Bule Ganteng Suamiku

Bule Ganteng Suamiku
Awal baru


__ADS_3

Setelah selesai sarapan.Mereka semua terlihat berkumpul di ruang tamu.Santi menyampaikan maksud kedatangannya untuk menjemput Nayla.


"Nayla sayang…Kamu mau kan ikut pulang bareng Mama"Santi menatap Nayla penuh harap.


Nayla tampak berpikir sejenak.Ia lalu menoleh ke arah Nathan yang sedari tadi hanya diam.Nathan membalas tatapan sang adik.Ia tersenyum sambil menganggukkan kepalanya tanda setuju.


Tatapan Nayla beralih kepada Zain yang terlihat datar.Nayla menghela nafas panjang.


"Iya Ma…Nayla mau"jawaban Nayla tentu saja membuat Santi bahagia.Ia lalu memeluk Nayla dengan gembira.


Setelah di pikir lagi.Tidak ada gunanya juga ia menolak.Bagaimana pun statusnya sekarang ini sudah menjadi seorang istri.Walaupun masih ada rasa tidak rela di hatinya,apalagi ketika ia mengingat bagaimana dan dengan siapa ia menikah .Akan tetapi Nayla sedang berusaha untuk menerima dan berdamai dengan nasibnya.


"Yaudah kalo gitu,kita pulang sekarang aja…Gimana…"Santi terlihat sangat bersemangat.Ia sudah tidak sabar membawa Nayla kekediamannya.


"Tapi Nayla harus minta ijin dulu sama ayah bunda…"ujar Nayla kepada Santi.


"Udah kamu tenang aja biar Mama yang urus itu"


"Sekarang kamu siap-siap dulu"Nayla menganggukkan kepalanya patuh.


Nayla lalu mengemasi beberapa barangnya di bantu oleh Rita dan Bi sumi.


"Hiks hiks Nay pamit dulu ya Bi"Nayla memeluk bi Sumi dengan erat.


"Iya Non,jaga kesehatan non ya…"


"Makan yang teratur,jangan sampai telat"


"Bibi doain semoga Non Nayla selalu di beri kebahagiaan"Bi Sumi menyeka air matanya yang sedari tadi mengalir.


"Hiks hiks Bibi juga…"Nayla melepaskan pelukannya.Ia lalu beralih pada Nathan yang tengah menatapnya dengan senyum sendu.


"Abaang…"Nayla memeluk Nathan.


"Makasih ya…Selama ini abang udah jagain Nay…"


"Nay minta maaf kalo selama ini Nay selalu nyusahin abang…"Nathan mengendurkan pelukannya dan menatap sang adik dengan intens.


"Nggak Baby…Kamu gak perlu minta maaf"


"Udah jadi tugas seorang kakak untuk menjaga adiknya"


"Dan seharusnya abang yang minta maaf sama kamu"


"Karena selama ini abang gak ada waktu buat nemenin kamu"Nayla menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Gak papa kok bang"


"Nay paham"


"Semua yang abang lakuin juga buat kebaikan Nay"Nayla kembali memeluk Nathan.Lalu tatapan Nayla beralih pada sahabatnya Rita.


"Selamat ya Nay…"Rita memeluk Nayla.


"Setelah sekian lama menjomblo akhirnya lo dapet jodoh juga hehe…"ujar Rita sambil tertawa.


Pukk…


"Adaaww…"Rita mengelus tangannya yang di pukul oleh Nayla.


"Di situasi kek gini,masih sempet-sempetnya becanda"Nayla berkacak pinggang sambil melotot ke arah Rita yang terlihat cengengesan.


"Ayo sayang…Kita berangkat sekarang"ajak Santi kepada Nayla.Nayla menganggukkan kepalanya.


"Sering-sering mampir kesini ya Non…"


"Pasti Bi"jawab Nayla.


"Saya titip Nayla ya Tante…Zain"


"Tolong jaga dia dengan sepenuh hati"sebagai seorang kakak laki-laki, tentu sangat sulit untuk melepaskan kepergian sang adik perempuan yang sangat ia sayangi.Apalagi jika hal ini menyangkut tentang masa depan sang adik.Tentu ada kekhawatiran tersendiri yang ia rasakan.


"Kami janji akan selalu menjaga Nayla sepenuh hati kami"ujar Santi kepada Nathan.Nathan menganggukk,ia lalu mendatangi Zain dan memeluknya.


"Tolong jaga Nayla…"


"Dia adalah harta kami yang paling berharga"


"Jangan pernah kamu sakiti dia"


"Jika pun itu terjadi,tolong kamu pulangkan dia kembali ke rumahnya dengan cara yang baik"Nathan menatap Zain dengan penuh harapan.Zain mengangguk sambil tersenyum tipis.Walaupun begitu senyumannya tersirat sebuah ketulusan yang sangat dalam.Dalam hati Ia berjanji akan menjaga Nayla dan mencoba untuk mencintainya.Meskipun Zain ragu hal itu akan terjadi dalam waktu dekat.


