
Sedangkan di sisi lain.Nampak Nathan yang kalang kabut.Setelah mendapat kabar dari bi sumi tentang Nayla yang belum pulang.Ia langsung menghubungi Rita dan bertanya keberadaan Nayla.Namun Rita juga tidak tahu.Di tambah ponsel Nayla yang mati membuat ia semakin khawatir.
Sekarang ini Nathan dan Rita tengah berkeliling mencari Nayla.Mereka pergi ke berbagai tempat yang biasa Nayla kunjungi.Sudah banyak tempat yang mereka datangi,namun Nayla belum kunjung ketemu.
"Rita kamu ingat-ingat lagi deh"
"Tempat mana yang belum kita datangi"Nathan terlihat frustasi.Ia benar-benar khawatir kepadap adiknya.
"Sudah bang…"
"Semua tempat Nayla biasa nongkrong sudah kita datangin"ujar Rita kepada Nathan.Wajahnya juga terlihat khawatir.Ia menyesal karena sudah meninggalkan Nayla sendirian tadi.
"Kita telpon polisi aja yuk bang"
"Rita takut Nayla di culik"ajak Rita.Ia hampir menangis.
"Belum bisa Rit"
"Nayla itu sudah besar,kalo melapor sekarang kita juga harus nunggu dua kali 24 jam"jawab Nathan tanpa menoleh ke arah Rita.
"Terus kita harus gimana lagi bang…"
"Kita udah cari kemana-mana tapi Nayla belum ketemu…"
"Gimana kalo Nayla dalam bahaya"pecah sudah tangis Rita.
"Udah Rit…"
"Kamu jangan nangis…"
"Abang jadi tambah khawatir sama Nayla"
"Kita berdoa aja semoga Nayla gak kenapa-kenapa"Nathan mencoba menenangkan Rita yang menangis.Ia juga sangat khawatir kepada Nayla tapi ia tetap mencoba berpikir jernih.
"Coba kamu telpon Nayla lagi siapa tau udah aktif"Rita mengangguk dan kembali menelpon nomer Nayla.Namun hasilnya tetap sama.
"Hiks hiks…Masih belom aktif Bang…"tangis Rita semakin nyaring.Nathan mengusap wajahnya kasar.
"Rita coba kamu cek,lokasi dan kapan terakhir kali hp Nayla aktif"Rita mengangguk.Ia langsung mengecek nomor Nayla.Terlihat ia masih sesenggukan menahan tangis.
"Restoran seafood ***"ucap Rita terdengar pelan.
__ADS_1
"Dimana?"tanya Nathan ia tak mendengar jelas perkataan Rita.
"Nayla sempet ke restoran seafood***"
"Tempatnya masih sejalan sama arah kampus bang"ujar Rita kepada.
"Yaudah kita kesana sekarang"Nathan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju restoran yang di katakan oleh Rita.
Sesampainya di restoran.Nathan dan Rita langsung masuk.Nathan lalu memanggil seorang pelayan.
"Selamat datang di restoran kami"
"Mau pesan apa"tanya pelayan itu ramah.
"Enggak mbak saya gak mau pesan"
"Saya kesini cuma mau nanya"
"Adek saya hilang,dan lokasi terakhir hpnya ada di sini"ujar Nathan menjelaskan.
"Boleh saya liat fotonya"tanya pelayan itu.
"Ini fotonya mbak"Rita memperlihatkan foto Nayla yang berada di ponselnya.Pelayan itu terlihat fokus menatap foto Nayla.
"Serius mbak,coba perhatikan dengan benar"tanya Nathan lagi,pelayan itu mengangguk dengan yakin.
"Mbak masih inget gak ciri-ciri cowok itu"pelayan itu menggangguk.
"Iya mas saya ingat"
"Orangnya tinggi,ganteng dan mukanya blasteran eropa gitu"ujar pelayan tersebut.
"Kok ciri-cirinya mirip sama pak Zain ya"
"Terus tatapan mukanya datar gak mbak"tanya Rita memastikan.
"Iya mbak bener,mukanya datar banget kek papan triplek yang baru di poles"ujarnya sembari terkekeh.Nathan dan Rita hanya memandang datar ketika mendengar candaan garing pelayan tersebut
"Kek gini gak orangnya"Rita menunjukkan foto Zain ke arah pelayan tersebut.
"Bener mbak ini orangnya"jawab pelayan itu yakin.
__ADS_1
"Benerkan itu pak Zain,ketauan banget dari ciri-cirinya"Rita memasukkan ponselnya kembali.
"Tapi Zain bawa Nayla kemana"tanya Nathan.Rita hanya mengedikkan bahunya tak tahu.
"Yaudah mbak makasih informasinya"ujar Nathan berterimakasih.Pelayan itu hanya mengangguk sambil tersenyum.Lalu mereka keluar dari restoran tersebut dan masuk ke dalam mobil.
Ketika mereka sudah berada dalam mobil.Ponsel Nathan berbunyi.
"Halo den Nathan"
"Iya bi ada apa"tanya Nathan.
"Non…Non Nayla udah pulang den tapi…"terdengar bi sumi menjeda ucapannya.
"Tapi kenapa bi…"tanya Nathan tidak sabar.
"Anu den…Non Nayla pulang dalam keadaan menangis"
"Bahkan sampai sekarang non Nayla masih nangis di kamar"ujar bi sumi.
"Nayla nangis kenapa bi"Nathan terlihat khawatir.
"Bibi juga gak tau den"
"Pulang-pulang non Nayla udah nangis dan langsung masuk ke kamar"
"Nayla tadi pulang bareng siapa bi"tanya Nathan kepada bi sumi.
"Anu den…Sama den Zain"
"Sekarang den Zainnya lagi di ruang tamu"
"Katanya mau nunggu aden pulang"ujar bi sumi kepada.
"Yaudah bi,Nathan pulang sekarang"
"Iya den hati-hati"Nathan memutuskan sambungan ponselnya.
"Kenapa bang"Rita menatap Nathan yang terlihat kembali khawatir.
"Nayla sudah pulang tapi dia lagi nangis"jawab Zain tanpa menoleh ke arah Rita.
__ADS_1
"Kalo gitu tunggu apalagi,kita balik sekarang bang"Ujar Rita kepada Nathan.Nathan mengangguk lalu segera menancap gas menuju rumah.