Bule Ganteng Suamiku

Bule Ganteng Suamiku
Bertemu teman lama


__ADS_3

Sesampainya di kampus Nayla langsung pergi menuju kelas.Ruangan kelas terlihat sudah ramai,karena memang hari ini jadwal mata kuliah di adakan pagi hari.


Nayla duduk di kursinya.Terlihat Rita yang sedang asik memainkan ponselnya sambil tersenyum sendiri.Tak perlu bertanya,Nayla pun sudah tahu apa yang sedang Rita lakukan.Sudah pasti ia sedang asik chattingan dengan pacar tersayangnya itu.Ia bahkan tidak menyadari,bahwa sudah ada Nayla di sampingnya dan sedang menatap jengah ke arahnya.


Begitulah Rita.


Jika sedang jatuh cinta,jangankan menyadari keberadaan Nayla.Hujan badai serta angin petir berhembus pun tak bisa mengusik Rita dari kegiatannya itu.


Nayla yang merasa gemas pun merebut ponsel Rita.


"Eh Nayla…Balikin hp gue woy…"Rita mencoba merebut kembali ponselnya,namun gagal.Karena Nayla langsung berlari menjauh dari dirinya


"Wleek…"


"Ayo kejar gue kalo bisa"Nayla menjulurkan lidahnya meledek Rita.


"AWAS LO YA"Rita mempercepat larinya.Begitu juga dengan Nayla.Ia terus berlari sambil sesekali menoleh ke belakang.Terlihat Rita yang sudah ngos-ngosan mengejarnya.Dah hal itu membuat Nayla tertawa kegirangan.Nayla kembali menjulurkan lidahnya ke arah sahabatnya itu.


Rita mendengus kesal ke arah Nayla.


"GUE SUMPAHIN KEPELESET LO"


Dan…


Brukk…


"Adaaww…"baru juga berucap seperti itu.Ucapan Rita langsung di kabulkan.Nayla yang masih berlari langsung terpeleset.Karena lantai koridor yang basah karena baru di pel.


"Aduuhhh…"Nayla meringis sambil mengelus p*ntatnya yang terasa nyeri akibat terjatuh.Untung saja suasana koridor sedang sepi.Kalau tidak bisa malu ia nanti.Rita yang melihat Nayla terjatuh,langsung menghampiri sahabatnya itu sambil tertawa.


"Bwahaha…"


"Mampooss"


"Makanya jangan iseng jadi orang"Rita mengambil ponselnya lebih dulu.Ia mengecek ponselnya yang sempat terjatuh dari tangan Nayla.Ia menghela nafas lega begitu melihat ponselnya baik-baik saja.


"Sue lo…"


"Bukannya nolongin temen"


"Malah nyelametin hp dulu"


"Dasar temen gak ada akhlak"umpat Nayla sambil menatap kesal ke arah Rita yang terlihat nyengir kuda.


"Siapa suruh ngisengin gue"


"Kena karma kan lo"Rita membantu Nayla untuk bangun.Sedangkan Nayla hanya mendengus mendengar perkataan Rita.


"Habisnya gue kesel sama lo"


"Semenjak punya pacar lo keasikan maen hp terus"


"Di ajak ngomong juga gak pernah nyahut"ucap Nayla dengan nada kesal.


"Ululuh…Maafin gue deh"Rita mencolek dagu Nayla yang terlihat cemberut.


"Yaudah lo mau ngomongin apa?"


"Gue dengerin sampe selesai deh"Rita mendekatkan kupingnya ke wajah Nayla.


"Gak usah sedeket itu kali"


"Emang lu budeg apa?"Nayla mendorong wajah Rita agar sedikit menjauh dari wajahnya.


"Ayo cepetan"


"Katanya ada yang mau di omongin"


"Gue udah pasang kuping ini"Rita kembali menyodorkan telinganya ke arah Nayla meskipun tidak sedekat tadi.


"Apa ya?"


"Gue lupa"Nayla menggaruk kepalanya bingung.


Rita menepuk dahinya mendengar jawaban Nayla.


"Nayla…Nayla…"


"Kebiasaan banget deh lo"


"Kayaknya otak lo harus di upgrade deh"


"Biar gak lupa terus"Nayla hanya memanyunkan bibirnya mendengar ledekan dari sahabatnya itu.


"Dah lah mending gue ke kelas"ujar Rita sambil berjalan pergi meninggalkan Nayla yang terlihat mengikutinya.Namun belum juga mereka sampai di kelas.Dipertengahan jalan mereka di cegat oleh tiga orang mahasiswi.Ketiganya terlihat menghalangi jalan Nayla dan juga Rita.