"Nay pamit dulu…Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"jawab mereka bertiga serempak.


Nayla masuk ke dalam mobil.Ia duduk di belakang bersama Santi.Sedangkan Zain memilih untuk duduk di depan bersama supir.


Nayla melambaikan tangannya ke arah Nathan dan lainnya.Terlihat mereka juga membalas lambaian Nayla.Mobil itu pun berjalan perlahan meninggalkan kediaman Adinata.


Nayla menyeka air matanya yang mengalir.Ia kembali menatap ke belakang.

__ADS_1


Pada akhirnya Nayla harus meninggalkan rumah tempat di mana ia di besarkan.Walaupun Nayla selalu merasa kesepian ketika tinggal disana.Tetap saja,setiap rumah pasti memilik kenangannya tersendiri.


Santi menatap Nayla yang terlihat bersedih itu.Ia lalu menggenggam tangan Nayla dengan penuh kelembutan.Nayla yang merasa tangannya di genggam oleh seseorang,segera menoleh.Nampak sang mertua yang menatapnya dengan senyum penuh kasih sayang.


"Nayla sayang…"


"Mama janji akan selalu membuat kamu bahagia"Santi sangat mengerti bagaimana perasaan Nayla sekarang.Karena ia pun juga pernah mengalaminya.


Ketika seorang wanita yang sudah menikah.Mereka harus patuh dan taat kepada sang suami.Serta harus selalu setia mendampingi suami kemanapun ia pergi.


Mata Nayla terlihat berkaca-kaca.Ia sangat bersyukur memiliki mertua sebaik Santi.


Sesampainya di kediaman Robert


Santi langsung mengajak Nayla masuk ke dalam.


Nayla begitu terpesona ketika ia melihat betapa indahnya kediaman keluarga Robert.


Rumah mewah…Ralat…Ini adalah sebuah mansion.Mansion yang terlihat sangat mewah,dengan arsitektur bergaya eropa yang terlihat sangat elegan dan berkelas.Nayla terperangah seketika.Ia tak pernah menyangka jika kediaman Robert akan semewah ini.Santi terkekeh melihat ekspresi Nayla yang seperti itu.Sangat persis dirinya dulu waktu pertama kali menjadi menantu keluarga Robert.


Santi lalu mengajak Nayla berkeliling mansion.


Sedangkan Zain ia langsung masuk ke ruang kerjanya.Walau sekarang adalah hari minggu.Ia tetap bekerja seperti biasa.


Zain memang sangat gila kerja.Jika ada yang bertanya apa yang akan di lakukannya ketika ada waktu luang,maka ia akan menjawab "bekerja".


Setelah selesai berkeliling.Santi mengajak Nayla untuk duduk di sebuah gajebo yang terdapat di halaman belakang.


Mereka terlihat sangat akrab seperti sepasang sahabat.Mereka saling bertukar ceritanya masing-masing.Dan terkadang mereka juga saling melempar candaan.Sungguh ini adalah pengalaman pertama Nayla yang sangat berkesan.Ia tak menyangka akan secepat ini akrab dengan mertuanya.Bahkan dengan bundanya saja ia tidak sedekat dan seakrab sekarang ini.


"Nayla…Apa kamu senang tinggal disini…"Santi menggenggam tangan Nayla.


"Iya Ma…Nayla senang tinggal disini"jawab Nayla jujur.


"Syukurlah…"Santi menghela nafas lega.


"Nayla…Mau gak kamu janji satu hal sama Mama"Nayla terlihat mengangguk.


"Tolong cintai Zain sepenuh hati kamu"Santi menatap Nayla penuh harap.Mendengar itu Nayla tertegun.Ia bingung harus menjawab apa.Walau ia sudah menerima pernikahannya bersama Zain.Tapi mencintainya…Apakah ia bisa.Mengingat trauma masalalunya pada seorang pria.Membuat ia ragu apakah ia dapat kembali jatuh cinta.


Melihat Nayla yang diam saja.Santi kembali berbicara.


"Perlahan-lahan saja sayang"Santi mengerti yang di rasakan oleh Nayla.Memang tidak mudah untuk mencintai seseorang secara tiba-tiba.


"Iya Ma…Nayla usahakan"ujar Nayla sambil tersenyum ke arah Santi.Mendengar itu Santi lalu memeluk Nayla.Nayla menyambut pelukan Santi dengan senang hati.Dan pemandangan itu tak luput dari penglihatan Zain.Zain memandang kedua wanita yang sedang berpelukan tersebut dengan senyum hangat di bibirnya.Ia lalu menatap wajah Nayla yang terlihat tersenyum manis menatap ke arah sang Mama.Zain menyentuh dadanya.Desiran hangat tiba-tiba muncul di hatinya setiap kali ia menatap Nayla yang tengah tersenyum.

__ADS_1


......*Sampai di sini dulu ya…Jangan lupa tinggalkan like dan komen di bawah......


......Salam manis dari Author untuk readers semua😘…Babay…🤗*......


__ADS_2