BUMI & KEJORA

BUMI & KEJORA
42. Kado Terindah


__ADS_3

Kejora membawa sebuah kotak kado kecil berwarna biru sambil tersenyum senang Gadis ini berjalan menuju kelas Bumi. Ia harap Bumi suka dengan isi kadonya.


Hendak saja Kejora ingin masuk ke kelas Bumi tapi terhalang oleh kerumunan yang membuat Kejora bingung.


" HAPPY BIRTHDAY BUMI HAPPY BIRTHDAY BUMI HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY BUMI " nyanyi semua orang yang ada di kelas ini.


Kejora berhasil menerobos dan langsung bisa melihat Bumi sekarang. Dihadapannya terdapat Mona yang sedang memegang kue untuk diberikan kepada Bumi


Kejora hanya diam. Ia mau berada di Posisi itu. Dimana ia memegang kue untuk diberikan kepada Bumi


Bumi lalu memotong kue itu. " Kue yang Pertama buat orang yang gue sayang yang bernama Mona " ujar Bumi lalu menyuapi Mona dan mengundang tepuk tangan dari semua orang.


DEG


Maksudnya apa ? Apa Bumi tidak memperdulikan kehadiran Kejora disini sebagai Pacarnya ? Bisa-bisanya dia mengatakan itu di depan semua orang


Kemudian Mona mengambil Potong kuenya dan langsung menyuapi Bumi dan semua orang bertepuk tangan kembali kecuali Kejora


Mona melihat keberadaan Kejora dan langsung menyimpan kue di atas meja lalu menghampiri Kejora


" Ngapain lo di sini ? Mau lihat Keromantisan gue sama Bumi " tanya Mona melipatkan kedua tangannya di depan dada.


Kejora hanya diam, tidak menjawab. Semua Pandangan tertuju Pada mereka berdua.


" Kenalin semuanya. Dia Pacar yang udah dibuang sama Bumi karena berkhianat Kalian juga tau kan videonya yang sama Marco itu " ujar Mona


" Gue mau tanya sama kalian semua Apa dia masih Pantas jadi Pacar Bumi " tanya Mona Pada semua orang.


" Sama sekali gak Pantes sama Bumi. Gue lebih milih Mona daripada lo buat jadi Pacar Bumi " ujar seorang Perempuan yang langsung disetujui oleh semua orang.


" Gue setuju Pengkhianat kayak dia itu gak Pantes buat dapetin Bumi "


" Udah dikasih hati malah minta jantung."


" Dia seharusnya gak Perlu jadian sama Bumi,"


" Udahlah Bumi Lo tinggalin aja cewek kayak dia,"


" Kayaknya Bumi di Pelet deh sama Kejora sampai-sampai mereka jadian."


" Kejora Pacaran sama Bumi itu karena mau hartanya aja."


" Dasar matre "


" Pengkhianat "


" STOPP Aku ingatin ya sama kalian semua Aku itu bukan Pengkhianat ataupun matre Kalian jangan dengerin omongan orang lain kalau gak ada bukti sama sekali," teriak Kejora Penuh Penegasan.


" Apalagi dengerin omongan nenek lampir ini," tutur Kejora sambil melirik ke arah Mona


" Lo bilang gue nenek lampir " tanya Mona sambil berkacak Pinggang.


" iya lo emang nenek lampir " Kejora menatap Mona dengan sengit.


" Sekali lagi lo ngomong kayak gitu. Gue tampar lo," ancam Mona


" Tampar aja gue gak takut kok Karena gue bicara fakta," ujar Kejora


" Kalian semua harus tau Dia yang ngerusak hubungan gue sama Bumi Dia juga yang ngerencanain tentang video itu," ujar Kejora menggebu-gebu.


" Lo jangan fitnah gue." Mona menunjuk-nunjuk wajah Kejora


" Gue bukan kayak lo yang selalu fitnah orang. Sebaiknya lo ngaku disini tentang kebusukan lo itu " bentak Kejora yang membuat Mona semakin marah.


" Lo itu PHO Perusak hubungan orang dan lo gak Pantes buat Bumi. Lo itu Pantes nya sama kakek sihir " tutur Kejora


Plakkkk


Mona menampar wajah Kejora begitu keras Semua orang terkejut dengan Perlakuan Mona termasuk Bumi Pun terkejut.


Kejora memegang Pipi nya yang terasa Panas sekali. Tamparannya begitu keras Kejora menatap Mona


" Gue ingatin ya sama lo. Gue itu bukan PHO Pergi lo dari sini " bentak Mona tepat di depan muka Kejora


Kejora menatap Mona dengan memegang Pipinya. Menampar seseorang dihadapan orang banyak itu sama saja dengan Perbuatan yang kurang ajar.


