
Kejora menghela nafas kesal karena sedari tadi Bumi terus mengikutinya Kejora tidak tau apa maksud Bumi melakukan itu.
" Kamu kenapa sih ikutin aku terus " bentak Kejora Pada Bumi
Bumi berhenti di hadapan Kejora.
" Jangan Pernah benci gue Ra " Pinta Bumi
Kejora berdecak. " Kamu ini kenapa sih Bumi ? Ingat kita itu udah enggak ada hubungan apapun " tegas Kejora
" Kemarin kamu ngebentak aku Sekarang kamu malah minta sama aku supaya enggak benci sama kamu," lanjut Kejora
" Jangan Pernah benci gue Ra ! Atau gue gak akan bisa tenang nanti " Pinta Bumi sekali lagi
" Aku heran sama kelakuan kamu yang selalu berubah-ubah Kamu itu sebenarnya mau apa sih Mau buat hidup aku menderita ? Gitu " tanya Kejora benar-benar marah. la tidak bisa mengontrol emosinya.
" Maaf " lirih Bumi
" Ingat ya Bumi Aku udah terlanjur benci sama kamu " ucap Kejora menggebu-gebu.
" Dan satu hal lagi Jangan Pernah ganggu aku lagi "
Kejora kemudian melenggang Pergi meninggalkan Bumi yang masih membisu.
...•••••...
Suasana lapangan sekolah SMA Sangjaya sedang ramai karena ada Pertandingan bola basket antara kelas XI-IPA 4 dengan kelas XI-IPA 2. Kelas Kejora dan kelas Bumi sengaja disatukan. Pasalnya Pak Herman selaku guru olahraga meminta agar disatukan. Kelas-kelas yang sedang jam kosong Pun ada yang menonton Semua saling bergembira sambil mendukung kelas masing-masing.
XI-IPA 4 dipimpin oleh Bumi Sementara kelas XI-IPA 2 di Pimpin oleh Marco Suara riuh tepuk tangan terdengar sangat heboh ketika Bumi berhasil mencetak skor.
" Bima Bima go Bima go " sorak jihan
" Eh Jihan Maharani sebenarnya lo itu dukung kelas siapa sih " tanya Febbi kesal karena Jihan terus mendukung kelas XI-IPA 4 yang notebene bukan kelas Jihan
" Biarin dong Kan di sana ada My Baby Bima " ucapnya sambil menjulurkan lidah
" Yang sportif dong Jihan Masa lo dukung kelas sebelah karena cuman Pacar lo ada di sana," ledek Febbi
" Biarin dong Suka-suka gue lah mau dukung siapa aja " kekeuh Jihan
" Gak gitu juga kali Jihan "
Jihan sedari tadi hanya mendengarkan Perdebatan mereka dengan malas. Kejora hanya ingin fokus untuk menonton Pertandingan tapi kedua sahabatnya ini malah berdebat sesuatu yang tidak Penting.
Kejora kemudian berdiri membuat kedua sahabatnya menoleh.
" Lo mau kemana Ra " tanya Febbi heran
" Aku mau ke toilet dulu " jawab Kejora lesu.
Kejora melenggang Pergi meninggalkan sahabat-sahabatnya menuju toilet Suasana hatinya sangat tidak baik sekarang Ia hanya ingin menjauh dari keramaian
Kejora mencuci mukanya dan berhadapan dengan cermin. Lalu ia mendadak teringat dengan kenangan-kenangan bersama Bumi Dia selalu tersenyum dan tersenyum tanpa ada luka Tetapi sekarang semuanya udah berbeda.
BRUKKK
Kejora terkejut ketika ada yang menabrak Pintu.
" Febbi kamu kenapa " tanya Kejora setelah ia mengetahui bahwa Febbi lah yang datang dengan tergesa-gesa dan menabrak Pintu
" Bumi .... Bumi " ucapan Febbi benar-benar tidak jelas Nafasnya masih terengah-engah seperti orang yang sedang dikejar hutang
Kejora langsung menghampiri Febbi yang sedang terengah-engah. " Bumi Kenapa Febbi Bicara yang bener dong Febbi " ujar Kejora Panik. Kejora takut Bumi kenapa-napa meskipun sudah jadi mantan tapi Perasaan itu masih sama.
" Bumi Pingsan " jawab Febbi membuat Kejora terkejut.
