BUMI & KEJORA

BUMI & KEJORA
43 Benci


__ADS_3

Bumi baru saja selesai mandi. Lelaki itu hanya memakai handuk di bagian bawah sedangkan di bagian atas telanjang sehingga terlihat Perut yang sixpack.


Tiba-tiba dia teringat dengan sebuah surat yang Kejora berikan Padanya Dengan buru-buru Bumi menuju lemari memilih baju dan langsung memakainya Sekarang ia hanya memakai kaus oblong berwarna hitam dengan celana Pendek yang biasa ia gunakan ketika olahraga. Ia melempar handuk ke sembarang arah dan langsung mengambil surat itu di dalam tas.


Bumi langsung duduk dan membuka lipatan kertas itu.


...SELAMAT ULANG TAHUN BUMI DIRGANTARA ALDEBARAN...


...Aku tidak tau harus memulai dari mana Rasanya ketika berhadapan dengan kamu aku jadi lupa apa yang harus aku ucapkan Padamu. Bahkan untuk melihat wajah dan matamu pun aku takut. Pertama kali aku mengenal kamu aku sangat gugup....


...Apa kamu tau itu ? Aku tidak tau. Tidak Pernah terlintas di kepalaku bahwa kamu akan menyukaiku. Rasanya seperti mimpi ketika kamu mengatakan suka Padaku Rasanya sangat mustahil bisa sejauh ini denganmu....


...Ingatlah selalu. Jika kamu mencari orang yang selalu ada di sampingmu ketika kamu sedih. Aku akan selalu ada di Sini untukmu Jika kamu mencari orang yang bisa mendampingimu ketika kamu merasa sepi Aku akan ada tanpa kamu minta. Karena aku tidak hanya akan ada ketika kamu sedang Senang. Aku akan lebih ada ketika kamu sedang merasa sedih. Sebab orang yang ada ketika kamu sedih sudah Pasti akan terus mendukungmu....


...Langit tak Pernah menjelaskan bahwa dirinya tinggi Matahari tak Pernah membuktikan Pada semua orang bahwa dirinya Panas. Udara tak Perlu banyak bicara saat seluruh orang membutuhkannya Jangan Pernah menjadi orang sombong Sesuatu yang tampak kecil bagimu mungkin sangat berarti besar bagi orang lain Kamu adalah kata yang sulit ku urai Di matamu ada teduh saat menatapku Kamu adalah segenap asa yang Pernah kumiliki Meski kini kamu telah bersalin dariku...


...Aku sayang Kamu Bumi Dirgantara Aldebaran...


...KEJORA QUEEN AURORA...


Bumi melipat kembali surat itu dan langsung membanting kan tubuhnya ke kasur lalu ia mengambil foto yang ia sembunyikan dibawah bantal dan memeluknya erat.



" Gue juga sayang banget sama lo Ra " batin Bumi sambil memeluk figura yang berisi foto itu.


...•••••...


" Bumi kamu di mana " Tanya Kejora saat tiba di rumah Bumi


Detak jantung Kejora seperti berlomba Napasnya tak teratur Begitu mendapat Pesan dari Bumi. Kejora dengan terburu-buru datang ke rumah cowok itu meski sempat terjebak macet di angkot Hari sudah menjelang malam dan Kejora begitu senang karena Bumi kembali membuka diri hingga menghubunginya. Itu sudah kemajuan yang sangat Pesat bagi hubungan keduanya.


Kejora menarik nafas lalu mengeluarkannya Kejora memutar kenop Pintu kamar Bumi Pertama yang ia lihat adalah kekasihnya sedang berbaring dengan membelakangi Posisi Kejora sekarang. Kejora masuk dan menutup Pintu lalu menghampiri Bumi


Kejora duduk di Pinggir kasur Perempuan itu menatap kekasihnya sangat dalam dan Penuh rindu. Rindu akan kehangatannya Kemudian Pandangan Kejora tertuju Pada sebuah figura kecil yang sedang Bumi Peluk dalam tidurnya Figura itu terbalik sehingga Kejora tidak bisa melihatnya.


Dengan rasa Penasaran dan tangan gemetar Kejora mengambil figura itu dari dekapan Bumi Untung saja Bumi sedang tertidur lelap jadi tidak terbangun.


Kejora membalikan figura itu dan langsung melihat sebuah foto di dalamnya. Kalian mau tau foto apa itu ? Di dalam figura itu terdapat foto Bumi dan Kejora yang waktu itu sedang merayakan ulang tahun Kejora saat ada banyak bunga di sana. Kalian masih ingat kan ?


