BUMI & KEJORA

BUMI & KEJORA
14. Khawatir


__ADS_3

Kejora mondar mandir tidak karuan. la berjalan ke kanan lalu ke kiri Perasaanya khawatir sekarang. Khawatir jika Bumi akan kenapa-napa Sekarang adalah Pertandingan antara Bumi dan Bisma.


Kejora tidak ikut untuk menonton Pertandingan itu karena ia tidak suka melihat orang yang saling Pukul dengan sengaja. Kejora memang aneh Sudah sekitar dua jam ia mondar mandir gak jelas. Sesekali Kejora mengecek Ponselnya berharap Febbi atau Jihan memberikannya info. Tapi nihil, tidak ada Pemberitahuan apapun. Febbi dan Jihan memang Pergi untuk menonton Pertandingan mereka berdua.


Sebenarnya Kejora sudah melarang Bumi untuk menerima tantangan dari Bisma tapi Bumi keras kepala. Dan Kejora juga sudah memberitahukan bahwa ia tidak mau datang.


Kemudian Ponsel Kejora berdering membuat Kejora berharap bahwa semuanya baik-baik saja


" Halo Febbi Bumi gimana ? Dia gak apa-apa kan " Tanya Kejora beruntun Jujur, ia sangat khawatir


" Cieee khawatir " Goda Febbi di seberang sana


" ihhh cepetan Febbi Bumi gak apa-apa kan,"


" Dia menang tanding sama Bisma "


Kejora berdecak " Aku gak nanyain menang atau kalah Febbi Tapi aku nanyain keadaan Bumi Dia gak apa-apa kan "


" Meskipun dia itu menang tapi dia babak belur Ra " ucapan Febbi membuat Kejora semakin khawatir


" Terus sekarang Bumi di mana "


" Bumi tadi gak mau di bawa ke rumah sakit Tadi dia memutuskan Pulang aja,"


" Oke makasih infonya " Kejora menutup telponnya dan langsung bergegas untuk menemui Bumi tidak Peduli sekarang sudah jam 9 malam Ia mengendap-endap untuk keluar rumah berharap orang tuanya sudah tidur. Jika orang tuanya tahu maka Kejora tidak diberikan izin untuk keluar rumah malam malam gini


Setelah menempuh Perjalanan 15 menit akhirnya Kejora sampai juga di rumah Bumi. Kejora membuka gerbang rumah dan langsung masuk ke area rumah Bumi


Hendak saja ia ingin memencet bel tapi suara tamparan membuat Kejora mengurungkan niatnya


Plakkkkkk


" BISA GAK SIH KAMU JANGAN BERANTEM MULU PAPA TUH CAPEK NGURUSIN KAMU KAMU ITU GAK BISA DI ATUR " Teriak ayah Bumi


" DASAR ANAK GAK TAU DIRI UNTUNG SAYA MASIH NERIMA KAMU DI RUMAH INI " Umpat ayahnya


" Coba kamu lihat ? Apa ibu kamu masih Peduli sama kamu " Tanya Ayahnya


Kejora yang mendengar itu seketika langsung terdiam. Apa Bumi selalu dimarahi seperti ini ?


Suara langkah kaki menuju ke arah Pintu Buru-buru Kejora langsung bersembunyi di belakang tiang yang besar. Lalu ayah Bumi Keluar dari rumah dengan raut wajah marah


Setelah ayah Bumi Pergi menggunakan mobil Kejora buru-buru memasuki rumah Bumi dan langsung mendapati Bumi yang sedang memukul tembok dengan keras


" Bumi udah Kamu jangan nyakitin diri kamu sendiri " Kejora mencoba menenangkan Bumi tapi Bumi masih memukul tembok dengan keadaan marah


" Mending sekarang lo Pergi dari sini Jangan Peduliin Gue " Suruh Bumi Kejora tahu Bumi mengusirnya karena ia tidak mau emosinya sampai bisa menyakiti Kejora


Kejora tidak menghiraukan Perintah Bumi Ia langsung melihat wajah Bumi yang babak belur belum diobati ditambah dengan luka di tangan Bumi akibat memukul tembok dengan keras


" Bumi luka kamu belum diobati " Tanya Kejora Panik


" Bukan urusan Lo " Jawab Bumi ketus dan menghentikan Pukulannya. Kejora tau Bumi mengucapkan itu karena ia sedang marah


Kejora menghela nafas. Lalu ia menarik tangan Bumi untuk mengikutinya


" Lo mau ngapain "

__ADS_1


" Duduk dulu aja " Suruh Kejora. Bumi menghela nafas dan akhirnya menuruti apa kata Kejora


" Kotak P3K dimana "


" Gak ada "


" Kalau gitu aku izin ke dapur kamu yah,"


" Hmm "


