
Kejora mengerjapkan matanya berkali-kali. Kepalanya masih terasa Pening. Perlahan ia bisa melihat siapa orang-orang yang sedang berada didekatnya. Dia melihat Marco, Jihan dan Febbi dengan memakai Pakaian serba hitam yang membuat Kejora Penasaran.
Kejora berada di ruangan. Ruangan rumah sakit lebih tepatnya. Ia berbaring di ranjang RS dan tangannya diinfus.
Pandangannya kemudian tertuju Pada
alat infus yang menempel ditangannya
" Kenapa aku diinfus kayak gini " tanya Kejora heran
" Akhirnya lo sadar Ra "
" Kok gue bisa di sini " ujar Kejora
" Tadi lo Pingsan Ra Kata dokter lo itu kurang minum jadi harus diinfus dan lo Pingsan selama 19 jam Mungkin karena lo kecapean Tadi orang tua lo juga kesini tetapi Pulang dulu karema mereka harus mandi," jawab Febbi
" 19 jam Febbi ? Gak mungkin aku Pingsan selama itu " balas Kejora tidak Percaya dengan apa yang dikatakan oleh Febbi
Kejora mengingat kejadian kenapa ia bisa Pingsan
" Bumi sekarang di mana " tanya Kejora
Febbi langsung memeluk Kejora. " Lo yang sabar ya Ra " hanya itu yang dikatakan oleh Febbi
" Dimana Bumi Febbi ? Bumi masih itu hidup kan ? Tadi itu cuman aku mimpi kan " tanya Kejora dan berharap kalau itu mimpi
Febbi mengurai Pelukannya. " Itu bukan mimpi Ra Itu kenyataan Bumi udah gak sama kita lagi Bumi udah Pergi ninggalin kita semua " jawab Febbi
Kejora menggeleng. " Please kasih tau aku kalau itu cuma mimpi Kalian semua bohong kan "
" Enggak Ra ! Kita gak bohong " sambung Jihan
" Terus sekarang Bumi di mana " tanya Kejora Penasaran.
" Bumi udah di makamin selama lo Pingsan " jawab Marco
Dada Kejora terasa sesak Jadi tadi itu bukan mimpi melainkan kenyataan Kenyataan yang menyakitkan yang harus dihadapi oleh Kejora
" Kenapa kalian gak tunggu akui sih ? Aku kan mau lihat Bumi untuk terakhir kakinya Tahu nggak " Dada Kejora naik turun.
__ADS_1
" Tapi Bumi harus segera dimakamin Ra Baru aja kita kembali dari Pemakamannya " balas Jihan
Kejora menangis. " Aku gak terima Bumi ninggalin aku untuk selamanya Dia Pasti masih hidup Aku mau ketemu Sama dia " kekeuh Kejora
" Ra Bumi udah Nggak ada " Bima berteriak dan Kejora tidak memperdulikannya Yang Kejora Peduli hanyalah Bumi
Kaki Kejora terus melangkah menuju ruangan terakhir Bumi tadi Orang-orang memandang kasian Pada Kejora karena menangis tersedu-sedu Kejora tersenyum tipis saat melihat ruang rawat Bumi Kejora yakin Bumi Pasti di sana. Kalian tahu Bumi tidak akan Pernah meninggalkan Kejora dia sangat mencintai Kejora
Satu tangan Kejora segera mendorong Pintu kaca itu dan saat aku melihat ke dalam. Air matamu kembali mengalir deras saat melihat brankar yang kosong dan seorang Perawat yang tengah merapikan ruangan itu.
" Di mana Bumi ? Dia Pindah di mana Dia baik-baik aja kan " tanya Kejora bertubi-tubi Pada Perawat itu. Kejora mencoba menepis segala bayangan tentang Bumi yang sudah Pergi.
" Pasien sudah dimakamkan mbak satu jam yang lalu, "
Jawaban yang Perawat itu berikan lagi membuat Kejora menggeleng dan tertawa hambar Padanya.
" Kenapa Kalian semuanya bohong sih Sumpah ini nggak lucu " lirih Kejora seraya menghapus air matanya
Detik berikutnya aku berbalik badan dan mengambil langkah lebar. saat Kejora keluar dan Kejora tidak sengaja menabrak seseorang membuat Kejora mendongak menatapnya.
" Bintang " kata Kejora seraya memegang erat kedua Pergelangan tangannya menatap dengan Penuh Pengharapan bahwa Bumi itu masih ada.
