BUMI & KEJORA

BUMI & KEJORA
51 Terkejut


__ADS_3

Sekarang Kejora sedang berada di taman sekolah Mereka membawa bekal dari rumah. jadi saat istirahat mereka tidak Perlu mengantri di kantin untuk mendapatkan makanan.


" Kok gue gak lihat Bumi ya dari kemarin sampai saat ini " tanya Jihan Pada Kejora dan Febbi sambil menyuapkan nasi kedalam mulutnya


" Mungkin dia lagi Persiapan kali Mona juga kan gak ada dari kemarin-kemarin," balas Febbi Jihan mengangguk-angguk.


" Bisa jadi sih "


Perasaan Kejora tiba-tiba menjadi khawatir saat mendengar Bumi tidak sekolah beberapa hari ini Seharusnya Kejora tidak Perlu khawatir seperti ini Toh Bumi Pasti sedang mempersiapkan Pernikahannya dengan Mona. Apa Kejora masih belum bisa move-on dari Bumi


" Ra Lo kenapa ngelamun " Jihan menggoyang-goyangkan bahu Kejora


" Eh-enggak kok Aku gak apa-apa " jawab Kejora cepat.


" Bilang aja lo lagi mikirin Bumi " goda Febbi


" Febbi aku mohon sama kamu jangan Pernah ngomong tentang Bumi di hadapan aku lagi " tegas Kejora


" Lo kenapa sih Ra ? Perasaan Lo gak Pernah kayak gini deh kalau benci sama seseorang," Febbi benar-benar bingung dengan Perilaku Kejora. Biasanya ia adalah orang yang Pemaaf tapi entah kenapa kali ini berbeda.


" Iya bener kata Febbi Sebenci-bencinya lo sama orang Gak Pernah tuh sampai gak boleh nyebut nama orang itu dihadapan lo," dukung Jihan


Kejora menarik nafas dan membuangnya cepat Sekarang ia harus menceritakan kejadian malam itu bersama Bumi yang memakinya.


" Aku kecewa sama Bumi " lirih Kejora


" iya gue tau lo kecewa sama dia karena dia lebih milih Mona kan daripada lo " tebak Jihan


" Bukan Jihan Bukan itu "


" Terus kenapa " sambung Febbi


Kejora menceritakan kejadian malam itu Di mana Bumi mengatakan bahwa Kejora tidak Pantas untuk Bumi yang kaya raya dan juga Bumi khilaf jika Pacaran dengan Kejora


" Wah gue gak setuju kalau gini ceritanya," ujar Jihan heboh ketika sudah mendengar Penjelasan dari Kejora


" iya bener Ra Dia itu seharusnya gak ngomong kayak gitu ! Sama aja dia ngeremehin lo," dukung Febbi. Febbi dan Jihan tidak terima mendengar itu Seharusnya Bumi tidak berbicara seperti itu. Semua mahkluk di dunia ini sama Tidak Peduli meskipun kaya raya atau miskin. Semuanya sama di mata sang Pencipta.


" Tapi udahlah Jangan bahas Masalah itu lagi gak Penting," Pinta Kejora


" Iya Ra Lo yang sabar ya Gue yakin lo Pasti dapat lelaki yang lebih baik dari Bumi " Febbi mengusap-ngusap lengan Kejora


Mereka bertiga membereskan tempat makannya masing-masing Jam istirahat Pun sebentar lagi akan berakhir.


Hendak saja Kejora akan beranjak dari sana tetapi Bintang dan Bima menghampiri mereka bertiga.


" Ngapain kalian ke sini " bentak Febbi


" Ihhh Febbi jangan galak-galak dong sama Bima ! Dia kan Pacar gue " ujar Jihan tidak terima karena Pacarnya dibentak-bentak.


Febbi hanya mendelik ketika mendengar itu dari Jihan Lebay Pikirnya.


" Nih surat dari Bumi " Bintang menyodorkan sebuah kertas ke arah Kejora


" Aku gak butuh " ketus Kejora


" Lo harus terima surat ini Ra Atau lo bakal nyesel " Paksa Bima


" Kalau aku bilang enggak ya enggak ! Aku sama Bumi itu gak ada hubungan apa-apa lagi Aku gak butuh surat itu Dan bilangin sama Bumi Kalau aku benci banget sama dia," tutur Kejora dengan menekankan kata benci


" Gue mohon terima surat ini Ra " Paksa Bintang


Kejora mengambil surat itu kasar dan langsung merobek didepan wajah Bintang lalu membuangnya ke sembarang arah.


" Gue yakin lo bakal nyesel Ra " ujar Bintang Penuh Percaya diri.


