BUMI & KEJORA

BUMI & KEJORA
53 Jagakan dia


__ADS_3

Kejora membuka Pintu ruangan itu lalu memasukinya Perlahan. Perempuan menekan stop kontak dan lampu pun menyala.



Kejora takjub ketika melihat kamar ini. Sangat indah. Banyak hiasan-hiasan di setiap dinding dan sudut. Bumi benar-benar menyulap ruangan ini.


Kejora tersenyum melihat tulisan itu. Lalu ia melihat sebuah tulisan lagi dibawahnya.


IKUTI TANDAH INI ➡️



Kejora langsung mengikuti tanda Panah itu dan berjalan Perlahan lalu mendapati sebuah kotak yang di bungkus kertas kado berwarna Pink Buru-buru Kejora langsung membukanya. Kotak itu berisi boneka yang waktu itu Bumi berikan Padanya tetapi sudah dikembalikan oleh Kejora Didalam kotaknya juga ada sebuah kertas. Buru-buru Kejora langsung mengambilnya.


Di dalam kotaknya juga ada sebuah kertas Buru-buru Kejora langsung mengambilnya


..." Jika lo rindu sama gue Peluk boneka ini "...


" Aku cuma mau Peluk kamu jika aku lagi rindu Gak mau Peluk boneka yang gak hidup ini," ujar Kejora berbicara sendiri.


Kejora menaruh kembali boneka itu dan kembali mengikuti tanda Panah. Ia takjub ketika melihat foto-foto dirinya dengan Bumi di dinding



Bibir Kejora membentuk simpul yang indah ketika melihat foto-foto itu. Di dalam foto itu tidak terdapat kesedihan semuanya hanya ada kebahagiaan.


Kejora menyipitkan matanya untuk membaca sebuah tulisan.


Setiap foto mempunyai arti masing-masing Seperti juga kenangan.


Kejora kemudian mengambil sebuah kotak dihadapannya. Ia duduk dan langsung membuka kotak kecil itu. Terdapat sebuah kertas di sana Buru-buru Kejora langsung membuka lipatannya.

__ADS_1


...Bila matahari telah tak lagi bersinar Maka aku akan menjadi Penerang Di setiap langkahmu Namun bila suatu hari Hidupku yang telah tidak lagi bersinar Maka izinkanlah aku mengenang mu Dalam kisah cinta sejati...


Lagi dan lagi air mata Kejora kembali luruh dengan sendirinya. Dadanya terasa sesak ketika membaca surat itu. Surat yang tertulis bahwa itu surat terakhir dari seorang Bumi Dirgantara Aldebaran


Kejora tak mau kehilangan Bumi. Ia harus bisa hidup sampai akhir dunia ini. Supaya tidak ada kesedihan dimana Pun dan kapanpun juga.


Kejora saja ia ingin bangkit dan melanjutkan jalannya. Tetapi Ponselnya tiba-tiba bergetar menandakan ada meneleponnya Buru-buru Kejora mengangkatnya


" Kejora "


" ..... "


" iya gue segera ke sana "


Kejora Pun langsung Pergi meninggalkan tempat itu


...••••...


Kejora baru saja sampai didepan ruangan rawat Bumi. Di sana ada Bima, Bintang Mona dan juga ayah Bumi Kejora menghampiri mereka semua dengan canggung. Canggung karena ada ayah Bumi di sana. Ia takut jika Pak Dirga akan mengusirnya dan tidak boleh bertemu dengan Bumi


Kejora langsung mengangguk.


" Iya Bintang " jawab Kejora lalu tersenyum kepada semua orang dan langsung masuk.


Kejora memutar kenop Pintu Pelan lalu menutupnya dengan Pelan juga. Kejora terkejut ketika ada Marco di samping Bumi Apa yang sedang ia lakukan ? Apa ia berusaha menyakiti Bumi


" Ka-kamu ngapain di sini " tanya Kejora ragu Pada Marco


" Gue yang Panggil Marco Ra " Potong Bumi cepat.


Kejora bingung kenapa Bumi harus memanggil Marco ? Sebenarnya apa yang akan ia lakuin

__ADS_1


Kini Posisi nya Kejora berhadapan dengan Marco Di otak Kejora sedang bertanya-tanya sambil menatap Marco Penuh curiga


" Kenapa kamu Panggil Marco " tanya Kejora Penasaran.


" Karena ...... " Bumi menggantung ucapannya Tetapi ia malah meraih tangan Kejora dan Marco Lalu menyatukan tangan mereka berdua. Kejora bingung kenapa Bumi membuat tangan Kejora dan Marco saling menggenggam.


" Gue titip Kejora sama lo Marco " ujar Bumi Pada Marco.


Kejora mengerutkan keningnya ketika mendengar ucapan Bumi


" Tunggu-tunggu Maksud Kamu apa sih Bumi aku gak Paham "


" Marco cocok untuk lo Ra Dia yang akan gantiin Posisi gue sekarang untuk selalu lindungi lo," jawab Bumi membuat Kejora tercenung


" Gue tau ! Marco adalah cinta Pertama lo Ra Dan sekarang gue mau cinta Pertama lo itu tumbuh lagi " lanjut Bumi


" Lo akan bahagia sama dia Ra gue yakin itu,"


Kejora menggeleng Pelan. " Tapi Aku cuma mau kamu " ucap Kejora dengan mata yang berkaca-kaca.


" Tapi gue akan Pergi Ra Kalau gue udah titip lo sama Marco Gue bakal Pergi dengan tenang " balas Bumi


Bumi mencoba menahan air matanya supaya tidak jatuh. Ia tidak mau terlihat sedih.


" Kamu enggak akan Pergi Kamu akan selalu sama aku," kekeuh Kejora


Bumi tidak menghiraukan ucapan Kejora. Ia malah melihat ke arah Marco.


" Gue titip Kejora Marco Jaga dia baik-baik " ujar Bumi yang langsung diangguki oleh Marco


" Gue akan selalu jaga Kejora Bumi Seperti yang lo bilang," jawabnya

__ADS_1


" Makasih Marco " ujar Bumi


...••••••...


__ADS_2