
Hay…Hay…Author balik lagi nih🤗
Sorry ya…Author baru bisa up hari ini…Soalnya author sibuk ngurus anak dan baru bisa up sekarang…Jadi harap maklum ya…Kalo author jarang up…
Okey kalo gitu…Selamat membaca semuanya…😚
Nayla memasuki mansion dengan langkah gontai.Pertemuannya dengan Sheril membuat moodnya benar-benar turun.
"Assalamualaikum"Nayla mengucapkan salam seperti biasa.Meskipun ia tahu takkan ada yang membalas salamnya itu.
"Waalaikumsalam"Nayla sedikit terkejut mendengarnya.Ia lalu menoleh ke arah sumber suara dan terlihat Santi yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Eh…Mama udah pulang"Nayla bergegas menghampiri mertuanya itu dan mencium tangannya.
"Iya Nay…"
"Hari ini hari terakhir Mama kerja di kantor"
"Jadi pulangnya lebih awal"Nayla hanya manggut-manggut mendengar penjelasan mertuanya itu.Memang sudah seharusnya mertuanya itu berhenti bekerja di usianya yang kini semakin bertambah.
"Sini Nay"
"Duduk dulu"
"Ada yang pengen Mama tunjukin sama kamu"Santi menarik tangan Nayla untuk duduk di sampingnya.
Lalu ia menyerahkan beberapa lembar gambar dekorasi ruang kepada Nayla.Nayla menerimanya dengan kening yang mengkerut.
"Coba kamu liat"
"Menurut kamu mana yang paling bagus"Santi meneteng dua lembar gambar di hadapan Nayla.
"Mmm…Menurut Nayla sih…"
"Bagus yang ini Ma"Nayla menunjuk gambar sebelah kiri.Nampak sebuah dekorasi ruang bernuansa emas berpadu dengan warna putih gading.Di tambah bunga lily putih sebagai hiasannya menambah kesan cantik nan elegan.
"Yang ini?"tanya Santi lagi.Nayla hanya mengangguk.
"Okey kalo gitu"
"Berarti acara minggu depan pake dekorasi yang ini ya"Nayla mengernyitkan keningnya mendengar perkataan Santi.
"Emang minggu depan ada acara apa Ma?"tanya Nayla dengan wajah bingung.
Santi menepuk dahinya.
"Ya Allah Mama lupa ngasih tau kamu"
"Acara resepsi kalian Mama majuin"
"Soalnya kata Ayah sama Bunda kamu"
"Mereka cuma ada waktu sampe minggu depan"Santi menatap tidak enak kepada menantunya itu.Ia mengira Nayla pasti merasa marah dan juga sedih.
"Ohh"
"Kak Zain udah tau Ma"tak seperti perkiraan Santi.Ternyata Nayla bersikap biasa-biasa saja.
"Eh…Kamu gak marah Nay?"Santi kembali menatap Nayla.Nayla menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Nggak kok Ma"
"Nayla gak marah"
"Lagian Nay udah nerima pernikahan ini"
"Juga kak Zain"ucap Nayla sambil tersenyum.Santi yang mendengarnya tentu saja merasa sangat senang.Ia lalu memeluk menantunya itu dan di sambut dengan senang hati oleh Nayla.
Santi melonggarkan pelukannya.Ia lalu mengelus pipi Nayla dengan penuh kasih sayang.
"Mama seneng denger kamu udah nerima pernikahan ini"
"Awalnya Mama takut kamu gak bisa nerima Zain sebagai suami kamu"
"Makasih ya sayang"Santi kembali memeluk Nayla.Terlihat ia menyeka air matanya yang sempat menetes karena merasa terharu.
Malam hari
__ADS_1
Terlihat Nayla sedang asik berkutat di dapur.Hari ini ia berinisiatif untuk memasak sendiri makan malam untuk mereka nanti.Nayla terlihat cekatan memotong sayur dan daging yang akan ia olah.Sedangkan di belakangnya terlihat beberapa pelayan sedang berdiri sembari memperhatikan apa yang Nayla lakukan.Sebenarnya mereka sudah membujuk Nayla untuk tidak memasak.Namun Nayla tetap kekeh,ia bahkan melarang siapa pun untuk membantunya.
