Bule Ganteng Suamiku

Bule Ganteng Suamiku
Bab 50


__ADS_3

Di rumah sakit


"Nayla…"


"Bertahanlah…"


"Kamu harus kuat…"Zain memasuki rumah sakit dengan terburu-buru.Nampak Nayla yang berada dalam gendongan Zain,wajahnya terlihat memucat karena kekurangan banyak darah.


Beberapa orang suster yang melihat kejadian tersebut langsung menghampiri Zain dengan membawa sebuah bankar.Zain meletakkan Nayla dengan sangat hati-hati.


"Pak Zain…"lirih Nayla memanggil nama Zain.Tangannya terlihat ingin meraih sesuatu.


"Iya Nayla…"


"Saya ada di sini"Zain menyambut tangan Nayla yang mulai terasa dingin.


"Maaf…"


"Maafin saya karena sudah membenci bapak…"


"Bapak orang baik"Zain menggelengkan kepala mendengar perkataan Nayla.


"Kamu gak perlu minta maaf"


"Kamu harus kuat"


"Saya akan selalu menemani kamu di sini"Nayla tersenyum mendengarnya.


"Jika saya masih di beri kesempatan"


"Saya ingin mencintai dan hidup bahagia bersama bapak"Zain tertegun mendengar perkataan Nayla.Ia sangat bahagia mendengarnya.Namun melihat kondisi Nayla yang sekarang membuat dirinya sangat takut.


Setelah mengatakan hal itu,mata Nayla tertutup.Dan hal itu membuat Zain semakin panik.Para suster membawa Nayla masuk ke dalam ruang medis.


"Maaf anda harus menunggu di luar"ucap salah satu suster kepada Zain.


"Tolong selamatkan istri saya"suster itu hanya mengangguk lalu menutup pintu ruangan tersebut.


Zain menatap Nayla dari balik kaca pintu ruangan tersebut.


"Kamu harus bertahan Nayla"


Sedangkan disisi lain.Terlihat Santi yang sedang menunggu kedatangan Zain dan juga Nayla.Sudah satu jam lebih ia menunggu kedatangan anak dan juga menantunya itu.


"Aduuh…"


"Mereka pada kemana sih"


"Kenapa belum dateng juga"


"Hp mereka juga gak aktif"


"Jangan-jangan terjadi sesuatu sama mereka"Santi terlihat sangat cemas.Ia kembali mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


"Halo Nyonya besar"


"Ada yang bisa saya bantu?"

__ADS_1


"Romi tolong kamu cari lokasi terakhir hp sama mobil Zain"perintah Santi.


"Baik"


"Sepuluh menit lagi saya akan kembali mengabari nyonya"


"Okey…Saya tunggu"Santi menutup panggilan tersebut.Entah kenapa hatinya merasa sangat cemas.


Sekitar sepuluh menit ponsel Santi pun berdering.


"Bagaimana?"


"Dimana anak itu sekarang?"tanya Santi tak sabar.


"Lokasi terakhir hp tuan muda berada di kampus nyonya"


"Tapi…"ia menjeda ucapannya.


"Tapi kenapa?"tanya Santi lagi.


"Lokasi mobil tuan muda sedang berada di rumah sakit"


"Dan sekarang masih berada di sana nyonya"


"APA"Santi terkejut mendengarnya.Hatinya bertambah cemas.


Setelah menutup sambungan telpon tersebut.Santi langsung bergegas pergi menuju rumah sakit.


Di ruang tunggu rumah sakit Zain sedang duduk termenung.Pikirannya kembali mengingat kejadian sebelumnya.


Di ruang dosen,nampak Zain sedang sibuk membolak-balik kertas jawaban para mahasiswa/i.Matanya terlihat sangat fokus dan teliti membaca tulisan demi tulisan.


Harusnya Zain sudah pulang sekarang.Namun ia memilih untuk menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu.


Tok tok tok


Terdengar sebuah ketukan dari luar.


