
Bumi mengacak rambutnya frustasi. la tidak tega melihat Kejora menangis seperti tadi Kepalanya masih terasa Pusing sebab ia sakit tetapi belum minum obat
Untung saja Mona sudah Pulang jadi ia bisa istirahat kembali. Hendak saja ia akan menarik selimut tapi Pandangannya tertuju Pada sebuah kertas di atas meja. Dengan rasa Penasaran Bumi langsung mendekat ke arah meja dan mengambilnya. Kemudian Bumi duduk di kursi.
...UNTUK BUMI...
...Ketika kamu tidak lagi mengharapkan kehadiranku lagi Apa aku akan Peduli ? Apa aku akan Pergi ? Jelas jawabannya aku tidak akan Pergi....
...Kita renggang karena sebuah kesalahpahaman. Maka kita tidak akan berpisah karena sebuah kesalahpahaman juga. Kita harus meluruskan semuanya. Jangan Pernah mengatakan Perpisahan atau kamu akan kehilangan seseorang...
...Pertama kali bertemu denganmu aku tidak Pernah berharap sedikitpun untuk menjadi kekasihmu. Tapi takdir berkata lain aku malah menjalin hubungan denganmu dan menjadi kekasihmu....
...Seiring berjalannya waktu aku juga mulai mencintaimu. Aku Pikir hanya cinta bertepuk sebelah tangan tapi nyatanya tidak. Kita satu hati...
...Kita menjalin hubungan dengan baik-baik Aku selalu berharap lebih Padamu. Dulu aku memang Percaya diri bahwa kamu akan bersamaku untuk selamanya. Tapi sekarang aku mulai ragu dengan semua itu....
...Kamu memang Pangeran Tapi belum tentu aku akan menjadi Putri untuk selalu mendampingimu. Seorang Pangeran bisa saja memilih orang yang ia cintai Kamu bebas memilih Siapapun. Tapi aku minta untuk tidak menyia-nyiakan siapapun....
...Aku akan seperti Senja yang ada setiap hari untuk langitnya. Walaupun langitnya sedang mendung, Guntur atau badai sekalipun Tetapi Senja tidak akan menyerah untuk menemaninya....
...Kamu seperti layang-layang yang berhasil aku gapai dan aku adalah Pemiliknya. Lalu aku menerbangkan mu. Tapi sayang talinya putus sehingga layang-layang itu terbang entah kemana. Kamu tau apa yang terjadi jika layang-layang itu Putus ? Maka banyak orang yang akan mengejar, merebut, dan juga ingin memilikimu. Tapi meskipun kamu tidak bersamaku sekarang tetapi kamu adalah hakku...
...Aku yang berhak memilikimu. Sementara orang yang mendapat layangan itu adalah sebuah rintangan yang harus dihadapi supaya kita bisa bersatu kembali...
...Jika kamu masih sayang Maka Pertahankan Jika kamu ingin bertahan. Maka jangan bosan Jika kamu sudah bosan. Maka Pergilah. Pergi cari Perempuan yang mampu membuatmu bahagia dan tak akan Pernah membuatmu bosan Kamu adalah sesuatu yang berhasil ku gapai tapi mustahil untuk ku Pertahankan....
Bumi melempar surat itu ke sembarang arah Perasaanya bercampur aduk sekarang. ingin rasanya ia memberitahukan semuanya Pada Kejora bahwa ia masih mencintainya dan tak akan meninggalkan dia sendirian.
Kejora Queen Aurora adalah Perempuan yang berhasil memikat hati Bumi. Dia Perempuan yang mampu membuat hati Bumi luluh. Dia juga yang selalu mewarnai dan menghiasi hari-harinya
Bumi tidak mau melepaskan Kejora Tapi apa daya. Dia harus melakukan itu meskipun terasa sakit. Dia harus merelakan Kejora sekarang. Harus ! Atau nanti akan terasa lebih berat.
" Gue sayang sama lo Ra dan gue gak mau sampai kehilangan lo," lirih Bumi
...••••...
Kejora berjalan menuju toilet dengan santai Pelajaran sedang berlangsung sementara ia malah kebelet. Eh lebih tepatnya bukan kebelet tapi ia mau cuci muka karena mengantuk.
