
"Gini nih kalo punya temen kelamaan ngejomblo"
"Giliran dapet pacar,temen sendiri dilupain"Nayla terus mengoceh di sepanjang perjalanan menuju kantin.
Sesampainya di kantin.Nayla langsung memesan seporsi bakso favoritnya serta segelas es jeruk.Ia lalu mencari tempat duduk yang kosong dan memakan makanannya dengan lahap.
Hanya butuh waktu kurang dari 5 menit Nayla sudah menghabiskan makanannya.Ia lalu menggeser mangkok yang terlihat sudah kosong itu kesamping.
Puk…
Nayla menoleh ke samping begitu merasa ada yang menepuk pundaknya.Terlihat Rita yang sedang nyengir kuda ke arahnya.
"Habis mojok dari mana lo"
"Gua cariin dari tadi juga"
"Mentang-mentang udah punya pacar,mojok aja kerjaannya"
"Inget Rit,jangan keseringan mojok berdua"
"Di datangin setan tau rasa lo…"ujar Nayla kesal sambil menunjuk Rita menggunakan sedotan.
"Siapa yang lagi mojok sih Nay…"
"Orang gue baru dari wc"
"Perut gue mules nih gara-gara kebanyakan makan sambel"terlihat Rita mengelus-elus perutnya.
"Oalaah…Habis mojok sama mas terapung toh…"
"Gue kira sama mas-mas ganteng tadi"
"Ck ck…Kasian amat sih lo Rit" ujar Nayla sambil tertawa terbahak-bahak.
Bugh…
"Adaaww…"Nayla mengelus kepalanya yang baru saja dipukul oleh Rita.
__ADS_1
"Puas lo ngetawain gue…"
"Temen lagi menderita gini malah di ketawain"ujar Rita sambil menatap tajam ke arah Nayla.
"Hehe…Becanda Rit…"ujar Nayla sambil mengangkat jari tengah dan telunjuknya hingga membentuk huruf V.Sedangkan Rita hanya memutar bola matanya malas.
"Eh…Btw habis pulang kuliah nanti lo sibuk gak…"tanya Nayla kepada Rita.
"Enggak sih…Kenapa emangnya"tanya Rita balik.
"Pas banget…Anterin gue pulang ya…"
"Gue mau ambil motor nih"ujar Nayla.
"Ya ampun Nay,lo itu udah jadi nyonya Robert,masa masih naik motor sih"Nayla membekap mulut Rita agar diam.
"Sssttt…Kalo ngomong jangan kenceng-kenceng dong"
"Nanti kalo ada yang denger gimana"Nayla melirik kesekitar kantin.Merasa tak ada yang memperhatikan Nayla pun menarik nafas lega.
"Fuiih…Emang kenapa sih kalo ada yang denger"tanya Rita sambil menatap bingung ke arah Nayla.
"Ck…Lo pikir aja sendiri gimana reaksi mereka pas tau gue ini istrinya pak Zain"Nayla memutar bola matanya jengah.
"Woaahh…Iya juga ya…Pasti pada heboh tuh…"
"Nah tuh tau…"
"Makanya gue mau ambil motor gue di rumah"
"Males gue kalo harus satu mobil sama pak Zain lagi"Rita hanya manggut-manggut mendengar penjelasan Nayla.
"Naik mobil bareng sama pak Zain"
"Tapi cuma ampe pengkolan sana"
"Gak mungkinkan kalo gue ngikut sampe kampus"
"Yang ada gue bakal jadi bulan-bulanan cewe-cewe disini lagi"
"Secarakan mereka ngefans banget sama pak Zain"
"Untung aja tadi pak Zain mau nurunin gue disana"
"Kalo gak,mungkin sekarang gue udah jadi peyek kali ah"ujar Nayla sambil bergidik ngeri.
"Tapi sampe kapan lo mau nyembunyiin hubungan lo sama pak Zain"tanya Rita.Terlihat Nayla mengetuk pipinya beberapa kali.
