
Nampak seorang gadis cantik berdiri di hadapan mereka dengan wajah yang angkuh.Ia tersenyum sinis ke arah Nayla yang sedang menatapnya dengan penuh kebencian.
"Sheril"Nayla meremas tangannya.Ia tidak menyangka akan bertemu dengan orang yang pernah menghianatinya dulu.
Flashback on
Setelah lulus dari sekolah menengah pertama.Nayla dan Rita memutuskan untuk masuk ke SMA yang sama.Mereka masuk ke sebuah sekolah SMA elit yang ada di kota mereka.Dan di sana lah mereka bertemu dengan sosok Sheril.
Awal perkenalan mereka berjalan sangat baik,karena Sheriel merupakan gadis yang sangat ramah dan pandai bergaul.
Lambat laun perkenalan mereka berubah menjadi pertemanan.Tak pernah ada kata pertengkaran di antara mereka.Pertemanan mereka pun terjalin sangat baik.
Namun itu semua tak bertahan lama.Pertemanan mereka mulai goyah, ketika muncul sosok Justin di antara Nayla dan juga Sheril.
Justin adalah seorang siswa pindahan dari luar kota.Ia memiliki darah keturunan Jerman dari sang ibu.Hingga membuatnya memiliki perawakan dan wajah bak orang eropa.Meski begitu ia lahir dan tumbuh besar di Indonesia.
Wajah Justin yang sangat tampan menjadi daya tarik bagi para kaum hawa.Banyak siswi di sekolah yang mengagumi ketampanannya, tak terkecuali Nayla.Ia bahkan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Justin.
Dan siapa sangka ternyata Justin juga merasakan perasaan yang sama kepada Nayla.
Setelah cukup lama mereka saling kenal.Mereka berdua memutuskan untuk berpacaran.
Keseharian mereka terasa sangat indah.Terutama bagi Nayla.Ia merasa sangat beruntung memiliki kekasih seperti Justin.Begitu juga sebaliknya.
Namun yang namanya sebuah hubungan,pasti memiliki kendala di dalamnya.Begitu juga hubungan yang terjalin antara Nayla dan Justin.Gaya berpacaran mereka yang sangat monoton membuat Justin sedikit terusik.Karena semenjak mereka berpacaran,Nayla selalu menolak untuk di sentuh oleh dirinya,meski hanya sekedar berpegangan tangan.Namun Justin mencoba memahami keinginan Nayla.Ia menerima semua keputusan Nayla asalkan kekasihnya itu bahagia.
Akan tetapi lama-kelamaan Justin mulai merasa jenuh.Ia juga ingin merasakan berpacaran seperti remaja-remaja lainnya.
Hingga muncullah sosok Sheril ke dalam hubungan mereka berdua.Sheril masuk ke dalamnya di saat Justin sedang merasa jenuh akan hubungannya bersama Nayla.
Sebenarnya Sheril sudah lama memendam rasa kepada Justin.Namun ia tak pernah berani mengungkapkannya.Apalagi di saat ia tahu bahwa temannya Nayla berpacaran dengan lelaki pujaannya itu.Membuat ia semakin mengubur rapat-rapat perasaannya.
Namun kemesraan di antara Nayla dan Justin membuat ia cemburu.Ia berpikir,seandainya saja ia lebih dulu menyatakan perasaannya kepada Justin.Mungkin dirinya lah yang sekarang berada di sisi lelaki tersebut.Dan karena pemikirannya itulah,membuat Sheril bertekat untuk merebut Justin dari Nayla.
Berbagai cara ia lakukan untuk mendapat perhatian Justin.Meski kadang ujungnya berakhir sia-sia.Namun ia tak menyerah begitu saja.
Sheril tak pernah memikirkan bagaimana perasaan Nayla nantinya.Karena rasa ingin memiliki Justin lebih besar di bandingkan pertemanannya kepada Nayla.
__ADS_1
Pada akhirnya waktu yang di tunggu pun tiba.Sheril akhirnya bisa mendapatkan Justin meski hanya di jadikan pelampiasan n*fsu olehnya.Itu terjadi karena Justin masih sangat menyayangi Nayla.Namun Sheril tidak peduli,yang terpenting baginya ialah, Justin sudah menjadi miliknya
Lama-kelamaan muncul perasaan ingin memiliki Justin sepenuhnya.Ia membuat rencana untuk memisahkan Nayla dan juga Justin.
Ia sengaja memberi tahu Nayla tempat di mana ia dan Justin sering bermesraan.
Dan ya …Rencananya berjalan sangat mulus.Nayla sangat marah melihat dirinya sedang bermesraan dengan Justin.Bahkan yang tak pernah Sheril sangka adalah ketika Justin berkata hal yang tak pantas kepada Nayla.Entah karena di saat itu Justin sedang berada di puncak n*fsunya hingga membuatnya tak bisa berpikir jernih.