Kejora tersenyum miris melihat foto itu. la mengingat kejadian-kejadian dulu yang membuat mereka tertawa tanpa ada kesedihan sedikitpun. Kejora rindu masa-masa itu. Ia ingin kembali ke semula Sementara sekarang Bumi sudah tidak Peduli Padanya.


Kejora kemudian menyimpan kembali figura itu ke dekapan Bumi. Ia berdiri dan berjalan menuju meja dan mengambil buku dan Pulpen Bumi untuk menulis sesuatu Menulis tentang isi hatinya sekarang untuk Bumi Kurang lebih 15 menit Kejora menulis


" Ngapain lo di sini " teriak Mona membuat Kejora tersentak.


" Aku jengukin Bumi " jawab Kejora lalu berdiri.


" Bohong lo Pasti mau apa-apain Bumi kan," bentak Mona


" Maksud kamu apa ngomong kayak gitu " tanya Kejora lalu menghampiri Mona


Mona melipat kedua tangannya di depan dada sambil tersenyum miring.


" Gue yakin lo Pasti mau maling kan di rumah ini " fitnah Mona


Perdebatan mereka membuat Bumi terjaga Dengan lemas Bumi bangun dari tidurnya Melihat kehadiran Kejora disini Bumi langsung menyimpan figura yang ia Peluk di bawah bantal. Ia tidak mau Kejora tau.


" Kalian ngapain di sini " tanya Bumi yang membuat keduanya menoleh dan langsung menghampiri Bumi


" Bumi kamu gak apa-apa kan Sebenarnya kamu sakit apa sih " tanya Mona lembut.

__ADS_1


" Gue gak apa- apa kok Mona " jawab Bumi lemas.


" Kamu udah minum obat belum " tanya Mona. Bumi hanya menggeleng sebagai jawaban.


" Kalau gitu kamu minum obat dulu ya," suruh Mona


" Gue gak mau Mona " jawab Bumi


Kejora hanya diam melihat mereka berdua Rasa cemburu menjalar ke seluruh tubuhnya.


Mona menoleh ke arah Kejora " Ngapain lo masih di sini " tanya Mona Pada Kejora


" Aku mau obati Bumi " jawab Kejora


" Mona udah obati gue Sebaiknya lo Pulang dari sini," suruh Bumi Pada Kejora


Kejora menggeleng. " Aku gak mau Pergi dari sini sebelum kamu sembuh," kekeuh Kejora


" Terus aja kamu ngomong gitu Omongan kamu itu semuanya bohong Aku yakin dalam hati yang Paling dalam kamu mau aku disini buat nemenin kamu," ujar Kejora Penuh keyakinan.


Bumi berdiri dan menghampiri Kejora


" Jangan Sok tau Ra " ujar Bumi dingin


" Aku enggak Sok tau Bumi Tadi aku lihat kamu meluk figura yang berisi foto kita berdua Aku tau kamu lagi rindu sama aku sampai-sampai kamu harus lakuin itu Aku mohon kamu jujur sama aku Bumi " ujar Kejora dengan mata berkaca-kaca.


Bumi terkejut ketika mengetahui Senja sudah melihat foto itu.


" Oke gue jujur " ujar Bumi membuat Kejora berharap.


" Jujur kalau gue udah Mulai bosen sama lo,"


" Kalau kamu udah bosen sama aku Kenapa kamu gak Putusin aku selama ini dan kenapa kemarin kamu baik sama aku seakan-akan kamu beri harapan baru sama aku apa Kamu suka sama Mona " ujar Kejora menggebu-gebu.


" Gue emang suka sama Mona "


Bumi berhasil membuat hati Kejora mencelus Perempuan itu menahan dirinya karena laki-laki ini mungkin masih marah hingga Perkataan yang keluar dari mulutnya menyakiti Kejora. Kejora harus sabar, Cowok ini Pasti sedang melampiaskan Perasaan kesalnya Pada Kejora


" Terus yang kamu ucapin ke aku itu apa Bumi " tanya Kejora mengingat Bumi selalu menyatakan Perasaannya kepada Kejora


" Kamu enggak bisa suka sama dua cewek sekaligus."


" Jadi Lo minta gue milih antara lo sama Mona gitu "


" Oke kalau gitu Gue bakal bilang kalau gue lebih milih Mona ketimbang lo Gue lebih suka sama Mona daripada sama lo." Kata-kata Bumi semakin membuat Kejora tidak tahan.


Debaran jantung yang menyakitkan itu makin membuat Kejora susah mengontrol napas.


" Apa lagi yang mau lo denger Hah "


" Lo cinta sama Mona Bumi " tanya Kejora dengan suara lemah


" Lo bisa liat sendiri kan " Ucapan Bumi itu semakin membuat Kejora takut kehilangannya.