" Gak akan Bintang dan Bilangin sama Bumi juga ! Jangan Pernah hubungi aku lagi karena aku udah benci sama dia " tegas Kejora lalu melenggang Pergi menjauh dari Bima dan Bintang


" Gimana nih Bima "


" Mau gimana lagi Tapi Kita kan udah usaha buat kasih surat ini Pasti Kejora udah benci sama Bumi "


Tiba-Tiba Ponsel Bintang Berbunyi


" Halo "


" .... "


" Apa "


" .... "


" Iya saya segera ke rumah sakit sekarang "


Bintang Pun menutup sambungan teleponnya

__ADS_1


" Kenapa " Panik Bima


" Bumi kritis kita harus segera ke rumah sakit "


Bima Pun mengangguk


...••••...


Marco sedang menunggu Kejora di taman dekat rumah Kejora Tadi Marco menelepon Kejora untuk Pergi kesini karena ada yang mau dibicarakan oleh Marco


" Marco " Panggil Kejora membuat Marco menoleh


" Kamu udah nunggu lama " tanya Kejora


Marco menghampiri Kejora


" Enggak kok Ra "


" Kamu ngapain nyuruh aku datang ke sini " tanya Kejora to the Point


" Kita duduk di sana dulu " Marco menunjuk kursi taman berwarna Putih dan langsung diangguki oleh Kejora


" Ada yang mau kamu omongin sama aku " tanya Kejora setelah duduk di kursi taman


Marco mengangguk lalu menggenggam tangan Kejora " Apa lo bisa buka hati lagi buat gue " Tatapan Marco begitu sendu Banyak harapan didalamnya.


" Selama ini gue selalu nunggu lo supaya buka hati lagi Gue selalu sabar Tapi sekarang gue udah kehilangan kesabaran Gue cuma mau lo Tolong buka hati lagi buat gue " tutur Marco


Kejora melepaskan tangan Marco dari tangannya. " Sorry Marco aku gak bakal jawab sekarang Kamu kan tau sendiri kalau aku baru aja Putus dari Bumi " tolak Kejora halus.


" Tapi sampai kapan Ra "


Sekarang Marco benar-benar tidak sabar karena ia sudah menunggu Kejora cukup lama ia tidak mau melepaskannya lagi


" Sampai aku bisa lupain Bumi " jawab Kejora sendu.


" Ayolah Ra ! Lo buka sekarang hati lo buat gue Gue janji bakal selalu ada buat lo," Paksa Marco


Kejora bingung ia harus melakukan apa Jujur Kejora masih sayang sama Bumi dan belum bisa melupakannya. Tapi di sisi lain sahabatnya yang dulu ia sukai datang untuk menyatakan Perasaannya


" Cinta gak bisa di Paksain Marco Meskipun sekarang aku jadi Pacar kamu Tapi gak sepenuhnya hati aku buat kamu," ujar Kejora mencoba untuk meyakinkan Marco tentang Perasaan ini.


Marco menghela nafas. " Gue akan selalu tunggu jawaban lo "


" Jangan lama-lama untuk buka hati lagi Ra Karena saat lo Putus banyak cowok yang ngantri buat jadi Pacar lo Karena lo itu Perempuan istimewa yang Pernah gue kenal."


...•••••...


"Jadi berapa semuanya " tanya Kejora Pada seorang apoteker.


" Semuanya jadi empat Puluh ribu rupiah mbak," jawabnya sambil menyodorkan kresek yang berisi obat.


Kejora memberikan satu lembar uang lima Puluh ribu kepada apoteker lalu mengambil kresek yang berisi obat itu.


" ini kembaliannya " Apoteker itu memberikan kembalian Pada Kejora dan langsung diterima.


Hendak saja Kejora menuju Pintu keluar tetapi ada yang menahan tangannya Sontak membuat Kejora menoleh.


Mata Kejora membulat ketika mengetahui siapa yang memegang tangannya.


" Mona " ujar Kejora tidak Percaya


" Ngapain kamu di sini " tanya Kejora ketus


" ikut gue " Mona menarik-narik tangan Kejora membuat Kejora mau tidak mau harus mengikutinya.


" Kamu mau bawa aku ke mana sih Mona " Kejora meronta-ronta agar lengannya dilepaskan oleh Mona


" Jangan berisik " ketus Mona


Kejora mengamati wajah Mona " Kamu habis nangis Mona " tanya Kejora Penasaran saat melihat mata Mona sedikit sembab


" Bukan urusan lo "


Kejora tidak mau bertanya-tanya lagi. Tapi yang terpenting sekarang ia harus bisa lepas dari cengkeraman Mona


" Sebenarnya kamu mau bawa aku kemana sih,"


Mona tidak menjawab apapun Perempuan itu masih menarik lengan Kejora agar mengikutinya. Sampai Pada akhirnya mereka berhenti di depan sebuah ruangan Di Sana terdapat Bintang dan Bima. Mereka nampak terkejut ketika melihat kehadiran Kejora Kejora bingung apa yang mereka lakukan di sini ?


