Bule Ganteng Suamiku

Bule Ganteng Suamiku
Bab 48


__ADS_3

Nayla berlari menuju kelas dengan wajah yang merona.Jantungnya berdegup sangat kencang setelah apa yang barusan terjadi.


'OMG…Nayla'


'Bisa-bisanya lo nyium pak Zain'Nayla menutup wajahnya malu.Ia tak habis pikir bagaimana bisa ia mencium Zain.


"Untung aja tadi gak ada yang liat gue sama pak Zain"


"Kalo sampe ada yang liat"


"Bisa runtuh dunia persilatan"Nayla menghela napas lega merasa bersyukur karena tak ada yang melihat kejadian tadi.


"Ini lagi"


"Kenapa jantung gue jadi deg-degan gini sih"


"Perasaan sama Justin dulu gak begini banget"


"Kenapa sama pak Zain malah kenceng gini"


"Apa gue udah jatuh cinta sama pak Zain?"Nayla mencoba menerka apa sedang terjadi pada dirinya.


"Nggak…Nggak…Gak mungkin gue jatuh cinta secepat ini"


"Apa lagi sama tuh dosen kulkas"


"Ini pasti gara-gara gue lari-lari tadi"


"Bener…Pasti gara-gara itu"Nayla mencoba membantah perasaannya sendiri.


"Ehh…Buset"


"Napa gue berenti di sini"


"Aduhh…Gawat ini"Nayla kembali berlari menuju kelasnya.Ia berlari secepat yang ia bisa,sambil terus berdoa dalam hati semoga saja ia tidak telat.


Sesampainya di depan kelas.Nayla langsung masuk ke dalam dengan terburu-buru.Untung saja dosen pembimbing mata kuliah kedua belum datang.Kalau tidak,mungkin Nayla akan kembali di hukum.


Nayla duduk di kursinya dengan nafas yang ngos-ngosan.Tubuhnya terasa panas karena terlalu capek berlari.


Rita yang berada di sampingnya nampak terkekeh,hingga membuat Nayla yang mendengarnya jadi bingung.


"Kenapa lo?"Nayla menatap bingung ke arah Rita yang terlihat sedang menahan tawa.


"Nggak kok"


"Nggak ada apa-apa"jawab Rita sembari mencoba menetralkan ekspresi wajahnya menjadi lebih tenang.Mendengar jawaban dari sahabatnya itu,Nayla hanya mengedikkan bahunya acuh.Tak ada yang berbicara lagi setelahnya hingga dosen datang.


Ke esokan harinya.Kampus di buat gempar oleh kabar di temukannya seorang mahasiswa di gudang dalam keadaan babak belur.Siapa lagi kalau bukan Justin.Ia di temukan tergeletak begitu saja dalam keadaan yang cukup memprihatinkan.Wajah babak belur akibat di pukuli membuat wajah tampannya terlihat sangat menyedihkan.Tak ada yang tahu kejadian sebenarnya dan siapa pelaku yang telah memukulinya.Di karenakan cctv yang terdapat di sekitar sana sedang mengalami error system.Entah apa penyebabnya.


Dan tentu saja kabar tersebut juga terdengar sampai ke telinga Nayla.Ia sangat terkejut mendengar apa yang terjadi pada Justin.Dan apa yang terjadi pada Justin sungguh membuat dirinya sangat cemas.Bukan cemas kepada Justin,melainkan kepada si pelaku pemukulan yang tak lain adalah sahabatnya Rita.


Ya…Nayla mengetahui semuanya dari pengakuan Rita.Dan apa yang Rita lakukan sungguh membuat dirinya geleng-geleng kepala.


Sekarang ini Nayla sedang menatap serius ke arah Rita yang terlihat sangat santai.


"Rit"


"Lo tau kan,apa yang lo lakuin ke Justin itu gak bener"


"Gue tau lo cuma bermaksud bikin dia kapok"


"Tapi…Gak gini juga Rit"


"Gimana kalo Justin ngelaporin lo ke polisi"


"Emang lo mau masuk penjara"Nayla memijat pelipisnya merasa pusing dengan perbuatan Rita.


"Tenang Nay"


"Gak bakal ada yang tau"


"Barang bukti sama rekaman cctv juga udah gue singkirin"


"Jadi…Lo gak perlu khawatirin gue"Nayla menepuk dahinya mendengar jawaban Rita.Ia akui sahabatnya itu memang sangat cerdas.Berbeda dengan dirinya,IQ Rita justru di atas rata-rata.Rita bahkan sangat ahli untuk meretas beberapa system seperti yang ia lakukan untuk menghilangkan jejak pemukulannya terhadap Justin.Namun sayang,kemampuan tersebut kadang di salah gunakan oleh Rita seperti sekarang ini.

__ADS_1


Nayla menghela napas panjang.


"Tapi Rit…"ucapannya terpotong oleh perkataan Rita.


"Udah lah Nay"


"Kagak usah di pikirin"


"Tenang…Seloww ae"


"Gak bakal terjadi apa-apa setelah ini"


"Dan gue rasa Justin gak bakal berani laporin masalah ini ke polisi"Rita mencoba menenangkan sahabatnya itu.


