
Mereka berdua melepaskan genggaman tangannya Bumi memberikan isyarat agar Marco keluar dari ruangan itu Marco menyetujuinya Kini di ruangan ini hanya ada Bumi dan Kejora
Kejora duduk di kursi. " Kamu ngapain lakuin hal kayak tadi " tanya Kejora emosi.
" Gue cuma mau lo bahagia Ra Gue Percaya sama Marco kalau dia bakal jaga lo lebih baik dari gue Dia adalah laki-laki yang terbaik buat lo," ujar Bumi
" Tapi aku cuma mau di jaga sama kamu Bumi,"
Kejora tetap bersikukuh Pada Pendiriannya. Ia tidak mau lelaki lain selain Bumi Pacarnya sendiri
" Udah dong jangan nangis lagi aku Minta maaf ya " Bumi menghapus air mata Kejora
Bumi tidak mau bikin Kejora menangis seperti ini
" janji ya kamu gak akan kayak gitu lagi aku Takut tahu " ujar Kejora
Bumi mengangguk " iya "
" Ra " Panggil Bumi
" Apa " sahut Kejora
" aku mau di Pantai "
" Tapi Bumi muka kamu Pucat banget Tau Mendingan kamu istirahat aja ya "
Bumi menggeleng
" Please Ra aku Mohon "
" Tapi aku Takut kamu kenapa-napa "
" Ra aku gak apa-apa kok Percaya sama gue kali aja "
Kejora mengembuskan nafasnya untuk menyetujui kemauan Bumi
Setelah menempuh Perjalanan kurang lebih dua jam akhirnya mereka sampai di Pantai Hari sudah sore Pantai juga terlihat sepi dari Pengunjung
Bumi meminta teman-temannya untuk mencari sport lain di Pantai agar dia bisa menikmati waktu bersama Kejora
" Ra inget ! Langsung hubungin gue kalo ada apa-apa " bisik Bintang kepada Kejora sebelum mereka meninggalkan dua anak manusia itu.
Kejora mengangguk mengerti
__ADS_1
" Ra " Panggil Bumi Pelan setelah teman-temannya Pergi meninggalkan mereka berdua.
" Boleh gak kita nikmatin hari ini tanpa ada rasa takut ? Boleh gak hari ini lo anggap gue sebagai Bumi yang lo kenal dulu ? Bumi yang kuat dan gak lemah Gue mau nikmatin hidup gue tanpa harus dihantui kekhawatiran yang keliatan banget dari mata lo Biasakan Ra " minta Bumi serius Kejora diam sejenak mendengar Permintaan itu dia menatap Bumi Ragu dan dibalas oleh senyum Penuh keyakinan dari Bumi
" Mau ya " Anggukan kecil akhirnya diberikan oleh Kejora
Karen gemas Bumi mengacak-acak rambut Kejora seperti biasa membuat gadis itu Protes
" Ish bikin berantakan aja sih Gagal cantik deh gue "
" Gitu dong gue kangen liat lo marah-marah dari tadi mukanya di tekuk terus " goda Bumi yang hanya di balas dengkusan kesal oleh Kejora. Bumi menggandeng tangan Kejora dan mulai berjalan menelusuri Pantai yang sepi
Sepanjang Perjalanan yang entah di mana ujungnya itu Bumi dengan antusiasnya mendengar berbagai macam cerita dari Kejora. Ternyata banyak sekali momen yang dia lewatkan selama kondisinya memburuk
Sinar mentari yang mulai jingga keemasan menyoroti mereka berdua Mereka beristirahat di Pinggir Pantai sembari menikmati embusan angin dan deru ombak yang menenangkan.