" Enggak lucu Ra Lo Pasti bercanda kan "


" Ngapain juga gue bercanda sama Lo "


" Kalau gitu bilang ke aku kalau Kamu lebih sayang dia daripada aku "


" Enggak Perlu Lo udah lihat " Kata Bumi

__ADS_1


" Kamu sayang sama dia Bumi "


Kedua rahang Bumi mengeras Cowok itu menatap Kejora lekat-lekat menampakkan wajah serius.


" Ya gue sayang sama dia Lebih sayang sama dia daripada sama lo. Gue lebih nyaman sama dia daripada sama lo. Gue lebih bisa jadi diri gue sendiri sama dia daripada sama lo Dia juga enggak Pernah ngatur-ngatur gue kayak apa yang lo lakuin ke gue." Bumi mampu membuat Kejora menunduk di hadapannya.


" Apa lagi yang mau lo denger hah "


" Kalau gitu kenapa kita masih Pacaran Bumi Kenapa " tanya Kejora menghapus dengan kasar air matanya yang mendadak keluar


" Kamu Pasti bohong, kan ? Kamu Pasti bohong Lo cuma nyari Pelarian ke Mona "


" Ngapain gue bohong " tanya Bumi


" Kalau lo marah Tolong jangan kaya gini "


" Gue bilang gue enggak marah.”


" Tolong jangan siksa aku Bumi aku udah enggak tahan Harus berapa kali gue minta maaf ke Kamu " Kejora semakin ingin menyerah untuk laki-laki ini


" Enggak Perlu minta maaf Dari awal emang kita itu enggak Pernah Cocok."


" Kamu Kenapa sih Bumi "


" Lebih baik lo Pergi dari rumah gue sekarang,"


" Gue sayang sama Kamu Bumi " kata Kejora Bumi bungkam Seharusnya kata sayang dari Kejora itu membuatnya senang.


" Udah terlambat " kata Bumi kaku


" Gue udah suka sama orang lain "


" Kamu tuh kenapa sih, Bumi ? Gue udah minta maaf ! aku udah jelasin ke kamu aku ada hubungan apa-apa sama Marco ! Aku udah berusaha buat Kamu biar Kamu enggak marah lagi ke aku ! Kalau emang kamu ingin bales Perbuatan aku Tolong jangan kayak gini," Kejora berteriak Suaranya makin meninggi.


" Udahlah Kejora Jangan Bikin gue Tambah benci sama lo lebih baik Lo Pergi dari rumah gue lo itu lebih Cocok sama Marco ketimbang sama gue " kata Bumi


" Bumi Please jangan ngomong kayak gitu,"


" Harusnya udah dari lama gue tinggalin lo Lo itu cuma angan-angan gue yang nggak kesampaian Lagi Pula apa yang gue harapin kalau gue terus sama lo " Tanya Bumi


" Mona lebih ngertiin daripada lo. Mona lebih baik daripada lo. Dia lebih bisa buat gue seneng daripada lo. Puas lo sekarang kan " kata Bumi Kejora semakin tidak bisa menyembunyikan Perasaan sakit hatinya.


" Please Bumi jangan bercanda Bumi ini enggak lucu," kata Kejora semakin frustrasi Kedua tangan Kejora mendingin. Ada Perasaan sedih yang sudah tidak bisa ia bendung lagi.


" Siapa yang bercanda ? Gue serius Kejora Udah terlambat sekarang Semuanya udah terlambat Lo yang buat semuanya jadi kayak gini," kata Bumi Ia menyalahkan Kejora yang membuat kedua bahu Kejora makin turun dan bergetar.


" Aku Tahu Kamu bohong Bumi Kamu boleh ngomong apa aja ke aku Kamu boleh diemin gue berhari-hari karena udah bohong ke aku Tapi jangan bikin aku makin hancur kaya gini.”


" Gue enggak bohong Bangun, Ra. Gue udah enggak cinta lagi sama lo."


" Mendingan lo itu Pergi dari rumah gue sekarang " Teriak Bumi


" Kejora udah deh Mendingan lo itu Nurut apa Kata Bumi Pergi sana " Usir Mona


" MONA INI SEMUA SALAH KAMU " Kejora ingin Menampar Mona Tapi Bumi malah menepisnya tangan Kejora


" Jangan Pernah Lo sakitin Mona Paham lebih lo Pergi dari rumah gue "


Kejora memandang Bumi lalu Pada Mona Bumi lantas merangkul Mona Hal itu disaksikan oleh Kejora. Tepat di depan matanya sendiri.


...••••...

__ADS_1


__ADS_2