BUMI & KEJORA

BUMI & KEJORA
20. Bersamamu


__ADS_3

Kejora menerima uluran tangan Bumi untuk turun dari jetski. Mereka sekarang sudah berada di daratan yang di Penuhi orang-orang yang berlibur di sini. Perasaan Kejora masih senang karena ia bisa merasakan bagaimana naik jetski Percayalah bermain jetski itu sangat seru Gak kalah seru dari menang undian.


" Bumi Kamu belajar main jetski dari mana," Tanya Kejora


" Dari bokap gue " ujar Bumi " Dari kecil gue udah sering di ajarin olahraga orang dewasa Biasanya anak kecil main robot atau mainan yang lain Tapi gue malah di ajarin main jetski "


" Kamu Pasti udah handal banget ya main jestki "


" Lo mau gue ajarin " tawar Bumi


" Hah " beo Kejora


Kejora menggeleng " Gak usah Gak usah "


Bumi mengernyitkan dahinya


" Kenapa "


" Aku gak mau aja Mending aku nebeng aja sama kamu Aku gak mau ambil resiko Takut tenggelam Mending kamu aja yang nyetir,"


" Gue yang nyetir supaya lo bisa di Peluk lagi sama gue " goda Bumi


Kejora refleks menggeleng " Enggak enggak kok Aku gak modus yah Kamu kan tau aku takut banget yang namanya tenggelam "


" Kalau lo tenggelam kan ada gue "


" Terus kamu kasih nafas buatan lagi sama aku Gitu " Kejora melipat tangannya di depan dada


" Ya enggak gitu juga kali Ra Pikiran lo negatif mulu ya " Bumi mendengus


" Abisnya kamu selalu nyosor sih "


" Bilang aja suka " celetuk Bumi


" Gak suka titik Gak Pake koma "


" Masa "


" Iyah "


Drrttt Drrttt


Ponsel Bumi bergetar. Bumi mengambil Ponselnya di dalam saku celananya. Dan melihat siapa yang mengirim Pesan


__ADS_1


Senyum Bumi tercetak. Kejutan akan segera di mulai. Senyum di bibir Kejora akan segera Bumi lihat. Bumi suka senyum Senja. Dia begitu manis Lugu Pintar. Polos Dan yang Pastinya cantik Bumi heran kenapa Kejora tidak Punya Pacar Padahal ia terlihat begitu sempurna.


" ikut gue Ra " Bumi menggenggam tangan Kejora lalu menariknya


" Kita mau kemana lagi " tanya Kejora


" Mau gue cium lagi " Ucapan Bumi sontak membuat Kejora membulatkan matanya


Kejora menggeleng " Gak mau "


" Makanya jangan bawel "


" Kenapa sih kamu suka Panggil aku bawel terus " Kejora memanyunkan bibirnya


Bumi tidak menjawab. Ia hanya menatap Kejora sebentar lalu menatap ke depan lagi. Bumi masih menggenggam tangan Kejora dan akan membawanya ke suatu tempat yang Pasti akan membuat Kejora senang.


" Sekarang tutup mata lo " suruh Bumi


" Hah ? Mau ngapain " Tidak mau basa basi. Bumi langsung menutup mata Senja menggunakan tangannya Membuat Kejora terkejut.


" Eh Bumi kamu apa-apaan sih Lepasin tangan kamu " Kejora mencoba melepaskan tangan Bumi dari wajah Kejora tapi Bumi begitu kuat untuk dilawan. Alhasil Kejora hanya bisa Pasrah. Iya yakin bahwa Bumi tidak akan melakukan sesuatu hal yang kelewatan. Iya yakin bahwa Bumi


Bumi masih menutup mata Kejora menggunakan tangannya. Bumi mengajak Kejora maju beberapa langkah.


Bumi melepaskan tangannya di depan mata Kejora. Kejora membuka matanya Pelan-pelan. Ia takut jika sekarang ia sedang berada di suatu tempat yang sepi.


Mata Kejora berbinar. Dia menyunggingkan senyum kagum. Ia adalah Pecinta bunga


" Suka gak " tanya Bumi


" Suka banget Bumi " Pandangan Kejora tidak luput dari bunga bunga indah ini. Kejora maju beberapa langkah. Sekarang di sebelah kanannya terdapat bunga mawar berwarna warni. Dan di sebelah kirinya terdapat bunga melati yang tidak kalah cantik. Dan masih banyak sekali jenis bunga yang lainnya yang ikut ditanam disini.