" Pingsan ? Sekarang Bumi di mana " tanya Kejora Panik.
__ADS_1
" Di bawa ke UKS " balas Febbi Tanpa basa-basi Kejora langsung Pergi menuju UKS dengan khawatir meninggalkan Febbi sendirian.
Febbi mendengus kesal. " Huh dasar bucin Temennya malah ditinggalin " gerutu Febbi lalu menyusul Kejora
Febbi mengerutkan keningnya ketika Kejora berbalik arah-tidak menuju UKS melainkan balik ke arah Febbi
" Loh Ra lo kenapa balik lagi sih ? Bumi gak ada di UKS " tanya Febbi bingung.
Kejora tersenyum miris. " Aku lupa kalau aku bukan siapa-siapa lagi dia Kita udah jadi mantan seharunya aku gak khawatir kayak gini," jawab Kejora
Febbi tersenyum mencoba untuk memberikan semangat Pada Kejora
" Lo Putusnya juga kan baru kemarin-kemarin Jadi wajarlah Lo khawatir sama dia," ujar Febbi sambil mengusap-usap Pundak Kejora
" Kalau lo mau jenguk Bumi Jenguk aja Ra ," saran Febbi Pada Kejora
Kejora menggeleng Pelan. " Enggak Febbi Lebih baik kita ke kelas aja," ajak Kejora yang langsung di angguki oleh Febbi
...••••...
Jantung Kejora berdebar kencang ketika ia disuruh oleh Bu Diah untuk mengambil kotak P3k di UKS Kejora takut jika di UKS masih ada Bumi Apa yang akan ia lakukan jika ada Bumi di sana.
Dengan Pelan Kejora membuka Pintu UKS lalu menyembulkan kepalanya dibalik Pintu dan mendapati Bumi yang sedang tertidur Pulas sendirian di UKS Dengan ragu Kejora mulai memasuki UKS dan memulai mencari kotak P3k.
Kejora menghela nafas lalu mendekat untuk mengambil kotak P3k itu. Ia berharap bahwa Bumi sedang tertidur Pulas dan tidak terbangun.
Dengan ragu ia mengambil kotak P3k Itu Hendak saja Kejora ingin berbalik tapi ada yang menggenggam tangannya
" Gue mohon Ra lo di sini aja Ra Gue butuh lo," lirih Bumi yang masih bisa didengar oleh Kejora
Kejora menoleh ke arah Bumi Kejora bisa melihat Bumi sedang lemas Bibirnya Pucat.
" Gue mohon Sebentar aja lo nemenin gue di sini " Pinta Bumi
Kejora tidak bisa menolak jika Bumi yang meminta Apalagi memintanya secara langsung Tapi kali ini ia harus bisa menolak
" Gue mohon Ra Anggap aja ini Permintaan terakhir gue Setelah ini gue gak akan ganggu lo lagi " Pinta Bumi sekali lagi
Kejora berpikir Apa sekarang ia harus menuruti apa kata Bumi ? Atau tidak ?
" Please " lirih Bumi dengan mata berbinar
Baiklah Kejora akan menuruti Bumi sekarang Kejora duduk di kursi Pinggir kasur Bumi
" Ada apa " tanya Kejora ketus.
Bumi mengubah Posisinya dari berbaring menjadi duduk.
" Jangan ketus gitu dong sayang " ucap Bumi
Sayang Kenapa Bumi memanggil Kejora seperti itu lagi. Apa ia akan membuat Kejora baper terus dicampakkan lagi.
" Jangan Panggil aku sayang " tegas Kejora
" Biarin aja orang gue mau kok " balas Bumi
Kejora berdecak " Kita enggak ada hubungan apa-apa lagi jadi lebih baik jangan Pernah Panggil aku sayang "
" Kita belum Putus kok " tegas Bumi yang membuat Kejora mengerutkan keningnya.
" Maksud kamu "
" Kalau mau Putus harus ada Persetujuan antara dua belah Pihak Kan gue belum iya-in jadi kita belum Putus beneran," jawab Bumi
" Jangan ngada-ngada Bumi Kita udah Putus Kamu juga kan udah tunangan sama Mona "
" Biarin aja orang gue mau kok " jawabnya santai.
__ADS_1
" Gimana kalau Mona tau ? Dia Pasti sedih banget Bumi " ucap Kejora. Ia sudah merasakan bagaimana sakitnya jika mengetahui Pacar kita sendiri memanggil orang lain dengan kata sayang.
