
Malam yang indah Bulan bersinar dengan terang di langit dan tidak lupa Para bintang-bintang menemaninya. Angin malam sekarang sedang bersahabat. Tidak dingin Itu membuat malam ini semakin spesial.
Terlihat Pasangan yang sedang menikmati indahnya malam ini. Bumi dan Kejora sedang berada di tempat yang jauh dari Polusi udara atau jalan raya. Mereka sedang berada di lapangan yang tidak ada siapapun disini.
Mereka sedang menikmati indahnya malam ini dengan memandang ke atas Kejora memeluk lututnya sendiri sedangkan Bumi menselonjorkan kakinya dengan tangan menjadi tumpuan di belakang.
" kenapa kamu ajak aku ke sini " tanya Kejora
" Karena ini tempat favorit gue Di sini jarang banget ada orang Suasananya juga masih sangat bersahabat " jawab Bumi santai.
" iya juga sih " Senja mengangguk-angguk.
" Kamu tau gak ? Apa Persamaan kamu sama bulan " tanya Bumi
" Apa "
" Sama-sama jadi kesukaan aku " jawab Bumi membuat Pipi Kejora merah.
" Tumben kamu Pake aku-kamu " Kejora terkekeh setelah tersadar Bumi memakai Panggilan aku.
" Supaya lebih romantis aja " jawab Bumi
" Bisa aja kamu " ujar Kejora sambil tersenyum Pada Bumi
" Kamu tau gak ? Perbedaan kamu sama bintang " tanya Kejora
" Apa "
" Kalau bintang itu adanya di langit Kalau kamu adanya di hati aku," jawab Kejora sambil menggigit bibirnya malu karena memberikan gombal Pada Bumi
" Sekarang tuan Putri gue ini udah Pinter gombal yah." Bumi mencubit Pipi Kejora lembut.
" Emangnya kamu aja yang bisa gombal. Aku juga bisa loh " Kejora menjulurkan lidahnya.
" iya-iya tuan Putri yang cantik." Bumi mengacak Puncak kepala Kejora
Bumi kemudian merebahkan tubuhnya di atas rerumputan. Membuat Kejora menoleh Pada Bumi
" Kamu mau tidur ? Kalau mau tidur lebih baik Pulang aja Jangan tidur di sini " larang Kejora
" Sini Ra tidur di lengan gue " Bumi merentangkan tangan kanannya supaya bisa dijadikan bantal untuk Kejora
Kejora menggeleng. " Gak mau Nanti kalau ada semut gimana " ujar Kejora sambil bergidik
" Kalau nanti ada semut aku injak-injak deh sampai mampus " balas Bumi
" Kamu ini ya ada-ada aja kalau lagi ngomong " ujar Kejora
" Bumi ini udah malem banget nih Mending kita Pulang sekarang " Kejora memberikan usul.
" Kenapa ? Lo ngantuk " tanya Bumi lembut.
Kejora menggeleng dengan cepat.
__ADS_1
" Enggak " elak Kejora
" Kalau gitu nanti aja Pulangnya " ujar Bumi yang langsung di angguki oleh Kejora
Tidak ada Percakapan di antara mereka beberapa menit. Mereka memilih menatap langit yang indah malam ini. Seakan alam Pun mendukung kehadiran mereka disini Angin malam biasanya dingin. Tapi kini berubah menjadi hangat.
" Gue selalu ingin menjadi bulan yang selalu menjadi Pusat Perhatian " ujar Bumi membuka suara sambil menatap bulan Penuh di langit.
Kejora menoleh kepada Bumi
" Kalau kamu ingin jadi bulan Maka aku ingin menjadi bintang yang selalu menemani kamu dimana Pun kamu berada," ujar Kejora sambil tersenyum.
Bumi menoleh hingga tatapan mereka bertemu
" Kenapa jadi bintang ? Bintang kan banyak Gue maunya lo hanya satu," ujar Bumi
" Bayangin aja kamu bintang-bintang itu sebagai Perempuan. Perempuan yang selalu ngejar-ngejar kamu. Tapi meskipun begitu Kamu tetap kan milih aku.Dan aku akan selalu berada di dekatmu seperti bintang yang itu. Hanya satu kan yang berada di dekat kamu " Kejora menunjuk bintang yang berada di dekat bulan Memang meskipun banyak bintang tapi hanya satu yang ada di dekat bulan.
" iya lo emang bener Gue lebih milih lo daripada yang lain. Karena lo itu spesial Dari Pertama gue ketemu lo aja langsung gue cium." Bumi terkekeh diikuti Kejora
Kejora terkekeh mengingat kejadian itu Ekspresi Kejora benar-benar tidak bisa diartikan waktu itu. Mau marah ? Gak berani karena waktu itu ia belum kenal sama sekali dengan Bumi. Bertatap muka Pun jarang. Yang Pasti waktu itu dia sangat terkejut. Dan ia tidak Percaya bahwa sekarang ia sudah menjadi Pacar Bumi
" Waktu itu kenapa kamu bisa berani cium aku di depan banyak orang " tanya Kejora
" Gue juga heran kenapa gue bisa lakuin itu. Tapi setelah itu, gue langsung suka sama lo Makanya gue jadiin lo babu gue waktu itu supaya lo selalu deket sama gue," jawab Bumi Pada Kejora. Kejora hanya tersenyum mendengar itu. Lalu keduanya kembali memandang langit yang berisikan bintang dan bulan.