Hendak saja ia ingin memasuki toilet tapi terdengar Percakapan seseorang di sana.
" Gue gak mau Mona " Kejora kenal dengan suara itu. la mengenalnya dengan baik.
Kejora mengintip dan melihat Mona dan Febbi di sana Mona seperti sedang mengancam Febbi Terlihat dari tatapan dan Perlakuannya.
" Lo harus lakuin itu," ujar Mona
" Gue gak mau Mona Udah cukup lo rusakin hubungan Persahabatan gue," ujar Febbi dengan mata berkaca-kaca.
" Oh kalau lo gak mau Gue sebarin berita kalau orang tua lo gak bisa bayar utang ke orang tua gue," ancam Mona
" Terserah ! Tapi gue gak mau lakuin itu lagi Udah cukup lo buat gue jauh dari sahabat-sahabat gue," balas Febbi
Kejora mengerutkan keningnya. Jadi selama ini Febbi diancam oleh Mona
" Pokoknya gue gak mau tau Lo harus rusak Persahabatan Jihan dan Kejora Buat mereka jauh supaya Kejora gak ada teman lagi Biar dia sendirian," ujar Mona membuat Febbi semakin marah.
Kejora terkejut Apa maksud Mona menyuruh Febbi untuk melakukan itu ?
" Gue bilang gue gak mau ! Sebenarnya hati lo itu terbuat dari apa sih ? Lo yang seharusnya gak Punya teman bukan Kejora Lo itu emang setan " ujar Febbi membuat Mona geram
" Lo yang setan " bentak Mona
" Lo "
Mona geram Ia mencengkram kuat lengan Febbi membuatnya meringis kesakitan.
" Kalau lo gak mau Lihat aja nanti " Mona melepaskan cengkeramannya dengan kasar.
" Lo itu orang yang egois Gue tau kenapa lo nyuruh gue buat lakuin itu karena lo sirik kan sama apa yang Kejora punya. Lo gak bisa dapetin Bumi kan ? Makanya lo mau hancurin Kejora kan " ujar Febbi membuat Mona semakin marah.
Mata Mona merah Ia marah sekali ketika Febbi berbicara seperti itu.
" Dasar ..... " hendak saja Mona akan melayangkan tangannya Pada Febbi tapi ada yang berhasil menahannya. Keduanya menoleh
" Kejora " Ucap Mona Febbi tersenyum senang ketika ada yang menolongnya
" Ngapain lo di sini " tanya Mona sambil meronta-ronta agar tangannya dilepaskan.
" Lo gak akan bisa nyakitin sahabat gue." Kejora melepaskan cengkeramannya dengan kasar.
" Sahabat lo bilang ? Jelas-jelas dia sudah berkhianat sama lo " ujar Mona
Kejora tertawa remeh. " Lo Pikir gue gak tau kalau lo yang nyuruh Febbi buat lakuin semuanya." ucapan Kejora membuat Mona melotot tidak Percaya Dari mana Kejora tau tentang itu ?
" Da-dari mana lo tau " tanya Mona gelagapan.
" Aku dengar semua Percakapan kalian berdua " jawab Kejora jujur.
Febbi tersenyum lega ketika mendengar itu. Ia senang jika sahabatnya mendengar semuanya. Jadi Febbi tidak melanggar janji untuk tidak memberitahukan kepada siapapun.
" Tadi yang kita obrolin itu bohong " ujar Mona
" Sebaiknya lo segera Pergi dari sini Gue gak akan Percaya lagi sama lo " suruh Kejora Pada Mona
Tanpa basa-basi Mona dengan kesal langsung Pergi meninggalkan Kejora dan Hanum disini. Mana mungkin kan ia dapat melawan mereka berdua ?
" Kamu gak apa-apa kan " tanya Kejora Pada Febbi lembut.
__ADS_1
Febbi menggeleng. " Aku gak apa-apa kok Ra Makasih udah nolongin aku " ujar Febbi sambil tersenyum.
Kejora mengangguk. " Iya sama-sama "
" Ra gue gak bermaksud buat berkhianat sama lo," ujar Febbi dengan muka sedih.