"Masuk"ucap Zain tanpa menoleh.


Terlihat seorang wanita berpakaian rapi khas seorang dosen.Dia sebenarnya memiliki wajah yang sangat cantik.Namun itu semua tertutupi oleh dandanannya yang terkesan menor.


"Pak"


"Katakan sama saya kalau gosip itu gak bener"


"Bapak belum menikahkan?"ucap wanita itu tanpa berbasa-basi.


Zain menghela napas panjang.Ia menatap malas ke arah wanita yang tak lain adalah Devi.


"Ya…Gosip itu memang benar"


"Saya memang sudah menikah"jawabnya santai tanpa menoleh ke arah Devi yang terlihat tidak terima.


"Nggak…Saya gak percaya"


"Bapak pasti bohongin saya kan"

__ADS_1


"Biar saya ngejauhin bapak dan gak ngejar-ngejar bapak lagi"Devi sangat emosi.Ia tau mau mempercayai semua perkataan Zain.


"Terserah jika anda tidak percaya"jawab Zain acuh tak acuh.


"Bisa kah bu Devi pergi dari sini"


"Saya sedang sibuk sekarang"ucap Zain dingin.Ia merasa terganggu dengan keberadaan Devi.


"Nggak…Saya gak bakal pergi sebelum bapak nunjukin bukti pernikahan bapak"ucap Devi dengan senyum sinis.Ia yakin bahwa Zain hanya membohonginya saja.


Zain memutar bola matanya malas.


"Baiklah…"


"Anda ingin bukti…"


"Ini…Lihat saja sendiri"Zain melemparkan sebuah kartu undangan ke hadapan Devi.Devi mengambilnya lalu membaca nama yang tertera dalam kartu tersebut.


Matanya terlihat melotot,begitu melihat nama Zain tertera di sana.Namun sayang ia tak melihat nama mempelai wanita, karena ia sudah lebih dulu meremas kartu undangan tersebut hingga tak berbentuk.


"ini semua bohong"


"Saya gak percaya…"Devi melempar undangan tersebut ke sembarang arah lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan penuh amarah.Sedangkan Zain hanya menatap kepergian Devi dengan wajah datar.


Sekitar sepuluh menit seorang cleaning service masuk membawa beberapa alat kebersihan.


"Permisi pak saya mau membersihkan ruangan ini"ucap petugas itu.


"Iya silahkan"jawab Zain tanpa menoleh.


Setelah mendapat izin petugas itu langsung melakukan tugasnya.Tak butuh waktu lama untuknya membersihkan ruangan tersebut.


"Ruangan sudah saya bersihkan pak"


"Permisi"setelah selesai, ia lalu kembali meminta izin untuk pergi pada Zain.


"Tunggu"


"Tolong buatin saya kopi"pinta Zain kepada petugas itu.Petugas itu mengangguk.


"Baik pak"


Sekitar 10 menit petugas itu kembali datang membawakan pesanan Zain.Setelah mendapatkan izin untuk masuk.Petugas itu lalu meletakan minuman Zain ke atas meja.


"Maaf pak saya agak lama bikinnya"


"Soalnya harus masak air dulu"ucap petugas itu tak enak hati.


"Tidak apa-apa"


"Kamu bisa pergi sekarang"petugas itu mengangguk lalu pergi dari ruang tersebut.


Zain lalu meminum kopi tersebut.Setelah beberapa saat,tiba-tiba Zain merasa kepalanya menjadi pusing.Pandangannya pun menjadi buram.Zain mencoba berdiri untuk mengambil kotak obat yang berada di lemari.Namun rasa sakit di kepalanya membuat Zain sulit untuk berjalan.


Di tengah rasa sakit pada kepalanya,tiba-tiba ia merasa ada seseorang yang memapahnya dan membawanya pergi entah kemana.Zain tidak bisa mengenali siapa orang tersebut,karena ia lebih dulu tak sadarkan diri sebelum bisa melihat siapa orang tersebut.


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2