
" kita mau kemana sih " tanya Kejora ketika mereka berdua sedang naik motor Setelah makan tadi Bumi tidak mengajak Kejora Pulang tapi ia malah mengajak Kejora entah kemana Padahal sekarang sudah malam
Bumi tidak menjawab Pertanyaan Kejora membuat Kejora mendengus kesal Seperti tadi Kejora memakai helm milik Bumi sedangkan Bumi tidak Kejora sebenarnya sudah menolak tapi Kejora keras kepala.
Kemudian mereka berhenti di sebuah tempat yang berada jauh dijalan raya Kejora turun dari motor dan langsung membuka helmnya.
Kemudian mereka berhenti di sebuah tempat yang berada jauh di jalan raya Kejora turun dari motor dan langsung membuka helmnya.
" ini tempat apa " tanya Kejora ragu Ia melihat di sekeliling bahwa tempat itu sepi. Gelap membuat Kejora bergidik takut Di sekelilingnya hanya ada Pohon dan didepannya terdapat sebuah gerbang
" Ikut gue " Bumi menarik tangan Kejora Kenapa Bumi ngajak ketempat sepi kayak gini ? Mana gelap lagi Pikiran Senja sekarang dipenuhi oleh Pikiran-Pikiran negatif tentang Bumi
" Aku gak mau " Kejora menghempaskan tangan Bumi begitu saja.
" Kenapa "
" Kamu Pasti mau macem-macem ya Jangan mentang mentang aku lagi jadi babu kamu seenaknya sama aku,"
" Buang Pikiran Lo jauh-jauh Mana ada gue mau macem macem sama cewek kayak Lo Gak asik," jawab Bumi santai
" Terus ngapain kamu bawa aku ke tempat sepi ini Bumi Mana gelap lagi," ucap Kejora sambil celingak-celinguk melihat keadaan sekitar.
" Jangan bawel "
" Tapi bener kan kamu gak bakal macem macem " tanya Kejora memastikan.
" iya "
" ini Kan Panti asuhan.”
" Pokoknya ikut aja "
Di sebuah Panti asuhan berornamen sederhana. Masih ada anak-anak kecil yang bermain lepas di taman Mereka saling berkejar-kejaran saling tangkap dan tertawa. Tawa Polos tanpa kepalsuan Tawa yang belum mengerti Permasalahan orang dewasa.
" ABANGGGG "
" BANG BUMI "
" BANG BUMI "
Seketika Bumi dan Kejora diserbu oleh mereka yang memanggil-manggil Bumi Bumi bahkan langsung menggendong salah seorang anak Perempuan yang Paling kecil. Kedua tangan mungilnya melingkar di leher cowok itu. Ia juga mencium Pipi Bumi
Bumi tertawa karena kelakuannya Tawa yang Pasti membuat semua orang yang mendengarnya langsung jatuh cinta Kejora tersihir oleh magisnya senyum Bumi yang menghipnotis. Kejora terenyuh
__ADS_1
Tidak ada yang lebih membanggakan bagi Kejora ketika ia melihat Bumi seorang Pembuat onar di sekolah ternyata sangat sayang dan Peduli terhadap anak-anak.
" Bang Bumi ke mana aja ? Ocil kangen banget sama Abang," tanya anak Perempuan itu.
" Abang kan sekolah Ocil "
" Ocil juga mau sekolah kayak Abang Bumi semua orang boleh sekolah Jadi Ocil juga bakal sekolah kan, Bang Sekolah itu kayak apa, Bang," Anak itu mencerocos imut Bumi mengusap rambutnya yang sudah tumbuh Panjang Kejora masih terpesona di sebelah Bumi Sosok yang biasanya ia lihat keras Pembangkang dan juga suka marah-marah jadi sirna begitu Bumi berinteraksi dengan anak-anak Panti asuhan ini
Bumi tersenyum. " Nanti juga Ocil sekolah kayak Abang Sekolah itu seru Bisa ketemu sama temen temen.” Bumi melihat ke dalam rumah.
" BANG KAKAK INI CEWEKNYA ABANG YAAA," Ipan menatap Kejora.
" Abang Bumi Punya Pacar nih yeee,"
Kejora jadi kikuk sendiri saat mendengarnya.
Bumi tertawa melihatnya. " ini temen Abang Kenalin dulu Pan.”