" Aku udah tau semuanya kok Febbi " balas Kejora sambil tersenyum.
...•••••...
" Jadi gitu ceritanya guys, kenapa gue kerja sama, sama Mona Kalau gue gak mau lakuin itu Mona akan sebarin berita kalau orang tua gue banyak utang sama orang tuanya," ujar Febbi setelah ia menceritakan yang sebenarnya Pada Jihan dan Kejora di taman sekolah.
" Kalau Mona benar nyebarin gimana " tanya Jihan
Febbi menggeleng. " Yang terpenting sekarang sahabat gue kembali. Itu aja," jawab Febbi sambil tersenyum.
" Maafin gue ya Febbi Karena udah berburuk sangka sama lo," ujar Jihan dengan memasang muka bersalah.
" Gak apa-apa Jihan Gue ngerti kok," jawab Febbi
" Kalau kamu suka sama Bumi itu benar " tanya Kejora Pada Febbi
Febbi terkekeh. " Mana mungkin gue suka sama Bumi Gue kan udah bilang kalau semuanya itu atas Perintah Mona Dia nyuruh gue untuk jauhin lo dengan cara gue ngaku Pura-pura suka sama Bumi " balas Febbi
" Aku lega dengernya " ujar Kejora
" Terus gimana masalah utang orang tua lo sama ortu Mona " tanya Jihan Pada Febbi
" Udahlah gak Perlu kalian Pikirin Gue sama keluarga gue bisa ngatasinnya kok Yang Penting sekarang gue seneng bisa gabung lagi sama kalian," ujar Febbi. Ia benar-benar senang bahwa ia bisa kembali lagi bersahabat dengan Kejora dan Jihan
Lalu mereka bertiga berpelukan seperti layaknya Teletubbies.
...Kepada seluruh siswa kelas XI SMA Sanjaya diharap berkumpul di lapangan sekarang juga....
Terdengar suara speaker yang menggema di SMA Sanjaya. Mendengar itu ketiganya langsung menguraikan Pelukannya
" Kenapa kita disuruh kumpul " tanya Kejora bingung.
" Kayaknya ada razia deh " balas Febbi
" Untung gue pake dasi sekarang." Jihan bernafas lega.
" Mendingan sekarang kita langsung kesana," saran Kejora yang langsung diangguki keduanya.
" Selamat siang anak-anak " teriak Pak Hilman saat semua siswa kelas XI berkumpul. Pak Hilman adalah kepala sekolah dengan mempunyai kumis yang lebat.
" Selamat siang Pak " jawab seluruh siswa serempak.
" Kalian Penasaran tidak " tanya Pak Hilman.
" Iya Pak Penasaran," jawab semua siswa serempak.
" Cepetan Pak Saya kepanasan nih " celetuk salah seorang siswa Perempuan yang notebene adalah alergi karena matahari Bukan karena alergi penyakit tapi karena ia kasihan dengan kulitnya yang sudah Perawatan.
" Oke-oke sabar Pengumumannya adalah Minggu depan kita semua akan melaksanakan camping " terang Pak Hilman.
" Semua sudah jelas Kan ? Ada yang di tanyakan " tanya Pak Hilman tapi tidak ada sahutan.
" Oke kalau tidak ada yang ditanyakan kalian bisa bubar sekarang," suruh Pak Hilman.
Semua siswa menanggapi acara itu berbeda-beda. Ada yang tidak sabar untuk segera mengikuti camping ada juga yang malas mengikutinya karena alasan capek atau banyak nyamuk.
Kejora, Febbi dan Jihan sangat bersemangat untuk ini Camping adalah kesukaan mereka bertiga. Kejora menatap Bumi dari jauh Lelaki itu sepertinya sudah sehat. Terlihat sangat fresh di wajahnya. Senyum Kejora tercetak saat Bumi tertawa. Bukan tertawa Padanya tapi ia tertawa bersama sahabatnya yaitu Bintang dan Bima
" Aku senang melihat kamu tertawa meskipun tertawa itu bukan untukku " batin Kejora
...•••••...