"Sampe pernikahan gue udah sah di mata negara"jawab Nayla tanpa menoleh ke arah Rita.
"Lah kalo gitu kenapa gak di urus dari sekarang aja"
"Biar lo gak cape main kucing-kucingan begini"
"Ya itu sih tergantung pak Zain"
__ADS_1
"Gue sih males ngurus yang begituan"ucap Nayla acuh tak acuh.
"Tapi gimana sama mertua lo,emang dia setuju kalo lo berangkat ke kampus naik motor"tanya Rita kepada Nayla.
"Iya juga ya…"
"Mama Santi mana mau ngebiarin gue naik motor"
"Tadi pagi aja Mama Santi yang nyuruh gue berangkat bareng sama pak Zain"Nayla terlihat memikirkan sesuatu.
"Ah…Tapi nanti gue coba bujuk aja deh"
"Moga aja di bolehin"Nayla menyeruput minumannya sampai tandas,lalu menoleh ke arah Rita yang sedang memainkan ponselnya.Nayla mendengus kesal ke arah Rita.Ia lalu berdiri dan pergi dari kantin,meninggalkan Rita yang masih asyik memainkan ponselnya.
Nayla pergi menuju taman kampus dan duduk di salah satu bangku yang ada disana.Terdengar Nayla menghela nafas berkali-kali.
Nayla memejamkan matanya sejenak.Hembusan angin yang terasa lembut membuat Nayla merasa relax.Lalu tanpa diduga sebuah bayangan wajah Zain yang tersenyum muncul di benaknya hingga membuat Nayla tersentak.
Deg deg deg deg
Nayla menyentuh dadanya yang berdegup kencang.Terlihat wajah ikut memerah seiring dengan bunyi detak jantungnya.Nayla menggeleng-gelengkan kepalanya berkali-kali.Ia mencoba menghilangkan bayangan wajah Zain dari pikirannya.
"Gue kenapa sih"
"Kenapa tiba-tiba gue mikirin tuh dosen kulkas sih"Nayla terlihat mengetuk kepalanya.
"Tapi…Kalo di pikir…"
"Pak Zain ganteng juga ya kalo lagi senyum"tanpa sadar Nayla tersenyum ketika mengingat itu.
"Ya ampun Nayla…"
"Sadar Nay…Sadar…"
"Jangan tergoda sama senyumannya"Nayla terdengar menggerutu sembari menggeleng-gelengkan kepalanya berkali-kali.
"Akkhhh…Kenapa gak mau ilang sih…"
"Emang bener kata orang-orang"
"Senyuman buaya itu meresahkan"Nayla menghentak-hentakan kakinya berkali-kali karena merasa kesal.Ia bahkan sampai menendang tempat sampah yang ada di depannya.Dan semua yang dilakukan oleh Nayla tak luput dari pandangan seseorang yang tak lain adalah Zain.
Zain nampak terkekeh melihat Nayla yang terlihat sangat menggemaskan ketika sedang kesal.Ia bahkan tak dapat menahan tawanya ketika melihat Nayla yang mengaduh kesakitan akibat menendang tempat sampah yang sedari tadi hanya diam di tempat.
Nayla menoleh kebelakang ketika mendengar suara orang yang tertawa.Namun ketika ia menoleh tak ada siapapun di sana.
"Perasaan tadi ada yang ketawa deh di belakang"
"Tapi kok gak ada ya…"
"Jangan-jangan ada…"bulu kuduk Nayla tiba-tiba berdiri.Ia menyentuh tengkuknya yang terasa meremang.
Prakk…
Sebuah pot bunga tiba-tiba jatuh dengan sendirinya.Hal itu membuat Nayla semakin ketakutan dan berlari sambil menjerit.Sedangkan Zain nampak tertawa terbahak-bahak.Dan ya…Dialah yang dengan sengaja menjatuhkan pot bunga tersebut.
__ADS_1
...Kalo suka di like…...
...Kalo gak tinggal di skip aja…...