Ipan langsung menyambut tangan Kejora dengan tangannya Penuh suka cita Kejora mengernyit karena setelah Ipan melepas tangannya anak lelaki itu langsung mencium tangannya sendiri
" WIHHH WANGI "
Bumi tertawa melihat respons Ipan Lain halnya dengan Kejora Wajahnya sudah memerah karena di Puji Ipan Ia Semakin salah tingkah.
" iya wangi " Mereka berseloroh. Bumi lagi-lagi tertawa mendengarnya membuat Kejora makin malu.
" Kalian kalau mau main lagi dilanjut aja Abang Ke Taman dulu.” Bumi menurunkan Ocil dari gendongannya.
" Mereka juga orang-orang spesial di hidup gue. Yang buat gue bertahan sekolah sampe sekarang ya cuma mereka."
" Kenapa gitu "
" Karena gue beruntung masih bisa sekolah, enggak kayak mereka,” Bumi berhenti
" Kecuali kalau ada yang adopsi mereka Mungkin mereka bisa sekolah kayak kita sih," Untuk kesekian kalinya Kejora harus akui bahwa ia terpesona dengan Bumi Bumi memang Punya Pesona yang hebat.
" Biasanya cuma ada tetangga guru SMP yang ngajarin mereka secara suka rela ke sini Pas hari minggu atau libur Anak-anak Panti belajar menghitung atau membaca,” Bumi menjelaskan.
...•••••...
Sisa-sisa senja kala yang hampir tenggelam tampak terlihat Masih ada detik-detik untuk mereka bisa menikmati Pohon-pohon tinggi, taman bermain, dan juga Pemandangan kora dari atas sini. Bumi mengajak Kejora berjalan di taman belakang Panti. Begitu luas dan indah Penuh dengan kebun bunga. Mereka diberi kesempatan untuk duduk di taman berdua.
" Tahu enggak kenapa gue ngajak lo ke sini "
__ADS_1
" Kenapa "
Bumi yang memiringkan kepalanya.
" Karena gue juga besar di sini. Gue Pengin lo tahu tempat gue ngehabisin waktu Pas masa kecil. Dulu biasanya gue ke sini naik sepeda sendirian Padahal jaraknya jauh banget dari rumah. Dulu Papa enggak ngasih izin gue Pake supirnya. Jadinya gue setiap Pulang sekolah nekat naik sepeda ke sini.”
" Cuman anak-anak panti ini yang ngajak gue main Pas SD Temen-temen di sekolah gue enggak. Makanya gue lebih seneng ke sini. Beruntung gue susah dulu jadinya gue tahu mana yang beneran tulus sama gue dan mana yang nggak.”
Kerongkongan Kejora terasa kering.
" Gue yang beruntung ketemu sama mereka."
" Maksudnya " beo Kejora
" Mereka ngajarin gue sesuatu hal. Kalau di dunia ini masih ada langit di atas langit,"
Kejora mengernyitkan keningnya
" Maksudnya "
" Waktu itu gue terpuruk banget tentang masalah keluarga gue. Gue sempet Putus asa. Sampai Pada akhirnya takdir bawa gue bertemu mereka. Waktu itu gue ketemu mereka di jalan. Mereka hibur dan ngajarin gue bahwa ada yang lebih terpuruk dari gue contohnya aja mereka Terus kita sering ketemu dan akhirnya mereka udah gue anggap adik sendiri Mereka gak Punya siapa-siapa lagi selain gue " Terang Bumi
Kejora sedikit terkejut mendengar semuanya. Ia Pikir hidup orang kaya seperti Bumi bahagia. Tapi ternyata tidak.
" Aku Pikir orang kayak kamu gak ada masalah Selalu bahagia,"
" Diluar memang kelihatan baik baik aja Ra Tapi di dalam belum tentu,"
" iya sih "
" Terus rencana kamu selanjutnya untuk mereka apa " tanya Kejora
" Gue berpikir untuk sekolahin mereka,"
Ucapan Bumi membuat Kejora tertegun. Sekarang ia melihat ketulusan hati dari seorang Bumi la selalu berpikir bahwa Bumi tidak Punya hati. Tapi setelah mengenal Bumi lebih dalam. Ia mempunyai hati lebih baik dari Kejora
" Ayo Pulang Udah malam " Bumi memberikan Kejora helmnya lagi.
Bumi membuka jaketnya dan
langsung memakaikannya Pada Kejora membuat Kejora tersentak kaget.
" Pakai Aku gak mau lihat kamu kedinginan Apalagi sakit "
__ADS_1
...•••••...