"Kok lo bisa yakin banget sih kalo Justin gak bakal laporin lo"


"Dapat keyakinan dari mana tuh"Nayla menatap kesal ke arah Rita.


"Gini Nay"


"Dari yang gue liat dari sifat Justin"


"Dia itu sangat menjunjung harga dirinya sebagai seorang lelaki"


"Nah kalo sampe ada yang tau,dia babak belur gara-gara di gebukin sama cewe"


"Bakal malu dia nya Nay"


"Dan lagi"


"Justin bakal mikir beberapa kali buat laporin gue"


"Karena gue itu sahabat lo"


"Dia takut lo bakal tambah benci sama dia"


"Kalo sampe dia laporin gue ke polisi"


"Tapi…"Rita menjeda ucapannya.Ia lalu menenggak air mineral guna membasahi kerongkongannya yang mengering akibat terlalu banyak berbicara.


"Tapi kenapa?"Nayla menatap Rita tak sabar.


"Dan gue ngerasa di bakal nyoba buat nyingkirin gue dari lo"Raut wajahnya berubah datar setelah mengatakannya.


Nayla mengernyitkan dahinya.


"Kenapa bisa gitu?"Nayla menatap Rita dengan wajah bingung.


"Karena dia ngerasa gua adalah halangan terbesar dia buat deketin lo"


"Gak tau aja sih dia,kalo halangan terbesar dia itu kan pak Zain"Rita terkekeh sendiri setiap kali ia menyebut nama Zain.Karena ia jadi teringat pemandangan langka yang berhasil ia abadikan kemarin.


"Cihh…"


"Biar pun gak ada elo sama pak Zain di belakang gue"


"Gua tetep gak bakalan nerima dia lagi"


"Sekali penghianat tetap penghianat"


Rita mengacungkan kedua jempolnya di hadapan Nayla.


"Mantap…"


"Ini baru sahabat gue"Rita menepuk pundak Nayla,merasa bangga dengan apa yang di katakan oleh sahabatnya itu.


"Eh…Ngomong-ngomong"


"Resepsi lo sama pak Zain jadi kan Nay"Rita mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Ya jadi lah"


"Bahkan hari ini gue harus fiting baju pengantin"


"Huuhh…Padahal gue lagi males banget tau"Nayla menangkupkan kedua tangannya ke pipi.

__ADS_1


"Hehe…Gua gak bisa bayangin deh"


"Lo yang biasanya tomboy,suka pake celana jeans"


"Terus jalannya suka ngangkang"


"Harus pake kebaya di hari pernikahan lo nanti"


"Pasti keliatan aneh hahaha…"Rita langsung tertawa terbahak-bahak.


"Eh…Sue…"


"Ya pasti keliatan cantik lah"


"Liat aja nih"


"Meskipun badan gue ini gak tinggi"


"Tapi kalo soal body gak bakal kalah sama Selena Gomez"


"Apa lagi muka gue yang imut-imut gemesin gini"


"Pasti semua orang bakal terpesona sama penampilan gua nanti"ucap Nayla sembari menyentak rambutnya ke samping.


"Kalo emang lo bener-bener cantik"


"Kenapa sampe sekarang masih perawan"


"Ngakunya cantik tapi di anggurin suami"


"Ck…Ck…Ck…Kasian amat sih lo hahaha…"Rita bahkan sampai mengelus perutnya yang sakit akibat terlalu banyak tertawa.


"RITA…"perkataan Rita membuat Nayla tak bisa berkutik lagi.Wajahnya terlihat cemberut mendengar ejekan dari sahabatnya itu.


Rita mencoba menetralkan tawanya begitu melihat raut wajah Nayla yang berubah cemberut.


"Hehe…Canda Nay"


"Gitu aja ngambek"Rita mencolek dagu Nayla sembari terkekeh.Nayla memalingkan wajahnya ke samping.Ia masih merasa kesal.


"Eh…Nay"


"Pernikahan kalian kan pake adat jawa"


"Setahu gue,harusnya kan lo sama pak Zain itu di pingit selama satu minggu sebelum pernikahan"


"Tapi kenapa kalian masih bisa keluar kek gini"


"Emang mertua lo gak tau budaya jawa ya"Rita menatap bingung ke arah Nayla.


"Harusnya sih gitu"


"Tapi pihak kampus nolak cuti kuliah gue"


"Gara-gara gue suka bolos waktu jam pelajaran"


"Di tambah gue yang suka bikin ulah"


"Ya makin di laranglah sama mereka"


"Padahal kalo di ijinin nih"


"Gua mau ngedrakor"


"Lumayan kan satu minggu tanpa kuliah dan cuma rebahan di kasur sambil marathon drakor kesukaan gue"Nayla terlihat senyum-senyum sendiri membayangkan bisa melakukan hobinya itu dalam satu minggu penuh.


"Eh…Sue…"


"Drakor aja yang di pikirin"


"Orang kalo di pingit tuh harusnya perawatan kek"


"Relaksasi kek"


"Atau belajar cara menjadi istri yang baik "

__ADS_1


"Ini malah ngedrakor"


"Hadeeh…Nayla…Nayla…"Rita hanya bisa tepuk jidat melihat tingkah sahabatnya itu.Sedangkan Nayla hanya nyengir kuda mendengar perkataan Rita.


__ADS_2