"Hai Nay?"


"Apa kabar?"tanya salah satu di antara mereka.Ia terlihat tersenyum manis ke arah Nayla.


Nayla hanya menatap malas pada ketiganya.Begitu juga dengan Rita.Tak ada niatan sama sekali untuk membalas sapaan tersebut.Mereka berdua mencoba untuk pergi.Namun salah satu dari mereka menarik tangan Nayla.


"Bentar"


"Ada yang mau gue omongin sama lo"

__ADS_1


Nayla berdecak malas.Ia hanya berdeham tanpa menoleh ke arah mahasiswi tersebut.


"Nih ambil"mahasiswi itu menyerahkan sebuah paperbag kepala Nayla.


Nayla hanya diam melihat paperbag itu.Ia tak memiliki niatan sama sekali untuk mengambilnya.Ia mengerutkan keningnya bingung ke arah gadis yang ada di hadapannya sekarang.


Melihat respon Nayla yang seperti itu.Ia langsung mengatakan maksudnya dan tujuannya.


"Ini oleh-oleh dari gue"


"Kemarin pas gue liburan"


"Gue ke inget sama lo"


"Jadi gue beliin ini buat lo"


"Nih ambil"gadis itu kembali menyodorkan paperbag tersebut kepada Nayla.Nayla mengambilnya dengan hati yang malas.


Sebenarnya ia sedikit bingung kenapa gadis itu tiba-tiba bersikap baik kepadanya.Karena seingat Nayla selama ini ia tak pernah akur dengan mereka bertiga.Tapi sekarang,entah ada angin apa mereka jadi seperti itu.Menyapanya dengan senyuman manis dan tutur kata yang lembut.Bahkan sampai memberi Nayla hadiah.


"Oh iya"


"Waktu aku ultah kemarin,kok kamu gak dateng sih Nay?"mendengar gadis tersebut berbicara menggunakan kosa kata aku dan kamu.Membuat Nayla serasa ingin muntah.Sedangkan Rita ia hanya memutar bola matanya malas mendengar perkataan gadis tersebut.Ia sudah tahu maksud dan tujuan yang sebenarnya dari gadis itu.Namun ia lebih memilih diam.


"Gue sibuk"jawab Nayla acuh tak acuh.Mendengar jawaban Nayla ia hanya bisa tersenyum.Padahal dalam hatinya ia ingin sekali mengumpat Nayla.Namun semua itu harus ia tahan demi tujuannya.


"Oh gitu ya"


"Mmm…Yaudah kalo gitu aku duluan"


"Nanti kalo aku ada acara lagi"


"Kamu dateng ya"


"Jangan lupa ajak juga abang kamu"


"Ayo gaes kita ke kelas sekarang"ajak gadis itu kepada kedua temannya.Mereka hanya mengangguk.


"Bye Nay"sapa gadis itu sebelum pergi dari hadapan Nayla dan Rita.Nayla hanya berdeham singkat.Sedangkan Rita hanya memutar bola matanya jengah menatap kepergian ketiga gadis tersebut.


Setelah kepergian ketiga gadis itu.Nayla melirik paperbag yang ada di tangannya.


"Kesambet apaan tuh anak"


"Tiba-tiba baik kek gini sama gue"


"Pasti ada udang di balik bakwan nih"Nayla menyerahkan paperbag tersebut kepada Rita.


"Ck…Di balik batu kali Nay"


"Tapi lagi caper sama lo"Nayla mengerutkan keningnya mendengar perkataan.


"Caper kenapa?"tanya Nayla bingung.


"Ck…Si chika tuh suka sama bang Nathan"


"Dia kek gini cuma nyari perhatian sama lo"


"Kan selama ini kalian gak pernah akur"


"Makanya si Chika baik kek gini biar lo setujuin dia sama bang Nathan"jawab Rita panjang lebar.Nayla hanya manggut-manggut mendengarnya.


"Pantesan aja"


"Eh tapi kok dia bisa tau sama bang Nathan"


"Perasaan gue gak pernah ngasih tau anak kampus deh kalo gue punya abang"


"Apa gara-gara bang Nathan anterin kita waktu itu ya"


"Tapi itu kan cuma sekali"


"Dan waktu itu juga gerbang kampus udah pada sepi"


"Jadi gak mungkin banget ada yang liat bang Nathan"Nayla mengetuk dahinya mencoba berpikir keras.