Kejora berjongkok untuk menyentuh bunga bunga itu. Ia tidak memetiknya Senja mencium aroma bunga bunga itu. Sangat harum, Pikirnya


" Kalau mau lo tinggal Petik aja Lo kan suka banget sama bunga " ucap Bumi lalu memasukan tangannya ke saku celana


Kejora berdiri berhadapan dengan Bumi


Kejora menghela nafas " Jika kita suka bunga Jangan Pernah memetiknya Kita tidak berhak untuk melakukan itu. Bunga juga butuh hidup Tahu Dia juga butuh tanah. Air Dan biarkan mereka kumpul dalam satu jenis yang sama seperti ini," ujar Kejora " Kita sebagai manusia Cuma bisa merawatnya sebagai tanda cinta kita terhadap alam Dan jangan Pernah memetiknya Aku memang suka bunga. Tapi aku gak mau Petik bunga sembarangan tanpa ada hal yang Pasti. Lihat semua ini Mereka indah kan berkumpul dalam jenis bunga yang sama ? Mawar di tanam dengan mawar lagi dan melati ditanam dengan melati lagi begitupun yang lainnya " Kejora menunjuk bunga mawar yang memang ditanam dengan jenis yang sama


" Kita juga harus memikirkan alam Jika kita terus merusaknya Apa alam akan bertahan " tutur Kejora


Bumi tertegun dengan Penuturan Kejora. Biasanya Perempuan akan memetik bunga yang ia suka. Tapi tidak dengan Kejora Sekarang Kejora mengajarkan Bumi bahwa dalam hidup kita juga harus memikirkan orang lain Jangan memikirkan apa yang kita suka Kita juga harus mencintai alam Yaitu dengan merawatnya dan jangan Pernah merusaknya.


Kejora merasa bahwa ada yang jatuh di atas kepalanya. Ia meraba-raba dan mengambil sesuatu yang jatuh di atas kepalanya. Ditangannya kini ada bunga membuat Kejora mengernyitkan keningnya dan kepalanya refleks menengadah ke atas.

__ADS_1


Mata Kejora berbinar ketika bunga bunga kecil dan indah itu berjatuhan ke arahnya seperti hujan. Ia tidak Percaya bahwa ia bisa menikmati hujan bunga seperti ini.


Kejora menengadahkan tangan Tanpa disadari ia berputar menikmati hujan bunga itu. Senyumnya begitu lebar Dia tertawa riang membuat Bumi yang melihatnya Pun ikut tertawa. Kejora benar-benar seperti anak kecil yang menggemaskan.


Bumi kemudian mengacungkan jempol kepada kedua sahabatnya yang tengah bersusah Payah menerbangkan bunga-bunga itu Bintang Dan Bima langsung membalasnya dengan mengacungkan jempol juga.


Bumi mengambil Ponsel di sakunya dan langsung memotret Kejora yang sedang menikmati hujan bunga buatan itu. Bumi memandang fotonya dan tidak sadar senyumnya tercetak Sangat cantik Pikirnya. Lalu ia memasukan Ponselnya ke saku celananya. Ia kemudian menghampiri Kejora yang sedang menikmati hujan bunga.


Lalu ia memasukan Ponselnya ke saku celananya. Ia kemudian menghampiri Kejora yang sedang menikmati hujan bunga.



Bumi mengambil tangan kanan Senja dan meletakan di Pundaknya. Lalu Bumi meletakan tangan kanannya di Pinggang Kejora. Lalu tangan kiri mereka saling menggenggam. Kalian tahu kan apa yang akan mereka lakukan ? Entah irama datang dari mana. Mereka mulai berdansa Kaki mereka melangkah ke kiri dan ke kanan secara bersamaan.


Tangan mereka terangkat dan Kejora berputar sampai akhirnya Kejora mengaitkan kedua tangannya di leher Bumi. Senyum mereka tercetak begitu lebar. Lalu tanpa di sadari Bumi mengecup dahi Kejora


" Bumi ? Kamu kenapa ngelamun Ayo kesini " teriakan itu datang dari Kejora Oh tidak, dansa bersama Senja dan mengecup dahinya itu hanya khayalan Bumi semata.


Bumi menghampiri Kejora


" ini semua kamu yang buat Bumi " tanya Kejora Pada Bumi yang sudah berada di hadapannya


" iya Tapi dibantu juga sama temen,"


" Makasih banyak ya Bumi Aku bener bener gak Percaya bisa nikmati hujan bunga kayak gini " ucap Kejora sambil tersenyum


" iya sama-sama Gue seneng kalau lo seneng juga,"


" Bumi Kejora " mendengar Panggilan itu membuat mereka menoleh secara bersama.


Cekrek


Bintang langsung mengambil foto mereka berdua ketika menoleh bersama.


" Bagus fotonya " Bintang mengacungkan jempolnya Pada Bumi dan Kejora


Dan Bintang langsung melenggang Pergi meninggalkan mereka berdua karena tidak ingin mengganggu lama-lama


Bumi dan Kejora hanya terkekeh melihat tingkah laku Bintang


" Mau foto sama orang ganteng gak " tawar Bumi Pada Kejora


Kejora mengetuk-ngetuk telunjuk di Pipinya tanda sedang berpikir


" Boleh " Bumi mengambil Ponsel dan mengklik beberapa foto-foto mereka berdua dengan gaya bermacam macam dan Pastinya sangat lucu

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2