Kejora langsung Tersenyum
" Kejora " Panggil Bumi lembut
" Aku ingin selalu jadi bayangan kamu yang selalu ada di dekat kamu dan mustahil untuk di Pisahkan " ujar Bumi membuat Kejora menoleh.
Bumi mendekat ke arah Kejora Benar benar dekat. Lelaki itu menangkup Pipi Perempuan yang ada di hadapannya.
" Lo gak akan jadi bayangan gue Tapi lo akan jadi jantung gue Yang selalu berdetak dan selalu bikin gue hidup " jawab Bumi dengan tersenyum.
" Tapi kan jantung gak selamanya berdetak Ada saatnya juga jantung berhenti memberi kamu kehidupan," ujar Kejora Pada Bumi
Bumi kemudian menyelipkan rambut Kejora ke bagian belakang telinga gadis itu.
Bumi menghela nafas Pelan. " Maka dari itu kita selalu berkaitan. Disaat lo berhenti berdetak Disaat itu juga gue langsung tidak Punya kehidupan. Hidup gue langsung terasa hampa," jawab Bumi
" Kamu janji kan bakal sama aku selamanya " tanya Kejora Penuh harapan.
Bumi mengambil tangan Kejora lalu menggenggamnya erat.
" Gue janji Gue bakal bersama lo sampai maut misahin kita " jawab Bumi
" Maut Pun gak akan Pernah bisa misahin kita berdua " ujar Kejora
Bumi mendekat dan langsung memeluk Kejora erat. Begitupun sebaliknya Kejora membalas Pelukan itu dengan erat Rasanya ia tidak rela melihat Bumi dengan wanita manapun. Apa Kejora egois ?
" Semoga Ra Semoga gue masih bisa tetep bersama lo untuk selamanya Meskipun itu mustahil bagi gue Tapi gak ada yang nggak mungkin kan. " Batin Bumi
...••••...
__ADS_1
" Gue udah Putus sama Jihan bro " ujar Bima Pada teman-temannya.
" Serius lho " tanya Bintang dan Bumi berbarengan.
" iyalah Jadi gue bisa bebas mau lakuin apapun Gak akan ada yang ngatur-ngatur lagi," ujar Bima
Bintang dan Bumi hanya menggeleng-gelengkan kepala. Mereka tidak tau apa yang merasuki tubuh temannya yang satu ini. Mungkin darahnya sudah dinodai dengan darah Playboy.
" Siapa yang mutusin " tanya Bumi lalu memasukan makanan ringan ke mulutnya.
Sekarang mereka bertiga sedang berada di kamar Bumi dan sedang menonton acara kesukaan mereka bertiga.
" Dia lah Gue udah nunggu dia mutusin gue dari lama banget Kalian tau sendiri kan gue jadian sama dia itu cuma karena taruhan Eh Pas gue mau Putus sama dia waktu itu malah nolak " ujar Bima yang membuat teman-temannya heran dengan sikapnya.
" Nanti lo bakal nyesel Gue jamin " balas Bintang Pada Bima
" Gak akan Pernah nyesel " balas Bima
" Bintang Percuma lo itu omong sama dia itu gak bakalan Tobat deh Playboy Tetap aja Playboy " ujar Bumi
" Bener juga sih " sahut Bintang
" Bumi kenapa Muka lo Pucet banget lo lagi sakit " ucap Bima ketika memandang wajah Bumi yang sangat begitu Pucat
Bintang langsung menoleh ke arah Bumi
" Bumi Hidung lo berdarah " Teriak Bima
Bumi Pun langsung mengusap darah yang mengalir ke Hidung
" Bumi lo lagi sakit " Panik Bintang
" gue apa-apa Bentar ya gue mau ke Kamar mandi dulu " Bumi langsung berlari menuju Kamar mandi
Di kamar mandi
Bumi membasahi hidungnya dengan air mengalir
" Ya Tuhan sebenernya gue ini sakit apa sih " ucap Bumi
Tiba-tiba Ponsel Bumi bergetar Bumi Pun langsung melihat siapa yang menghubunginya Tertera Nama Dr. irwan
" Dokter irwan " ucap Bumi
Bumi Pun langsung mengangkatnya
" Halo Dokter irwan Gimana Hasilnya sebenernya saya ini sakit apa Dok " ujar Bumi
" Maaf Bumi saya harus mengatakan yang sebenernya sama kamu, kamu Diagnosa Sakit Kanker Otak " Ujar Dokter Irwan
" Apa " Bumi begitu sangat Syok ketika mendengarkan Penuturan Dokter irwan barusan
" Bumi kamu harus kuat " Tutur Dokter irwan
__ADS_1
Bumi Pun langsung mematikan Ponselnya seketika Bumi langsung lemas dia tidak Percaya bahwa dia sakit berat seperti ini apa dia bisa bertahan Bumi sudah terlanjur janji untuk Terus bersama Kejora selamanya Takdir berkata lain Bumi harus kuat demi Kejora
...•••••...