Tangan Bumi mengepal kuat. Kejadian seperti ini tidak seharusnya terjadi. Mona menghampiri Mona dan langsung mencengkram kuat lengannya membuat Mona meringis kesakitan


" Kenapa lo nampar Kejora " tanya Bumi sedikit membentak


Mona meringis kesakitan karena cengkeraman Bumi begitu kuat


" Bumi lepasin aku dulu " Pekik Mona. Bumi melepaskan genggamannya kasar membuat Mona semakin meringis.

__ADS_1


Bumi melepaskan genggamannya kasar membuat Mona semakin meringis.


" Kamu ini kenapa sih Bumi " tanya Mona dengan mata berkaca-kaca.


Bumi mendekat ke arah Mona dan menatapnya sengit


" Gue gak suka kalau ada orang yang berani main tangan sama cewek Apalagi sama cewek yang gue sayang " balas Bumi


" Untung lo cewek Kalau lo cowok udah habis lo ditangan gue" ujar Bumi dengan nada marah lalu melenggang Pergi meninggalkan Mona yang menangis


Orang-orang yang berkerumun Pun mulai bubar setelah Langit Pergi.


...•••••...


Kejora menatap kotak kecil berwarna biru di tangannya sambil menyeka air matanya yang tak sengaja keluar. Kejora sempat berkhayal bahwa ia akan memberikan kotak itu Pada Bumi tadi.


Sekarang Kejora sedang berada di ruang Perpustakaan. Gadis ini butuh ketenangan bukan keramaian. Ia menyender di rak buku dan duduk di lantai.


Dia masih sedih saat memikirkan kejadian tadi. Saat Bumi mengatakan Mona adalah Perempuan yang ia sayang lalu Kejora pun memikirkan kejadian saat Mona menamparnya.


" Ekhhmmm " Kejora terperanjat ketika ada yang berdeham di sebelahnya. Kejora menoleh dan mendapati seorang laki-laki yang ia sayang.


" Ngapain kamu disini " tanya Kejora ketus.


Kemudian Bumi duduk di sebelah Kejora. " ini Perpustakaan Siapapun boleh kesini," jawabnya santai.


" Biasanya kamu dingin sama aku dan selalu ngusir aku Tapi kenapa sekarang kamu malah nyamperin aku " tanya Kejora Pada Bumi


" Emangnya gue gak boleh nyamperin Pacar sendiri " tanya Bumi


Kejora membenarkan duduknya. " Pacar ? Aku Pikir kamu udah gak anggap Pacar aku lagi," tutur Kejora


" Lo gak apa-apa kan tadi ditampar sama Mona " tanya Bumi mengalihkan Pembicaraan.


" Kamu gak Perlu tau Toh kamu juga udah gak Peduli kan sama aku." Kejora lalu memalingkan wajahnya sambil menyeka air matanya.


Entah kenapa dada Bumi terasa sesak saat mendengar Perkataan Kejora tadi. la menyebut bahwa Bumi tidak Peduli Padanya. Rasanya ingin sekali Bumi memberitahukan Pada Kejora bahwa sebenarnya ia sangat Peduli.


Bumi menghela nafas lalu mendekat ke arah Kejora dan .... "


Cupppp


Bumi mengecup pipi Kejora sekejap membuat Bumi menoleh dengan cepat.


" Kenapa kamu cium aku " tanya Kejora


Blushhh ! Pipi Kejora menjadi merah. Bukan karena tamparan yang tadi Mona berikan tapi melainkan karena ia malu di Panggil sayang dan dicium oleh Bumi. Kejora rindu dipanggil ini olehnya. Tapi Kejora juga bingung kenapa Bumi tiba-tiba menjadi lembut seperti ini.


Tadinya Kejora sangat sedih. Tapi mengapa sekarang dia menjadi senang dalam sekejap Ya Pasti jawabannya karena Bumi


" Jangan Panggil aku sayang " ujar Kejora sambil memalingkan wajahnya karena malu.


Bumi mengerutkan keningnya


" Kenapa "


" Ya ... gak apa-apa " jawab Kejora Pandangan Bumi kini beralih pada sebuah kotak berwarna biru yang ada ditangan Kejora


" Itu hadiah buat gue " tanya Bumi sambil menunjuk dirinya sendiri Kejora menoleh


" Tadinya sih aku mau ngasih kado ini buat kamu Tapi gak jadi " jawab Kejora


" Kenapa gak jadi " tanya Bumi tidak terima.