Sedangkan di sisi lain,terlihat Zain yang baru pulang dari kantor.Ia memasuki mansion dengan wajah yang terlihat sangat lesu.Sungguh,hari ini adalah hari yang sangat melelahkan untuknya.
Zain menaiki tangga rumahnya menuju kamar.Namun baru beberapa langkah ia berjalan,indera penciumanannya menangkap aroma masakan yang begitu lezat.Dan hal itu membuat Zain mengurungkan niatnya untuk ke kamar dan pergi mencari sumber dari aroma tersebut.
Zain melangkah ke ruang makan,terlihat juga Santi yang baru datang.
Di meja makan sudah terhidang berbagai macam masakan.Ada gurame goreng,tongseng daging,cumi lada hitam dan cah kangkung.Bahkan ada juga sambel terasi.Semuanya terlihat sangat menggiurkan.
Zain menelan ludahnya.Sudah lama ia tidak makan masakan rumah seperti ini.Karena jadwal pekerjaan yang padat membuat Zain jarang pulang ke rumah,begitu juga dengan Santi.
"Waahh…Keliatannya enak banget"
"Udah lama Mama gak makan masakan rumah kek gini"ucap Santi sembari duduk ke kursi dan di ikuti oleh Zain.
"Iya Mah"
"Biasanya kita cuma bisa makan ini kalo ada waktu luang doang"
"Atau gak harus ke restoran dulu,itu pun kalo sempet"ujap Zain sembari meletakkan nasi dan beberapa lauk ke piringnya.
"Tumben kamu mau makan nasi pas malem"
"Biasanya cuma mau makan buah sama minum jus"ucap Santi sambil menaikkan sebelah alisnya.Ia hapal betul kebiasaan putranya itu.Zain memang tidak pernah makan nasi saat makan malam.Karena menurutnya makan nasi di saat malam hari bisa menimbulkan berbagai penyakit.Padahal tidak masalah jika seseorang makan nasi di malam hari asalkan tidak berlebihan.Namun Zain tak mau ambil resiko.Toh ia juga merasa nyaman-nyaman saja.
"Sekali-sekali lah Ma"
"Zain tadi siang gak sempet makan"
"Lagian sayang banget kalo gak di makan ini"
"Beeuhh…Sambelnya mantep banget lagi"Santi hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah putranya itu.Meskipun Zain memiliki rupa dan perawakan seperti orang eropa.Namun selera lidahnya sangat melokal seperti orang indonesia.Mungkin karena ia memiliki turunan darah indonesia dari sang mama serta lahir dan tumbuh besar di indonesia membuat Zain terbiasa memakan masakan khas indonesia.
Zain nampak lahap memakan semua hidangan yang tersaji.Ia bahkan sampai nambah karena saking enaknya.
"Pelan-pelan makannya Zain"
"Nanti kamu keselek lagi"nasehat Santi kepada Zain yang terlihat masih asik menyantap makanannya.
"Apalagi sambelnya ini"
"Beeuuhh…Yang di restoran kalah sama yang ini"ucap Zain sambil menyuap potongan ikan gurame yang sudah di cocol sambel ke dalam mulutnya.
Begitulah sifat asli dari Zain Alexander.Sebenarnya ia adalah seorang pria yang sangat hangat dan juga ceria.Namun kejadian di masa lalu membuat Zain menutup sifat aslinya tersebut.
"Ihh…Kamu ini Zain"
"Istri kamu aja belom turun masa kamu udah makan duluan"
"Mana udah dua piring lagi"Santi menepuk dahinya melihat Zain yang terlihat sangat lahap.
"Hiish…Kelamaan kalo nungguin si curut turun"
"Keburu laper yang ada"Santi melotot mendengar perkataan Zain.
"Kamu bilang apa tadi?"Zain yang tersadar karena menyebut Nayla dengan sebutan curut hanya bisa nyengir kuda.
"Hehe…Canda Ma…"Zain menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Sedangkan Santi hanya berdecak kesal mendengarnya.
"Brenda…Brenda…"panggil Santi kepada seorang pelayan.
"Iya nyonya"Nampak seorang wanita paruh baya berjalan dengan sedikit tergesa-gesa.