" indah banget Di sini " ujar Kejora
Bumi menoleh Laki-laki itu memejamkan matannya menikmati kedamaian yang tercipta
" iya Gue suka banget Pantai di sini Damai indah " jawab Bumi namun masih dengan matanya yang terpejam
" Hmmm .... iya biar romantis aja Cewek kan suka hal yang romantis " Sahut Bumi sambil tersenyum
" Bumi kamu tuh kebanyakan Gombal ya dari dulu " ejek Kejora
" Hahaha Tapi ini serius Ra Perpaduan Lo dan Pantai tuh beneran sangat sempurna Dulu gue suka banget tiap kali diajak ke Pantai Tapi setelah gue kenal lo kayaknya Pantai gak ada apa-apanya deh Tanpa ada lo di sini " Bumi menoleh untuk menatap Kejora
" Kamu bahagia hari ini kan " tanya Kejora lembut namun Bumi tidak menjawab malah menyandarkan kepala di Pundak Kejora. Kejora membelai rambut tebal Bumi sangat Pelan Membiarkan kekasihnya itu menikmati momen ini
" Ra ..... " Panggil Bumi suaranya semakin lirih
" Apa " Jawab Kejora Khawatir
" indah banget hari ini bisa bareng lo di sini lagi di tempat ini di mana kita jadian waktu itu bisa lihat matahari tenggelam bareng lagi Makasih ya lo udah mau jadi Pacar gue waktu itu Gue bahagia ... " Ucapannya kembali terhenti napas Bumi terdengar sangat berat dan sesekali dia meringis
" Gue cuma mau hidup Kayak gini aja Ra ...." lanjutnya
Kejora tersenyum dengan mata terpejam saat Bumi membawanya masuk ke rengkuhan
" Ra .... " bisik Bumi
__ADS_1
" iya .... " Jawab Kejora sangat Pelan
" Makasih banyak ya udah mau ke Pantai sama gue. " Embusan angin membelai Permukaan kulit mereka membuat Pelukan Bumi semakin erat. Kejora tidak menjawab hanya mendengarkan suara Bumi yang halus bersanding dengan deburan ombak.
" Maaf ya gue udah bikin lo sedih terus-menerus Ra selama lo jadi Pacar gue Tapi gue bahagia bisa menghabiskan sisa hidup gue sama lo Gue seneng banget " Bumi berhenti sejenak untuk mengatur napasnya yang semakin tersendat
" Tapi gue gak mau terus-terusan kayak gini Ra Gue gak mau bikin lo khawatir tersiksa karena gue " Kejora menggeleng dalam dekapan Bumi air mata lagi-lagi membasahi Pipinya
" Gue gak mau lo nangis terus " lanjut Bumi
Lidah Kejora kelu mendengar itu hatinya nyeri dadanya sesak terlebih Bumi dengan susah Payah tetap melanjutkan ucapannya sungguh tidak ada yang lebih sakit bagi Kejora di sepanjang hidupnya dibandingkan saat ini.
" Ra ayo kita berhenti ...... " Bumi melanjutkan.
Kejora kembali menggeleng berkali-kali
" Nggak aku gak mau berhenti " suaranya tercekat
Bumi membelai rambut Kejora dengan susah Payah " Ra udah seharusnya kita tau kalo ini nggak akan berakhir sempurna udah cukup semua tawa dan kebahagiaan sementara untuk kita relain gue ya ? Gue juga bakal relain lo Ra bersama Marco gue yakin dia bisa bikin lo bahagia " ucapan Bumi terhenti sekali lagi Bumi ingin menikmati kebersamaan ini juga kehangatan yang Nadhira salurkan ke hatinya
Dengan suara Pelan Bumi membisikkan kalimat terakhir
" Kita ini sepasang rasa yang nggak akan Pernah di restui semesta Ra ..... "
Tangisan Kejora Pecah setelah itu Kejora memeluk Bumi semakin erat lebih dekat lagi berharap dengan begini dia bisa merasakan sakit yang Bumi rasakan Dia ingin merasakannya bersama.
" Gak Bumi aku mau kamu gak ada yang lain, " Kejora berbisik di sela-sela tangisnya Namun detik berikutnya ada yang berbeda dari dekapan Bumi Laki-laki itu tidak lagi memeluknya tubuhnya semakin lemas.
" Bumi ..... " Panggil Kejora Pelan Tidak ada jawaban.
" Bumi .... " Panggilnya sekali lagi dan menepuk Pelan bahu Bumi
" Bumi ..... " Kali ini suara Kejora kembali bergetar Dia mulai menyadari laki-laki yang ada di Pelukannya sudah kehilangan kesadaran Tanpa melepaskan Pelukan itu Kejora berusaha mengambil Ponsel di kantong bajunya
" Bintang tolong Bumi ... " isak Kejora
" Tunggu di sana " jawab Bintang dan sambungan telepon itu
Satu kalimat terulang dalam hati Kejora berharap langit yang luas mendengar Permohonannya ini.
" Tuhan tolong jangan ambil Bumi dariku "
...••••••...
__ADS_1