
Hari besoknya Kejora benar-benar marah Pada Bumi. Saat Bumi tadi menjemput kerumahnya tapi Kejora lebih memilih naik angkot meskipun sudah dihadang Bumi Dan ketika Bumi mencoba untuk minta maaf Pada Kejora di kelasnya tapi Kejora malah melenggang Pergi. Sekarang Kejora berhasil membuat Bumi uring-uringan
Bumi mengacak rambutnya frustasi Bagaimana bisa ia melihat Kejora marah Padanya Tapi Bumi tidak menyesal
soal memberikan nafas buatan karena kalau tidak memberikan bisa jadi Kejora tidak selamat.
Saat Pelajaran berlangsung pun Bumi tidak memperhatikan guru yang ada didepan. Ia melamun memikirkan Perempuan yang membuatnya uring-uringan. Ia Pikir Kejora hanya main-main dengan ucapannya kemarin Tapi ternyata Kejora melakukannya dan berhasil
" BUMI " Panggil Pak Niko karena Bumi kepergok sedang melamun
" BUMI " Panggil Pak Niko sekali lagi karena Bumi tak kunjung Mendengarkannya
" BUMI " Bintang menyenggol lengan Bumi
" Apaan sih Bi " Bentak Bumi " Pak Niko mang .... "
" Jangan sebut sebut nama Pak Gila itu Gue gak suka," Bumi memotong Pembicaraan Bintang
" Gila " Beo Bintang
" iyah gila Dia itu Guru cerewet dan Ditambah lagi dia itu suka marah-marah aja kerjaannya gak bosen apa untung dia gak Punya Penyakit stroke " Terang Bumi
Meskipun berbisik tapi Pak Niko dan siswa lainnya bisa mendengarnya karena suasana kelas saat itu sedang hening tidak ada suara
Brakkkkkkkk
Pak Niko menggebrak meja Langit sangat keras membuat Bumi dan yang lainnya tersentak kaget. Bumi menoleh ke arah Pak Niko dengan tatapan takut.
" Mati gue " batin Bumi
" Eh bapak Apa kabar Pak ? Bapak ganteng banget hari ini " Ucap Bumi ragu-ragu
" Apa arti omongan kamu barusan Bumi " Tanya Pak Niko dengan marah
" Oh itu Pak anu-anu-itu " Bumi gelagapan. la menggerutu didalam hatinya, kenapa ia bisa mengatakan semua itu
" Anu apa Bumi ? Kamu ngata-ngatain saya yah " Bentak Pak Niko
" Enggak kok Pak Suerrrr deh "
" Bohong kamu "
" Enggak Pak saya gak bohong kok sumpah deh "
" Kamu ngata-ngatain bapak ini Cerewet suka marah-marah "
" Siapa yang bilang Pak Mungkin kuping bapak kali yang bermasalah Makanya Pak, lebaran itu beli korek kuping dulu bukan baju baru Bersihin dulu tuh telinganya " ujar Bumi
" Kamu ngajarin saya "
" Eng-enggak Pak cuma ngasih saran aja kok "
" SEKARANG KAMU KELUAR DARI SINI DAN BERSIHIN TOILET YANG ADA DI LANTAI DUA SEKARANG " Suruh Pak Niko
__ADS_1
" Tapi Pak .... "
" Enggak ada tapi tapi Kamu mau hukumannya saya tambahin "
" Enggak Pak makasih "
Bumi akhirnya menghela nafas Pasrah Percuma debat dengan guru satu ini Bibirnya seperti Perempuan Cerewet dan nyerocos Bumi bangkit dari duduk dan langsung melenggang Pergi meninggalkan kelas.
...•••••...
Sudah sekitar satu jam Bumi membersihkan toilet yang ada dilantai dua. la sudah membersihkan sekitar 5 toilet Sekarang Bumi sedang mengepel lantai dengan lesu
Tiba-tiba ember yang berisi air untuk mengepel tumpah karena ditendang seseorang.
