Bule Ganteng Suamiku

Bule Ganteng Suamiku
Sisi lain


__ADS_3

Selesai sarapan,Nayla dan Santi terlihat sedang berbincang di ruang tamu.


"Nayla kamu gak kuliah hari ini?"tanya Santi kepada menantunya tersebut.


"Nggak Ma…"


"Soalnya dosen yang bimbing hari ini cuma pak Zain"


"Karena pak Zain gak ngajar,otomatis hari ini mata kuliah pada kosong"Santi hanya manggut-manggut mendengarnya.


"Sayang…Kamu kok masih panggil Zain bapak?"


"Kamu kan udah jadi istrinya sekarang"


"Lagian kamu gak lagi di kampus"


"Jadi kamu bisa manggil Zain dengan panggilan lain"ucap Santi sambil tersenyum lembut ke arah Nayla.Nayla hanya tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Iya Ma…"


"Nanti Nayla coba buat pake panggilan lain"Nayla hanya menurut.


"Baguslah kalo gitu"


"Oh iya Mama hari ini mau keluar"


"Kamu tolong jagain Zain ya sayang"ujar Santi kepada Nayla.Mendengar itu Nayla hanya mengangguk tanda mengiyakan.


Dan setelah kepergian Santi.Nayla memutuskan untuk kembali ke kamar Zain.Begitu pintu terbuka,terlihat Zain yang masih setia menatap laptop yang ada di pangkuannya.Nayla menoleh ke arah meja yang berada di samping sofa.Terlihat sarapan Zain yang masih utuh karena belum di sentuh sama sekali.Nayla menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya.


"Sarapannya kenapa belum di makan pak?"


"Ini udah lewat jam sarapan loh?"ucap Nayla sambil menatap ke arah Zain.


"Saya gak ***** makan"


"Lagian saya juga belum lapar"jawab Zain tanpa menoleh ke arah Nayla.Mendengar itu Nayla hanya berdecih.Ia lalu mengambil sarapan tersebut dan duduk di samping Zain yang terlihat masih fokus pada laptopnya.


"Aaa…"Nayla menyodorkan sesendok makanan ke mulut Zain.Zain mengkerutkan keningnya melihat apa yang dilakukan Nayla.


"Mau apa kamu"Zain menaikan sebelah alisnya.


"Ck…Ya mau nyuapin bapaklah"


"Ayo pak di buka mulutnya aa…"Nayla terus menyodorkan makanan tersebut.


"Saya gak mau…"tolak Zain.Ia memalingkan wajahnya dari suapan Nayla.


"Ayo dong Pak tinggal buka mulut doang apa susahnya sih"


"Lagian bapakkan harus minum obat"


"Nah…Sebelum minum obat harus makan dulu"


"Ayo aa…"Namun Zain masih menolak.


"Saya bilang gak mau ya gak mau"


"Lagian kamu gak usah sok perhatian sama saya"


"Saya gak bakal tersentuh sama perlakuan kamu"Zain tersenyum sinis ke arah Nayla.Sedangkan Nayla hanya memutar bola matanya jengah.


"Ciiihh…"


"Siapa juga yang mau perhatian sama bapak"


"Saya gini cuma mau tanggung jawab karena udah bikin bapak sakit"


"Lagian Mama udah amanahin saya buat jagain bapak"


"Kalo gak,saya juga gak bakal mau kali"Zain tertegun mendengarnya.Hatinya terasa nyeri begitu mendengar perkataan Nayla.

__ADS_1


"Yaudah kalo bapak gak mau makan"Nayla meletakkan piring makan tersebut dan beranjak dari duduknya dengan kesal.


"Tunggu…"Nayla menoleh ke arah Zain yang memanggilnya.


"Saya mau makan"mendengar itu Nayla hanya berdeham.Ia lalu kembali duduk di samping Zain.


"Tapi saya gak mau makanan itu"


"Saya mau makan yang lain"Nayla mengkerutkan keningnya.


"Bapak mau makan apa?"Nayla terlihat memiringkan kepalanya.