" Karena orangnya gak mau Dia lebih milih orang lain daripada aku," jawab Kejora lalu memanyunkan bibirnya.


" Kata siapa gue gak mau "


" Kata akulah " jawab Kejora.


" Jangan Sok tau kalau gak ada bukti " ujar Bumi


" Siapa juga yang Sok tau Orang aku bener kok," kekeuh Kejora


Bumi berdecak. " Sini mana kadonya " Bumi langsung mengambil kotak itu dari tangan Kejora dan langsung berdiri.


" Kembaliin gak " Kejora berdiri dan loncat-loncat agar bisa merebut kotak itu Bumi begitu menjunjung tinggi kotaknya sampai tidak bisa digapai oleh Kejora .


" Gak " tolak Bumi


" Kembaliin Aku gak jadi ngasih ini ke kamu." Kejora masih saja loncat-loncat.


" Coba aja kalau bisa " tantang Bumi membuat Kejora mendengus kesal

__ADS_1


Kejora kembali loncat-loncat.


" Makanya kalau pendek itu diem jangan sok tinggi " ledek Bumi membuat Kejora marah.


" Aku gak Pendek ya. Tapi, belum tinggi aja," jawab Kejora sambil ngos-ngosan karena capek.


" Oh ya " beo Bumi


" iya " jawab Kejora sedikit berteriak.


Bumi duduk kembali di lantai. Ia akan segera membuka kotak itu. Penasaran. Itulah Perasaan dia sekarang.


" Lo gak mau duduk " tanya Bumi Pada Kejora yang sedang berkacak Pinggang


" Ayo duduk disini " ajak Bumi sambil menepuk tempat disebelahnya.


Kejora menghela nafas Pasrah dan akhirnya ia duduk di samping Bumi


" Gue Penasaran ini isinya apa " ujar Bumi sambil melihat-lihat samping kotak itu.


" Buka aja " suruh Kejora


" Jadi ini buat gue " tanya Bumi memastikan.


" Iya "


Bumi tersenyum senang lalu ia membuka isi kotak kecil itu. Dan isinya adalah sebuah jam berwarna hitam.


Bumi mengambil jam tangannya lalu memberikannya Pada Kejora


Kejora mengerutkan keningnya. " Kenapa kamu ngasih ke aku " tanya Kejora bingung.


Bumi menoyor kepala Kejora Pelan. " Siapa juga yang mau ngasih ke lo," ujar Bumi


" Terus "


" Pakein " ujar Bumi sambil menaik-naikan alisnya.


Kejora mengambil jam tangan itu lalu memakaikannya pada tangan kiri Bumi


" Kamu suka gak " tanya Kejora setelah memakaikannya.


Bumi mengangguk. " Suka dong "


Kejora tersenyum senang. " Bagus kalau gitu."


" Kamu tau gak kenapa aku beliin kamu jam," tanya Kejora


" Karena jam itu sangat berharga Walaupun nanti udah habis baterai atau rusak tapi kamu gak akan bisa Pungkiri seberapa besar jasanya jam ini buat kamu Jam ini selalu menuntun kamu untuk datang tepat waktu Dan kamu gak boleh lupain sesuatu yang udah berjasa sama kamu " jawab Kejora


" Seperti lo yang gak akan Pernah gue lupain selamanya Ra " batin Bumi


" Benar juga " Bumi mengangguk-angguk.


Bumi kemudian melihat isi kotak itu lagi terdapat sebuah kertas.


" ini kertas apa " tanya Bumi Pada Kejora


Hendak saja Bumi ingin membuka lipatannya tapi di halangi oleh Kejora


" Kamu gak boleh buka disini " ujar Kejora


" Kenapa "


" Gak apa-apa Kamu bukanya saat sendirian aja. Kalau kamu buka disini aku suka malu," ujar Kejora sambil cengengesan.


" Kenapa harus malu Ra " tanya Bumi


" Karena-karena itu surat cinta Jadi jangan buka disini Aku malu," jawab Kejora malu-malu.


" Oke nanti gue bukanya," balas Bumi mengalah membuat Kejora bernafas lega


" Bumi " Panggil Kejora


" Ada apa " tanya Bumi


" Aku mau minta sesuatu sama kamu,"


" Minta apa "


" Aku mau kamu selalu hangat kayak gini sama aku. Jangan dingin atau ketus lagi soalnya aku gak suka " jawab Kejora


Bumi menghela nafas. " Kita lihat aja nanti "

__ADS_1


" Sorry Ra Gue gak bisa janji " batin Bumi


...•••••...


__ADS_2