Dan sejak itulah hubungan mereka menjadi renggang.Nayla bahkan sampai pindah sekolah karena merasa sakit hati kepada Justin dan juga Sheril.
Sedangkan Justin mencoba untuk memberi penjelasan kepada Nayla.Ia sangat menyesal karena sudah menghianati kekasihnya itu.
Namun,nasi sudah menjadi bubur.Meskipun Justin sudah menyesali berbuatannya serta meminta maaf.Luka yang ia torehkan kepada Nayla sangatlah dalam.Dan bahkan masih membekas sampai sekarang.
Flashback off
"Ngapain lo kesini?"kali ini Rita yang berbicara.Ia memandang tak suka ke arah gadis yang pernah menjadi temannya itu.
"Ya ampun Rita"
"Bukannya jawab sapaan aku"
"Kebiasaan banget deh temenku yang satu ini"Sheril mencubit gemas lengan Rita dengan senyum manis yang di buat-buat.
"Ck…Gak usah basa-basi deh lo"
"Gue tau lo pasti mau nyari gara-gara kan sama kita"Rita menyentak tangan Sheril dari lengannya.
"Rita…"
"Kamu gak boleh mikir gitu"
"Aku kesini cuma mau nyapa kalian kok"Sheril memasang tampang wajah sedih.Namun bukannya merasa kasihan Nayla dan Rita justru merasa jijik.
Melihat reaksi wajah kedua mantan temannya itu.Membuat Sheril mengubah raut wajahnya menjadi angkuh kembali.Ia menelisik tubuh Nayla dan Rita dari atas sampai kebawah dengan senyum remeh.
"Cihhh…"
__ADS_1
"Ternyata kalian masih sama kayak dulu"
"KAMPUNGAN"perkataan Sheril membuat Rita naik pitam.Ia mengangkat tangannya mencoba menampar Sheril namun di hentikan oleh Nayla.Nayla mengisyaratkan melalui tatapan mata,meminta Rita untuk tetap tenang.Rita hanya menurut meski hatinya masih merasa geram.
Nayla kembali menatap Sheril.Kali ini dengan wajah yang datar.Ia mendekat ke arah Sheril dengan langkah pelan sambil mensedekapkan kedua tangannya di dada.
"Dan lo masih sama kayak dulu"
"Gatel dan MURAHAN…"ucap Nayla sembari tersenyum sinis.
Mendengar ucapan Nayla.Sheril sangat marah.
"KURANG AJAR"Sheril mengangkat tangan lalu mengayunkannya ke wajah Nayla.Namun sebelum tangannya berhasil menyentuh pipi Nayla.Nayla lebih dulu menghindar.Kemudian ia menendang kaki Sheril hingga membuat gadis itu tersungkur.
"Akhh"Sheril jatuh ke bawah dengan tidak elit,bahkan keningnya sampai terhantup ke lantai.Dan apa yang terjadi kepada Sheril tidak luput dari tatapan semua orang.Mereka mendang Sheril dengan tatapan yang beragam.Ada yang iba namun ada juga yang merasa bahwa yang terjadi kepada Sheril memang pantas.Karena sebagian dari mereka sempat mendengar bahwa memang Sheril yang lebih dulu mencari masalah.
Sheril mengelus keningnya yang sedikit memar.Karena memang ia terjatuh cukup keras.
Ia lalu kembali menatap ke arah Nayla yang sedang memandangnya dengan senyum sinis.Dan hal itu membuat Sheri geram.Ia ingin membalas perbuatan Nayla.Namun tatapan orang-orang kepadanya membuat Sheril mengurungkan niatnya.
Sheril langsung bangun, ia lalu mengambil tasnya dan pergi dari restoran itu dengan penuh amarah.Ia bersumpah akan membalas perlakuan Nayla kepadanya.
Sedangkan Nayla menatap kepergian Sheril dengan tatapan yang sulit di artikan.
Prok prok prok
"Woaah…Hebat lo Nay"
"Bisa bikin tuh ulat keket diam tak berkutik"
"Salut gue sama lo"Rita merangkul bahu Nayla sambil terus memuji-muji sahabatnya itu.
"Iya dong"
"Nayla gitu loh"Nayla membusungkan dadanya pongah.
Rita mengacungkan kedua jempolnya ke arah Nayla.Ia merasa bangga kepada sahabatnya itu.
__ADS_1
Awalnya Rita mengira Nayla akan diam saja seperti dulu.Namun ternyata sahabatnya itu memiliki cara tersendiri untuk membalas perkataan Sheril.