Kejora membawa baskom dari dapur berisi air karena ia ingin mengompres luka lebam Bumi. Kejora mengeluarkan sapu tangan yang selalu ia bawa kemana mana di sakunya. Sapu tangan itu berwarna biru dan diujung sapu tangan itu ada nama Kejora


Kejora mencelupkan sapu tangannya Pada air dan langsung memerasnya


" Mau Ngapain " Tanya Bumi ketika Kejora akan menempelkan sapu tangannya ke wajah Bumi


" Mau ngobatin kamu "


" Gak usah " tolak Bumi


" Udah diem Nurut sama aku," Bumi hanya berdecak. Ia tidak bisa menolak Perintah Senja. Setelah lama tidak ada Percakapan Akhirnya Bumi membuka Percakapan duluan


" Gue menang tanding Ra " sekarang nada bicaranya berbeda dari yang tadi. Bumi memang tidak akan bisa marah marah jika berbicara dengan Senja


" Terus aku harus gimana "


" Ya kasih selamat kek "


" Gak mau "


" Kenapa "


" Emang ada yah mukul orang gak sengaja,"


" ada lah "


Bumi hanya mengangguk-angguk kemudian ia menatap wajah yang berada di hadapannya. Jika dilihat dari jauh saja wajah Kejora cantik apalagi dari dekat seperti ini.


" Lo khawatir sama gue Ra "


" Iya Pastilah " Jawab Kejora spontan dan Langit langsung terkekeh


" Eh maksudnya aku itu ... " Kejora gelagapan


" Gak apa-apa Ra kalau khawatir sama gue Tapi kalau khawatir sama orang lain jangan ya "


" Kenapa "


" Gak apa-apa "


Kejora duduk di hadapan Bumi setelah ia mengobati luka lebam di wajah Bumi


" Bumi " Panggil Kejora


" Apa " sahut Bumi


" Kenapa Kamu rela bertanding sama Bisma karena aku " Ujar Kejora ingin Tahu

__ADS_1


Bumi Pun tersentak kaget karena Pertanyaan Kejora itu


" Karena gue itu Peduli sama Lo Ra gue gak mau lo diapa-apain sama Cowok sialan itu "


" Kenapa kamu Peduli sama aku sampe segitunya Bumi aku kan bukan siapa-siapa kamu "


" Kejora " Panggil Bumi menggenggam tangan Kejora


" Ya Tuhan apa ini saat " batin Kejora


" Karena gue itu ..... " Bumi menjeda ucapannya


" Karena apa Bumi " Kejora Penasaran


" iya karena gue itu kan Teman lo kan sebagai Teman gue ingin melindung teman gue " ujar Bumi


" ishhh resek banget sih " ujar Kejora Pada Bumi


" Kenapa lo tiba-tiba mukanya cemberut gitu sih ketika gue ini anggap lo itu sebagai teman apa jangan-jangan lo itu mulai suka sama gue kan " ujar Bumi Pada Kejora


" Gak kok Udah deh aku mau Pulang "


" Gue anterin lo Pulang ya "


" Gak usah Bumi mau kan masih sakit aku bisa Pulang sendiri kok " tolak Kejora


" Yaudah lo Hati-hati ya di jalan "


" iya kamu juga cepet sembuh ya "


" Makasih iya udah obatin gue "


" iya aku Pulang dulu ya " Pamit Kejora Pun meninggalkan Bumi


...•••••...


Bumi membanting kan tubuh nya di kasur saat Bumi memejamkan matanya tapi nada dering Ponsel membuat Bumi terbangun kembali. la mengambil Ponselnya di atas nakas dan melihat siapa yang menelpon Bumi bangkit dari tidurnya ketika ia sudah melihat siapa yang menelepon


" Lo mau ngapain lagi ? Gak Puas lo kalah tadi di ring " Teriak Bumi


" Gue nelepon cuma mau bilang Kalau gue gak akan berhenti untuk hancurin hidup lo Lo akan ngerasain apa yang pernah gue rasain. Gimana rasanya orang yang lo suka tapi malah suka sama orang lain "


" Dinda itu suka sama gue itu bukan kesalahan gue "


" Tapi kenapa lo malah ciuman sama dia "


" Gue gak Pernah ciuman sama dia "


" Gue gak Percaya Kalau gue gak bisa dapetin Dinda Maka lo juga gak akan bisa dapatin Kejora "


" Lo gak akan bisa Pisahin gue sama Kejora "


" Lo tau kan gue ini siapa? Gue itu Psikopat Gue suka darah Gue suka bunuh orang yang selalu berkhianat sama gue Meskipun lo temen gue dulu. Tapi gue gak akan segan-segan untuk bunuh lo. Gue akan bunuh lo secara Perlahan yaitu dengan melenyapkan orang yang lo sayang


Tiba-tiba telepon dimatikan secara sepihak membuat Bumi berdecak kesal.


" Gue gak Pernah berkhianat sama sahabat gue sendiri Bisma "

__ADS_1


...•••••...


__ADS_2