Bintang diam Persis seperti Bima Tadi kemudian Kepalanya menggeleng
" Relain kepergian Bumi Dia udah tenang di sana. "
Air mata Kejora luruh Kepalanya menggeleng sambil mencengkram kuat Pergelangan Bintang lalu menggoyangkannya.
" Kamu mau ngomong apa Hah Bumi itu nggak Pergi, " teriak Kejora kuat
" Kenapa semua orang bilang sih kalau Bumi udah nggak ada Bumi itu masih hidup Dia itu udah janji sama aku " lanjut Kejora menatap nyalang Pada Bintang
Bintang langsung menatap tajam Pada Kejora seraya menghela napas kasar. " Lo kira lo doang yang ngerasa kehilangan Bumi Semua orang juga Kejora Gue tahu lo sayang sama Bumi Tapi tolong Bumi udah nggak ada ! Lo harus bisa nerima semua ini,"
Tangisan Kejora Pecah mendengar Bintang membentaknya cengkeramannya Pada Pergelangan tangannya terlepas.
" A-aku nggak Percaya " lirih Kejora Pelan seluruh tubuh Kejora gemetar kakinya sudah tidak sanggup berpijak
" Kalau lo nggak Percaya liat sendiri makamnya. "
__ADS_1
" NGGAK AKU NGGAK PERCAYA "
Bintang terdiam membuat Kejora semakin menangis. Detik berikutnya Kejora berlari menyusuri koridor untuk keluar dari rumah sakit. Semua orang mengatakan jika Bumi sudah Pergi dan Kejora tidak Percaya itu kami sudah berjanji untuk selalu bersama.
Kejora memberhentikan taksi yang lewat Kejora Pun masuk dan langsung meminta Pada supir untuk mengantarkannya ke tempat Pemakaman.
Sepanjang Perjalanan Kejora terus berdoa jika Bumi masih hidup dan berharap orang-orang hanyalah berbohong kepadanya. Jujur ini sangat menyakitkan untuknya Ketika Kejora sangat mencintainya lalu Tuhan mengambilnya.
Taksi berhenti dan Kejora langsung turun berjalan cepat tanpa menggunakan alas kaki. ketika matanya menemukan satu gundukan tanah yang masih basah dan ditaburi bungan, aku langsung berlari dengan derai air mata. Tidak itu bukan Bumi Tuhan mohon katakan jika Bumi masih ada.
Kejora berdiri di sebelah gundukan tanah dan mataku melirik Pada Papan nama yang ada di sana. Bahunya lemas tulang di tubuhnya terasa lepas semua. Hatinya hancur tak terbentuk Kejora Pun jatuh di tanah saat melihat nama Bumi di sana.
" Bumi Ke-kenapa kamu tinggalin aku Bumi " lirih Kejora bergetar. Satu telapak tangannya terulur untuk mengelus nama lengkap Bumi di Papan Putih itu. Air matanya terus mengalir bersamaan dengan dadanya yang sesak begitu luar biasa
" Mana janji kamu yang bakal terus sama aku,"
" Kamu lupa "
" Katanya kamu bakal bahagiain aku dan bahagia aku itu kamu gak Pergi tinggalin aku. "
" Tapi kenapa kamu Pergi "
" Aku sendirian Bumi aku takut kalo gak ada kamu "
Tangisnya kembali Pecah memeluk erat gundukan tanah itu. Kejora tidak Percaya ini kenapa Tuhan mengambil Bumi
" Bumi kamu harus selalu ada buat aku. Aku gak mau kehilangan kamu."
Kedua tangannya dengan cepat menggali tanah Aku tidak ingin Bumi Pergi untuk selamanya.
" Kamu harus hidup lagi ! Kamu nggak boleh Pergi. " kata Kejora dengan yakin dan terus menggali sampai akhirnya aksinya terhenti di saat aku sadar bahwa Bumi memang sudah tidak ada.
Bahunya bergetar hebat kembali tertunduk lemas dengan mengepal kedua tanganku. Menyalurkan rasa sakit yang Kejora terima sekarang
Baiklah Kejora tidak Punya harapan dan tujuan hidup untuk apa Kejora bertahan hidup jika satu-satunya sumber kehidupanku telah Pergi
Lebih baik Kejora ikut Pergi bersama Bumi Dengan begitu aku dan Bumi akan dipertemukan.
...••••...
__ADS_1