BUMI & KEJORA

BUMI & KEJORA
27. Di Culik


__ADS_3

Kejora menyusuri jalan trotoar sendirian Angin malam memberikan Pelukan yang dingin untuk gadis ini. Kejora baru saja Pergi ke sebuah taman yang ia sukai Setiap malam Minggu Kejora Pasti akan Pergi ke taman meskipun hanya sekadar untuk berjalan jalan saja.


Kejora sekarang hanya memakai kaus tangan Pendek berwarna biru dengan gambar Stitch, kartun kesukaannya Dengan celana yang sederhana.


Kejora memeluk tubuh nya sendiri. Malam ini terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya. Biasanya di jalan ini sangat ramai. Tapi kenapa sekarang jadi sepi yah Apa mungkin suasana malam ini dingin ?


Kejora mengedarkan Pandangannya ke sekitar tempat yang ia lewati itu. Sampai Pada akhirnya. Pandangannya tertuju Pada satu objek. Yaitu seseorang yang memakai jubah berwarna hitam dengan topeng yang berwarna hitam juga Dan tingkah lakunya cukup mencurigakan.


Dengan rasa Penasaran Kejora mulai mengikuti seseorang yang berjubah hitam itu la mengendap-endap supaya tidak ketahuan Sampai Pada akhirnya orang itu berhenti di bawah Pohon yang besar bersama seorang laki-laki yang tidak Kejora kenal.


Pria berjubah hitam itu membuka topengnya Kejora semakin memicingkan matanya agar bisa melihat siapa dia Mata Kejora melotot saat ia melihat sosok dibalik topeng hitam itu Kejora kenal siapa dia Laki-laki aneh yang Kejora temui akhir akhir ini. Ya dia adalah Bisma.


Bisma menatap laki-laki didepannya dengan tajam. Lalu ia mencekik leher laki-laki di depannya dan membuat laki-laki itu meronta-ronta agar dilepaskan


" Lo udah berkhianat sama gue " teriak Bisma


" Gu...gue..gak...ber...berkhianat sa..sama lo," jawab laki-laki itu


" Bohong Lo tau kan apa yang mau gue lakuin kalau ada orang yang berkhianat sama gue "


" To..tolong..le..lepasin gue,"


Bisma melepaskan cekikan nya di leher laki-laki itu. Membuat laki-laki itu menghela nafas lega. Tetapi itu tidak bertahan lama. Karena


Bisma mengeluarkan sebuah benda yang berbahaya di sakunya. Bisma memasukan Peluru ke dalam Pistol dan bersiap untuk membunuh orang yang ada didepannya


" Gue mohon jangan bunuh gue " Laki-laki itu mundur Pelan beberapa langkah tapi diikuti oleh Bisma


Bisma menyeringai " Lo kira gue bakal lepasin Pengkhianat kayak lo "


" Gue mohon maafin gue Bis "


" Gue akan lakuin apa yang lo mau "


" Tapi gue mohon jangan bunuh gue "


" Maafin gu .... "


DORRR

__ADS_1


Kejora menutup mulutnya tidak Percaya Gadis itu tidak Percaya apa yang ia lihat sekarang. Seorang temannya membunuh seseorang didepan matanya. Kejora masih berdiri di tempat yang sama.


Bisma seakan tersadar ada yang sedang memperhatikan di sampingnya. Bisma menoleh ke arah samping.


Tapi Kejora buru-buru bersembunyi di balik Pohon yang ada disampingnya. la berharap bahwa Bisma tidak akan melihatnya disini. Bisa-bisa ia dibunuh juga seperti orang tadi. Nafas Kejora memburu. Ia takut setengah mati sekarang. Kakinya lemas untuk melangkah.


Dengan takut Kejora mengintip kembali ke arah Bisma. Gadis itu bernafas lega ketika Bisma sudah tidak ada di sana Mungkin ia sudah Pergi Pikir Kejora


" Hai " sapa seseorang dari belakang Kejora dan refleks membuat Kejora menoleh.


Kejora terkejut saat melihat Bisma sudah berada di belakangnya Kejora meremas ujung bajunya Gadis ini takut Kakinya gemetar.