" Udah jangan bahas itu lagi Ra " ucap Bumi
Kejora menuruti apa kata Bumi. Sudahlah ia tidak mau memperpanjang tentang ini lagi. Satu hal yang Kejora mau yaitu Pergi dari tempat ini.
" Kenapa kamu nyuruh aku untuk tetap di sini " tanya Kejora Pada Bumi
" Gue cuma mau sama lo di sini Emangnya gak boleh " tanya Bumi
" Bukannya gitu Bumi ! Tapi aku gak enak aja sama Mona " jawab Kejora jujur.
Walaupun Kejora selalu disakiti atau di Perlakukan tidak baik oleh Bumi dan Mona tetapi bukan berarti Kejora membenci mereka. Kejora juga bisa merasakan bagaimana kalau Pacar sendiri baik Pada orang lain Maka satu hal yaitu CEMBURU !
" Beruntung banget sih gue jadi Pacar lo Lo itu baik banget " ucap Bumi lalu mencubit Pipi Kejora
" Ih Apaan sih " Kejora menepis tangan Bumi
Kejora tidak tau apa ia harus baper atau marah. Harusnya sih Kejora marah karena diperlakukan seperti itu. Tetapi tidak bisa di Pungkiri juga kalau Kejora sangat baper dengan semua yang Bumi lakukan dan katakan.
" Ra " Panggil Bumi Kejora hanya berdeham sebagai tanda jawaban.
" Gue boleh meluk Lo ga " tanya Bumi enteng.
Kejora melotot. " Enggak " tolak Kejora
" Sekali aja " Pinta Bumi sedikit memaksa
" Sekali enggak ya enggak " tegas Kejora masih tetap Pada Pendiriannya.
" Gue mohon Ra ini Anggap aja Permintaan terakhir gue dari lo " ucap Bumi
Kejora bingung kenapa Bumi selalu berbicara itu sekarang Permintaan terakhir ! Entah apa maksudnya Apa Permintaan terakhir sebagai mantan ?
" Kenapa kamu selalu ngomong Permintaan terakhir Permintaan terakhir gitu Emangnya kamu mau kemana " tanya Kejora Penasaran.
" Permintaan terakhir sebagai Pacar lo maksudnya " jawab Bumi sementara Kejora hanya membulatkan mulutnya.
" Boleh kan " tanya Bumi membuat Kejora mengerutkan keningnya.
" Boleh apa "
" Gue boleh meluk lo kan ? Sekali aja. Gue Pengen meluk lo Ra " Pinta Bumi dengan tatapan sendu yang tak mampu Kejora tolak.
Baiklah mungkin ini yang harus Kejora lakukan.
" Oke tapi sebentar ya "
" Iya Ra " jawab Bumi
Kejora mendekat ke arah Bumi dan duduk di Pinggir kasur. Bumi dan Kejora mendekat lalu keduanya saling memeluk menghilangkan rasa rindu diantara mereka berdua.
Kejora menempatkan kepalanya di dada bidang Bumi sedangkan Bumi menempatkan kepalanya di atas kepala Kejora
" Meskipun kita udah jadi mantan tapi Perasaan ini tetap sama Kejora Mungkin juga gak akan Pernah berubah " batin Bumi
" Gue cuma Pesen sama lo Ra Jangan Pernah sedih jika saatnya gue gak bisa nemenin lo lagi ! Lo harus lanjutin hidup Jangan Pernah menyerah ya Gue selalu akan dukung lo kok meskipun enggak bersama lo lagi " ucap Bumi sambil mengusap rambut Kejora Pelan.
" Kita kan emang udah gak bersama lagi Bumi ! Kita udah Putus," balas Bumi
" Iya gue tau Ra Tapi kan sekarang gue masih ada di samping lo Belum tentu kedepannya gue masih berada di samping lo atau enggak," tutur Bumi
" Satu yang harus lo ingat Sampai kapanpun gue gak akan Pernah lupain lo sebagai orang yang udah buat gue bersemangat untuk hidup dan selalu ingin hidup selamanya untuk nemenin lo ! Lo juga harus tau kalau lo itu adalah orang yang udah mewarnai hari-hari gue," Papar Bumi
" Lo harus ingat itu selamanya Ra " Pinta Bumi
...•••••...
__ADS_1