Setelah sampai di hadapan sang majikan.Pelayan tersebut membungkung hormat kepada Santi seperti biasa.
"Ada yang bisa saya bantu nyonya?"tanya Brenda dengan sopan.
"Tolong kamu panggilin Nayla di kamarnya"perintah Santi kepada pelayan tersebut.
"Tapi…Nyonya besar"
"Nyonya muda sedang ada di dapur"ucapan pelayan tersebut membuat Santi mengerutkan keningnya begitu juga dengan Zain.
"Ngapain dia di dapur?"tanya Zain kepada pelayan tersebut.Namun belum sempat pelayan itu menjawab.Terlihat Nayla yang keluar dari dapur sembari membawa semangkuk salad buah di tangannya.
"Malam Ma…"
__ADS_1
"Malam Kak Zain"sapa Nayla sambil meletakkan salad buah tersebut ke atas meja.
"Malam juga"balas Santi kepada Nayla.Sedangkan Zain hanya diam tanpa membalas sapaan dari Nayla.Ia menatap heran ke arah Nayla yang terlihat duduk di sampingnya.Ia heran bukan karena apa yang Nayla lakuan tapi karena apa yang Nayla ucapkan.
'Dia bilang apa tadi?'
'Kak Zain'tanya Zain dalam hati.Ia masih memperhatikan Nayla yang terlihat sedang meletakkan nasi dan beberapa lauk ke piring.
Nayla yang merasa di perhatikan menoleh ke samping.
"Ada apa Kak?"Nayla memiringkan kepalanya menatap ke arah Zain.
Zain menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Nggak…Gak ada apa-apa kok"Zain terlihat salah tingkah karena ketahuan memperhatikan Nayla.Ia kembali melanjutkan makannya yang sempat tertunda dengan sedikit terburu-buru.Sedangkan Nayla hanya mengedikkan bahunya acuh mendengar jawaban Zain.
"Ayo Ma…"
"Silahkan di makan"
"Ini yang masak Nayla loh"ucap Nayla sembari meletakkan beberapa lauk ke piring Santi.
"Ini kamu yang masak?"tanya Santi dengan wajah yang terkejut.
Nayla menganggukkan kepalanya.
"Iya Ma…"
"Coba Mama cicipin"Santi hanya mengangguk.Ia lalu memasukkan makanan ke dalam mulutnya.Nampak wajah Santi berbinar seketika.
"Gimana Ma?"
"Enak gak?"tanya Nayla tidak sabar.
"Eemm…Enak banget Nay"jawab Santi jujur.Nayla yang mendengarnya tentu saja sangat gembira.Ia lalu beralih menatap Zain yang terlihat begitu menikmati makanannya.
"Kak Zain"
"Gimana rasanya?"
"Enak gak?tanya Nayla kepada Zain.
"Hmm…Biasa aja"Nayla mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban Zain.
"Cihh"
"Bohong Nay"
"Orang dari tadi dia yang paling lahap makannya"
"Mana nambah lagi"Santi berdecih mendengar jawaban dari putranya itu.
"Ma…"Zain menatap kesal ke arah mamanya itu.Sedangkan Nayla terlihat tertawa melihat raut wajah Zain yang berubah cemberut.
"Udah lah Zain"
"Gak usah gengsi segala"
"Apa susahnya sih bilang enak ke masakan Nayla"
"Lagian bikin hati istri seneng itu berpahala loh"ucap Santi sambil terkekeh.
Mendengar ejekan dari sang Mama membuat Zain merasa malu.Ia lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Mau kemana kamu?"tanya Santi sambil menatap Zain yang terlihat berjalan pergi.
"Mau ke kamar"
"Pusing di sini kena ejek mulu"ucapnya dengan nada merajuk.
"Ngambek dia Nay haha…"Santi tertawa melihat tingkah Zain begitu juga dengan Nayla.
"Iya ya ma…"
"Padahal tua masak gitu aja ngambek"ucap Nayla dan di balas anggukan oleh Santi.
"Ejek trooss…"jawab Zain sembari pergi meninggalkan ruang makan dengan wajah yang kesal karena mendengar ejekan dari Mama dan juga istrinya tersebut.Sedangkan Nayla dan Santi kembali tertawa mendengar perkataan Zain.
__ADS_1