" Kamu ngapain bawa aku ke sini " tanya Kejora Pelan Pada Mona


Bintang langsung menghampiri Mona dan menarik lengannya lalu membawanya Pergi dari Kejora


Kejora hanya bisa melihat dari kejauhan saat Mona dan Bintang sedang berbisik di tempat yang cukup jauh dari tempat Kejora berdiri

__ADS_1


" Ngapain lo ajak Kejora ke sini " tanya Bintang Pelan supaya Kejora tidak mendengarnya.


" Dia juga harus tau semuanya "


" Tapi gue gak nyuruh lo buat bawa Kejora ke sini,"


" Tapi dia juga harus tau semuanya " kekeuh Mona


Kejora tidak mendengar apa yang Mona dan Bintang sedang bicarakan Ia hanya mau Pulang saja.


" Bima sebenarnya Mona ngapain bawa aku ke sini " tanya Kejora Pada Bima


Bima gelagapan. " Se-sebaiknya lo Pulang sekarang Ra "


" Tapi kenapa Mona bawa aku ke sini " tanya Kejora semakin bingung.


" Oh itu gak apa-apa kok Sekarang sebaiknya lo Pulang Oke " Bima mencoba meyakinkan Kejora


" Terus kalian kenapa di sini ? Ada yang sakit,"


Kejora mencoba terus menerus untuk bertanya. Ia Penasaran Tidak mungkinkan Mona membawanya kesini tanpa alasan Tapi sekarang Perasaanya berubah menjadi tidak enak.


" Enggak ada apa-apa kok Ra Sebaiknya lo Pulang," ujar Bintang setelah menghampiri Kejora


Kejora tidak mau berdebat lagi. " Oke aku Pulang."


Hendak saja Kejora ingin beranjak Pergi dari sana tetapi dokter membuka Pintu ruangan membuat semuanya buru-buru menghampiri dokter Kecuali Kejora


" Gimana Dok ada Perkembangan " tanya Bintang cemas.


" Kondisinya semakin kritis Kita harus membawanya ke ruang ICU " balas dokter lalu masuk kembali keruangan itu.


Kejora semakin bingung sebenarnya siapa yang sakit ? Buru-buru Kejora menghampiri Bintang, Bima dan Mona


" Sebenarnya siapa sih yang di maksud dokter " tanya Kejora Pada ketiganya tetapi semuanya bungkam.


" Bintang jawab aku "


" Siapa sih sebenarnya yang sakit "


Mona mendekat ke arah Kejora " Lo mau tau siapa yang di maksud dokter " ketus Mona


" Mona stop " larang Bima


" Jangan halangi gue Bima ! Dia juga


berhak tau "


" Tapi kita semua ngelarang lo " tegas Bintang


" Gue gak Peduli " ujar Mona


" Orang yang ada dalam ruangan itu adalah ..... " Ucapan Mona terpotong karena Bima membekap mulutnya.


" Kejora sebaiknya lo segera Pergi dari sini," suruh Bima


Kejora menggeleng. " Enggak Sebelum aku tau siapa orang yang dimaksud dokter," kekeuh Kejora


" Lo gak Perlu tau ini urusan kita bukan urusan lo,"


" Tapi Bintang "


" Pergi dari si ..... " ujar Bintang sekali lagi Ucapan Bintang tertahan karena ada yang membuka Pintu ruangan sehingga menjadi terbuka dan mendapati dokter.


" Maaf Saya harus Pindahkan Pasien ke ruang ICU segera karena kondisinya semakin kritis," ujar dokter lalu melenggang Pergi menuju ruang ICU


Setelah dokter Pergi. Para Perawat pun membawa seorang Pasien ke ruang ICU Kejora terkejut ketika mengetahui siapa yang dimaksud dokter. Lututnya terasa lemas ketika melihat Bumi terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan alat medis yang lengkap menempel di tubuhnya Kejora menutup mulutnya tidak Percaya Tanpa disadari air mata Kejora menetes


ketika Bumi di dorong menuju ruang ICU oleh Para suster. Mona langsung mengikuti dari belakang sementara Bintang, Bima dan Kejora masih diam di tempat.


" Ja-jadi orang yang kritis itu Bumi " lirih Kejora sambil terisak.


Kejora menghadap Bintang. " Cerita sama aku yang sebenarnya Apa yang terjadi sama Bumi ? Dia kenapa sampai-sampai harus dibawa ke ruang ICU " tanya Kejora dengan bibir bergetar.


Tidak ada yang menjawab semuanya hanya diam. " Kenapa semuanya diam sih ? Kenapa gak ada satupun yang mau beritahu aku tentang Bumi "


" Jawab aku ! Aku mohon kasih tau aku kenapa Bumi Aku mohon," lirih Kejora Pada keduanya.


" Aku mohon sama kalian berdua ? Kasih tau aku Please "


Bintang menghela nafas sepertinya dia harus memberitahukan yang sebenarnya Pada Kejora


" Ikut gue " Bintang menarik tangan Kejora lalu diikuti oleh Bima dibelakang


" Sorry Bumi gue udah langgar janji " batin Bintang

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2