
Ke esokan harinya.Zain terbangun dari tidurnya.Tubuhnya terasa lebih baik setelah bangun tidur.Entah kenapa beberapa hari ini ia merasa tidurnya jauh lebih nyenyak dari biasanya
Zain memang memiliki insomnia.Dan biasanya ia hanya akan tidur sekitar 4 jam saja.Itu pun sudah termasuk tidur terlamanya.Bahkan ia pernah tidak tidur sama sekali karena insomnianya sudah masuk tahap parah.Zain sudah mencoba menyembuhkannya dengan terapi dan obat-obatan yang di anjurkan oleh dokter.Namun hasilnya masih kurang memuaskan.
Zain melirik ke samping.Terlihat Nayla yang masih tertidur pulas di pelukannya.Pipi Nayla yang chubby membuat Zain tidak tahan untuk tidak menyentuhnya.Ia mengelus pipi Nayla berkali-kali.Terkadang ia juga mencubitnya.Sungguh menggemaskan menurutnya.
Nayla masih tertidur pulas.Ia nampak tidak terusik sama sekali oleh apa yang di lakukan oleh Zain.Dan itu membuat Zain merasa bebas untuk memainkan pipi chubby istrinya itu.
'Bagaimana pipinya bisa sebulat ini?'
Zain terus memainkan pipi Nayla.Mungkin sudah hampir setengah jam ia melakukannya.Sedangkan Nayla ia tidak terusik sama sekali.Bahkan kini pelukannya semakin erat kepada Zain.
Zain tertegun sejenak.Ia menatap wajah Nayla dengan intens.Seulas senyum mengembang di bibirnya.Hatinya menghangat setiap kali ia melihat wajah gadis yang kini berstatus sebagai istrinya itu.Tangannya kembali mengelus pipi Nayla.Terlihat kening Nayla sedikit mengkerut.Tidurnya sedikit terusik.Melihat itu,Zain mendekatkan wajahnya dan…
Cup…
Sebuah ciuman lembut mendarat di kening Nayla,hingga membuat gadis itu kembali tertidur pulas.Dengan perlahan Zain menarik tanganmya dari kepala Nayla.Lalu berjalan menuju kamar mandi.
Sekitar 15 menit Zain sudah selesai dengan mandi.Ia lalu keluar dan memakai pakaian santai.Tubuhnya masih terasa lemas hingga membuat ia memilih untuk tidak pergi bekerja hari ini.
Zain menoleh ke arah ranjang.Terlihat Nayla yang masih tertidur.Ia lalu melirik ke arah jam dinding.Waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi.
Zain memutuskan untuk membangunkan Nayla atau gadis itu akan terlambat ke kampus.Zain menepuk-nepuk tangan Nayla, mencoba untuk membangunkan istrinya tersebut.Terlihat Nayla menggeliatkan tubuhnya.
"5 menit lagi bi…"
"Nayla masih ngantuk"Nayla kembali tertidur.Ia bahkan menarik selimut hingga menutupi kepalanya.
Zain menggeleng-gelengkan kepalanya.Ia lalu menarik selimut Nayla.
"Ih…Bibi nyebelin banget deh…"
"Nayla masih ngantuk bi…"Nayla masih mengira kalau bi sumi yang membangunkannya.Ia kembali menarik selimut yang sempat di tarik oleh Zain.Kesal karena Nayla yang tidak bangun-bangun juga, membuat Zain memilih membangunkannya dengan cara yang mencubit pipi Nayla.
"Aaakkhhh…"Nayla menjerit kesakitan.Ia mengelus pipinya yang baru saja di cubit oleh Zain.Nayla yang sudah terbangun dari tidurnya, segera menatap ke arah Zain dengan mata yang melotot.
"Bapak kenapa nyubit pipi saya…"
"Sakit tau Pak…"Nayla menatap tajam ke arah Zain sambil terus mengelus pipinya.
"Saya cuma mau bangunin kamu"jawab Zain acuh tak acuh.
"Ish…Kalo cuma mau bangunin saya gak usah pake nyubit segala…"
"Mana kenceng banget lagi nyubitnya"Nayla mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Cih…Dari tadi saya udah bangunin kamu pelan-pelan,tapi gak bangun-bangun."
"Lebih baik kamu cepat siap-siap atau kamu terlambat kuliah"Zain melengos dari hadapan Nayla lalu duduk di sofa sambil memangku laptopnya.