" Woy kalau jalan itu lihat-lihat dong ..... " Bumi tidak melanjutkan ucapannya karena yang membuat ember tumpah itu Kejora
Kejora membenarkan ember nya tanpa melihat siapa yang sedang mengepel
" Maaf aku gak sengaja Soalnya aku gak li .... " Kejora tidak melanjutkan ucapannya karena ia melihat Bumi yang sedang menatapnya
" Kejora " Panggil Bumi dengan lembut Kejora tidak memperdulikan ucapan Bumi Kekesalannya masih melanda di sekujur tubuhnya. Ia masih marah. Kemudian Kejora hendak melenggang Pergi tapi tangannya sudah dicekal oleh Bumi
" Ada apa lagi sih Bumi " Tanya Kejora
" Lo masih marah sama gue " Bukannya menjawab tapi Bumi malah berbalik bertanya
" Iyah "
" kepo banget sih "
" Oke kalau marah lo masih banyak mending kurang-kurangin deh Kalau marah lo sedikit lagi mending segera hilangin "
" ih Apaan sih " Kejora tersipu malu dengan ucapan Bumi barusan dan berhasil membuat detak jantungnya berdebar kencang dan Pipinya merah seperti tomat Kemudian ia melepaskan cengkeraman Bumi ditangannya
" Baru gitu aja Pipi lo udah merah Apalagi kalau gue cium lagi Pasti tambah merah,"
Mata Kejora melotot ke arah Bumi Baru saja ia ingin memaafkan Bumi tapi dia malah membahas soal itu lagi dan membuat Kejora marah lagi
" Kamu ketagihan yah " Tanya Kejora
" Iyah " ucapan itu refleks keluar dari mulut Bumi. Dan saat itu juga Bumi langsung menutup mulutnya
" Baru aja aku ingin maafin kamu Tapi udah gini lagi," Kejora melipatkan kedua tangannya di depan dada dengan muka kesal
" Sorry Ra Maksud gue-gue gak ketagihan kok,"
" Bohong "
" Bener Ra Sumpah deh gue gak ketagihan,"
" Aku gak Percaya " Kejora memalingkan muka dan tangan masih terlipat di depan dada
" Lo lucu kalau lagi marah Malah tambah gemesh gue," Bumi malah mengalihkan Pembicaraan
__ADS_1
" Boleh nyubit gak "
" Gak boleh Mahal," tolak Kejora
" Ya udah "
" Ya udah "
" Boleh "
" Boleh apa "
" Katanya ya udah Berarti boleh nyubit dong,"
" ihhhh Bumi aku gak mau di cubit Kan aku lagi marah sama kamu jadi jangan Deket-Deket aku,"
" Lo masih marah soal kemarin "
" Iyah soalnya kamu udah nyosor aja Gak kasian apa sama calon suami aku nanti "
" Kalau nanti gue jadi suami lo gimana ? Berarti gue gak salah dong udah nyosor," ucap Bumi sambil terkekeh
" Gak mungkin lah kalaupun kamu jadi suami aku nanti tapi kamu tetep aja itu salah "
" Kenapa "
" Kita bukan muhrim tau gak "
" Gue gak Peduli "
" Harus Peduli "
" Gak "
" Harus "
" Terserah ah Aku mau ke kelas dulu Gak mau ngomong sama genderuwo,"
" Lo Panggil gue genderuwo "
" iyah "
" Oke Ra Gue ikhlas kok di Panggil genderuwo,"
" Ya udah syukur deh kalau ikhlas,"
" marah-marahnya jangan lama-lama Ra Nanti gue rindu,"
Kejora tidak memperdulikan ucapan Bumi melenggang Pergi meninggalkan Bumi yang masih menatapnya Jujur Kejora juga rindu berada di dekat Bumi Tapi apa daya dia harus memberi Pelajaran Pada Bumi atas apa yang ia lakukan. Tenang saja besok-besok Pasti Bumi akan memaafkannya.
" Selamat Ra Lo udah berhasil buat gue uring-uringan hari ini," batin Bumi sambil mengacak rambutnya frustasi.
...•••••...
__ADS_1