"Saya mau makan pecel lele yang kemarin malam"jawab Zain sambil menoleh ke arah Nayla.


"Tapi jam segini warung yang jual pecel lele belum pada buka pak"


"Kalo mau makan itu ya harus nunggu sore"ujar Nayla kepada Zain.


"Bukannya tadi malem kamu ada bungkus pecel lele,tiga lagi"


"Pada habis kemana itu"tanya Zain dengan kening mengkerut.


"Ya udah habis di makanlah pak"jawab Nayla enteng.


"Haah…Tiga bungkus kamu yang habisin semua"Nayla menggeleng cepat.


"Ya nggaklah pak"


"Satu bungkus saya kasih Mama"


"Duanya lagi baru saya yang makan"


"Habisnya tadi malem bapak ketiduran"


"Kan sayang kalo gak di makan pecelnya"


"Yaudah saya abisin aja hehe…"jawab Nayla sambil cengengesan.


"Ck…Kamu kan bisa sisain satu bungkus buat saya"Zain mendengus kesal ke arah Nayla.


"Lagian pecel lele gak bakal tahan lama kalo di simpen sampe pagi pak"


"Kalo pun tahan,gak bakal seenak yang baru di bikin"ujar Nayla kepada Zain.


"Hmm…Tapi saya kepengennya makan itu"Zain mensedekapkan tangannya ke dada dengan wajah yang cemberut.Ia terlihat seperti seorang anak kecil yang sedang ngambek.Nayla yang melihat itu seketika tercengang.Ia bahkan sampai mengucek matanya beberapa kali.


'Ini beneran pak Zain'tanya Nayla dalam hati.Ia tidak menyangka.Seorang Zain yang terkenal dingin ternyata juga memiliki sisi seperti ini.Tentu saja hal itu membuat Nayla sangat terkejut.Ia bahkan sampai terbengong cukup lama.Hingga teguran Zain pun membuyarkan lamunan Nayla.


"Kamu kenapa bengong begitu?"tanya Zain masih dengan wajah yang cemberut.


"Eh…"Nayla tersentak seketika.Ia lalu menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Anu…Apa ya…"Nayla bingung harus menjawab apa.Ia masih terlihat kaget dengan apa yang ia lihat.Sedangkan Zain hanya mendengus mendengar jawaban Nayla.


"Em…Gimana kalo saya bikin makanan kesukaan bapak aja"tawar Nayla kepada Zain.Zain mengkerutkan keningnya.


"Ciihh…Emang kamu bisa masak?"Zain berdecih sambil tersenyum remeh ke arah Nayla.


"Bapak ngeremehin saya"Nayla berkacak pinggang ke arah Zain.Zain hanya mengedikkan bahunya acuh.


"Waahh…Bener-bener nih bule…"


"Asal bapak tau ya…"


"Biar pun otak saya gak se encer bapak"


"Tapi…Nih…"Nayla menepuk bahunya.


"Tangan saya ini ahli bikin masakan se level sama restoran bintang lima" ucap Nayla dengan nada bangga.


"Oh ya…Kalo gitu kamu buktikan"tantang Zain sambil tersenyum remeh.

__ADS_1


"Okeyy…"Nayla yang tak terima di remehkan langsung setuju.


"Baiklah…Kalo gitu kamu bikinin saya sop daging"


"Saya udah lama gak makan itu"Nayla yang mendengar itu langsung menyanggupinya.


Di dapur


Nampak Nayla yang sedang memasak.Di belakangkannya ada Zain yang sedang memperhatikan semua yang Nayla lakukan.Nayla terlihat sangat cekatan melakukan pekerjaannya.Meskipun Nayla di kenal sangat manja.Tapi ia sangat ahli dalam memasak.Mungkin karena ia turunan dari sang bunda yang memang jago dalam hal meracik bumbu.Di tambah Nayla yang memang sangat suka makan, membuat ia sangat menekuni hal-hal berbau masakan.Bahkan ia pernah bercita-cita untuk memiliki restoran sendiri.


Tak butuh waktu lama.Masakan Nayla pun sudah matang sempurna.Tercium aroma rempah yang sangat menggugah selera.