"Hehe…Sebenarnya si Chika tau bang Nathan dari gue"ucap Rita sambil nyengir kuda.


"Maksud lo?"tanya Nayla tidak mengerti.


"Lo inget gak waktu gue ngasih syarat sama bang Nathan"Nayla hanya mengangguk.


"Nah syaratnya itu bang Nathan harus nemenin gue ke ultahnya Chika"Nayla sedikit terkejut mendengar perkataan Rita.


"Dasar ya lo"


"Bisa-bisanya lo bawa bang Nathan ke ultahnya si mak lampir"


"Emang gak ada apa cowo lain yang bisa lo ajak kesana"Nayla berkacak pinggang ke arah Rita yang terlihat cengengesan.


"Hehe sorry Nay"


"Gue mana tau kalo si Chika bakal naksir sama bang Nathan.


"Lagian bang Nathan juga gak nolak pas gue ajak ke sana"

__ADS_1


"Dan lagi kalo gue gak bawa bang Nathan kesana"


"Gue gak bakal punya pacar sekarang"ucap Rita membela diri.


"Ck…Emang apa hubungannya bang Nathan sana lo yang punya pacar"


"Gak nyambung banget deh"Nayla mendengus kesal.


"Panjang kalo gue ceritain mah"


"Eh btw ini isinya apaan ya Nay"


"Gue jadi penasaran"Rita langsung mengubah topik pembicaraan.


Nayla hanya mengedikkan bahunya malas.


"Buka aja kalo penasaran"


"Kalo mau buat lo aja sana"Nayla mengibas-ngibas tangannya.


"Yakin nih buat gue"


"Kalo isinya barang-barang bagus gimana"Nayla hanya mengangguk malas.Ia tidak peduli apa pun isi di dalam paperbag tersebut.Melihat respon Nayla yang seperti itu,membuat Rita kegirangan.Ia lalu membuka paperbag tersebut dengan semangat.


"Woaahh…Hermes coyy…"Rita meneteng sebuah paperbag dengan wajah yang berbinar.


"Ciihh…"


"Timbang Hermes doang"Nayla berdecih melihat ekspresi Rita yang terlalu berlebihan menurutnya.


"Sombong amat"


"Mentang-mentang anak horang kaya"ucap Rita tanpa menoleh ke arah Nayla.Ia terlihat asik mencoba tas tersebut.


"Ya dong"


"Nayla gitu loh"Nayla menyibak rambutnya dengan gaya centil.


"Kaya sih kaya"


"Tapi pelitnya…Astagfirullah"Nayla memukul tangan Rita yang terlihat tertawa.


"Enak aja kalo ngomong"


"Gue ini gak pelit tau"Nayla melotot ke arah sahabatnya itu.


"Cih…"


"Liat aja buktinya"


"Jangankan beliin gue yang beginian"


"Traktir makan aja paling mentoknya cuma cilok yang di depan sono"tunjuk Rita ke arah gerbang kampus.


"Ohh…Jadi lo ngeremehin gue sekarang"


"Okey…Gimana habis pulang dari kampus gue traktir lo makan" "Sepuasnya…"


"Kalo perlu gue borong deh"merasa di remehkan Nayla langsung unjuk gigi.


"Ah seriusan lo"


"Kita mau makan dimana?"


"Gimana kalo kita pergi ke restoran yang lagi viral itu"


"Pasti makanan disana enak-enak"Rita menelan ludahnya sendiri begitu membayangkan makanan yang sedang viral di sosmed.


"Ck…Ngapain jauh-jauh kesana"


"Mending kita makan cilok di depan"


"Lu boleh makan sepuasnya"


"Kalo bisa abang-abangnya gue beli sekalian"Rita memanyunkan bibirnya mendengar perkataan Nayla.Khayalannya tentang makanan enak langsung pupus seketika.Nayla yang melihat ekspresi dari sahabatnya itu mencoba untuk menahan tawanya.


"Ciihh…"


"Katanya gak pelit"


"Sekali-kali napa Nay"


"Ajak gue ke restoran yang elit gitu"


"Ke restoran italia kek"


"Atau restoran jepang gitu"ujar Rita kepada Nayla.


"Ciihh…Emang lo doyan makan begituan"tanya Nayla.Rita terlihat menggeleng.


"Nggak"jawab Rita singkat.Nayla memutar bola matanya malas mendengar jawaban Rita.


"Udah ah yuk ke kelas sekarang"


"Bentar lagi bel nih"Nayla berjalan pergi di ikuti Rita yang tertunduk lemas.

__ADS_1


__ADS_2