"Emang udah jam berapa sekarang?"tanya Nayla.Ia masih belum beranjak dari tempat tidur.
"Kamu liat saja sendiri"jawab Zain tanpa menoleh ke arah Nayla.Mendengar itu Nayla langsung melirik ke arah jam dinding.Matanya terbelalak seketika.
"Ya Allah udah jam segini…"
"Kenapa bapak baru bangunin saya…"terlihat Nayla yang kalang kabut.Ia langsung beranjak dari tempat tidur dan pergi menuju kamar mandi.Tidak lupa ia juga membawa langsung pakaiannya ke dalam sana.Sedangkan Zain hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Nayla.
Sekitar 5 menit Nayla sudah menyelesaikan mandi kilatnya.Ia terlihat memakai pakaiannya dengan berburu-buru.Bahkan ia sampai lupa untuk memakai cd.
Nayla keluar dari kamar mandi dan menuju meja rias.Ia menyisir dan mengikat rambutnya asal-asalan.Setelah di rasa cukup Nayla lalu mengambil tasnya.Terlihat ia menoleh ke arah Zain dengan kening yang mengkerut.
"Bapak kok belum berangkat?"
"Ayo pak siap-siap,nanti keburu telat"ajak Nayla kepada Zain.
"Saya gak ngajar hari ini"jawaban Zain membuat Nayla terperangah.
"Haahh…Kenapa baru bilang sih Pak…"Nayla menghempaskan tasnya ke atas tempat tidur.Lalu menatap Zain dengan raut kesal.
"Saya masih tidak enak badan"ujar Zain tanpa menoleh ke arah Nayla.
"Apa itu masalah buat kamu?"ucap Zain datar.
"Ya jelas masalah buat saya"
"Mata kuliah saya hari ini kan yang ngajar cuma bapak"
"Kalo bapak gak ngajar hari ini, berarti saya gak perlu ke kampus dong"Nayla mengecutkan bibirnya.
"Ya mana saya tau"balas Zain acuh tak acuh.
"Dasar nyebelin…"
"Percuma saya buru-buru dari tadi"
"Mana gue lupa pake semp*k lagi"ucap Nayla setengah berbisik.
"Haahh…Kamu ngomong apa tadi?"
"Saya gak denger?"tanya Zain dengan kening mengkerut.
__ADS_1
"Eh…Eng-gak kok,saya gak ngomong apa-apa"Nayla menggeleng cepat.Mendengar jawaban Nayla, Zain hanya ber-oh ria.
"Bapak udah sarapan?"tanya Nayla sekadar basa-basi.
"Hmm…"hanya dehaman yang terdengar.
"Hmm itu artinya sudah atau belum Pak"tanya Nayla,namun tak ada jawaban dari Zain.Dan hal itu membuat Nayla gemas,akhirnya Nayla memilih keluar dari kamar tersebut dan pergi ke ruang makan.Guna mengisi perutnya yang sedari tadi sudah berbunyi.
Di ruang makan.Terlihat Santi yang juga baru datang.
"Pagi Ma…"sapa Nayla kepada Santi.
"Pagi juga sayang…"
"Loh…Zain nya mana Nay"
"Apa dia masih sakit"tanya Santi kepada Nayla.Raut wajahnya seketika berubah cemas.
"Pak Zain masih di kamar Ma…"
"Tapi…kayaknya tadi udah mendingan deh"
"Soalnya tadi Nayla liat pak Zain lagi main laptop"
"Gak tau tuh lagi liat apaan"ucap Nayla jujur.Ia lalu duduk di kursinya.
"Zain…Zain…"
"Tuh anak pasti lagi kerja"Santi terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Iya ya Ma"
"Pak Zain rajin banget kerjanya"
"Beda sama Nayla"
"Nayla malah sukanya males-malesan hehe"ucap Nayla sambil cengengesan.Santi terkekeh mendengar perkataan Nayla.Ia sangat suka dengan kepribadian Nayla yang apa adanya.Bisa di bilang Nayla sangat persis dengan dirinya waktu masih remaja.
"Yaudah kita makan sekarang"
"Makanan Zain,biar pelayan yang anterin ke kamar"Nayla hanya mengangguk.Kemudian mereka berdua pun memakan sarapannya dengan tenang.
...Okeyy…Sampai di sini dulu…...
......Jangan lupa like dan komen ya…......
__ADS_1
......Babay🤗…......