Nayla melepaskan celemek yang ia pakai dan meletakkannya di tempat semula.Ia lalu menghidangkan semangkuk sop daging ke hadapan Zain.


Zain menatap ke arah mangkuk.Terlihat sop daging yang begitu menggugah selera.Dari penampilan dan aromanya saja sudah terlihat lezat apalagi rasanya.Tanpa sadar Zain menelan ludahnya sendiri.


"Di makan pak…Jangan cuma di liatin aja"ujar Nayla sambil tersenyum penuh arti ke arah Zain.


"Hmm…"hanya dehaman yang terdengar.Ia lalu mencicipi masakan tersebut dan…


Byuur…


"Uhuk uhuk…"Zain terbatuk seketika.Ia lalu meraih segelas air yang ada di sampingnya dan meminumnya sampai tandas.Sedangkan Nayla terlihat tertawa terbahak-bahak.


"Hahaha…Kenapa pak…"


"Masakan saya enakkan…"ujar Nayla sambil tertawa.


"Enak apanya…"


"Rasanya asin…"Mendengar itu tawa Nayla semakin pecah.Ia memang sengaja memasukkan banyak garam ke dalam mangkuk Zain.


"Kamu ngerjain saya ya"Zain terlihat melotot ke arah Nayla yang masih tertawa.Nayla menghentikan tawanya seketika begitu melihat tatapan Zain yang sudah seperti siap menerkamnya.


"Hehe…Cuma becanda pak"Nayla mengacungkan dua jarinya sambil nyengir kuda.Zain yang mendengar itu langsung mendekati Nayla dengan mata yang melotot.Ia lalu menjewer telinga Nayla.


"Akkkhhh…Ampun pak…Sakit…"Nayla menjerit seketika.


"Berani ya kamu ngerjain saya"


"Saya ini suami kamu…"


"Kamu gak takut kualat haahh…"Zain masih menjewer telinga Nayla.


"Ampun Pak…Saya janji gak gitu lagi"Zain langsung melepaskan jewerannya namun matanya masih terlihat melotot.Nayla mengelus telinganya yang sedikit memerah.Ia terlihat mengerucutkan bibirnya.


Zain memijit pelipisnya.Ia pusing menghadapi tingkah Nayla yang…Entahlah ia sendiri bingung mau menyebutnya apa.


Nayla kembali mendekati Zain.Ia lalu menaruh semangkuk sop daging yang lain.Zain hanya menatap sop tersebut tanpa berniat menyentuhnya.


"Itu gak asin kok pak"ujar Nayla sambil menunduk.Ia merasa tidak enak karena sudah mengerjai Zain.Zain menoleh sekilas ke arah Nayla.Ia menghela nafas panjang begitu melihat wajah Nayla yang terlihat sedih.


"Maaf"ucapan Zain membuat Nayla tersentak.


"Saya gak bermaksud nyakitin kamu"sambung Zain sambil menatap Nayla.Nayla menggeleng cepat.


"Nggak pak…Harusnya saya yang minta maaf"


"Karena udah ngerjain bapak"


"Maafin saya pak…"ucap Nayla tulus.Zain tersenyum ke arah Nayla yang terlihat masih menundukkan kepalanya.Ia lalu mengelus kepala Nayla.


"Sudah saya maafkan"Nayla langsung mendongakan wajahnya begitu mendengar perkataan Zain.Terlihat Zain tersenyum hangat ke arahnya.


Deg deg deg deg


Jantung Nayla berdegup kencang begitu melihat senyuman Zain.Ia memalingkan wajahnya ke arah lain.Terlihat wajahnya memerah.Zain yang melihat ekspresi Nayla yang seperti itu mencoba untuk menahan tawanya.Ia lalu kembali duduk dan memakan makanannya dengan lahap, tanpa menoleh ke arah Nayla yang terlihat menatapnya.


...Okeyy…Author sudahi dulu sesi tatap-tatapannya😂...


...Jangan lupa like dan koment di bawah…...

__ADS_1


...Biar author semangat buat up lebih banyak lagi...


...Babay semua…...


__ADS_2