" Kejora " ucap Bumi membuat Kejora menoleh Yang Bumi lihat sekarang adalah Perempuan itu sedang tersenyum Padanya. Senyumnya natural.
Tidak dibuat-buat apalagi terpaksa Angin kencang menerbangkan rambut Perempuan itu. Entah sudah berapa kali Bumi jatuh cinta Pada Perempuan ini Mungkin ada berkali-kali.
" Hai " Jawab Kejora
" Kenapa Lo ngajak gue Ketemuan di Tempat ini " ujar Bumi Tanpa basa-basi
" Aku .... " Ucapan Kejora belum selesai langsung di potong Oleh Bumi
" Cepetan Gue gak Punya waktu "
" Besok camping Kamu ikut " tanya Kejora.
" ikut " ujar Bumi
" Duduknya sama siapa "
" Sama Mona " ujar Bumi membuat Kejora terdiam lama.
" Ohh ternyata boleh ya Pindah bus "ujar Kejora Itu bukan Pertanyaan tapi Pernyataan.
" Udah siap-siap untuk besok " tanya Kejora basa-basi.
" Ya ampun Kejora gue Capek ke sini Lo cuma mau ngomong Tentang Camping besok " Jawab Bumi Masih dingin
" Kamu Enggak suka ya " tanya Kejora Ada nada takut dari suara Kejora saat mengucapkannya.
__ADS_1
" Bukannya enggak suka Gue lagi enggak mau ketemu lo " ujar Bumi
" Kenapa " tanya Kejora.
" Bukannya kita Pacaran "
" Lo itu baru Pacar gue Kejora Bukan hal yang Penting-penting banget untuk ketemu sama lo," ujar Bumi masih ketus membuat kedua bahu Kejora turun.
" Kamu masih marah banget " ujar Kejora Cowok itu diam. Tidak membalas Kejora menghela napas Panjang Patah hati itu adalah saat kamu berada di sampingku tapi seluruh mu bukan untukku
" Gimana kabarnya Mona " ujar Kejora mencoba basa-basi.
" Gitu-gitu aja " ujar Bumi cuek.
" Aku denger kamu sering ke bolos sekolah bareng dia Bener kamu bolos sekolah lagi," tanya Kejora.
" Bukan urusan lo " ujar Bumi.
" Tapi Bumi Kamu itu udah berubah semenjak Kamu Kenal Sama Mona " ujar Kejora
Bumi memegang kedua bahu Kejora Cengkraman cowok itu menguat " Lo denger Ra Gue enggak suka lo atur-atur ! Lo masih itu Pacar gue aja udah seenaknya aja ngatur-ngatur gue apalagi Nanti " bentak Bumi
" Aku enggak ngatur-ngatur kamu Aku ini cuman mau ngingetin kamu " ujar Kejora.
" BUMI " Panggilan itu membuat keduanya menoleh. Mona sedang melambaikan tangannya Pada Bumi membuat Bumi langsung Pergi meninggalkan Kejora begitu saja tanpa mengucapkan apa pun Pada Perempuan itu.
Laki-laki itu menghampiri Mona Menyapanya lalu Pergi berdua tanpa menoleh apalagi bersuara Pada Kejora Kejora terdiam mati rasa di tempatnya Kejora lalu nekat.
Perempuan itu menghampiri Mona dan Bumi yang baru saja akan sampai di kelas XII IPA 5.
" AW, APAAN SIH LO " tanya Mona ketika Kejora menarik tangannya dengan Mona Mona Pasti sengaja bereaksi seperti itu agar Bumi lebih membelanya. Tapi Kejora tidak Peduli. Kejora juga tidak butuh dibela Bumi
" Harusnya gue yang tanya ! Lo yang apaan Ngerebut Pacar orang jadi suatu kebanggaan buat lo " tanya Kejora di depan Mona dan Bumi.
Hal itu membuat Bumi Tertegun karena cowok itu melihat Kejora sangat marah Pada Mona Saat ini bahkan Kejora mengabaikan keberadaan Bumi
" NGEREBUT PACAR ORANG ? COWOK LO NIH YANG NYARI-NYARI GUE " teriak Mona di depan muka Kejora.