" Lo lihat apa " tanya Bisma


" Gak..gak..li..lihat..apa apa kok " jawab Kejora gemetar


" Bohong "


" Be..bener..aku gak lihat apa-apa "


Bisma mencengkram tangan Kejora kuat Membuat Perempuan itu melotot karena ketakutan. Sekarang ia tidak tahu apa yang akan terjadi Pada dirinya.


" Aku mohon lepasin aku Bis " ucap Kejora Dan tidak terasa Kejora meneteskan air mata karena ketakutan


" Kamu mau bawa aku kemana " air mata Kejora semakin deras karena Bisma membawanya ke sebuah gudang yang sangat kumuh. Kejora juga tidak tahu sekarang ia sedang berada dimana.


" Tolong lepasin aku Bis " Bisma masih tetap tidak menjawab ataupun melepaskan Kejora


Bisma membawa Kejora kedalam gudang itu. Lalu ia mengikat Kejora menggunakan tali di kursi kayu yang sudah ada di sana


" Kamu kenapa ikat aku kayak gini " tanya Kejora setelah sadar tangannya diikat


" Supaya lo gak kabur " jawab Bisma


" Aku mohon lepasin aku Tenang aja aku gak bakal kasih tau sama siapapun kalau kamu udah bunuh orang " ujar Kejora sambil bercucuran air mata


" Gue bawa lo kesini bukan karena takut lo laporin gue " ujar Bisma


" Terus kenapa kamu bawa aku kesini "

__ADS_1


Bisma mengambil kursi kayu Dan duduk berhadapan dengan Kejora


" Sebenarnya sih gue mau lakuin ini Minggu depan Tapi karena lo udah lihat gue bunuh orang. Ya gue sekalian aja bunuh lo. Biar gue Pas saat di Penjara " ujar Bisma dengan senyum sinis


Mata Kejora melotot ketika mendengar bahwa dia akan di bunuh. Jantungnya benar-benar berdegup kencang la sangat ketakutan sekarang Berharap ada seseorang yang datang menolongnya


" Sebenarnya aku ini salah apa sih sama kamu Bisma Sampai sampai kamu ingin bunuh aku Apa karena aku lihat kamu bunuh orang Bisma, " tanya Kejora dengan bibir yang bergetar


" Lo gak salah apa apa sama gue Hanya saja bayangan lo yang udah berkhianat "


Kejora mengerutkan keningnya Apa katanya tadi bayangan ? Jangan-jangan ia benar Bahwa yang kirim surat itu adalah Bisma


" Bayangan "


" Iyah Pacar lo Bumi Dirgantara Aldebaran Sialan itu " jawabnya dengan Penekanan Pada nama Bumi


" Jadi kamu yang kirim surat misterius itu ke aku " tanya Kejora


" Seratus buat lo " ujar Bisma


" Lo Pernah nanya sama gue kan Kenapa gue sama Bumi itu selalu berantem " Kejora mengangguk takut


" Karena dia udah rebut Pacar gue yang bernama Dinda Gue udah lama Pacaran sama dia Tapi sayang Bumi berkhianat sama gue "


Kejora masih tetap Pendengar yang baik meskipun ia sedikit takut. Tapi ada rasa Penasaran juga dengan kelanjutan kisah ini


" Bumi dan Dinda gak tau kalau gue Phsycopath yang haus darah Sampai Pada akhirnya gue bunuh Dinda Tapi gue memutuskan untuk lepasin Bumi Karena gue ingin bunuh dia secara Pelan-pelan Dengan cara membunuh orang yang dia cintai Gue gak akan Pernah biarin Bumi bahagia sama orang yang dia sayang," lanjut Bisma


Bisma beranjak dari duduknya dan langsung menghampiri meja yang tidak berada jauh di sana. Kejora mengamati apa yang sedang Bisma lakukan sekarang. Mata Kejora melotot saat Bisma mengambil sebuah Pistol di atas meja dan menghampiri Kejora yang sedang ketakutan


" Kamu mau ngapain Bisma ? Tolong lepasin aku Aku mau Pulang " ucap Kejora dengan air mata yang bercucuran


Bisma mendekat ke arah Kejora dan langsung menempatkan telunjuknya di bibir Kejora


" Sutttt ! Jangan takut Gue akan anterin lo Pulang kok Tapi ke dunia yang berbeda " ujar Bisma dengan senyum liciknya


" Aku mohon tolongin aku Bumi " batin Kejora


...•••••...

__ADS_1


__ADS_2