" Gue gak Pernah liat cewek enggak tau malu kaya lo Mona Baru kali ini gue liat orang kaya lo," ujar Kejora. Suara Kejora membuat teman-teman Bumi berhamburan keluar kelas untuk menonton.
" Kenapa ? Lo marah kalau Bumi lebih milih gue ” ujar Mona
Mona memandang Kejora remeh.
" Lo enggak bisa sih buat dia seneng Maklum lo enggak kaya gue Makanya Bumi Pindah ke gue " ujar Mona
" Maksud lo apa " tanya Kejora. " Gue enggak Pernah gangguin lo Mona. Tapi kenapa lo gangguin gue terus ? Lo kan yang nyuruh Marco buat deket-deketin gue "
Bumi menoleh Pada Mona ketika mendengarnya. Sungguh kejutan tapi mengingat watak Mona yang seperti itu memang bukan sebuah kejutan besar bagi Mona jadi cowok itu tidak begitu terkejut
" LOH KENAPA LO MALAH NYOLOT " ujar Mona terima.
" Kalau lo enggak duluan Gue gak bakalan cari gara-gara!” ujar Kejora.
" Perebut cowok orang kok bangga " ujar Kejora lagi.
" EH KEJORA LO NGACA YA ! Lo itu jelek. Udah jelek lo masih berharap Bumi suka sama lo Lagian siapa juga yang mau Pacaran sama orang miskin kayak lo Sadar diri "
" Udah Ra ! Udah jangan dilawan " ujar Bintang dan Bima menghalangi cewek itu agar tidak menyerang Mona Temannya sekelasnya juga melindungi Kejora dari Mona sementara tidak ada satu pun yang berpihak Pada Mona kecuali Bumi Cowok itu masih tetap berdiri di samping Mona
" Bumi Pernah cerita ke gue lo Itu Perempuan matre Posesif dan Tentunya Perempuan miskin Kasian banget hidup lo ya," ujar Mona
" Udah Mona, lo gak boleh kaya gitu," tegur Bintang
" Kenapa Bintang Gue bener kan ? Nih cewek tuh kebanyakan bohongnya " ujar Mona
" Terus. Terusin. Sampai mana Bumi ngomong sama lo " ujar Kejora Perempuan itu sudah Pasrah mendengarnya. Kejora bahkan tau dari mulut orang lain. Bukan dari Bumi
Jadi selama ini Mona dan Bumi sudah sedekat itu ?
" Oh lo mau denger ? Bumi bilang sama gue kalau lo itu ..... "
" Ada apaan nih ? Ada apaan " Marco membelah melerai Pertengkaran itu Ketika mendengar nama Kejora Cowok itu langsung datang kemari.
" Biasa nih cewek gak tau diri nyari masalah mulu Enek gue liat lo, Ra " ujar Mona
" Bener kamu cerita kaya gitu ke Mona Bumi," tanya Kejora Pada Bumi
Cowok itu hanya diam Waktu itu Galaksi Tidak ingat apa-apa.
" Kenapa " tanya Kejora sekali lagi Mata cewek itu tertuju Pada Bumi sepenuhnya
" Kalau gitu sekarang tentuin Kamu bakal sama Mona atau sama aku " tanya Kejora Bumi semakin diam.
Kedua tangannya mengepal Wajahnya menunjukkan bahwa cowok itu terganggu dengan Pertanyaan Kejora.
" Kenapa kamu diem aja ? Kamu enggak bisa jawab " tanya Kejora.
Kejora tidak lagi memaksa Perempuan itu memilih mundur. Perasaannya hancur. Orang yang Paling Kejora Percaya ternyata melakukan hal seperti itu. Sungguh tidak bisa Kejora Percaya. Bumi yang dulu mengejarnya melakukan hal ini Padanya
" Dasar lo Parasit di hubungan orang " ujar Bima Pada Mona
" Gue enggak nyangka lo kaya gitu Bumi Harusnya lo belain Kejora bukan sama Mona," ujar Bima
" Lo Cowoknya apa musuhnya bikin dia sedih terus " tanya Marco Pada Bumi
...•••••...
__ADS_1